Keyla Salsabila, rela mengorbankan dirinya dalam sebuah pernikahan kontrak. Demi mendapatkan biaya untuk pengobatan sang Ibunda yang tengah sakit keras.
Hubungan pernikahannya dengan Edgar, pria yang menawarkan pertolongan dengan sebuah perjanjian kontrak awalnya jelas terasa hambar. Hingga berjalannya waktu, benih-benih cinta itu mulai tumbuh. Namun, ego mereka lebih besar menutupi cinta yang sudah lama bersemi.
Lantas, akankah mereka memilih tetap bersama atau malah memutuskan untuk berpisah sesuai surat perjanjian pernikahan?
Mari sama-sama kita simak perjalanan cinta mereka dalam cerita author amatir berikut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iing Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istri pemilik kampus
"What? " Keyla masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar dan lihatnya.
"Lo ngak tau? " tanya Nana bingung.
Melihat reaksi Keyla yang sangat terkejut Nana yakin sahabatnya itu tidak mengetahui kalau kampus tempat mereka menimba ilmu milik dari suami Keyla.
Keyla menggeleng yakin. "Lo udah tau hal ini? " mata Keyla memicing menatap penuh selidik pada Nana yang mengangguk duduk di sampingnya.
"Kok lo ngak kasih tau gue sih? "
Nana cengengesan melihat wajah kesal keyla.
Bagaimana tidak kesal, dia yang berstatus sebagai istri malah tidak tau tentang suaminya, apalagi Edgar tidak pernah memberitahukan hal ini padanya.
Keyla tersenyum kecut, saat mengingat pernikahan mereka tidak seperti pernikahan normal lainnya, wajar saja Edgar tidak pernah mengatakan tentang jati dirinya toh pernikahan mereka akan berakhir dalam waktu yang sudah di tentukan.
Meskipun beberapa waktu terakhir ini pernikahan mereka lebih baik dari sebelumnya, tetap saja ini hanya pernikahan kontrak.
Sentuhan di lengannya membuat Keyla tersentak dari lamunannya. "Nama lo di panggil, " Kening Keyla berkerut mendengar perkataan Nana dengan wajah yang begitu berbinar.
"Maksud lo? " lagi-lagi Keyla bertanya karena memang tidak mengerti.
Karena terlalu hanyut dalam lamunannya membuat Keyla melupakan sekitarnya.
"Kepada ananda Keyla salsabila sebagai mahasiswi lulusan terbaik tahun ini di persilahkan naik ke atas panggung," sekali lagi MC memanggil nama Keyla.
Semua anggota keluarga baik keluarga Edgar juga keluarganya menatap bangga pada Keyla yang sedang berjalan anggun naik ke atas panggung.
Edgar yang masih berada di atas panggung, mengulurkan tangannya membantu Keyla yang agak kesulitan naik ke atas panggung.
"Hati-hati! "
"Terima kasih. " Balas Keyla dingin mengangguk hormat pada pemilik kampus tersebut sayangnya suaminya sendiri.
Kening Edgar berkerut melihat sikap aneh Keyla apalagi mata Keyla yang menyorot dingin menatap padanya.
Edgar menggerakkan dagunya tanda bertanya pada Keyla. Saat ini mereka berdiri berhadapan dengan Edgar yang bersiap menyerahkan medali dan juga penghargaan atas prestasi Keyla.
Edgar menghela nafas kasar saat melihat Keyla malah menunduk mengabaikan suaminya.
Tanpa di duga Edgar malah mencium kening Keyla tepat setelah mengalungkan medali di leher istrinya.
Suara sorakan bercampur pekikan terkejut dari semua orang menggema di ruangan, sama halnya dengan semua orang Keyla yang lebih terkejut melihat aksi suaminya.
"Selamat atas keberhasilan mu, " Edgar berpindah merangkul Keyla dari samping.
"Kalian semua pasti bertanya-tanya siapa perempuan yang bersama saya ini. Dia adalah Keyla Salsabila, pasti udah tau kan? Ya, namanya Keyla Salsabila istri saya. "
Keyla kembali terkejut dengan pengakuan Edgar, apakah kali ini dirinya di anggap sebagai istri karena sandiwara dimuka umum, entahlah hanya Edgar yang tau.
Suasana mendadak hening, Keyla dan Edgar saling tatap kemudian kembali menoleh ke depan dimana semua orang tengah memperhatikan mereka.
"Wow.. Sebuah kejutan yang sangat menggemparkan. " Suara Mc mencairkan suasana.
Bagaimana tidak menggemparkan, Keyla yang selama ini dikenal sebagi primadona kampus sudah menikah, dan hari ini menjadi hari patah hati nasional kaum adam yang mendambakannya.
