NovelToon NovelToon
Di Pacarin Brondong Kaya

Di Pacarin Brondong Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dya Veel

Kayla Daviena, seorang gadis konglomerat yang hidupnya suka foya-foya. Karena sikapnya itu, sang ayah mengambil seluruh kartu kreditnya dan bahkan menyuruh Kayla untuk tinggal seorang diri di kos-kosan sederhana di tengah kota! Hidup pas-pasan, tunggakan yang numpuk, piring belum di cuci, semuanya datang bertubi-tubi tanpa henti dalam hidup gadis itu. Siapa sangka ia tiba-tiba bertemu cowok aneh super menyebalkan yang tinggal di sebelah kosnya, dan mendadak di cowok itu memacari dirinya tanpa aba-aba! Apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dya Veel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Deg-degan

Juna berteriak lantang, suaranya memecah keheningan malam di gang kosan yang sepi. Cowok itu memaksakan kakinya yang sebenarnya masih sedikit lemas pasca-demam untuk berlari mengejar mobil sedan hitam mewah tersebut. Namun, kendaraan itu justru semakin menambah kecepatan, melesat membelah jalan raya dan berbelok di ujung lampu merah hingga akhirnya hilang sepenuhnya dari jangkauan pandangan Juna.

Juna membalikkan tubuhnya dengan sentakan kasar, berjalan kembali memasuki gang kos-kosan dengan langkah lebar dan napas yang masih memburu. Di dalam genggamannya, kartu nama hitam milik ayahnya sudah remuk tak berbentuk, hancur lebur sama seperti ketenangan pikirannya malam ini. Sialan. Benar-benar sialan.

Ia tidak memedulikan rasa pening yang kembali berdenyut di pelipisnya akibat memaksakan diri berlari tadi. Fokusnya kini hanya satu: mencari cowok menyebalkan bernama Raka yang tadi menjatuhkan kartu nama ini.

Di lorong depan dekat dapur umum, Juna mendapati Raka sedang duduk bersandar di bangku kayu panjang dengan wajah meringis menahan sakit, tangannya masih setia memegangi area vitalnya akibat "hadiah" dari Kayla tadi.

Raka mendongak saat merasakan kehadiran seseorang, dan senyum usilnya langsung sirna saat melihat Juna berdiri di hadapannya dengan tatapan mata yang sangat dingin—tatapan yang belum pernah Raka lihat sebelumnya dari bocah SMA itu.

"Ini..." Juna menodongkan kepalan tangannya yang meremas kartu nama remuk itu ke depan muka Raka. Suaranya datar, tanpa nada sedikit pun, namun terasa sangat menuntut. "Lo dapet dari mana? Jawab jujur!"

Raka tersentak, sedikit menggeser duduknya menjauh karena aura Juna mendadak terasa sangat mengintimidasi meskipun cowok itu tampak pucat. Ia melirik remasan kertas di tangan Juna, lalu menatap wajah Juna bergantian.

"Nanya nya biasa aja kali, nyet!"

"Di dalam totebag hitam yang baru aja dibuang sama si Kayla."

Rahang Juna mengeras rapat didengar jawaban itu. Totebag hitam. Kayla.

"Semuanya di dalam tong sampah?" tanya Juna lagi, suaranya naik satu oktav.

Raka mengangguk pelan. "Iya. Lo cek aja sendiri, si Kayla belum lama buang kok,"

Juna tidak berkata apa-apa lagi. Ia membalikkan badan dengan cepat, meninggalkan Raka yang masih kebingungan sendirian di lorong depan. Juna berjalan lurus menuju lorong kos belakang, langkahnya terasa semakin berat namun tekadnya sudah bulat. Pikirannya benar-benar kacau, mencoba mencerna fakta bahwa ayahnya sudah mulai menyentuh orang di sekitarnya.

Sementara itu, di dalam kamar kosnya yang terkunci rapat, Kayla masih duduk bersandar di balik pintu sambil memeluk lututnya erat-erat di atas lantai yang dingin. Rasa takut yang sejak tadi mencekik lehernya belum juga mau pergi. Pesan teror dari nomor asing itu masih terpampang jelas di layar ponselnya yang ia letakkan di samping mangkuk mi instan yang sudah dingin.

TOK! TOK! TOK!

Kayla tersentak hebat, tubuhnya refleks menegang kaku di tempat. Jantungnya berdegup kencang layaknya genderang perang. Siapa lagi ini? Jangan bilang anak buah ayahnya Juna nekat masuk ke dalam kosan!

"Kayla. Ini gua, Juna."

Suara berat yang familier itu terdengar dari balik pintu, terdengar agak serak namun tidak seperti nada tengil yang biasa Kayla dengar.

Kayla mengembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan, separuh rasa takutnya menguap mengetahui itu adalah Juna, namun separuhnya lagi berganti menjadi rasa cemas yang lain. Gadis itu bangkit berdiri dengan perlahan, memutar kunci pintu, dan membukanya sedikit.

