Setelah game bergabung dengan dunia nyata puluhan tahun kemudian, Randika terlahir kembali setelah dibunuh oleh seorang dewa karena bakatnya yang mengerikan.
Setelah terlahir Kembali sehari sebelum Game “Other World” diluncurkan, Randika yang memiliki ingatan tentang game tersebut mulai memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Tapi kemudian tiba-tiba mucullah Jari Emas Randika yang disebut Unlimited Upgrade, karena hal itu Randika memulai petualangannya yang melebihi para pemain dan memimpin ke puncak dunia.
[Ding, System Unlimited Upgrade sedang mengikat…]
[1%]
[20%]
…
[100%]
[Ding, Selamat kepada host telah mengikat System Unlimited Upgrade]
[Ding, Selamat telah meningkatkan bakat Host ketingkat Tidak Diketahui]
[Ding, Selamat Host telah meningkatkan Fire Ball menjadi Fire Ball+10]
[Ding, Selamat Host telah meningkatkan Pekerjaan Tersembunyi ketingkat Mitos]
Dengan hal tersebut Randika menjadi pemimpin umat Manusia dalam melawan para Dewa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tunery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memasuki Villa dan Bertemu Sahabat Naura
29. Memasuki Villa dan Bertemu Sahabat Naura
Randika dan Naura menaiki mobil untuk menuju Villa yang telah dibelinya, karena jarak untuk menuju Villa dengan berjalan kaku bahkan membutuhkan waktu 30 Menit sebelum sampai, jadi Randika dan Naura akhirnya sampai di Villa tersebut dalam waktu 5 Menit.
Walaupun sebenarnya Randika bisa saja berlari yang menurutnya lebih cepat daripada Mobil, tapi Randika tidak ingin kekuatannya untuk sementara tidak diketahui dan juga sedangkan atribut AGI milik Naura masih lebih sedikit daripada Randika, oleh karena itu Randika memutuskan menggunakan Mobil saja.
Setelah itu Randika dan Naura tiba di depan gerbang Villa tersebut yang sangat besar, bahkan bahan yang dibuat untuk membuat gerbang tersebut menggunakan gabungan dari beberapa logam terkuat untuk melindunginnya.
Dan juga di depan gerbang tersebut terdapat sensor yang memindai orang yang diberikan akses untuk memasukinya, bahkan jika orang tersebut ada di dalam Mobil, sensor tersebut masih bisa mendeteksi siapa yang ada di dalam.
Belum lagi Keamanan yang menjaga gerbang tersebut yang berasal dari Mantan Tentara Khusus, yang membuat keamanan Villa ini sangat lah aman, bahkan bisa di bilang tidak ada celah yang bisa dimasuki karena setiap sudut Villa selalu dipantau setiap hari.
Karena Randika dan Naura sudah memasukkan identitasnya ke sistem Sensor jadi gerbang tersebut segera terbuka otomatis.
Setelah itu, mobil tersebut maju lagi sampai depan pintu Villa dan kemudian Randika dan Naura turun dari Mobil tersebut setelah pintunya dibuka oleh Supir dari perusahaan itu.
“Tuan dan Nona silahkan keluar, kita sudah sampai di Villa Graha No. 1” kata Supir tersebut
“Ya kalau begitu ini bonus untuk mu” kata Randika sambil menyerahkan uang kepada Supir tersebut.
“Baiklah Terima kasih banyak Tuan, kalau begitu saya izin undur diri” balas Supir tersebut sambil tersenyum bahagia.
“Ya”
Kemudian Supir tersebut keluar dari area Villa tersebut melalu jalan yang sama saat mereka masuk tadi.
Setelah itu Randika dan Naura yang telah turun dari Mobil tersebut, akhirnya melihat luas Villa tersebut, bagi Randika Villa ini tidak ada yang istimewa, karena di kehidupan sebelumnya bahkan Randika memiliki istana sendiri.
Tapi berbeda dengan Naura, baginya ini adalah pertama kalinya melihat hal-hal yang mewah, bahkan menurutnya Villa ini sudah tidak bisa lagi di sebut Villa sebenarnya, dan dia menganggap bahwa ini adalah Manor.
Jadi Naura sangat tidak sabar untuk berjalan-jalan mengelilingi Villa ini.
Dan Randika yang melihat wajah adikknya yang terlihat sangat tidak sabar akhirnya menggelengkan kepalanya dan segera mengajak Naura untuk memasuki Villa tersebut.
“Kalau begitu mari kita segera melihat kedalam Villa ini Naura” kata Randika dengan tersenyum kepada Naura
“Ya, aku ingin melihat bagaimana isi Villa ini” balas Naura dengan bahagia
Dengan begitu mereka akhirnya mulai memasuki Villa tersebut, sama seperti yang ada di gerbang, di depan pintu juga terdapat beberapa keamanan untuk memasuki Villa tersebut seperti Sensor pengenalan, Sidik Jari, dan password.
Semua hal tersebut digunakan untuk alternatif jika ada hal yang benar.
Setelah pintu tersebut terbuka, Randika dan Naura di sambut oleh 2 Pelayan Wanita.
