Warning lembaran ini banyak adegan dewasa nya jadi jangan mampir untuk para bocil 🤭 21+ pasti akan bertaburan di sini seperti lembaran yang sebelum nya 🤭
Tak ada kata kata mustahil bagi cinta, dan tak ada yang tak mungkin jika Tuhan sudah menghendaki apa yang terjadi di muka bumi ini.
Menikah dengan laki laki yang tak dicintai adalah hal yang belum pernah terpikirkan oleh wanita cantik itu. Tapi dia tak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran dari laki laki yang menawarkan kebahagian. Dia melakukannya karena sudah tak sanggup berada di rumah yang penuh dengan derita serta tangisan setiap malamnya.
Pernikahan yang di harapkannya adalah menikah dengan laki laki yang dia cintai bukan di landasi dengan sebuah keterpaksaan dan lari dari duka. Duka itu semakin bertambah ketika mengetahui bawa laki laki yang di sodorkan itu adalah laki laki lumpuh. Dia di jadikan perawat agar laki laki gagah itu bisa kembali berjalan.
Mampukah wanita itu mengubah Takdir nya yang penuh derita menjadi Takdir yang penuh dengan kebahagian. Mampukah dia bertahan di sisi laki laki yang lumpuh itu?.
Penasaran mampir dulu di sini 🤭🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Anggii Verina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir 2
Warning 18+ aja dulu ya 😁 di sini masih arena tipis tipis ya 🤣 jangan nakal jangan pada halu 🤪
Happy Reading 😍😍
Bella kini semakin mengatur ritme pergerakan tangan nya yang mulai nakal di bawah sana. Gerakan tangan Bella semakin membuat laki laki itu tak karuan di buatnya. Tangan yang bergerak hebat kini semakin membuat Bara mengeram di sana. Kamar mandi itu kini menjadi saksi bawa mereka berdua saling ingin menggapai sesuatu yang ingin mereka cari sedari tadi. Hawa dingin itu kini menjadi hawa panas yang terus menjalar ke seluruh tubuh mereka berdua. Desaha* dan gerama* kini terdengar bergantian dengan sedikit tertahan.
Jemari Bara yang hanya bisa mengelusnya membuat godaan itu begitu menyiksa tubuh wanita itu. Sedangkan Bara yang sedari tadi ingin sekali memasukan inti wanita itu harus ditahan berulang kali. Dia tak ingin melakukan sekarang meskipun rasa itu sudah tak bisa dia tahan. Jemari itu seakan mencari luban* kenikmatan tapi untuk lagi lagi Bara menahannya karena dia tak ingin mengambil kesucian wanita itu disini.
Bara kini tak tahan jika terus seperti ini, dia kini mulai berjongkok mengangkat satu kaki wanitanya dia letakkan di pundaknya, Bella memejamkan matanya dia terlalu malu untuk menatap wajah laki laki itu yang sudah melihat seluruh tubuhnya. Godaan asing ini seakan selalu menerpa tubuh dan pikirannya selalu ingin menolaknya tapi bahasa tubuhnya selalu merespon dengan cepat setiap sentuhan yang diberikan oleh kekasihnya itu.
" Ugh…" Lenguhan serta nafasnya seakan terhenti ketika mulutnya mulai sedikit menyibakan sesuatu yang halus di bawah sana.
Lida* itu kini mulai bermain lincah di bawah sana membuat tubuh wanita itu begitu terguncang keatas, Bella kini dibuat merasakan sensasi yang begitu benar benar nikmat, dia merasakan sensasi yang begitu nyata di bawah sana.
Remasa* kepada benda kenyal itu membuat tubuhnya meremang tak karuan, rasa malu yang sedari tadi dia rasakan kini hilang tergantikan dengan rasa nikmat yang begitu nyata.
" Ugh.. ah.. Bar…" Desaha* itu membuat suasana kamar mandi itu menjadi pengap.
" Panggil aku dengan mesra sayang, mmpphhh…" Bara kini kembali mengulum klitor*s nya dengan lembut membuat wanita itu sedikit mengangkat kakinya, rasa geli serta bercampur rasa nikmat kini menjadi satu.
" Ah.. saya..ng.. mmpphhmmm…" Tangan wanita itu seakan semakin menekan kepala Bara, lida* itu kini semakin masuk kedalam sana dengan dalam. Sedangkan tangan Bara kini berirama dengan benda tumpul itu, dia memainkan benda itu sendiri menggunakan tangannya. Sentuhan itu tak membuat wanita itu bertahan lama.
Bara merasakan bawah pinggul wanita itu juga berg*yang, lida* itu semakin terus menjila** semua bagian bawah itu, Bara kini tersenyum di sela sela aktivitasnya ketika merasakan wanita itu sedikit ikut bergerak.
" Ahhh…Sayang.. aku keluar…" Desaha* panjang serta tekanan pada kepalanya serta caira* itu keluar mengenai lida* nya. Bara semakin membersihkan semua caira* itu menggunakan lida* nya.
