NovelToon NovelToon
MULAN, JIWA YANG TERLAHIR KEMBALI

MULAN, JIWA YANG TERLAHIR KEMBALI

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Anak Genius / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:184.6k
Nilai: 5
Nama Author: indah_sakabian

CERITA FIKSI

*****

Mulan Benji, seorang wanita dewasa berusia 28 tahun, yang berprofesi sebagai agen intelejen swasta.
Tiba-tiba kehilangan kesadaran, ketika sedang menjalankan misi sebagai sugar baby.

Ketika membuka matanya kembali, Mulan tidak tau harus menangis atau tertawa.
Karena jiwanya kini telah berada di tubuh seorang gadis berusia 18 tahun.

Yang ternyata sedang 'HAMIL'.

Apa yang akan di lakukan Mulan, dengan makhluk sebesar 'kacang polong' yang ada di dalam perutnya????

Yuk ikuti kisah Mulan...!!

*****

(ASLI) Karya @indah_sakabian, hanya di Noveltoon.
[Penulis sudah berusaha keras menuangkan imajinasinya menjadi sebuah tulisan.
Maaf bila nanti ada kesamaan nama tokoh, atau nama suatu tempat yang di gunakan dalam cerita ini.🙏]

Mohon dukungannya ya, kakak pembaca sekalian.😊🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah_sakabian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Menemui Han Kecil

"Siapa yang datang mencari ku, Miss?" tanya Han kecil pada Miss Anna, salah satu guru wanita di sekolahnya.

Tadi, ketika kelas sedang berlangsung, Miss Anna datang ke kelas. Mengatakan, kalau ada tamu yang ingin bertemu dengan Han kecil.

Dan di sinilah mereka saat ini, sedang berjalan menuju ruangan kepala sekolah.

"Yang Miss Anna tau, mereka salah satu donatur di sekolahan ini." jawab Miss Anna dengan ramah. Wajahnya penuh senyuman dan minat, saat mengingat wajah tampan pria di ruangan kepala sekolah.

"Aneh. Kenapa mereka mencariku?" gumam Han kecil, dengan menunjukan sedikit kebingungan di wajah imutnya.

Miss Anna hanya tersenyum dan tidak menjawab, saat mendengarkan gumaman Han kecil. Karena tugasnya hanya menjemput, dan mengantarkan Han kecil.

Selanjutnya tidak terjadi percakapan lagi di antara mereka. Tak lama kemudian sampailah di ruangan kepala sekolah.

Han kecil mengerutkan alisnya, ketika melihat dua orang paruh baya dan seorang pria, yang duduk bersama kepala sekolah.

Mereka adalah tuan dan nyonya Abraham, pasangan paruh baya yang menegur mamanya, ketika di parkiran pusat perbelanjaan. Dan Malik, paman yang berkenalan dengannya ketika di pantai.

Mereka menunjukan senyum dan wajah ramah, saat Han kecil masuk ke dalam ruangan.

Mereka, terutama nyonya Abraham sangat antusias menyambut kedatangan Han kecil. Kalau tidak di wanti-wanti suami dan putranya, dia pasti sudah memeluk dan menghadiahi ciuman bertubi-tubi untuk Han kecil.

Kepala sekolah terlihat mengerutkan keningnya. Beberapa kali dia mengamati wajah tuan Malik dan wajah Han kecil. Hingga dia menemukan banyak kemiripan di wajah keduanya.

"Baiklah kalau begitu, saya akan menunggu di luar. Silakan tuan tuan dan nyonya mengobrol sebentar dengan anak Muhan." ucap kepala sekolah, yang bernama Mrs. Sarah. Memberikan waktu untuk keluarga Abraham berbicara dengan Han kecil.

"Terima kasih, Mrs. Sarah." ucap nyonya Abraham, yang sudah tidak sabar berbicara dengan cucu laki-lakinya.

Sedangkan tuan Abraham dan Malik, mereka hanya merespon dengan anggukan kecil.