Meskipun penampilan Keyla jauh dari kata modis saat masa kuliah dulu, wajah cantik dan kebaikannya mampu membuatnya jadi sosok idola banyak orang.
Suara tepuk tangan menggema mengiring langkah Edgar yang menggandeng mesra tangan istrinya berjalan turun dari panggung menuju semua anggota keluarganya yang sudah menunggu.
"Selamat! kakek bangga padamu. " Keyla membalas pelukan pria tua itu dengan perasaan bahagia.
Tak pernah terlintas dibenaknya kalau ia akan mendapatkan kebahagiaan sebesar ini. Pernikahan kontrak yang dia jalani mampu memberikan kebahagiaan luar biasa.
Kemudian Keyla beralih menerima ucapan selamat dari keluarganya yang lain.
"Ayo pulang! " Keyla mendelik kesal pada Edgar.
Jelas saja kesal, Keyla yang masih ingin bersama teman-temannya, merayakan keberhasilan mereka. Namun, Edgar malah membawanya untuk pulang. Sungguh menyebalkan.
Apakah Edgar tidak mengerti apa yang dia inginkan, hanya sedikit kebebasan meninggalkan sejenak dirinya yang sudah berstatus seorang istri menjadi mahasiswa sesungguhnya.
"Kakak pulang aja lebih dulu, " tolak Keyla dengan sorot mata memohon.
Namun, Edgar tidak akan rela meninggalkan istrinya. Sadar atau tidak Edgar sangat posesif pada Keyla bak . Apalagi melihat banyak mahasiswa yang notabenenya seumuran Keyla memandang dengan tatapan memuja.
Edgar menghela napas kasar, tak berdaya kalau jurus andalan Keyla keluar yaitu tatapan memohon dan mata berkedip lucu.
"Kamu boleh di sini selama aku menyelesaikan urusan dengan anggota dewan. "
Senyum sumringah terbit dibibir Keyla sedikit berlari menghampiri Nana yang sedari tadi menunggu.
*
*
Ah...
Teriak Keyla dan Edgar bersamaan. Keduanya terkejut dengan posisi Keyla keluar dari kamar mandi dengan tubuh telanjangnya, dan Edgar hendak masuk kamar mandi hanya dengan memakai celana bokser.
Keyla yang terkejut segera berlari masuk kamar mandi, meninggalkan Edgar yang sudah panas dingin dengan susah payah menelan salivanya setelah melihat tubuh polos yang indah itu.
Wajar saja Edgar bergairah melihat tubuh polos istrinya, Edgar juga laki-laki normal yang bernafsu melihat tubuh indah Keyla terlebih mereka adalah pasangan suami istri. Sah sah saja bukan kalau mereka ingin melakukan hubungan suami-istri.
Setelah mendapatkan handuk menutup tubuhnya, Keyla kembali keluar kamar mandi menuju walk in closet.
"Mau kemana? " Edgar menahan tangan Keyla yang melewatinya begitu saja.
Karena terlanjur malu, Keyla menepis tangan Edgar dan melanjutkan langkahnya.
Entah karena buru-buru atau tidak fokus dengan jalannya, baru saja Keyla melangkah kakinya malah tersandung oleh ujung sendal Edgar. Untung saja tubuh Edgar menahannya sehingga tidak terjatuh ke lantai.
Tubuh keduanya bersentuhan tanpa ada penghalang sedikit pun karena handuk terlepas dari tubuh Keyla menyisakan tubuh telanjangnya, membuat dua insan itu terbakar api gairah yang siap meluluh lantakan keduanya.
Tanpa sadar tangan Edgar malah menarik tubuh Keyla semakin masuk kedalam pelukannya, wajah mereka yang tak berjarak dan kulit saling bersentuhan, membuat kedua mata pria itu penuh oleh kabut gairah.
Rasa panas yang menjalar ke seluruh tubuh membuat jakunnya naik turun hingga tak kuasa untuk menolak pesona kecantikan dan tubuh polos Keyla. Edgar mencium lembut bibir mungil itu dengan tangan bergerak naik turun mengusap punggung Keyla.
Tangannya berhenti pada leher jenjang yang terlihat sangat menggairahkan, menekannya untuk memperdalam ciuman mereka, ciuman yang membuat keduanya lupa akan isi perjanjian pernikahan mereka.
Keyla sendiri juga begitu menikmati ciuman tersebut juga perlakuan Edgar yang membuat Keyla melayang. Dengan langkah pasti, Edgar membopong tubuh Keyla ke atas ranjang tanpa melepaskan tautan bibir mereka, bahkan ciuman itu semakin panas dan menuntut meminta lebih.
"Apa Edgar akan melakukan sekarang? "
****
Tbc.