Bella memejamkan matanya menikmati sensasi untuk kedua kalinya, pelepasan itu sungguh membuat seluruh tubuhnya lemas tak berdaya, kakinya terasa lemas seakan tak mampu membuat dirinya berdiri tegak. Nafasnya begitu memburu jantungnya berdetak cepat tak karuan.
Bara kini berdiri dia tersenyum penuh kemenangan ketika melihat wajah cantik nya begitu lemas yang bersandar di dinding kamar mandi. Wajah yang bercampur air serta keringat itu kini semakin membuat laki laki itu bertambah gaira*. Dia kembali mengecup kedua pipi itu secara bergantian hingga membuat wanita itu tersenyum merasakan geli.
Bara kembali memberikan rangsang** agar wanita itu kembali berhasra* di sana. Kecupan demi kecupan kini dia rasakan, kecupa* kehangatan selalu membuat Bella tersenyum di sela sela ciuma* itu.
" Kau tak ingin mencoba seperti yang aku lakukan tadi." Bisiknya dengan menggoda telinga wanita itu.
Mata mereka kembali beradu cukup lama, Bella menurut ketika tangan Bara mendorongnya untuk ke bawah tubuhnya. Bella kini berada tepat di bagian tubuh Bara yang sudah berdiri tegak itu. Bella menyembunyikan rasa gugupnya ketika melihat jelas seberapa besar benda tumpul itu.
" Bara ini tak akan masuk ke dalam mulut ku…" Protesnya ketika melihat benda berukuran besar serta panjang itu. Sungguh idaman para wanita.
" Sayang coba dulu…" Rayuannya membuat Bella mulai membuka mulutnya.
Bella kini awalnya hanya mengulumnya sedikit merasakan sensasi lain, lida* nya kini sedikit bermain main di sana, lida* nya kini menjilati seluruh benda tumpul itu. Bara kini memejamkan matanya menikmati sentuhan mulut wanita itu.
******* yang awalnya pelan dan sedikit kini menjadi kuluma* yang mampu membuat Bara memejamkan mata menikmati sensasi yang begitu nyata.
" Ugh.. ah.. sayang…" Erangnya ketika kuluma* itu semakin memasukan semua benda tumpul itu. Lida* yang awalnya pelan kini sedikit liar untuk ukuran pertama belajar. Bara di buat pasrah di sana, Bara kini dibuat sungguh terlena oleh sentuhan dan permainan mulut serta lida* wanita itu.
Bella kini semakin menikmati permainan barunya yang ada di dalam mulutnya itu, Bella yang hanya menggunakan instingnya kini semakin membuat Bara tak karuan terlena di sana.
" Mmmpppmm…." Desaha* Bella kini kembali terdengar ketika tangan Bara sedikit pelan menjambak rambut panjangnya dan memaju mundurkan kepalanya dan itu membuat sensasi yang berbeda dari kedua orang itu.
Bella kini hanya diam ketika hentakan pinggul itu masukkan pelan pelan benda tumpulnya itu ke dalam mulut wanita itu. Sesuatu kini telah bangkit dari jiwa Bella, hasra* yang tadi tertidur kini kembali bangun ketika Bella merasakan hal seperti ini.
Tangan Bella kini dengan pelan mengelus miliknya sendiri, memainkan klitori* nya sendiri ketika dia teta berada di bawah sana, menikmati benda tumpul itu yang masih berada di mulutnya itu. Kini hisapa* itu tak hanya berada di sana tapi hisapa* nya kini menjalar kedua bola yang juga ikut mengeras.
" Ah…ugh…ah…stop Bel-" Bara kini di buat tak tahan ketika hisapa* itu berpindah ke bagian bola dua yang begitu mengeras.
Bara kini menarik tangan wanita itu hingga mereka kembali sejajar, Bara kini semakin mengatur irama pergerakan tangannya kepada benda tumpul itu sedangkan Bella kini juga memainkan klitori* nya sendiri menggunakan jemarinya. Permainan yang begitu nyata di depan mata mereka kini membuat kedua orang itu sungguh tak tahannya lagi.
Kini mereka saling menggapai bibir itu, saling meluma* saling menyesa* dengan tangan yang masih terus bermain main di bawah inti mereka masing masing. Mereka saling menyesa* dengan liar ketika gelombang itu menerpa tubuh mereka berdua.
" Ah…" Desaha* mereka yang bersamaan membuat mereka kini telah tiba di sebuah pelepasan yang mereka ingin capai sedari tadi. Tangan Bara kini sedikit di basahi oleh caira* itu sendiri sedangkan Bella kini juga merasakan caira* itu mengenai tangannya.
Mereka saling melepaskan ciuman itu, saling menempelkan kening dengan saling memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan dan gelombang yang menerpa tubuh mereka. Kini tinggal rasa lelah serta rasa dingin yang masih berada di tubuh mereka berdua.
Suami mana suami 🤣🤣 tengah malam mince mau mandi dulu 💃💃💃
Tinggalkan jejak aja dulu ya 🤗 ramaikan kolom komentar ya 🤗
Like,
Share,
Hadiah mana ya 🤭
krna itu maut kematian dlm rumah tangga.
juga jangan pernah curhat pd teman perempuan!
krna dia akan jd orang ketiga!