NovelToon NovelToon
ARINDRA

ARINDRA

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 3.3
Nama Author: Lesta Lestari

STORY LOVE ARINDRA

Wanita itu mengerjap-ngerjapkan matanya kala ia terbangun di ranjang rumah sakit. Entah berapa lama ia tertidur, saat ini yang dirasakan hanya sakit kepala yang luar biasa menyerangnya.

Beberapa orang muncul setelah kesadarannya, namun tak satupun ia mengenalnya. Ia berusaha mengingat, namun semua di luar kuasanya.

"Mbak menderita amnesia anterograde"
Kata seorang dokter saat menyapanya

Namun sesosok bayangan muncul di balik pintu kaca, seorang laki-laki berbaju putih itu menatap ke arahnya, seketika ia teringat apa yang sudah terjadi pada dirinya dan menjerit memukul-mukul kepalanya.

"Brengsek, laki-laki brengsek, tak cukup kau memperkosaku, kau pun ingin membunuhku, pergi-pergi"

Jeritan itu terus menerus terlontar, air matanya juga tak kuasa dibendung. Membuat beberapa orang yang di ruangan itu pun panik, karena wanita itu juga memukul-mukul kepalanya dan berusaha melepas selang infusnya dan hendak berlari, namun pada kenyataannya ia malah terjatuh di sisi ranjang dan kaki yang tak bisa digerakkan.

Syabila Arindra nama wanita itu, kisah sedih pilu, romantis dan misteri hidup yang menyelimutinya. Sanggupkan bertahan dan apa yang membuat ia bertahan???

Nantikan selalu Upnya ya pembaca budiman, dang lupa komentar terbaiknya 😆😆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Jarum jam terus berputar, sejak satu hari kedatangannya Syara di rumah Hans, hanya hari itu ia berbicara dengan suaminya. Hans benar-benar menghindarinya, jangankan sarapan bersama, bertemupun sudah tidak dilakukan sejak tiga bulan terakhir.

Hans di beberapa kesempatan masih bercerita tentang apa yang dilakukannya pada Arindra di pagi hari sebelum berangkat, namun kemudian kebiasaan itu ia lakukan saat larut malam setelah ia pulang.

Hans benar-benar menghindari Syara, ia tidak ingin hatinya goyah. Berangkat pagi ke kantor, dan pulang larut malam, itulah yang Hans lakukan. Hans memerintahkan suster Hani yang menjaga Arindra hingga ia datang. Hari libur pun ia tak di rumah, berkeliaran di luar untuk menghabiskan waktu atau menyibukkan diri dengan berbagai pekerjaan.

Tak jarang, ia sengaja keluar kota untuk mengadakan pertemuan dengan beberapa kantor cabang. Hal yang tak biasanya Hans lakukan, membuat Hana uring-uringan.

Syara yang tadinya ingin peduli, berubah belajar menjadi tak peduli. Namun nasehat-nasehat pernikahan yang di dengar mengusik hatinya, ia bimbang antara bertahan sampai tiba waktunya, atau berusaha mencintai suaminya dan mempertahankan rumah tangganya.

Saat di rumah sakit, Ia sering mendengar curhatan Hans pada Arindra, dan bahkan beberapa hari setelah kedatangannya. Setidaknya ia tahu, apa saja yang dilakukan suaminya itu diluaran sana. Namun kini suaranya saja sudah tak terdengar olehnya.

"Umiii, Syara tak tahan lagi"

Ucap Syara sambil terisak malam ini, di kamar Arindra. Kebetulan malam ini, Suster Hani sedang pergi menemui anaknya yang juga sedang sakit. Sehingga ia ijin tak bisa menemani Syara.

"Rasanya sakit sekali Ya Allah, beginikah rasanya rumah tangga"

Syara meremas dadanya menunjukkan kesakitannya di pinggir ranjang Arindra.

"Mbak Arin, cepatlah bangun lihat dan rasakanlah Mbak, anak Mbak tumbuh di sini. Ia butuh sosok Mbak, bukan aku yang statusnya hanya pengganti. Mbak, aku mohon bangunlah, bangunnnnn....."

Syara mengoyang-goyangkan tangan Arindra, berharap tangan itu bergerak dengan sendirinya.

