NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Cinta Lansia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

"Kalian kok bisa datang bersama? Kamu juga Fajar, di mana motormu? Bukannya tadi pagi kamu berangkat sekolah pakai motor?" tanya Harun yang merupakan kakek Fajar.

Dia menatap Malik dan Fajar bergantian. Harun baru tahu jika Malik berada di kota ini padahal kemarin mereka berkomunikasi. Entah bagaimana bisa mereka bertemu dan datang bersama padahal cucunya tadi berangkat sekolah.

"Motor Fajar mogok, Opa. Tadi nggak sengaja ketemu sama Opa Malik di jalan, jadi aku minta Opa Malik buat nganterin aku," jawab Fajar berbohong.

Dia tidak mungkin mengatakan jika dirinya ada masalah di sekolah dan meminta bantuan pada Opa Malik. Bisa-bisa nanti dirinya akan dihukum oleh opanya itu. Tadi Fajar memang sengaja menghubungi Malik agar membantunya bertemu dengan guru BK. Awalnya Malik menolak karena baru sampai di kota ini semalam, tapi dengan bujuk rayu Fajar, akhirnya pria itu pun mau membantu.

"Oh begitu, dan Malik kenapa kamu tiba-tiba saja ada di kota ini?" tanya Harun pada teman yang sudah dianggap saudara.

"Liburan 'lah, ngapain lagi? Kerja terus membosankan," jawab Malik yang kemudian menjatuhkan tubuhnya di sofa single yang ada di samping Harun.

"Cih, liburan. Setiap hari kamu selalu pergi ke berbagai tempat dan selalu bilang liburan. Kapan kamu bekerja dengan benar?"

"Buat apa juga bekerja. Tidak ada yang aku nafkahi dan tidak ada yang mau menghabiskan uangku. Lagipula tanpa bekerja saja aku sudah punya banyak uang."

"Sombong. Aku heran sama kamu padahal kalau kamu bekerja lebih giat, pasti restoranmu akan lebih besar lagi dan mengalahkan usaha keluargamu, tapi kamu malah memilih kerja santai dan berkembang sedikit-sedikit. Saat ada proyek yang hasilnya besar kamu justru memberikannya padaku."

"Sudahlah, jangan membahas mereka. Aku malas membicarakan mereka. Kamu sendiri bagaimana pekerjaanmu?"

"Berkat kamu usaha aku berhasil. Kamu juga selalu membantuku memenangkan tender. Teman-teman banyak yang sudah merindukanmu. Mereka ingin bertemu dan ngobrol bersama."

"Aku malas, kamu saja yang menemui mereka. Kalau kumpul sama mereka, pasti ujung-ujungnya ditanya tentang kehidupan pribadi. Aku malas 'lah. Aku sudah tidak ingin membicarakan soal cinta-cinta lagi."

"Halah, pakai bilang malas dan tidak mau bicara cinta. Opa itu jangan banyakan berbohong. Buktinya tadi ketemu sama omanya Alif aja Opa langsung ngejar dia. Terlihat sekali di wajah Opa itu ada binar cinta untuknya yang begitu besar," sela Fajar dengan tatapan mengejek.

"Omanya Alif! Siapa dia? Siapa namanya?"

"Kalau nggak salah namanya Ainun. Tadi Opa Malik manggilnya gitu."

"Ainun. Kamu yakin?" tanya Harun yang diangguki oleh Fajar.

Harun pun menoleh ke arah Malik dan bertanya, "Ainun mantan kamu itu? Yakin kamu bertemu dengan dia lagi? Apa mungkin hanya mirip? Kamu ketemunya di mana?"

"Ketemu di—"

"Ketemu di jalan, Opa. Tadi nggak sengaja ketemu saat lampu merah," sela Fajar sambil tertawa sumbang.

Fajar menatap Malik dengan berpura-pura tersenyum, berharap semoga pria itu tidak mengatakan yang sejujurnya. Kalau tidak pasti dirinya nanti akan kena hukuman.

Malik pun menatap Fajar dengan tatapan bingung. Dia berpikir sejenak dan akhirnya mengerti alasan kebohongan bocah itu. Jika dia mengatakan bertemu di sekolah Fajar, pasti Harun akan curiga jika terjadi sesuatu pada cucunya di sekolah karena itulah Fajar berbohong.

"Di jalan? Terus kamu bicara sama Ainun?" tanya Harun pada temannya.

Harun mendadak kepo, dia ingin tahu tentang pertemuan Malik dengan Ainun. Pria itu sangat tahu bagaimana perasaan sahabatnya itu sampai detik ini. Bahkan sampai di usia yang sudah seharusnya memiliki cucu, justru Malik belum pernah merasakan semua ikatan pernikahan karena sudah ditinggal pergi kekasihnya.

"Tidak sempat. Dia pergi begitu saja."

"Apa dia tinggal di kota ini? Tapi kok aku nggak pernah lihat dia? Aku di sini sudah hampir satu tahun loh."

"Bisa saja. Kamu 'kan juga sibuk dengan hobi baru kamu."

"Iya juga, sih. Eh, ngomong-ngomong Ainun masih ada suami atau tidak?"

