Amanda Jhonson dijual oleh tunangan dan kakak tirinya pada seorang pria tua untuk membayar hutang,hal itu membuat hidupnya hancur dalam satu malam.
Di malam yang mengerikan,Amanda ditangkap dan dipaksa untuk melayani seorang laki-laki yang tidak dikenalnya.
Tapi pada malam itu,untuk menjaga kesuciannya Amanda membunuh pria tua itu.
Karena itu,Amanda divonis penjara selama lima tahun karena terbukti telah menjadi pembunuh dengan bukti-bukti yang ada.
Tapi baru saja Amanda menjalani masa tahanannya seorang pria yang tertarik padanya menemui wanita itu dan menawarkan bantuan padanya.
Pria itu juga berjanji akan membantu Amanda bebas dari jeruji besi dan membantu Amanda membalas dendam tapi dengan sebuah syarat.
Apakah Amanda akan menerimanya?
Sekuel dari Hot Mother And The Bos Mafia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Natalie, seorang wanita cantik yang telah lama memendam rasa pada Edward Jackson, dia bukan siapa-siapa.
Dia hanya seorang pelayan restoran, waktu pertama kali melihat Edward Jackson saat pria itu makan direstoran ditempatnya bekerja.
Pria dingin dan misterius itu membuat Natalie sangat penasaran dan tentu saja, Edward sering makan direstoran ditempatnya bekerja.
Hal itu membuatnya semakin menyukai pria itu, selama bekerja direstoran Natalie tidak pernah langsung bertatap muka dengan Edward.
Wanita itu bekerja dibagian dapur dan hanya bisa mengagumi Edward dari balik pintu kaca dapur ditempatnya bekerja.
Karena ingin dekat dengan Edward Jackson, Natalie memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan melamar menjadi pelayan dirumah pria itu.
Natalie tidak menduga jika Edward Jackson menerima lamaran pekerjaanya, dia sangat senang bisa masuk kedalam rumah itu apalagi Edward tinggal sendiri.
Selama dia bekerja disana Edward Jackson belum pernah membawa seorang wanitapun pulang kerumahnya, hal itu semakin membuat Natalie bersemangat melakukan pekerjaannya.
Selama dirumah itu, dia sudah menjadi pengagum rahasia Edward dan dia berharap Edward melihat dirinya dengan seiring berjalannya waktu.
Natalie berharap Edward bisa menyukainya, jatuh cinta padanya dan menjadikannya miliknya. Tapi seiring berjalannya waktu pria itu masih saja dingin dan tidak pernah melihat kearahnya.
Natalie masih bersabar tapi pada saat Edward membawa seorang wanita pulang kerumahnya dengan pakaian seorang napi pada saat itulah kesabarannya mulai terkikis, kenapa harus mantan napi?
Selama ini memang Edward tidak pernah membawa seorang wanitapun pulang tapi kenapa pria itu malah tertarik dengan seorang mantan napi?
Hal itu membuat Natalie tambah kesal, dia tidak akan terima! Jika Edward membawa seorang wanita cantik putri seorang pengusaha mungkin dia masih bisa menerimanya karena dia juga sadar, dia bukan siapa-siapa dibandingkan para putri orang kaya diluar sana. Tapi kenapa wanita pertama yang dibawa oleh Edward adalah mantan seorang narapidana?
Dia tidak tahu siapa wanita itu dan dia tidak perduli, yang pasti dia tidak akan menyerah dengan seorang mantan napi bahkan orang yang lebih rendah darinya itu.
Setelah masuknya Amanda kerumah itu membuat Natalie semakin kawatir dengan posisi yang di incarnya, dia sangat ingin menendang wanita itu keluar dari sana agar mantan napi itu tidak mengambil perannya dirumah itu, peran yang diinginkannya yaitu nyonya rumah itu.
Dia tahu hubungan Amanda dan Edward berkembang dengan cepat apalagi saat dimana Edward membawa masuk Amanda kedalam kamarnya, siapapun bisa menebak apa yang dilakukan oleh pria dan wanita bila didalam kamar.
Saat itu Natalie memendam kemarahannya didalam kamarnya, seharusnya dia menyatakan perasaannya pada Edward tapi dia takut pria itu menolaknya dan mengusirnya dari rumahnya.
Kemarahannya semakin menjadi saat mendengar percintaan panas kedua orang itu semalam, dalam sekejap mata saja hatinya dibakar oleh api cemburu yang luar biasa.
Jika dia tidak mendengar mungkin dia akan memakluminya dan dia bisa menganggap mereka tidak melakukan apa-apa.
Tapi semalam adalah puncak dari kesabarannya, Natalie kembali kekamarnya dengan api kemarahan dihatinya.selama didalam kamar wanita itu memikirkan cara untuk menyingkirkan Amanda.