"Lihat Mbak, perut Mbak sudah membuncit. Anak ini tumbuh dengan baik, tidakkah Mbak ingin merasakannya. Mbak, sungguh aku tidak kuat jika terus begini, salahku apa mbak, hingga aku harus terjebak di pernikahan seperti ini"

Tangisan Syara makin pilu terdengar,

"Bangun Mbak, beri aku keputusan. Jangan membuatku bimbang seperti ini, aku harus meletakkan diriku seperti apa, bagaimana?. Di sisi lain aku seakan menjadi istri durhaka yang tak mau menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri, di sisi lain aku harus menerima kenyataan jika pernikahanku hanya penutup aib suamimu.

Aku sakit, sakit sekali di sini. Aku ingin memiliki pernikahan impianku. Hidup bersama laki-laki yang mencintaiku, menjadi imamku menuntunku menjadi lebih baik. Mbak, sudah lima bulan mbak terbaring, tidak bosankah dirimu. Tidak inginkah kau melihat dunia indah ini.

Bukankah kau wanita kuat, ayo berjuanglah bangun. Beri aku kesempatan, untuk menjadi wanita bersuami sesungguhnya, merasakan indahnya rumah tangga dengan lelaki yang mencintaiku dan akupun mencintainya. Banguuuun Mbak, banguuuun"

Hans duduk lemas di balik pintu, mendengar rintihan, keluhan dan tangisan pilu seorang Syara. Selama ini yang ia tahu, Syara yang sangat dewasa, tegar dan sabar tak menyangka juga serapuh dirinya.

Malam itu dua insan terhanyut dengan perasaan masing-masing. Hans termenung dan menunggu, hingga suara isak tangis itu mereda dan hilang. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, artinya sudah dua jam ia terduduk bersimpuh di lantai yang dingin.

Hans bangkit, dan melihat ke dalam. Dilihat Syara tertidur lelah setelah menangis dengan posisi duduk dengan tangan menumpu kepala sebagi alas. Masih terlihat sisa-sisa air mata di pipi putihnya. Hans meletakkan jas, melepaskan dasi dan melepas sepatunya. Masuk ke kamar mandi membersihkan diri.

Selesai berpakaian, Hans keluar dan masih melihat Syara terlelap di sana. Hans kemudian mengangkat tubuh itu membawanya ke dalam kamar. Dibaringkan, dan diselimuti, ia menatap wajah itu. Tangannya tanpa sadar terulur membelai pipi istri yang dihindarinya ini.

Membersihkan sisa-sisa air mata, kemudian mengecup keningnya.

"Maaf, maafkan aku"

Ucapnya lirih, sorot mata memindai wajah cantik istri ke duanya itu.

"Kau selalu terlihat cantik"

Gumamnya sambil membelai pipi istrinya. Lagi dikecupnya kening Syara cukup lama.

"Eauhh"

Lenguhan dan gerakan Syara menyadarkannya, bibirnya tersungging senyum.

"Selamat tidur istriku"

Lirihnya dan bangkit menuju kamar Arindra.

Ia juga melakukan hal sama, mencium kening, pipi dan perut istrinya yang masih setia dengan tidur lelapnya. Lalu ia baringkan tubuh di kasur untuk melepas lelah.

########

Adzhan subuh berkumandang, membangunkan Syara. Ia terkejut terbangun sudah berada di atas kasur miliknya, padahal ia yakin, dia tertidur di kamar Mbak Arindra.

"Apakah semalam aku bermimpi, Kak Hans mengecup keningku, berkata maaf dan menyebutku cantik?"

Syara mencoba mengingat-ingat, namun ia hanya ingat tertidur lelap setelah tangisannya.

"Jika benar mimpi, mengapa seperti sangat nyata, mengapa aku senang ahh ada apa denganku ini"

Syara segera bangkit, untuk mandi dan menunaikan tugasnya sebagai Hamba Langit. Meski masih mengantuk, ia tak membiasakan tidur pagi hari dan menuju dapur untuk membuat jahe hangat untuknya, membuat sarapan jika ia mau atau lari-lari mengelilingi taman rumah. Adalah aktifitas yang ia lakukan selama di sini sebelum melakukan tugas utama menjaga dan merawat Arindra.

Pukul tujuh ia sudah selesai seperti biasa, ia menuju kamar Arindra untuk mengecek dan memandikan Mbak Arindra. Yang ia tahu, Hans sudah berangkat, hingga tanpa mengetuk pintu Syara masuk ke kamar itu.

Namun ia terdiam sejenak, saat melihat Hans masih berada di kasurnya dengan bertelanjang dada.

"Tumben, biasanya sudah pergi"

Gumamnya dalam hati.

