Sinopsis
Samuel Kai wiegner datang ke Selandia Baru bukan untuk jatuh cinta. Ia hanya ingin melupakan luka dari hubungan yang gagal di Jerman.
Tapi hatinya tak bisa berbohong saat bertemu Nadya Putri Aulia mahasiswi S2 asal Indonesia yang juga bekerja di motel ayahnya.
Nadya bukan seperti gadis yang biasa ia temui. Sederhana, tulus, pekerja keras dan penuh tanggung jawab. Tapi cinta bukan prioritas dalam hidup Nadya. Ia sibuk kuliah dan bekerja untuk keluarga nya.
Sam jatuh perlahan, sementara Nadya masih bimbang, masih berpikir dengan perasaan nya.
Karena hidup nya bukan tentang cinta, tapi tentang bertahan.
Saat waktu, jarak, dan beban hidup menghalangi perasaan—akankah mereka memilih saling menunggu, atau saling melepaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yana Rafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernyataan Cinta Mat
Setelah acara selesai, Sam mengantarkan Nadya ke rumah kost nya, laki - laki itu masih terlihat bete, muka nya masih di tekuk.
Nadya yang heran merasa bingung sendiri.
"Kamu kenapa Sam?" Tanya Nadya saat mereka di mobil
"Nothing, hmm jika Mat ke Indonesia kamu mau temani dia?"
"Jika aku ada waktu why not? Sebagai orang lokal dan karena dia orang yang kukenal dengan senang hati aku akan bantu".
Sam masih tidak puas dengan jawaban Nadya, ia tahu betul bahwa Mat menyukai Nadya apa gadis itu tidak sadar bahwa Mat menyukai nya atau memang dia juga menyukai Mat?
Belum selesai rasa khawatir nya, Nadya juga dengan polos nya mengatakan bahwa besok siang Mat mengajak nya makan siang di luar karena ada yang ingin laki-laki itu bicarakan pada nya.
Ahhh Sam yakin pasti Mat ingin mengungkapkan perasaan cinta nya.
Tiba-tiba ia jadi takut kehilangan Nadya, khawatir jika gadis itu menerima cinta Mat.
____
Pagi itu Nadya sedang sibuk mempacking pakaian dan barang yang akan ia bawa ke Indonesia, tentu saja ia tidak membawa banyak pakaian karena di rumah nya masih ada beberapa pakaian nya.
Nadya lebih banyak membawa beberapa makanan seperti coklat, madu asli New Zealand dan juga beberapa snack produk New Zealand untuk oleh oleh keluarga dan teman dekat nya.
"Nanti kalau lu balik ke sini, gua nitip Tolak angin sama Indomie kuah ya Nad"
"Ok, asal ada biaya jastip nya aja"
"Dasar cewe matrial lu, eh salah matre" kekeh Aileen.
Tentu saja Nadya menyetujui nya, karena Nadya pun pernah nitip minyak kayu putih dan sambel pada Aileen saat gadis itu liburan ke Jakarta. Selain itu Aileen juga menitip beberapa coklat New Zealand untuk di berikan pada keluarga nya yang akan di bawa oleh Nadya karena memang rumah mereka berada di kota yang sama yaitu Jakarta.
"Ok udah selesai, gua mau mandi dulu abis itu pergi"
Nadya menceritakan pada Aileen bahwa Mat mengajak nya bertemu untuk makan siang, dan sama seperti apa yang di pikirkan oleh Sam, Aileen pun berpikir bahwa mungkin Mat ingin menyatakan perasaan nya pada Nadya.
"Dia kaya nya mau nembak lu deh Nad".
"Ah gak mungkin leen, mungkin ada hal lain yang mau dia omongin".
"Ahh lu mah emang bener bener oon soal cowo, keliatan banget kok dia suka sama lu"
"Asem lu ya".
Nadya gemas dengan ucapan Aileen, ia melempar boneka kucing nya ke kepala Aileen. Gadis itu pun terkekeh.
Pukul 11.30 Nadya tiba di Cafe yang berada di dalam mall tempat di mana Mat menunggu nya.
Mat melambaikan tangan nya pada Nadya saat ia masuk ke cafe, lelaki itu duduk di sudut ruangan. Mat memperhatikan penampilan Nadya, gadis itu memakai tshirt polos putih dan jeans biru tua. Rambut nya yang panjang, ia kepang ke samping. Ia terlihat sangat manis.
"Kita pesan makanan dan minuman dulu ya"
"Ok"
Nadya memesan beef with mashed potato dan lemon squash sedangkan Mat memesan grilled salmon dan orange juice. Mat tau bahwa lusa gadis itu akan ke Jakarta untuk mengambil data penelitian tesis nya, sebelum Nadya ke Jakarta entah kenapa ia ingin mengungkapkan perasaan nya. Dari pada terus gelisah karena perasaan nya, lebih baik ia utarakan secepat nya agar hati nya tenang. Mungkin ini terdengar nekat, tapi ia tak peduli ia berharap Nadya bisa membuka hati untuk nya dan ia pun mau jika harus menunggu.
Sementara di tempat lain, Sam yang sedang di office motel ayah nya seperti kehilangan fokus nya, beberapa kali ia melakukan kesalahan seperti salah memberikan kunci kamar dan salah memberikan informasi kepada tamu motel.
Charlie yang melihat tingkah anak nya kebingungan sendiri karena anak nya terlihat cemas.
"Ada apa dengan mu Sam?"
"All good dad" jawab Sam setenang mungkin
Ia berusaha menyembunyikan kecemasan di wajah nya dengan tersenyum pada ayah nya namun sayang nya gagal.
"Shit, nanti malam aku harus ke tempat Nadya" gumam Sam dalam hati.
Malam itu Nadya menunggu Sam di taman dekat kost nya, Sam mengajak nya bertemu, ia sendiri tidak mengerti kenapa tiba-tiba Sam mengirimkan pesan mengajak nya bertemu.
Sam yang melihat Nadya dari kejauhan langsung menghampiri Nadya secara pelan-pelan, sehingga gadis itu tidak menyadari kedatangan nya. Kemudian dorr ia mengagetkan nadya dengan memegang bahu gadis itu dari belakang. Sontak Nadya langsung kaget, jantung nya seperti mau copot dan ia pun langsung memukul bahu Sam keras.
"Ih iseng banget sih, ngagetin aja!!" Sam terkekeh.
Ia meminta maaf pada Nadya atas keterlambatan nya karena tadi ia membeli sushi dan muffin untuk ia bawa, sehingga ia dan Nadya bisa makan bersama saat sedang bicara seperti ini.
"Hmm.. enak juga muffin nya, tidak terlalu manis. Aku suka, thank you Sam"
“you’re most welcome”
Sam memperhatikan Nadya yang sedang tersenyum, dan menyadari sebentar lagi gadis itu akan ke Jakarta. Ahhh dia pasti sangat merindukan nya.