seorang pemuda
mencari ke gunung untuk mint bantuaan kepada pendekar semeru.
karena kearganya dan kampung halamannya dibumi hanguskan Perampok Sadis.
Ketika Terjadi penindasan dan perampasan di dusun Bumi Asri.
yang dilakukan Perampok sadis dan Anak buahnya....
dengan Kemunculan kembali Pendekar semeru Para Tokoh Golongan Hitam menjadi Geger.
Mereka sepakat mengadakan musyawara besar.
dan hasilnya akan mengunakan jebakan dan tipu daya serta Racut.
Tertapi Pendekar Semeru mengetahui Rencana Busuk mereka..
perjalanam masih panjang..
silahkan disimak lebih lanjut...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sony Suprapto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raja Akan Menangkap Pemeras Petani
Episode : 26
Melihat itu seluruh jajaran berhenti, sesaat menunggu Paduka Raja Ranuwijaya Selesai semedi memusatkan trawangan ilmu gaib indera ke enam. untuk memohon petunjuk kepada Sang Hiang Maha Pencipta.
Tetang rombongan yang sedang menuju kota raja.
Tak lama Paduka raja membuka kedua matanya.
Dengan tersenyum.
Kemudian bekata dengan senang.
" Sambut mereka denang baik baik.
Mereka adalah orang kita sendiri.
Yang akan melaporkan langsung .
Sambut mereka dan layani dengan baik."
perintah Raja Ranuwijaya.
Segera kepala pengawal dan komandan Prajurit Randujati menyiapan sambutan akan kedatangan rombongan tersebut.
Pintu gerbang kota sudah terbuka para pengawal menyabut dengam baik.
Penduk kota berduyun duyun melihat kedatanga rombongan dengan senang turun menyambut.
Sementara Komandan Prajurit Randujati dan anak buahnya menjaga waspada menjaga segala kemungkinan.
Rombongan Raden Tarsan Wono yang berjumlah sangat banyak karena banyak penduduk dusun turut serta.
Meraka benar kagum akan penyebutan meriah yang tidak disangkanya.
Sampai masyarakat ibu kota turut serta menyambut.
Peserta rombonganpum yang sudah perna ke kota raja juga merasa tersanjung.
Mereka melihat sangat takjub akan keindahan dan bangunan indah di kota raja.
Lengkap apa saja yang dibutuhkan ada.
Rombongan panjang sudah mendekati pintu gerbang istana.
Para tamu dipersilahkan langsung masuk halaman istana.
Makanan dan minuman telah disiapkan.
Mereka istirahat setelah dua hari perjalanan sangat melelahkan.
Sambil istirahat melihat lihat keindahan taman bunga intana. Juga tempat latihan kanuragan yang lengkap dengan senjatanya.
Hiasan ukir ukiran istana hingga pusat istana yang mewah mereka mengelilingi menikmati kagum.
Mereka bangga akan kemewahan kerajaannya kerajaan Majalaya.
mereka senang langsung disambut oleh Raja Ranunwijaya dengam Ramah.
" Selamat datang Saudaraku Tarsan Wono.
Semoga semua sejahtera dan aman.."
Sambutan Raja Ranuwijaya dan pangeran Ajiwijaya.
" Terima Kasih Tuanku Paduka raja.
Hamba Mohon maaf karena tidak memberitahukan terlebih dahulu."
Ucap Pejabat Baru Kota Kerta giri
Raden Tarsan wono.
" Hamba beserta robongan bermaksud melaporkan. Hal yang sudah lama tidak berhasil dilaporkan sampai ke tuanku paduka raja.
Karena memang tiap yang akan melaporkan mereka dihabisi jangan sampai kelakuan buruknya mereka sampai terdengar sampai ke paduka."
Mendengar itu Pangerang Ajiwijaya dan Paduka Raja segera. mengatur pertemuan.
pengaturan para tamu rombongan yang berpentingan diwakili Saja, dipisahkan karena Ruang pendopo balairung istama tidak cukup menampung semuanya.
Raden Tarsan segera melangkah ke halaman peristirahatan rombongan
Menyampaikan kepada seluruh rombongan.
Yang ada kepentingan langsung dengan paduka raja atau pangerang Ajiwijaya.
Agar masuk ke balairung iatana bersama saya.
" Kang Bastaman ikut bantu melaporkan. karena Kang Bastaman lebih tahu.."
Ucap Raden Tarsan wono.
Bastaman kepala dusun senang dan siap bantu.
Paduka Raja Dan jajarannja sudah menunggu di Singgasana Balairung pertemuan.
Duduk berwibawa pakaian berbusana lengkap sebagai raja Majalaya.
Begitu pula Pangerang Ajiwiaya dan panglima Pangkujambe.
Para pengawal ada di setiap sudut ruangan dan depan pintu masuk berjaga jaga. sekalian membatu menyambut para tamu.
Raden Tarsan Wono bersama dua puluh orang wakil dusunnya memasuki Ruang balairung istana.