“Selamat datang Tuan dan Nona di rumah” kata kedua pelayan tersebut
Tapi saat Naura melihat keuda pelayan tersebut, Naura kaget bahwa dia adalah sahabatnya saat kuliah, Naura tahu bahwa sahabatnya juga sedang bekerja, tapi yang tidak dia ketahui adalah dia bekerja sebagai pelayan Villa ini.
Jadi Naura cukup terkejut, karena persyaratan untuk menjadi pelayan di sini sangatlah ketat, terutama tentang tampang dan pendidikannya, tapi tidak lama, Naura juga memikirkannya karena dia juga 6 Tahun lebih tua darinya dan telah mendapatkan gelar Doktor, jadi wajar jika bisa mendapatkan pekerjaan disini.
Dengan begitu Naura segera berkata kepada mereka berdua.
“Vania? Anin? bagaimana kalian bisa bekerja disini?” kata Naura dengan kaget
Vania dan Anin yang mendengar suara sangat akrab baginya segera melihat ke arah sumber suara tersebut.
“Na-Naura!!!” kata Vania dan Anin secara bersamaan
“Ya, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian lagi disini” kata Naura dengan semangat dan segera memeluk mereka berdua.
“Ya aku juga tidak menyangka, ta-tapi, bagaimana bisa kamu ada di sini Naura?” kata Vania dengan heran kepada Naura
Anin yang mendengar pertanyaan Vania juga menoleh kepada Naura dengan wajah yang bertanya-tanya.
“Uh, kalau itu aku dan kakakku membeli Villa ini tadi” balas Naura sambil tersenyum malu
“Eh?!” teriak Vania dan Anin saat mendengar bahwa Naura membeli Villa ini dan kemudian mereka memandang sesosok lagi yang ada di belakang Naura.
“Halo, perkenalkan namaku Randika Reza, adik Naura” kata Randika sambil tersenyum sopan karena kedua Wanita tersebut sepertinya sahabat adiknya
Kemudian saat kedua Wanita tersebut melihat satu-satunya laki-laki yang ada didalam, mereka akhirnya langsung merasa linglung seketika karena pesona yang dipancarkan oleh Randika sangat membuatnya terpesona.
Sedangkan Naura yang melihat tingkah kedua sahabatnya saat melihat kakaknya, akhirnya merasa sedikit cemburu karena mungkin mulai sekarang aka nada saingan yang akan mengambil kakaknya, dengan begitu Naura segera memberi tanda kepada kedua sahabatnya sebagai ‘Musuh Berbahaya’.
“Hei, jangan menantap kakakku terus, jika tidak aku akan memberimu hukuman” kata Naura sambil cemberut kepada kedua Sahabatnya
Kemudian saat Vania dan Anin mendengar perkataan Naura akhirnya mereka sadar Kembali dan mulai memperkenalkan diri.
“Ha-halo, perkenalkan namaku adalah Vania Keisya, saya baru lulus gelar Doktor Jurusan Manajemen dan Bisnis” Kata Vania yang memiliki sifat ceria, wajah dewasa sangat cantik, berambut Coklat kehitaman dan memiliki tubuh seperti model.
“Halo, perkenalkan namaku adalah Anindira Maheswari, saya juga sama seperti Vania baru lulus gelar Doktor Jurusan Manajemen dan Bisnis” kata Anin yang memiliki sifat tenang tapi dalam hatinya dia sangat terpesona dengan Randika.
Sedangkan untuk penampilannya, Anin memiliki rambut berwarna pirang karena dia keturunan setengah barat, walapun begitu Anin selalu tinggal di Indonesia, Anin juga memiliki Wajah yang imut dan tubuh yang seperti anak baru berusia 14 Tahun, jadi Anin bisa di bilang sangat pendek seperti anak kecil.
Dengan begitu Randika segera membalas perkataan Vania dan Anin.
“Kalau begitu salam kenal, dan juga panggil saja aku Randika atau Randi karena kamu lebih tua dariku” kata Randika kepada Vania dan Anin sambil tersenyum
“Ka-kalau begitu kamu juga bisa memanggilku Vania seperti yang Naura lakukan” kata Vania sedikit gugup dan memiliki wajah memerah.
“Dan kamu juga bisa memanggilku Anin seperti yang dilakukan Naura” kata Anin dengan tenang tapi dalam hati sedikit gugup.
“Baiklah, tapi kali tidak usah terlalu formal seperti itu, anggap saja sebagai teman” kata Randika kepada mereka
“Ya, kalau begitu, Tuan Ran… eh Randi apakah kita akan memperkenalkan isi Villa sekarang?” kata Vania dengan malu-malu
Naura yang mendengar perkataan Vania segera menjawabnya sebelum kakaknya yang menjawab.
“Kalau begitu bawa kami pergi segera Vania, aku sangat penasaran” kata Naura karena tidak ingin melihat kakaknya dan sahabatnya terus mengobrol disini
Randika yang melihat Naura langsung menjawab hanya bisa tersenyum dan merasa bahwa sepertinya adik kecilnya cemburu saat melihatku berbicara dengan sahabatnya, tapi melihat wajah cemburu adiknya yang sangat menggemaskan membuat Randika sangat tidak tahan untuk mencubitnya, tapi akhirnya dia menahannya.
“Ya kalau begitu mari kita kesini terlebih dahulu” kata Vania dan Anin secara bersamaa
Dengan begitu Randika dan Naura mulai perjalanan berkeliling Villa Graha No. 1