Jodoh tak mengenal batas dan jarak, walau berbeda negara dan benua tapi Tuhan memiliki skenario sendiri untuk mempertemukan keduanya yang tak mungkin bisa dihindari umatnya.
Begitu juga dengan Dr. Steven Lee dan Anna Wibisana, yang dipertemukan di sebuah desa kecil di Perancis ketika keduanya sama-sama terlula oleh cinta. Tertatih mereka berdua saling mengisi untuk mencoba kembali bangkit dari kesalahan masa lalu yang kelam, sampau akhirnya retakan di hati mereka perlahan mulai kembali utuh.
Tapi, masa lalu kembali menghancurkan hati salah satu dari mereka.
Yours best teacher is yours last mistake.
-Autumn Girl-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Seperti yang telah direncanakan, setibanya mereka di Perancis keesokan harinya Anna harus kembali disibukan dengan sidang perebutan hak asuh. Mereka tak sempat kembali ke Ribeauville alhasil mereka menginap di hotel tempat Jason bekerja.
Alice yang memang belum mengerti tentang apa yang tengah terjadi terlihat bahagia karena dia bisa melihat menara Eifel yang terkenal dan berjalan-jalan mengelilingi kota mode dunia itu dan yang bertugas menjadi tour guide gadis kecil itu adalah Erik dan Jason, sedangkan Anna dan Dr. Lee menghabiskan hari mereka di pengadilan berhadapan dengan Billy dan tim pengacaranya.
Anna duduk dengan tegang di samping pengacaranya yang telah siap dengan dokumen-dokumen yang bisa mendukung kasusnya, begitu pula dengan Billy dan pengacaranya. Seorang perempuan dengan rambut yang sudah mulai memutih duduk di kursi hakim dengan aura kewibawaan yang luar biasa membuat semua orang yang berada di ruangan itu segan kepadanya.
Di kursi pengunjung duduk Dr. Lee yang ditamani oleh seorang pria muda tampan yang merupakan teman sekaligus pengacara pribadinya, Kim Seo Ju yang baru saja datang dari Korea beberapa saat sebelum sidang dimulai. Sedangkan dari pihak Billy terlihat Nichole dan beberapa rekannya yang kini sedang menatap Anna dengan tatapan mengintimidasi.
Sidang dimulai dengan mendengarkan bukti-bukti tambahan dari pihak Billy yang tentu saja menguntungkan pihaknya. Tanpa ragu mereka memperlihatkan kehidupan Anna di Ribeauville yang hanya seorang pelayan toko kecil di desa itu, tak cukup sampai sana mereka juga memberikan bukti kalau selama ini Anna tinggal dengan menumpang di rumah keluarga Jared yang menandakan ketidak mampuan perempuan itu secara financial, belum lagi tentang status kewarganegaraanya yang menyalahi aturan tinggal visa berkunjungnya dan hal itu tentu saja sangat memberatkan posisi Anna yang kini terlihat menunduk lesu karena sudah melihat kekalahan di depan matanya.
Kini tibalah giliran pihak Anna untuk memberikan pembelaan, pengacaranya berdiri lalu meminta ijin kepada hakim unutk menunjukan bukti-bukti baru dari kliennya yang langsung disetujui oleh hakim ketua. Dengan percaya diri pengacaranya berjalan ke arah meja hakim dan memeberikan beberapa dokumen.
“Yang Mulia, dari dokumen pertama anda bisa melihat kalau klien saya Miss. Anna Wibisana kini telah resmi menyandang status sebagai istri dari Dr. Steven Lee yang berkewarganegaraan Korea Selatan, dan suaminya telah mengajukan Miss. Wibisana dan putrinya Alice sebagai warga negara Korea Selatan dan telah disahkan oleh pengadilan negri Korea Selatan yang artinya kini mereka berdua berkewarganegaraan Korea Selatan seperti terlihat di dokumen tersebut, dan merekapun telah mengurus ijin tinggal mereka di sini sama seperti Dr. Lee yang mengantongi ijin tinggal sementara di Perancis yang telah disetujui oleh pemerintah kita.”
Hakim ketua telihat membaca dokumen yang baru saja diserahkan olehnya kemudian mengangguk.
“Jadi kalau penggugat mengatakan kalau putri dari klien saya memiliki kewarganegaraan Perancis karena mengikuti kewarganegaraannya itu tidak benar. Dokumen apa yang dimiliki penggugat yang bisa membuktikan kalau putri klien saya adalah berkewarganegaraan Perancis? Tidak ada.”
Perkataan pengacara Anna itu sontak membuat pihak Billy terkejut dan itu malah membuat senyum mengejek penuh kemenangan dari wajah pengacara Anna.
“Penggugat hanya baru bertemu sekali dengan putri klien saya jadi bagaimana bisa penggugat meminta Negara mengambil Alice dari tangan ibunya untuk diserahkan kepadanya tanpa bukti pendukung apapun hanya berdasarkan asumsi kalau dia adalah putrinya?”
“Yang Mulia, klien saya adalah ayah biologis dari Alice!” pengacara Billy memotong perkataan pengacara Anna sambil berdiri dengan wajah kesal.