Sebelumnya, keluarga itu sudah menjelaskan kepada kepala sekolah. Kalau mereka ingin di berikan waktu untuk mengobrol santai dengan Han kecil. Dan berjanji tidak akan menyakiti atau membuat takut Han kecil.

Han kecil, anak itu tidak menunjukan rasa takut atau malu sama sekali. Dia duduk tenang, kemudian menatap kepala sekolah yang sudah berdiri dari tempat duduknya.

"Tidak apa-apa kan, Mrs. Sarah tinggal di luar sebentar?" kepala sekolah, bertanya kepada Han kecil.

"En." gumam Han kecil dengan menganggukan kepalanya.

"Kalau ada apa-apa, panggil Mrs. Sarah atau Miss Anna. Kami akan menunggu di luar." ucapnya pelan hampir berbisik, kepada Han kecil.

Kemudian Mrs. Sarah keluar dari ruangan, di ikuti Miss Anna di belakangnya. Sebelum keluar, Miss Anna kembali melirik tuan Malik. Sayangnya, Malik sama sekali tidak pernah melihat ke arahnya.

"Namamu Muhan, kan?" tanya nyonya Abraham, setelah pindah posisi, duduk di samping Han kecil.

"En." jawab Han kecil, sambil menggeser pan*at kecilnya, sedikit menjauh dari nyonya Abraham.

"Oh oh, jangan takut. Nenek tidak akan menyakitimu." ucap nyonya Abraham dengan gugup, dan menghentikan uluran tangannya yang ingin membeli rambut Han kecil.

Kemudian nyonya Abraham melirik ke arah suami dan putranya.

Melihat gerakan ini, Tuan Abraham dan Malik merasa khawatir. Jangan sampai tindakan nyonya Abraham membuat Han kecil tidak nyaman atau bahkan takut.

"Jangan takut boy. Mereka berdua, orang tuaku. Dan kamu bisa memanggil mereka nenek dan kakek." ucap Malik dengan ramah, dia mencoba mencairkan suasana.

Han kecil hanya menatap ketiga orang itu, secara bergantian. Belum ada niatan untuk bersuara, atau sekedar mencoba memanggil nenek ataupun kakek.

"Aku akan menunjukan sesuatu kepadamu." Malik mengambil sesuatu dari saku jasnya.

"Ini dia, lihatlah." Malik menunjukan barang itu di depan Han kecil.

"Foto?" ucap Han kecil dengan bingung.

"Ya. Ini fotoku waktu kecil. Dan ini fotomu." Malik menunjukan layar hp nya, yang memperlihatkan wajah Han kecil, saat di Bali.

Han kecil menatap dua foto itu secara bergantian. Namun tidak menunjukan reaksi terkejut, seperti yang di harapkan Malik dan orang tuanya.

"Kenapa reaksinya biasa saja?" tanya nyonya Abraham dalam hati.

"Ada apa dengan anak ini?" tuan Abraham juga bertanya-tanya dalam hati.

Malik juga tampak mengerutkan alisnya.

"Bukankah wajah kalian berdua mirip?" tanya nyonya Abraham dengan tidak sabar, yang sekaligus memberi tahu Han kecil.

Han kecil hanya meliriknya sekilas.

"Wajah kalian mirip. Karena kalian ayah dan anak." ucap nyonya Abraham dengan bersemangat.

Tuan Abraham memberikan senyuman dan anggukan, ketika Han kecil menatapnya.

"Benar son. Aku papamu. Papa kandungmu." ucap Malik, membenarkan ucapan nyonya Abraham.

"Benar nak, kami adalah nenek dan kakek mu. Keluargamu." nyonya Abraham berkata dengan nada sedikit bergetar. Dia merasa bahagia sekaligus terharu, karena akhirnya bisa mengungkapkan identitasnya kepada cucunya.

"Aku sudah tau." ucap Han kecil dalam hati, tanpa ada tanda-tanda kebahagiaan ataupun kegembiraan.

"Benarkah?" Anak laki-laki kecil itu mengangkat kepalanya, dan menatap ketiga orang itu dengan tatapan polosnya.

"Benar." ucap ketiga orang dewasa dan paruh baya itu, dengan wajah penuh senyuman.