"Bangunin enggak, bangunin enggak?"

Syara bingung, hingga kemudian ia memutuskan keluar kamar dan menelpon Hana.

"Assalamualaikum Han"

"Walaikumsalam kakak ipar, ada kabar baikkah?"

"Kamu kesini enggak, suster Hani sedang ijin mungkin tiga hari baru kembali"

"Oh, aku enggak bisa kak, maaf. Di rumah sakit lagi sibuk-sibuknya. Nanti malem deh insyaa allah aku temenin. Apa Kak Hans masih sering pulang larut?"

"Iya"

"Insya allah ba'da isya aku dateng, minep sekalian curcol dah lama kita enggak curhat-curhat"

"Ya sudah, aku tunggu ya"

"Oke kakakku yang cantik, cepet kasih aku ponakan ya hehee"

"Assalamualaikum Han"

"Walaikumsalam Wr. Wb"

Ucap Hana di sebrang sana kemudian langsung dimatikan oleh Syara. Syara akhirnya meminta bantuan Mbok di dapur untuk membangunkan Hans. Karena tidak biasanya ia belum bangun ketika waktu sudah menunjukkan jam sarapan pagi.

Si Mbok Nah naik ke atas, mencoba membangunkan Tuan mudanya itu. Namun berulang kali ia bangunkan Hans tetap tak bergeming.

"Ya Allah Non"

Teriak Mbok Nah dari dalam sesaat setelah memengang tangan Hans. Syara yang masih di balik pintu pun masuk ke dalam.

"Kenapa Mbok?"

#########

***Alhamdulillah chapter 28 kelar juga...

hemmm

vote like komen, share poin apalagi ya....

tinggalkan jejakmu ya readers cintakuh❤❤❤❤❤***

1
Julia Lubis
Kenapa harus sad ending sih😭😭😭😭
Nurma Lisa Hasanah
ihhh author kenapa ngambil foto idola saya... udah ganteng hafiz Qur'an jg...itu punya saya Thor hehehe 🤭
Tiwi Rahayu
sungguh baru kali ini aku kecewa lihat Jack menikahi Hana 😭😭😭😭
Tiwi Rahayu
tidak mudah melupakan rasa sakit yang dialami oleh Arindra ,rasa sakit yang ditorehkan berulang ulang,kematian orang tuanya dan orang disekitarnya yang turut jadi korban ...
Tiwi Rahayu
aku suka gayamu Arindra...bangkitlah dan bslaskan rasa sakit hatimu.
Tiwi Rahayu
nyesek banget kisah mu Syara tapi lebih miris dan nyesek Arindita yang tidak tau kalau sudah dinikahi dan hamil dari seorang pria pemerkosa dan parahnya lagi beristri 2 ...
Tiwi Rahayu
terkejut dong aku saat Abi Hasan tidak menerima pinangan Afdhan buat Syara
Tiwi Rahayu
Gimana nih jadinya Arindra. apabila tersadar dari komanya mengetahui fakta dia hamil dan lebih parahnya , orang yang harusnya bertanggung jawab malah menikahi orang lain.
Tiwi Rahayu
sediih banget Hana mengetahui kakak yang sangat disayangi dan dikagumi sanggup melakukan pemerkosaan dan yang hadir penyebab sikorban menjadi celaka 😭😭😭
Nur Khofifah
baru baca karya kk ternyata bagus banyak inspirasi banyak hal yg menuju islamnya banyak banget pelajarannya...
tpi kok kisahnya hana sama jack gx di lanjut kak😁
en_en
cerotanya bagus. 👍👍👍bisa out the box
Rain sky
saya dukung mereka gak bersatu😇
Anh PGRI
Terima kasih. novel yg banyak ilmu. salut buat author dan sukses selalu. Amin YRA
Dedeh Hasanah
xxc5
Dedeh Hasanah
,99,,999c, 9,
Mbak Gading Qeyod
aq gak suka polygamist, secara tidak ada hati wanitapun yg akan iklhas
tpi dgn novel ini dpt pelajaran jg dlm artian luas.......
(dan aq ttp menolka poligami) hehhehe

semangat thorrrr.......
Reny Ganestya
kasihan sama aindra ,,,
kasih jodoh buat aindra thor jga sama hans
Ari♈Aries
👍👍👍👍👍
Anggie Nifmala
CeritanyA bagus..
yeni nofriza
Disini yg terluka batinnya wanita2 sholeha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!