“Apa hanya karena itu dia berhak untuk memisahkan Alice dari ibunya!” seru pengacara Anna tak mau kalah.
“Yang Mulia, penggugat hanya baru bertemu dengan Alice satu kali selama gadis kecil itu hidup, dia bahkan tidak mengetahui kalau pria itu adalah Ayahnya dan sekarang kalian mau membuat gadis kecil itu untuk tinggal dengan orang asing yang tak dikenalnya dan memisahkannya dari ibunya yang selama ini telah berjuang hidup dan mati untuknya?!”
Ruangan sidang itu hening semua orang terdiam mendengarkan pernyataan pengacara Anna yang berapi-api. Setelah menenangkan emosinya pengacara Anna kembali berdiri menghadap hakim.
“Jadi Yang Mulia, saya harap pihak penggugat tidak lagi menjadikan status kewarganegaraan dari klien saya sebagai alasan dalam persidangan kali ini,” lanjut pengacara Anna dengan penuh keyakinan.
Dia terdiam beberapa saat sebelum akhirnya kembali ke mejanya dan mengambil dokumen kedua lalu kembali berdiri ditengah ruang sidang untuk menyampaikan pembelaannya.
“Yang Mulia, di dokumen kedua Yang Mulia bisa melihat kalau Dr. Steven Lee telah mendaftarkan klien saya dan juga putrinya Alice ke dalam kartu keluarganya, yang menandakan kalau kini Alice telah sah menjadi putri dari Dr. Steven Lee, jadi tidak ada lagi alasan yang bisa membuat penggugat mengambil hak asuh atas Alice, dan seluruh warga di Ribeauville bisa memberi kesaksian bagaimana gadis kecil itu sangat menyayangi Dr. Lee sebagai ayahnya begitu juga sebaliknya, dan seandainya dia disuruh memilih antara penggugat dan Dr. Lee saya berani bertaruh kalau Alice tanpa keraguan sedikitpun akan memilih Dr. Lee sebagai ayahnya daripada penggugat yang mengaku sebagai ayah biologisnya.”
Mendengar ucapan pengacara Anna membuat Anna menengok ke belakang dimana Dr. lee duduk terlihat sama tegangnya dengan dirinya, tapi ia kemudian tersenyum setelah menyadari kalau Anna tengah menatapnya memberi kekuatan kepada perempuan cantik yang kini terlihat tegang. Perlahan Anna membalas senyuman itu sebelum kembali mengahadap depan.
“Dan mengenai kondisi keuangan dari klien saya yang dipermasalahkan oleh tergugat karena dianggap tidak akan mampu untuk menghidupi Alice, Yang Mulia bisa melihat di dokumen selanjutnya… di sana tertulis kalau klien saya adalah salah satu pemegang saham terbesar dari beberapa perusahaan yang tersebar di Asia, dan merupakan salah satu pewaris dari perusahaan raksasa Asia yang berpusat di Jakarta.”
Lagi-lagi pernyataan pengacara Anna yang disertai dengan bukti nyata membuat semua orang terbelalak dengan mulut menganga, Anna yang tampak terkejut bagaimana pengacaranya mendapatkan dokumen-dokumen itu? Ia kembali menatap Dr. Lee yang terlihat tersenyum sambil mengangguk membuat Anna mengarti siapa yang telah memeberikan dokumen itu kepada pengacaranya.
Pihak yang dikejutkan dengan kenyataan itu bukan hanya Anna tapi juga Billy dan pengacaranya, bagaimana tidak seorang gadis mungil yang selama ini mereka kira hanyalah seorang pelayang di sebuah toko kecil di salah satu desa di Perancis ternyata merupakan pewaris perusahaan besar Asia dan pemengang saham di beberapa perusahaan besar Asia lainnya.
“Jadi dengan bukti-bukti yang telah kami serahkan, saya harap masalah financial dan kewarganegaraan dari klien saya tidak lagi menjadi alasan dari penggugat untuk memisahkan seorang gadis kecil dari kasih sayang seorang ibu yang telah berkorban nyawa dengan melahirkan dan membesarkannya, dan perlu diingat Alice masih berada di bawah umur dimana menurut hukum yang berlaku setiap anak di bawah umur maka hak asuh akan diberikan kepada pihak ibu sampai anak itu tumbuh dewasa menurut hukum dan berhak untuk memutuskan sendiri dengan siapa dirinya akan tinggal.”
Pengacara Anna menutup pembelaannya untuk kemudian kembali duduk di samping Anna yang membisikan kata terimakasih karena telah memberi pembelaan yang sangat luar biasa atas dirinya, yang hanya dijawab dengan senyuman dan anggukan dari pengacaranya.
Sidang hari ini telah selesai, karena tidak ada tambahan pembelaan dari pihak Billy maka hakim memutuskan kalau minggu depan mereka akan memberikan keputusan akhir untuk kasus perebutan hak asuh anak itu.
*****
karyamu selalu menghibur..
untung gw baca Ayumi -Erik duluan,jadi paham alurnya