Saat membuka mataku aku sudah berada didalam tubuh seorang tokoh Antagonis dalam novel yang berakhir tragis akibat mencoba mencelakai pemeran utama wanita.
sekarang aku yang berada didalam tubuh pemeran Antagonis tersebut dan mencoba membanting setir agar akhir baik untuk antagonis dan hidup bersama tokoh kedua protagonis pria kedua.
Hari-hari berganti ke Tahun aku hidup dalam novel dan berhasil merubah alur tersebut namun tidak dengan takdir, Tubuh yang ku tempati mati terkena racun dan jiwaku terlempar kembali ke masa depan.
Revisi :
Judul sebelumnya : Princess Vilainess
Judul Revisi : Transmigrasi Claudia
yuk ikutin perjalanan waktu bersama Claudia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Chisuga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26
"aku masih penasaran dengan isi buku itu tapi ibu sudah menjelaskan tentang isi buku tersebut, tapi aku sangat penasaran asal usul ibu" gumamnya.
Lalu Claudia membuka halaman yang terakhir kali ia baca. Buku itu tertuliskan sebuah teka teki yang membuat Claudia sedikit bingung karena dalam halam tersebut tak ada kata petunjuk arti dalam teka teki tersebut.
Arah barat daya,kastil,rambut hitam,pupil mata berwarna merah.
Seperti deskripsi sebuah tempat bersamaan dengan orang-orang yang ada ditempat tersebut. ntah apa maksud dalam buku tersebut Claudia mencoba mengartikan dari rangkaian kata tersebut.
"Barat daya? bukankah itu tempat yang gersang tanpa penghuni? lalu rambut hitam dan mata merah? maksudnya ada seseorang disana atau...?"
Claudia hendak membuka halaman berikutnya namun ia dikejutkan oleh kedatangan Raphael.
Raphael :
"sepertinya kau sangat menyukai tempat ini, berarti aku tak salah memberikan hadiah ini untukmu"
Claudia :
"tempat ini sangat indah dan tenang cocok untuk anak kita Aiden dan Keiyana"
Raphael memperhatikan kedua anak kembarnya tertawa terlihat seperti ada seseorang yang sedang bermain dengannya.
Raphael :
"mereka berdua terlihat sangat bahagia, apa ada orang lain selain kita disini?"
Claudia :
"ah... aku sampai lupa tak pernah menceritakan ini padamu"
Raphael :
"cerita? tentang apa? apa ada yang kau sembunyikan dariku?"
Claudia :
"tidak.." menggelengkan kepalanya, "kau pasti tahu tentang adanya peri bukan? mereka disini untuk menjaga bayi kita"
Raphael :
"benarkah? apa yang mereka ucapkan?"
Claudia :
"kata mereka kau jangan khawatir, mereka akan menjaga bayi kita sampai dewasa"
Raphael :
"bilang pada mereka terimakasih dariku, ah iya ini sudah larut ayo kita kembali, lusa bukankah kau akan pergi ke acara Baron Emilia?"
Claudia :
"hampir saja aku lupa tentang ini"
*****
Ruang kerja Raphael.
"tuan..... wanita itu telah ditemukan hidup-hidup, sekarang sedang menjalani perawatan di daerah Utara" ucap seorang kesatria yang juga berada di ruang kerja tersebut.
"benarkah?" ucap Raphael sedikit berfikir dalam kepalanya. "kalau begitu rahasiakan ini dari duchess" tambahnya.
"baik tuan saya permisi" ucap kesatria tadi lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Tuan, ini tak baik jika merahasian ini dari duchess saya takut akan terjadi sesuatu di masa depan" ucap Hans.
"ini yang sedang ku pikirkan, aku sudah menebaknya jika ini akan terjadi, keadaan Claudia saat ini belum sepenuhnya membaik jika aku memberitahunya sekarang aku takut jika tubuhnya akan melemah" ucap Raphael sembari mengepalkan tangannya.
"tapi tuan wanita itu sangat keras kepala tidak mau kalah jika tahu anda menikah kembali" khawatir Hans.
"aku akan mengatasinya, sekarang aku akan mencari waktu yang tepat untuk menjelaskan masalah ini pada istriku" yakin Raphael.
Sedangkan dikamar Claudia saat ini ia sedang menimang kedua anak kembarnya yaitu Aiden dan Keiyana, terlihat jelas diwajahnya sangat bahagia kalau dirinya berhasil menjadi ibu namun ada sesuatu yang menjanggal dihatinya tapi itu ntah perasaan apa yang tiba-tiba muncul dipikirannya.