Paduka raja menyambut dan mempersilahlan para tamu.
Para tamu sangat senang Raja Ranuwijaya ternyata ramah dan menyebut mereka.
" Saudaraku. Apa kabar. Kalo ada keperluan sampaikan saja kami siap membantu.."
Ucapkan Khas yang diucap Sang Raja mebuat para tamu semakin berbunga disambut baik.
Mereka memberi hormat kepada seluruh jajaran Pejabat kerajaan Terutama kepada sang Raja Paduka Ranu wijaya.
Satu persatu para wakil tamu rombongan dipersolahkan memperkenalkan diri.
Raden Tarsan Wono mempersilahkan kepala dusun Dadap Asem Kang Bastaman untuk mamperkenalkan diri dan melaporkan semua yang diketahuinya.
Kang Bastaman setelah memperkenalkan dirinya sebagai kepada Dusun Dadap Asem wilayah Kota Kerta Giri
lebih lanjut menjelaskan sudah hampir sembilan tahun kami para petani ditindas oleh Raden Jari Rajak dari Kota Lawang Ombo.
Tiap panen para petani dipaksa menyerahkan sepauhnya dari hasil Sawah maupun kebun penduduk untuk diserahkan kepada Raden Jari rajak dengan kelompoknya yang jumlahnya lebih dari lima puluh orang.
yang tidak mau menyerahkan dianggap melawan Kerajaan Majalaya.
karena ini perintah dari pusat kerajaan majalaya.
kepala dusun kami sebelum Kang Bastaman karena menolak langsung dibunuh dengan sadis.
para pemuda tidak ada yang berani melaporkan.
walau sudah geram ingin melaporkan ke pejabat kami atau ke pusat kota raja.
karena kami juga mendengar banyak dusun lain dari kota lain ketika para pemuda hendak melaporkan ke ibukota besoknya ditemukan mereka sudah tewas di perjalanan menuju kota raja.
hal itu terjadi hampir sembilan tahun di dusun Dadap Asem Dusun kami.
Hingga saat kemarin ketika Pejabat Baru Kota Kami raden Tarsan Wono mengunjungi wilayah hingga sampai dipinggiran desa yaitu dusun kami Dadap Asem. dan selanjutnya.
Bertepatan dengan rombongan anak buah Raden Jari Razak datang bermaksud mengambil hasil panwn petani kami.
Raxen tarsan Wono geram swkali langaung meringkus Anak buah Raden Jati Rajak.
sampai disitu Kang Bastaman menghentikan laporannya.
Selanjutnya mohon Raden Tarsan yang melanjutkan laporan.
" Benar Tuanku Paduka Raja,
itu dalalah sebagian perbuatan Raden Jati Rajak.
kami juga membawa bukti ke sini sudah ada dipinggir halaman. Tiga kereta barang berisi rampasan hasil petani dari dusun lain juga lima orang anak buah Raden Jari Rajak . ada dalam Kereta, mereka kami Ikat untuk kami serahkan ke Paduka Raja Ranuwijaya. "
" Bagus bukti itu sudah cukup untuk menangkap raden Jati Rajak..! "
potong Raja Ranuwijaya tampak gregetan ingin segera tangkap Jari rajak.
" Pengawal masukan dalam penjara lima orang pemeras anak buah Jati Rajak.
juga amankan bukti tiga kereta barang beserta isinya sebagai barang bukti.
Para pengawal didampingi Raden Ragil gede mendatangi lima orang pemeras petani.
Raja Runu Wijaya juga mendapat laporan dari dusun lain yang ikut rombongan Raden Tarsan wono.
" Ceritakan semua yang kamu ketahui, saudaraku. jangan takut kalian aku lindungi. "
Ucap Sang Raja. ingin mengetahui lebih lanjut.
dari dua puluh perwakilan 18 belas adalah masalah pemerasan yang dilakukan Raden jari Rajak.
Sementara yang dua dusun berbeda laporan.
mereka sawah ladangnya dirampas paksa oleh tuan tanah anak seorang pejabat lain Kota tapi masih Wilayah Kerajaan Majalaya.
bersambung Epidode : 27
tekun rajin dekat semangat dan sabar keberhasilan tinggi menunggu ya jal cerita di bag ini bagus agar pembaca selalu semangat dalam berusaha menggali cita citanya
okey Cocok bagus
jangan takut dengan koruptor yang kaya dari merampok
yang menakutkan adalah sifat jahat orang yang berkuasa.
sikat saja habis
kalau dibuka bisa bebas dengan uang banyak.
hukum ya hukum.
tapi belum tentu bijak
ada orang curi uang 5 milyar
hukum nya sana mencuri
ada yang mencuri karena lapar
dirinya hany 50p rb
pasalnya sama nencuri
ini tidak Adil
5 milyar
sama hukumann6dengan curi 50p. rb
gua penasaran Melihat kelanjutan nya
lanjut kan
lanjutkan
lanjut kan ya