Aliya yang terjebak hubungan bersama sang atasan berakhir pernikahan siri tapi tanpa Aliya ketahui kalau dirinya adalah istri kedua dari sang suami.
Di saat manis nya pernikahan Aliya mengetahui kalau dirinya hanya istri kedua.
Akan kah Alya terus bertahan dengan pernikahan ini? atau Aliya justru memilih mengalah dengan meninggalkan Dikta sang suami?
Apa alasan Dikta berbohong pada nya?
Bagaimana kisah hidup selanjutnya yuuk mampir di cerita terbaru ku yang cukup menguras emosi DUA RASA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngidam
"Semua keputusan sekarang ada di tangan kami Dik,jika kamu ingin melihat mama mu sehat kamu pertahankan rumah tangga mu dan tinggal kan perempuan itu" tegas pak Frengky
"Tapi pa-"
"Penting keluarga atau perempuan itu?" potong sang papa
"Dik ini semua kesalahan mu jika memang kamu tidak menginginkan Nasya kamu lepaskan dia dulu sebelum mama nya tiada sekarang dia sebatang kara Dit,mama nya menitip kan Nasya pada kita! Hanya kita keluarga yang Nasya punya dan kamu sudah memiliki anak dari dia, bermain api bukan tipe pria sejati"tegas sang papa membuat kepala Dikta berdenyut kencang.
"Lihat mama mu di dalam semua nya tergantung kamu"ucap sang papa menepuk pundak Dikta pelan.
Pikiran Dikta benar-benar kacau saat ini,dia tau maksud mama nya mempertahankan rumah tangga nya karena Vania tapi hati dan perasaan tidak bisa di paksa kan.
Dikta menghela nafas panjang masuk kedalam ruang rawat inap sang mama terlihat Nasya sedang duduk menunggu mama nya, perempuan ini memang cantik dan baik tapi hati Dikta tidak sreg dengan seorang Nasya.
"Ma" panggil Dikta pelan,bu Retno tak menjawab dia justru mengalihkan pandangannya kearah Nasya.
"Ma ak-u aku minta maaf"
"Jangan minta maaf jika kamu akan mengulangi kesalahan yang sama"
"Ma aku ingin mama sembuh"
"Justru kamu yang membuat mama begini Dik,kamu egois memikirkan dirimu sendiri tanpa tau perasaan Vania dan Nasya terluka"
Dikta menghela nafas panjang berdebat dengan sang mama tidak akan ada ujungnya dia tetap akan kekeh ingin kebahagiaan Vania dan Nasya.
"Oke aku mengalah aku tidak akan berpisah dari Nasya,biar mama sembuh" ujar Dikta lalu segera pergi,Bu Retno menarik sudut bibirnya kecil melihat Nasya.
"Sekarang tugas kamu Nas, buat Dikta lupa perempuan itu"
"Iya ma, terimakasih" jawab Nasya memeluk tubuh sang mertua.
****
"Aawwwww" ringis Aliya saat memotong kentang tangan nya tergores pisau membuat darah mengalir,Farel yang memang hari ini cuti ingin menemani Aliya melihat Aliya meringis segera mendekat.
"Al,kenapa?" tanya Farel khawatir langsung mendekat dan menghisap darah di tangan Aliya.
"Ayo aku obati" ajak Farel menarik Aliya untuk duduk di kursi makan sedang kan Farel mengambil obat P3K nya.
"Aku kan sudah bilang Al,jangan mengerjakan apapun,jika kamu mau sesuatu tinggal bilang saja"oceh Farel sambil mengobati tangan Aliya
"Tadi aku lihat YouTube mas,ada yang masak pergedel kentang terus aku ingat ada kentang di kulkas jadi aku mau buat itu tapi pas ngupas kentang nya lah luka" jelas Aliya
"Kenapa nggak bilang aku Al,beli aja pergedel nya kan banyak yang jual"
"Tapi aku mau hirup bau pas goreng nya mas, pasti harum" ucap Aliya pelan membuat Farel bisa menangkap ucapan Aliya, pasti perempuan ini tengah mengidam karena dari tau Aliya hamil Farel jadi sering buka artikel tentang ibu kehamilan.
"Kamu duduk di sini ya biar aku yang buat"
"Memang mas bisa?" tanya Aliya
"Nggak yakin sih bisa tapi di coba dulu ya,kamu lihatin aja kalau ada yang kurang kamu bilang,oke"
"Oke mas" jawab Aliya tersenyum manis
Farel mulai melanjutkan mengupas kentang nya lalu menggoreng terlebih dahulu,Aliya membuka ponsel nya memperhatikan step by step nya.
"Mas jangan lupa di kasih garam nya" tunjuk Aliya
"Biar ku yang tumbuk mas"
"Nggak usah,duduk manis saja di sana"
Aliya memperhatikan Farel yang sedang memasak sesekali lelaki itu menyeka keringat nya dan terlihat sangat tampan membuat Aliya menggeleng kan kepala nya cepat.
20 menit kemudian masakan Farel sudah jadi.
"Tara....ini dia pergedel buatan chef Farel,yuuk bumil cantik di coba" ucap Farel membuat Aliya terkekeh geli
Aliya mengambil satu pergedel nya dan mencoba mencicipi nya.
"Gimana rasanya? Ada yang kurang? Nggak enak atau ada rasa yang aneh?" cecar Farel menunggu jawaban Aliya.
"Hmmmmm tekstur nya terlalu lembut,rasa kentang nya berasa dan satu lagi terlalu pedas seperti nya kebanyakan merica nya deh" jawab Aliya berlagak seperti juri
"Tapi untuk seorang pemula sudah oke la nilai nya delapan" ujar Aliya lagi membuat Farel tersenyum puas.
"Oke kalau begitu habis nya Nyonya"
"Nggak mungkin mas aku makan sendiri kamu juga dong"
"Ting tong.....ting tong" tiba-tiba terdengar suara bel dari luar.
"Siapa sih yang datang, ganggu aja"umpat Farel
"Buka dulu mas siapa tau penting"
"Kamu lanjut makan aja ya aku buka pintu nya,sisa in buat aku jangan di habisin" ucap Farel sambil berjalan kearah pintu.
Farel mengintip ternyata Dikta.
"Astaga kenapa Dikta kemarin"ucap Farel gugup dan segera ke arah dapur.