Pada saat makan siang Gilang menabrak ayah Dhea, Gilang membawa ayah Dhea kerumah sakit saat itu kondisi ayah Dhea sudah kritis hingga akhirnya meninggal dunia, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Ayah Dhea berpesan agar Dhea tidak mencari tahu siapa yang membuat ayahnya seperti itu karena pelaku penabrakan itu sudah bertanggung jawab. Ibu Dhea sudah meninggal 5 tahun yang lalu karena kanker yang dideritanya.
Ibu Gilang yang bernama Maya berniat menjodohkan Dhea dan Gilang sebagai permintaan maaf, walaupun Dhea tidak tahu siapa yang telah menabrak ayahnya sampai meninggal.
Dhea dan Gilang menikah, setelah beberapa hari menikah Gilang mengalami kecelakaan, kakinya lumpuh sementara.
Hai Guys ini karya pertama aku.
Jangan lupa like, komen dan vote ya 😄👍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka nur hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.Tinggal Bersama
Mereka semua duduk di ruang tamu dan Beni pergi ke kamarnya.
"Galang rumah kamu, dijual aja ya, kamu tinggal sama mama aja sekarang" kata Maya sambil menggendong Megan.
"tapi ma.. .. rumah itu banyak kenangan Melinda, aku gak mau kalau rumah itu dijual" balas Galang.
"kalau begitu, mama akan suruh orang untuk tingal dan merawat rumah itu, tapi kamu tetap tinggal sama mama, kalau kamu mau kerumah itu silahkan mama gak ngelarang tapi kamu harus tetap tinggal sama mama ya, please" ucap Maya memohon.
"udahlah kak, tinggal aja sama mama, biar kita tetanggaan, kasihan juga anak - anak kamu kak gak ada yang ngerawat kalau kamu pergi kerja, kalau disini kan ada Dhea dan mama yang jaga, nanti Dhea sering - sering kerumah mama ya kak" ucap Gilang yang duduk disamping Dhea.
"ya sudah, aku ambil barang - barang aku, Megan, dan Gibran dulu ya ma" kata Galang. Nama anak Galang yang pertama adalah Gibran Permana , anak laki - laki Galang berumur 5 tahun, anak kedua Galang adalah Megan Putri Permana, anak perempuan berusia 3 bulan.
Galang langsung pergi meninggalkan rumah Gilang dan menuju rumahnya.
sesampainya disana Galang teringat Melinda yang sudah meninggalkan dia untuk selama - lamanya.
Galang mengetuk pintu dan pembantu membukakan pintu.
"bi.... tolong bereskan barang - barang Megan dan Gibran ya mulai malam ini aku akan pindah kesana, bibi tolong jaga rumah ini baik - baik ya " perintah Galang.
"baik tuan" sahut salah satu pembantu.
Galang naik menuju kamarnya dan Melinda.
"Melinda secepat inikah kamu meninggalkan ku, kamu yang tenang disana aku dan anak - anak baik - baik saja" ucap Galang dalam hati sambil mengelus kasur yang biasanya ditiduri Melinda.
Galang mengambil foto Melinda yang berada di atas meja.
"Sayang aku rindu dengan mu, secepat inikah aku harus menghapus kenangan - kenangan indah kita, jika saja aku tidak dijebak, pasti kamu masih berada di sampingku sekarang, maafkan aku Melinda, aku mencintaimu" kata Galang dalam hati sambil memeluk foto Melinda dan perlahan air matanya menetes.
Dia mengingat saat pertama kali bertemu Melinda dikampus, mereka berpacaran, dan akhirnya menikah, dia juga mengingat kenangan - kenangan yang dulu pernah dia alami bersama Melinda, susah dan senang bersama, tapi sekarang tidak ada lagi penyemangat Galang karena Melinda telah tiada.
Lama dia memeluk foto Melinda lalu memutuskan untuk segera mengemasi barang - barang nya agar dia cepat kembali kerumah mamanya.
"Melinda sekarang barang - barang ini tidak ada lagi yang memakainya, tidak bisa lagi mengunjungi pesta bersama mu, tidak bisa lagi berjalan - jalan bersama mu, dan tidak ada lagi berlibur bersamamu hidupku hampa Melinda" kata Galang dalam hati sambil melihat - lihat pakaian Melinda,
Galang menghapus air matanya lalu turun.