Di ambang pintu, Juna sedang berdiri dengan satu tangan menumpu pada kusen pintu, tampaknya cowok itu sedang menahan rasa pening yang kembali menyerangnya.

Juna menatap Kayla lurus-lurus, lalu pandangannya turun ke arah ponsel Kayla yang tergeletak di lantai dengan layar yang masih menyala.

Kayla berdehem, mencoba mencairkan suasana. Entah mengapa tiba-tiba suasana kamar itu terasa lebih dingin dari biasanya, aduh apa perasaannya aja ya?

"Lo ngapain kesini? Kangen sama gua?" tanya Kayla asal, berusaha terlihat tetap cool. Padahal mah ini tangannya sebelah masih gemeteran.

Juna mengenal napas panjang, "Gua serius deh. Lo dapat titipan dari bokap gua?"

Kayla menggeleng cepat, "E-enggak, kok! Ngapain juga bokap lo tiba-tiba ngasih gue hadiah, emang gue calon bini lo!"

Juna menunjukkan kartu nama sang ayah di hadapan Kayla, sukses membuat gadis itu terpaku di posisinya. Aduh! Ketahuan bohong deh!

"Trus ini? Gua nemuin ini di depan, di totebag yang baru aja lo buang,"

"Bokap gua ngancam apa sama lo? Dia ngga ngapa-ngapain lo kan?" tanya Juna.

"Apa yang dia omongin sama lo?"

Kayla menggigit bibir bawahnya, menimbang-nimbang apakah ia harus menceritakan semuanya, termasuk pesan teks teror yang ia terima.

"Ya, dia cuma ngirim pesan katanya berterimakasih sama gue karena udah jagain lo, itu aja sih," jawab Kayla jujur.

Juna mengangkat sebelah alisnya, masih merasa tak percaya. "Cuma itu doang?"

"Iya! Trus dia tiba-tiba ngasih gua makanan sama duit 10 juta!"

"Ya gue takut anjir, kalau tuh duit haram gimana! Atau duit pesugihan gimana? Ya mending gue buang aja sekalian..."

Juna menghela napas, "Maaf ya, gara-gara gua lo jadi ikut campur sama masalah ini,"

"Kalau misalnya besok bokap gua ngasih kiriman, nanti kasih tahu aja langsung ke gua!"

Juna mengembuskan napas panjang, tampaknya energinya sudah benar-benar habis setelah emosi dan berlari tadi. "Yaudah, gua balik ke kamar dulu. Makasih buat yang tadi pagi," ucapnya pelan sembari memutar tubuh, bersiap membuka kenop pintu kamar Kayla.

Namun baru saja pintu itu terbuka sedikit, suara sayup-sayup instrumen suling dangdut yang cempreng mendadak menggema dari ujung koridor, diikuti suara radio butut yang memutar lagu "Kopi Dangdut" dengan volume yang cukup menggelegar di malam hari.

“Kala kupandang kerlap-kerlip bintang di angkasaaa~”

Juna yang baru melongokkan kepalanya ke luar seketika membeku. Dari kejauhan, tampak siluet daster macan tutul yang legendaris sedang berjalan pelan sambil membawa senter besar. Waduh, Bu Arin lagi mode ronda malam keliling kosan!

Brak!

Juna refleks menarik kepalanya kembali masuk dan menutup pintu kamar Kayla dengan sentakan cepat.

Kayla yang sedang merapikan helai mie instannya yang tersisa langsung tersentak kaget. "Kenapa, ih? Lo kayak habis lihat reog aja!" tanya Kayla heran.

"Diem!" desis Juna setengah berbisik dengan mata melotot panik, telunjuknya menempel di depan bibir. "Ibu kos lo lagi ronda bawa senter segede gaban di luar."

"Hah?! Serius lo?!" Kayla langsung ikut panik.

"Aduh, mampus! Kalau dia tahu ada cowok di kamar gue jam segini, bisa diguyur air got gue besok pagi!"

Juna yang biasanya tenang dan sok cool mendadak kehilangan wibawanya. Cowok jangkung itu celingukan ke sana kemari dengan raut wajah kebingungan, mencari tempat yang muat untuk menyembunyikan tubuh bongsornya di dalam kamar Kayla yang seadanya.

"Gua sembunyi di mana? Kolong kasur lo muat nggak?" tanya Juna cepat, bersiap tiarap.

"Heh, mata lo buta?! Kolong kasur gue pendek banget, yang ada pantat lo doang yang kelihatan!" omel Kayla berbisik, frustrasi melihat kelakuan tetangga kosnya. "Lemari baju! Masuk lemari baju gue aja!"

"Lemari lo seuprit gini, Kay! Lo kira gua baju lipatan apa bisa diselipin di situ?!" balas Juna sewot sambil menunjuk lemari plastik susun miliknya Kayla.