"Mana aku tahu. Aku belum sempat ngobrol sama dia. Jangankan bertanya tentang kehidupannya, tentang kabarnya saja tidak sempat. Dia buru-buru pergi sama cucunya."

"Berarti dia sama kamu memang tidak berjodoh."

"Kali ini aku pastikan akan berjodoh. Kalau perlu aku paksakan berjodoh. Aku tidak akan melepaskan Ainun kali ini. Aku sudah bersumpah," ucap Malik dengan begitu yakin.

Harun menatap sahabatnya dengan perasaan tidak terbaca. Dia pun sangat mendukung Malik jika mereka sama-sama sendiri, tapi kalau Ainun masih memiliki suami apakah pantas? Malik akan dicap sebagai pria brengs*k jika sampai menghancurkan rumah tangga orang lain, hanya demi keinginannya untuk bersatu dengan belahan jiwanya.

Harun melirik ke arah cucunya yang juga menatap ke arah Malik. Dia pun berkata, "Fajar, kamu masuk ke kamar dulu sana, terus Mandi! Jangan lupa nanti motormu segera diambil."

"Iya, Opa."

Fajar pun segera pergi dari sana. Dia tahu maksud opanya mengusirnya agar mereka bisa berbicara dari hati ke hati. Fajar pun tidak masalah akan hal itu. Lagi pula itu urusan mereka dan masalalu. Dia menggelengkan kepala, apakah cinta memang seperti itu, mampu mengalahkan logika. Padahal di luar sana masih banyak wanita yang lebih cantik, tapi kenapa Malik justru terpaku pada masa lalunya.

Setelah pemuda itu tidak terlihat, Harun pun mulai berbicara serius dengan Malik. "Kamu yakin dengan keputusanmu? Apa Ainun bisa menerimanya? Kamu tahu sendiri dia bagaimana. Iya kalau dia sudah berpisah dengan suaminya, kalau masih ada suami bagaimana? Dia tidak akan pernah mau sama kamu."

"Aku sangat yakin dengan keputusanku, Harun. Dulu semua orang tidak ada yang mengerti perasaanku. Tidak ada yang bertanya apa yang aku inginkan dan yang membuatku bahagia. Kali ini aku pun tidak akan mengerti tentang perasaan orang lain. Aku hanya ingin kembali bersama dengan Ainun."

"Bagaimana kalau dia tidak mencintaimu lagi? Ini sudah puluhan tahun."

"Aku akan membuat dia mencintaiku lagi."

"Di usiamu yang seperti sekarang? Malik, kita sudah tidak muda lagi, tidakkah kamu ingin hidup tenang dan bahagia?"

"Hidupku tidak akan baik-baik saja jika tidak ada Ainun di sampingku. Dia adalah segalanya untukku."

Harun pun tidak bisa berkata apa-apa lagi jika Malik sudah berkata seperti itu. Dulu Malik dan Ainun saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka dianggap pasangan paling ideal di seluruh kampus. Namun, setelah mereka lulus dan memutuskan untuk menikah, keluarga Malik sangat menantangnya.

Ainun adalah seorang yatim piatu yang hidup sendiri bersama dengan seorang bibinya. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Itulah kenapa keluarga Malik tidak suka. Apalagi Ainun dianggap tidak setara dengan keluarga Malik yang seorang pengusaha besar dan kaya raya.

Ainun sering dihina keluarga Malik, bahkan dengan terang-terangan di depan umum. Malik sendiri tidak pernah diam, dia selalu membela Ainum meski harus mendapat amarah dari kedua orang tuanya. Malik tidak peduli itu semua, hingga akhirnya Ainun menyerah pada hubungan mereka dan memutuskan untuk pergi meninggalkan Malik.

Tidak lupa juga Ainun menuliskan surat yang dia titipkan pada Laila—istri dari Harun—untuk disampaikan pada Malik mengenai keputusannya. Malik tentu saja marah besar, bahkan saat itu juga dia memutuskan untuk keluar dari rumah dan membangun usahanya sendiri. Keluarga sangat marah besar. Namun, Malik tidak peduli. Baginya kebahagiaannya hanyalah bersama Ainun.

Pria itu memutuskan hubungan keluarga dan tidak lagi berhubungan dengan keluarganya. Meski neneknya sampai menangis meraung pun tidak Malik pedulikan karena mereka tidak ada yang peduli perasaannya dan hanya mementingkan nama baik keluarga saja. Padahal baginya semua makhluk itu sama, tidak ada yang membedakan.

1
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
Love You Z♥️
sering sering up yaaa thooorrr
novelnya baguuuuss,,,, alur ceritanya juga bagussss,, aku suka😍
Husna_az: insyaallah diusahakan ya kak
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Nurgusnawati Nunung
semoga berhasil usaha kalian.. Fajar, Alif
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor..
Nurgusnawati Nunung
Alif . bisa juga ngerayu oma.
Nurgusnawati Nunung
Fajar anak yang baik. masih memikirkan opa Malik..
Nurgusnawati Nunung
Aduh.. opa Malik suka nge ghibah juga yaa. 🤣
Endang Sulistia
pret...manisnya mulutmu lif..
Endang Sulistia
lanjut thor...
Endang Sulistia
betul tuh lif..👍
Endang Sulistia
cocok Alif Ama fajar jadi saudara
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!