Dia ingin menghabisi Amanda agar wanita itu tidak mengganggu Edwardnya lagi, dia ingin membuat wanita itu tidak bisa ditemukan lagi oleh siapapun.
Natalie meminta bantuan seorang temannya untuk membeli racun, racun yang diberikan oleh temannya lumayan ganas tapi tetap saja membutuhkan waktu untuk bekerja.
Racun itu akan menghentikan gerakan jantung dan merusak hati, saat terkena racun itu korban tidak akan sadarkan diri untuk beberapa waktu dan pada saat itulah racun mulai bekerja didalam tubuh korban yang terkena racun itu.
Benar-benar beruntung baginya karena Edward telah pergi sendiri kekantornya sedangkan Amanda masih tidur didalam kamarnya.
Sepertinya hal baik datang untuknya dan sepertinya raja iblis berpihak pada Natalie pagi ini.
Setelah membuat makanan itu Natalie segera pergi untuk mengerjakan pekerjaan lainnya dan tentu saja dengan racun yang dia masukkan kedalam setiap makanan yang berada diatas meja.
Tanpa rasa curiga Amanda memakan makanan yang dia hidangkan sampai habis, wanita itu bahkan tampak basa basi pada Natalie dan sekarang, lihatlah wanita yang tidak bergerak lagi diatas lantai.
Senyum terus mengembang diwajah Natalie, dengan santai Natalie membereskan mangkuk dan piring kotor yang berada diatas meja, dia harus membersihkan semuanya agar tidak ada barang bukti.
"Mati kau wanita ******!"
Natalie melangkahi tubuh Amanda begitu saja dan dengan santai melangkah menuju tempat pencucian piring, lagi pula dirumah itu tidak ada siapa-siapa jadi buat apa dia takut?
Dia memang ingin menunggu wanita itu mati dan dia yakin Edward pasti akan pulang sore nanti seperti biasanya.
Natalie mencuci piring-piring yang kotor sambil melirik kearah Amanda, nafas wanita itu masih ada walaupun tampak lemah.
Sekarang dia jadi berpikir mau dikemanakan mayat wanita itu? Apa dia mutilasi dan buang kejalanan? Tapi jika dia melakukan itu bukankah akan ketahuan?
Natalie mulai tampak bingung, jika mau dikubur dia harus menguburkannya dimana? Dia tidak memikirkan hal ini lebih lanjut.
Didepan rumah itu memang punya taman, jika dia menguburkan tubuh Amanda dalam keadaan terang seperti itu maka akan dilihat oleh orang yang lewat, bisa-bisa dia berakhir didalam penjara dan dia tidak mau itu terjadi.
Natalie menghentikan pekerjaannya dan berjalan kearah Amanda, Natalie menendang tubuh Amanda yang tergolek diatas lantai dalam keadaan tidak berdaya.
"Kau hidup menjadi sebuah penghalang untukku dan sekarang kau matipun masih saja manjadi penghalang untukku!" katanya dengan sinis.
Amanda dapat mendengar suara Natalie samar-samar, kenapa dia belum juga mati padahal dia sangat mengharapkan itu?
Seharusnya Natalie memberinya racun si*nida sehingga dia bisa langsung mati, sepertinya Natalie kurang pandai tapi Amanda sangat tersiksa saat itu.
Menghadapi maut yang tak kunjung datang sedangkan dia sudah kesulitan bernafas, jantungnya bagai diremas-remas karena efek racun dan itu sangat sakit.
Natalie memegang kedua tangan Amanda dan mulai menarik tubuh wanita itu, dia harus menyembunyikan tubuh Amanda terlebih dahulu nanti barulah akan dia pikirkan.
Bisa saja dia mengubur tubuh Amanda dipekarangan depan saat tengah malam sehingga tidak ada yang curiga.
Yang paling pertama dia harus menyembunyikan tubuh Amanda dan menyusun rencana selanjutnya.
Dengan sekuat tenang Natalie menarik tubuh Amanda diatas lantai, dia ingin membawa tubuh wanita itu kedalam kamarnya dan menyembunyikannya disana untuk sementara waktu.
Sambil menarik Natalie tak henti-hentinya mengumpat kesal.
"Wanita ja*lang ini berat sekali, inilah mantan napi yang penuh dosa! Tubuhnya seberat dosanya." umpatnya.
Natalie berhenti sejenak untuk merenggangkan otot pinggangnya, setelah itu Natalie kembali menarik tubuh Amanda dan pada saat itu pintu rumah itu terbuka sedangkan dua orang tampak masuk kedalam rumah itu.
Natalie menghentikan langkahnya dan wajahnya langsung pucat saat melihat dua orang itu.
waktu amanda dibawa ke penjara dan disidang, bantu pun tidak