Saat mereka berdua malah sibuk berdebat dan mencari tempat sembunyi, Juna tidak sadar kalau tadi dia menutup pintu terlalu terburu-buru. Engsel pintu yang agak dol itu perlahan-lahan bergerak membuka kembali dengan bunyi kreeek yang sangat pelan.

Mata Kayla menangkap pergerakan pintu itu. Senter Bu Arin sudah mulai menyorot ke arah celah koridor kamar belakang!

Tanpa pikir panjang, Kayla langsung melesat menghampiri pintu. Di saat yang bersamaan, Juna yang juga sadar pintunya mau terbuka ikut maju hendak menahannya.

Duk!

"Aww—"

Karena sama-sama panik dan kurang koordinasi, tubuh mereka berdua malah bertabrakan dengan sukses di balik pintu. Kayla menubruk dada bidang Juna, membuat punggung jangkung cowok itu terbentur pintu kayu dengan keras hingga pintunya tertutup rapat kembali. Dengan gerakan kilat, tangan Kayla langsung merogoh ke atas dekat bahu Juna, memutar anak kunci dari dalam dengan bunyi klik yang nyaring tepat waktu.

"Aman!" bisik Kayla terengah-engah, wajahnya masih menghadap ke arah pintu.

Namun, sedetik kemudian Kayla tersadar akan posisinya. Karena pintunya tertutup rapat, dia sekarang benar-benar mengunci tubuhnya sendiri di depan Juna. Juna yang badannya masih terasa agak hangat pasca-demam refleks memegang kedua lengan Kayla agar gadis itu tidak jatuh terjungkal saat menabraknya tadi.

Suasana kamar yang semula heboh karena perdebatan kocak, mendadak senyap seketika. Hanya ada suara lagu dangdut dari radio Bu Arin yang perlahan-lahan lewat di depan pintu kamar mereka, namun bukannya menjauh suaranya terdengar semakin nyaring!

"Neng Kayla? Udah tidur, neng?" seru Bu Arin di luar sana.

Namun tak ada sahutan dari dalam kamar. Merasa sang pemilik sudah tertidur, Bu Arin memutuskan pergi ke lorong selanjutnya.

Juna menundukkan kepalanya sedikit, menatap lekat-lekat puncak kepala Kayla yang jaraknya hanya beberapa sentimeter di depan dadanya.

Kayla perlahan mendongak, dan sedetik kemudian matanya langsung terkunci pada sepasang manik mata tajam milik Juna. Jantung Kayla mendadak berdesir aneh, berdegup jauh lebih kencang daripada saat dia ketakutan karena Bu Arin tadi. Wajah Juna yang masih agak pucat terlihat sangat tampan dari jarak sedekat ini, membuat pipi Kayla mendadak memanas dan merona merah padam dalam sekejap.

Juna berdehem pelan. Ia perlahan melepaskan pegangan tangannya di lengan Kayla, lalu melangkah mundur satu langkah penuh untuk memberikan jarak yang aman bagi mereka berdua. Cowok itu memalingkan wajahnya ke arah lain, pura-pura batuk kecil untuk menyembunyikan rasa canggung yang mendadak menyelimuti ruangan sempit itu.

Juna menurunkan kedua tangannya ke dalam saku celana kaus hitamnya. Ada segaris senyum tipis—hampir tak terlihat—yang sempat terukir di sudut bibir cowok itu saat melihat wajah Kayla yang sudah seperti kepiting rebus, sebelum akhirnya ekspresinya kembali berubah datar seperti biasa.

"Gua balik ke atas. Bu Arin udah lewat," pamit Juna singkat.

Kali ini, Juna benar-benar membuka kunci pintu dengan perlahan, melongokkan kepalanya sebentar untuk memastikan situasi koridor belakang sudah aman dan sepi. Ia melangkah keluar tanpa bersuara, lalu berjalan naik kembali ke lantai atas tanpa menoleh lagi ke belakang.

"Anjir lah! Kok gua jadi deg-degan sih?!" batin cowok itu di sepanjang lorong.

1
Arin
Siapa tuh si Juna apa Raka?
Arin
Bagus Kayla.....kasih pelajaran buat orang kepo macam Raka.
Tapi itunya Raka gak sampai parahkan ya🤭🤭🤭🤭
Arin
Udah gak usah dengerin tuh si mantan. Cuman mau gertak aja sama kamu Kayla. Jangan mau balikan lagi ya
Arin
Hari apesmu Kayla.... memang gak boleh pindah kos-kosan.... 🤣🤣🤣🤣
Nah akhirnya ketemu Juna. Lumayan ngirit ongkos balik ke kos-kosan
Arin
Saingan Juna malah ikut kos disana juga😁😁😁. Makin seru persaingan buat menarik Kayla
Arin
Lah ibu.... orang cuman jalan berduaan diributin. Itu sebelah kamar Kayla apa kabar??? Lagi mendesah bersama..... Udah halal apa belum???? 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!