Manis menggeliat , tubuhnya terasa panas . Kecupan ringan terasa menguliti tubuh nya netra nya terpejam , ia menikmati sentuhan hangat disetiap inci tubuhnya . Hembusan hangat menelisik kedalam tubuh nya . Nikmat dunia yang membuatnya berada diatas awan . Apakah ini mimpi ? Jika mimpi pun ia enggan untuk bangun ..
Ditinggal pas lagi sayang sayang nya tu sakiitt banged . Manis juga begitu . Raga nya mungkin terpisah . Namun hatinya masih bertaut .
Dalam desakan keadaan Ia terpaksa harus menikah dengan sang adik ipar . Tanpa tau ia tengah hamil 4 bulan .
Bagai mana cerita keduanya ?
Dan anak siapa yang ia kandung ?
bantu up ceritaku ya , dengan like dan komennya biar aku semangat ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Cemburu
Malam itu Daniel datang juga . ketempat yang sesuai dengan yang Ariyanto info kan . Mereka bikin bakaran dipinggir pantai. Nggak pinggir banged sih masih di halaman tempat mereka sewa .
Dia sedikit terkejut melihat ada Devi disana .
" Kamu kok disini Dev !? "
" Kenapa kak ?! nggak boleh ya ?! "
" Ya kan kamu bukan bagian dari project . katanya piknik anak project . "
" Dapat ajakan kusus dari mas Ary , kak . "
" Oohh "
Daniel memandang berkeliling , hanya ada 3 orang disana termasuk dia dan Devi . Devi yang lagi nusukin sate , satu orang lagi sebut saja Lubis , sedang bikin api bakaran . Sementara Daniel yang baru datang itu duduk di dekat Devi sambil pegang satu tusuk sate . pegang doang .
" Kemana yang lain !? " tanyanya
" Lagi kepantai tuh ! "
" Malem malem kek gini ?! "
" tau tuuhh... ngikutin makbun yang lagi ngidam . " sinis Devi sedikit kesal . (FYI :makbun\=mamak bunting)
" Oohh .. "
Dikejauhan dari arah pantai tampak Aryanto, Yuda , Marvel , dan Manis . berjalan menuju arah resort kusus yang disewa . Mereka terlihat sedang tertawa dan bercanda . asyiikk sepertinya .
Semakin dekat , Ariyanto tampak berjalan lebih dulu , disusul marvel dan yang terakhir tampak Yuda dan Manis dibelakang bergandengan .
Daniel yang melihat itu sedikit panas .. sampai tak terasa tusuk sate yang ia pegang patah dan terbelah jadi 2 . Yang lalu ia lempar begitu saja .
Devi yang melihat itu , tersenyum licik.
" Ckckck ... Mesra banget yang gandengan . " seru nya sinis . ia seolah ingin memancing reaksi Daniel .
" Truk aja gandengan , masak kita nggak !? " balas Yuda selow dengan mengendikkan alis , " Ya nggak Nis ?! "
" Yoyoy ! " Manis mengiyakan , sedetik kemudian ia terkejut mendapati Daniel sudah disana .
Pria itu tampak menatap sinis pada nya dan menyipitkan matanya pada tangan yang bertautan itu . Membuat Manis tersenyum canggung . Segera ia lepas genggaman Yuda .
" kapan datang Niel ?! " suara Ariyanto membuyarkan Daniel yang masih menatap Manis kesal .
" Baru aja . " jawab nya singkat
" Gelang mu bagus Yud . " seru Marvel yang duduk tak jauh dari pak Ariyanto , yang terlihat sedang membumbui ikan nila . saat ia melihat gelang di tangan Yuda .
" Oohh.. ini !! beli di toko sopenir tadi , copelan ya kita Nis !? " seloroh Yuda santai dengan cengiran khas nya , ia juga ikut membumbui ikan .
" Ng ?! "
merasa namanya di sebut , manis melongok . semua mata tertuju pada nya . ia yang sedang menggigit timun yang sebagian telah ia potong . Tertawa canggung .