"Jadi paman, papa kandungku?" tanya Han kecil, menatap wajah Malik yang memang sedikit mirip dengannya.

"Benar son. Sekarang coba panggil 'papa'." wajah Malik di penuhi senyuman penuh harap.

"Papa." ucap Han kecil, memenuhi keinginan papanya.

"Bolehkah papa memelukmu?" Malik kembali meminta persetujuan dari Han kecil.

Setelah mendapatkan anggukan tanda persetujuan, Malik langsung memeluk tubuh kecil Han kecil. Tanpa terasa matanya sedikit berembun.

Nyonya Abraham sudah menitikan air matanya, sejak Han kecil mengucapkan kata 'papa'.

"Hik mami senang sekali, pih." ucap nyonya Abraham pada suaminya.

"Panggil kami nenek dan kakek." ucapnya dengan menatap Han kecil penuh harap. Setelah Malik mengurai pelukannya pada tubuh cucunya.

"Nenek, Kakek." ucap Han kecil, mengikuti keinginan nyonya Abraham.

"Oh cucuku." ucap nyonya Abraham, langsung memeluk Han kecil.

"Akhirnya cucuku, tau kalau aku neneknya." tak henti hentinya nyonya Abraham memberikan ciuman, yang mengakibatkan Han kecil menjadi risih.

"Ugh" Han kecil memberikan penolakan.

Nyonya Abraham tidak marah, dengan tindakan Han kecil. Karena dia menyadari tindakannya, sedikit berlebihan.

"Bagaimana caranya, agar cucuku ini mau pulang bersama kami." setelah mendapat pengakuan, nyonya Abraham semakin serakah, dan ingin membawa pulang Han kecil.

"Lalu, kemana papa selama ini?, kenapa ayah Haris, yang menjadi ayahku?" tanya Han kecil, menatap Malik dengan tatapan penuh selidik dan menuntut.

1
Kustri
mehong'a sewa motor🙄
ngomong"..... siapa gerangan bp si kacang polong🤭
apa g mau tanggungjwb
bikin'a ama sugar dady di LN, hamil di Indonesia🤔🤣
Kustri
hah! lengkap sdh penderitaan'a
kira" dmn orgtua mulan ini, yok lanjut aja💪
Aisyah Suyuti
menarik
Nana Niez
harusnya othot ttp selesaikn SMP bab 80,,krn biar detail ceritanya
Nana Niez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣krn tuannya siluman kambing🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nana Niez
mulai seru nih
Nana Niez
hajar mulan,, bikin babak belur,, tapi mbayangin wajah leo,, jadi g tega🤣🤣🤣🤣🤣
Nana Niez
awal yg bagus
Pandagabut🐼
keren lho Thor,
lebih semangat lagi yaaa
Pandagabut🐼
Luar biasa
aphrodite
Mulan Benji gak akan repot mikirin..beda hal dg Mulan Guanlin pasti mudah luluh..dia kan orangnya baiiik banget entah beg*
aphrodite
udah ngerasa kena karma..baru nyadar dan mau minta maaf..tapi sukur kalo sadar beneran mah daripada tidak sama sekali
aphrodite
ini kutukan untuk keluarga sombong terlalu bangga dg kekayaan dan kekuasaannya ..selalu meremehkan orang2 kalangan bawah
aphrodite
roh Mulan asli..kenapa mau apa?..mau bilang supaya maafin..nanti dulu..lihat perjuangan mereka dulu untuk dapat maaf
aphrodite
bagus ...kasih pelajaran dulu lah..langsung di maafin mah keenakan
aphrodite
😂😂😂😂😂😂😂semoga Han kecil jenius tidak mudah terpedaya biarkan mereka menyesal seumur hidupnya karena kelakuan sombong mereka
aphrodite
bagus hajar👊👊👊💪
aphrodite
an***g kabeh keluarga Malik..hancurkan saja
aphrodite
yang dulu gak diterima..yg dulu di caci maki...dih sekarang apa ?? nyesel ..cih
aphrodite
takut di jadiin tumbal y😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!