"bi... barang - barang Megan dan Gibran sudah di kelas belum" teriak Galang.
"sudah tuan ini.... " balas pembantu itu sambil memberinya koper.
Galang menerima koper itu lalu memasukkannya kedalam mobil.
Ditempat lain
Melisa sedang bersantai di balkon, lalu ada seseorang yang meneleponnya.
"halo boss, Melinda dan anaknya sudah dibawa pulang" kata anak buah Melinda.
"apa.... bagaimana bisa, aku tidak menyuruhmu membebaskan mereka " balas Melisa
"tuan Beni yang membebaskan nya boss, dan sepertiny Melinda terluka parah boss" ucap anak buah Melisa.
"kak Beni ah..... dia sangat susah diajak kerja sama, dan Melinda terluka parah bagaimana? " tanya Melisa.
"iya boss, boss mendorongnya sangat kuat, pada saat tuan Beni datang, dia sempat berbicara, dan akhirnya pingsan boss, dia mengatakan kalau dia tidak akan hidup lebih lama lagi" balas anak buah Melisa.
"Kak Beni datang bersama siapa saja" tanya Melisa lagi.
"tuan Beni datang bersama Galang, Gilang, Maya, dan Dhea " balas anak buah Melisa lagi.
"baiklah kalau begitu tidak apa - apa, lain kali jika kak Beni menyuruhmu jangan turuti anggap saja dia musuh besar kalian " perintah Melisa.
"baik boss " sahut anak buah Melisa.
Melisa langsung mematikan teleponnya.
"sepertinya Galang sudah tau yang sebenarnya, aku harus punya rencana baru, tapi apakah Melinda benar - benar mati, aku harap dia mati hahahaha..." ucap Melisa dalam hati sambil tertawa
"sebaiknya untuk sementara waktu aku tidak boleh ke Indonesia dulu" lanjut Melisa.
Galang yang sudah sampai rumah mamanya langsung menuju kamar yang di sebutkan pembantu.
"biasanya jam segini aku sedang bersama Melinda, menghabiskan malam berdua, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi, ah... apa yang aku pikirkan " ucap Galang dalam hati sambil terlentang dikasur.
Sedangkan Gilang.
"sampai kapan kamu terus membelakangi ku seperti ini aku suami mu " kata Gilang sambil menatap punggung Dhea.
"lalu kamu mau apa? " tanya Dhea sambil terus membelakangi Gilang.
"aku mau kamu tidur dipelukan ku seperti dulu bukannya kamu sangat takut gelap? " balas Gilang
"takut gelap, apakah aku dulu sangat penakut, aww... " teriak Dhea, dia mau mengingat semuanya tapi sangat sakit jika dia mencoba mengingatnya.
"jangan dipaksakan, kamu bukan penakut, hanya saja kamu sangat takut gelap.... " balas Gilang menyindir.
"itu sama saja , aku tidak mau memelukmu sebelum aku mengingat semuanya " kata Dhea
"ah... ya baiklah terserah kamu, jika nanti ada sesuatu yang muncul didepan mu jangan takut " kata Gilang lalu sontak Dhea memeluk tubuh kekar Gilang.
"hahaha..... kamu bilang tidak takut, tapi mengapa kamu memelukku dengan sangat erat " lanjut Gilang.
"itu gak lucu ya, jangan menakuti ku seperti itu" ucap Dhea ngambek lalu membelakangi Gilang lagi.
"ngambek nih ceritanya, ya sudah kalau gitu, haaaciim..... " Gilang bersin.
**Bersambung......
jangan lupa like comen dan vote ya 😄
dukung terus Gilang dan Dhea ya 😄
kira - kira apa ya episode selanjutnya** ....
Lanjut terus kak....semangat
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"
Feedback to The Gangster Boy↪️
Salam manis dari INSEPARABLE🌻
Jangan lupa datang ke novelku ya.Judulnya " Ray Stardust."
Kutunggu kedatangan kalian
semangat selalu yah,,,
semoga sukses di karya selanjutnya,,,
jangan lupa selalu feedbacknya kak 😉😉😉
slm mnis dri kisah elena