" Ahahaha .... ini ?! Mumpung gratis . Jarang jarang di beliin Yuda . " ucap nya asal . dari sudut mata nya dapat ia lihat Daniel yang menatap nya tajam .
" Haaahhh... bikin bulu bulu tegak aja nihh tatapan matanya . Horor banget .. " batin Manis saat itu .
" Kalian cocok kok . Kenapa nggak pacaran aja !? " sinis Devi dengan nada mengejek . " Udah beli gelang kopelan pun .. "
Baik Manis maupun Yuda , sama sama tertawa renyah mendengar nya ..
" Tuh ketawa aja barengan . Cocok tuh .. Jodoh kalian .. " sinis Devi lagi ..
" Asal mutusi aja dia ! " Yuda geleng geleng geli. " Hadooohh.. nggak asyik orang ini . "
Daniel yang makin panas , beranjak dari duduk nya ,
" Aku ketoilet dulu ya ! " pamitnya .
Dalam perjalanan nya pergi melipir , ia mengirim pesan ke ponsel Manis .
Merasakan ada getaran di kantong celananya , Manis pun mengecek .Terpampang dilayar ponsel nya sebuah nama yang membuat nya mendelik .
" ku cup cup Daniel "
" Hiiissshh..... apaan sih Daniel. pasti dia nih yang ngotak atik ponsel pas aku tidur . " batin nya kesal . karena ia tak merasa memberi nama kontak itu .
Dia melongok kekanan dan kekiri , memastikan nggak ada yang melihat. Lalu ia membuka pesan nya
[ " Lepas gelang nya ! Atau aku seret kamu kekamar ! " ]
" Iisssshhhh... pake ngancem ngancem lagi dia . " batin Manis kesal .
Manis mengetik, dan pesan dikirim .
[ " Iisshh ... ya ntar lah nggak enak sama Yuda yang udah ngasih . kalau main lepas sekarang ! " ]
Daniel mengetik ,
sebuah pesan masuk .
[ " Temui aku di taman belakang ! " ]
Manis menghela nafas nya , tanpa mengirim balasan ia pura pura sedang menerima telp . Dan pergi . Gawat bila sampai ada yang curiga karena dia pergi sesaat Daniel keluar.
" Halloo !?? Oo iya aku cari sinyal yang bagus dulu ya " ucap nya meracau . seolah ia sedang menelepon . dan melipir ke taman yang Daniel maksud .
Disana tampak Daniel sedang menuggu . Ia memasukkan kedua tangan nya di saku celana . Matanya terpatri pada kaki kiri nya yang ia main kan bersama rumput .
Manis mendekat . Ia belum mengatakan apapun .
" Lepas gelang nya . " suara Daniel pelan namun tegas . Tanpa melihat kearah Manis . Tak ada respon . Dia lalu menatap wanita yang baru datang itu .
" Lepas Nis ! " tatap nya tajam . Tampak wajah cemburu nya yang membuat Manis menggulum bibir . Manis masih terdiam .
" Niel ?! "
Daniel meraih tangan Manis yang di pergelangan tangan nya melingkar gelang yang sama dengan milik Yuda . Dan mulai melonggarkan gelang itu .
Manis menarik tangan nya hingga kedada .
" Niel , aku akan melepas ini nanti . "
" Kapan ?! "
" Nanti ! "
" Ya nanti itu kapan ?! "
" Aku baru memakainya , kalau langsung kulepas gitu aja nggak enak sama Yuda .. "
" Jadi kamu enak aja sama aku ?! tetep terus make gelang itu ?! "
" Ini cuma gelang ! " kilah Manis dengan nada rendah , " banyak jenis nya yang sama yang di jual disana . "
Manis dan Daniel saling menatap dengan tatapan yang sama tajam nya . Seolah tak ingin kalah oleh pendirian nya .
" Ng... Ikut aku ! " ajak Manis akhirnya , menarik tangan Daniel .
Mereka keluar dari areal taman dan menyusuri jalan yang masih dalam lingkup areal resort . lalu berhenti tepat di depan toko sopenir .
Manis mengajak nya masuk . lalu memilih beberapa gelang yang sama dengan milik nya . Setelah membayar mereka keluar .
Tepat didepan toko sopenir itu Manis memakaikan gelang yang sama dengan milik nya ke tangan Daniel .
" Dah . Sama kan ?! " ucap nya . " Aku juga beli beberapa buat yang lain . Sekarang semua kopelan . Apa ini cukup ?! "
Daniel tersenyum kecil .
" Kamu senang ?! " tanya Manis , yang melihat senyum Daniel .
" Kamu pikir aku ini anak kecil apa ?! " tukas Daniel terdengar kesal . " Yang langsung senang di kasih barang yang di ingini !? "
Manis menggulum senyum .
" Heemmm... Emang kamu anak kecil kalau lagi kek gini . " balas Manis memicingkan sebelah matanya . Daniel membalas nya dengan tawa kecil .
" lepas dulu itu gelang mu ! "
" apaan sih ?! kan udah samaan semua ?! "
" ya itukan yang beli yuda . bukan aku . lepas ! ganti yang ini ! "
Manis tertawa kecil . lalu melepas dan mengganti gelang nya .
" puas ?! "
" banget ! "
" Ayo kembali ! " ajak Manis lagi , dan memulai langkah nya .
Daniel menyusul dan menggenggam tangan Manis ,
" Iisshh.. Jangan ! Ntar ada yang lihat ! " Manis melepas tautan jemari Daniel .
" Ck. di genggam Yuda aja betah banget . Giliran sama suami aja protes . " kembali Daniel menautkan jemari nya pada jemari Manis.
Manis tertawa renyah ...
" Kamu lucu banget kalau cemburu . " balas nya dengan menyetak ringan tangan nya agar terlepas .
" heeehh... Aku nggak cemburu ! "
" Terus apa coba kalau nggak cemburu ?! "
" Protes doang . "
Kembali Manis tertawa .
" Udah sampai sini . Kamu kesana duluan gih . " ucapnya saat sudah dekat dengan tempat rombongan pak Ariyanto bebakaran .
" Aku belakangan aja . Ladies first ! "
Manis menghela mafas nya , lalu berjalan lebih dulu . Tak berapa langkah Daniel mengikut dibelakang .
" Niihh... " Manis membagikan gelang pada setiap orang disana . termasuk Devi .
" Apa nih !? " tanya Devi bingung dikasih gelang
" Gelang ! Nanya lagi ! " balas Manis tertawa geli .
" Iya tau . buat apa !? "
Manis menoleh , lalu melirik Yuda ,
" Kasih tau yud , gelang buat apa !? " ucap nya sambil memberikan gelang terakhir pada Marvel yang langsung dipakai .
" Googling aja kalau nggak tau ! " jawab Yuda enteng .
Tampak Devi kesal dengan kedua orang itu .
" Wah , jadi semua seragaman nih . pake gelang . " ucap pak Ariyanto , ia sudah memasangkan gelang ditangan nya . " Makasih ya Nis . "
" Udah mateng nih . Ayok makan ! " ajak Marvel yang sudah siap menata semua bakaran bersama lalapan dan sambel nya .
Setelah usai makan dan bercengkrama . Malam pun tampak merayapi . Mereka mulai masuk kedalam kamar . Daniel pun juga sudah kembali kekamarnya .
Tampak Devi keluar , entah kemana dia . Sementara Manis masih membereskan beberapa barang bekas bakaran bersama Yuda dan Marvel .
Tetiba ia ingat , ia masih membawa dompet Daniel yang tadi sempat ia ambil untuk membayar gelang di toko sopenir .
segera ia berjalan kearah kamar Daniel , tampak di kejauhan pintu kamar nya masih terbuka . Gegas ia datangi . dengan sesekali menengok sekeliling . berharap tak ada yang melihat nya .
Tepat di depan pintu kamar Daniel , ia terhenti dan mematung . Jantung nya mengentak kuat hingga serasa akan keluar dari rongga nya , dan menyesakkan dada nya .
Matanya membulat , dan perlahan memproduksi bulir bulir yang memenuhi melupuk matanya . Ia sedikit menggelengkan kepalanya , seolah tak ingin percaya dengan apa yang di lihat nya ....