"rasanya aku sangat sedih tapi aku tak tahu penyebabnya dan lagi pikiran ku tak bisa berhenti tentang daerah barat daya apa itu tempat asal ibu huh" gumamnya lalu menidurkan si kembar di box bayi.
Claudia merebahkan tubuhnya di ranjang berukuran king lalu menutup tubuhnya dengan selimut tebal yang sudah tersedia di atas ranjang.
Tiga jam berlalu namun Claudia tak kunjung tertidur, ia bangun dari tidurnya lalu melihat kedua bayinya yang sedang tertidur pulas lalu ia beranjak ke balkon dan berdiri disana menghirup udah malam.
Ia hanya mengenakan piyama tipis berwarna putih dengan rambut terurai terkena hembusan angin membuat tubuhnya terasa tertusuk oleh udara angin.
Namun seketika rasa dingin itu tergantikan dengan rasa kehangatan, ya benar sekali kini ada sepasang tangan yang melingkar di pinggang cludia dan badan kekar yang sedang memeluk tubuhnya.
Suara berat sedikit serak membisik pada teliga Claudia. "kau sedang apa malam-malam begini keluar kamar hm?" tanya nya sedikit manja.
Deg.....
"kau?! kau membuatku terkejut, aku tak bisa tidur malam ini" jawab Claudia sedikit lirih karena tak bisa mengendalikan detak jantungnya.
Lalu Raphael membalikkan tubuh cluadia kini mereka saling berhadapan dan menatap satu sama lain.
Raphael :
"kau masih saja malu denganku istriku"
Claudia :
"rasanya baru kemarin kita saling mengenal lalu menikah namun kini kita sudah memiliki bayi yang baru saja ku lahirkan"
Raphael :
"benar, rasanya sudah lama juga aku berpuasa tidak memelukmu seperti ini"
Claudia :
"kau sendiri saja sering meninggalkan ku pergi saat aku hamil"
Raphael :
"maafkan aku istriku, dimasa depan aku berjanji tak akan terus meninggalkan mu sendiri"
Claudia :
"tapi aku paham karena dirimu adalah orang terpenting di kekaisaran ini jadi aku mencoba tak ingin egois pada pekerjaanmu"
Raphael :
"aku beruntung sekali memiliki istri seperti mu Claudia, aku mencintaimu"
Claudia :
"aku juga mencintaimu suamiku"
Mereka saling menatap lekat masing-masing lalu sebuah ciuman mendarat di bibir Claudia, terasa desiran darah dalam tubuhnya.
Kini tangan Raphael menekan tengkuk Claudia untuk memperdalam ciuman dan ciuman tersebut berubah menjadi sebuah l****an.
Raphael menghentikan aktivitasnya lalu menggendong Claudia ala bridal style dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang, Claudia hanya menerima perlakuan dari suaminya itu.
Ia mulai menciumi leher istrinya dan meninggalkan sebuah tanda dileher mulus milik Claudia.
Claudia melenguh atas perlakuan Raphael padanya dan membuat ***** dalam diri Raphael semakin membara, ia membuka seluruh pakaian yang dikenakan istrinya dan menikmati tubuhnya.
Raphael kini kembali mencium bibir Claudia sedikit brutal dan membuat sesuatu yang didalam celananya menonjol kepermukaan.
Namun saat akan melakukan itu terhenti karena terdengar sebuah tangisan bayi yang membuat pecah fokus pada kepala Raphael, ia terpaksa menghentikan aktivitasnya ketika sang junior sedang bangun ingin memakan sesuatu.
"oh ****... em aku akan berendam dahulu" ucap Raphael bangun dari atas tubuh Claudia lalu pergi ke kamar mandi.
Claudia mengatur nafasnya lalu memakai kembali piyamanya dan bangkit dari tidurnya untuk menenangkan si kembar yang sedang menangis.
💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
Maaf ya up nya terlambat, sekarang author udah fit buat lanjut novel ini^^
Jangan lupa untuk support author dengan cara like komen dan jadikan favorit novel ini, terimakasih 🙇🙇🙇
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
aku aja kecewa sama kamu raphael palagi claudia..😣😣
AAA, SUMPAH KESAL BANGET AKU LIHATNYA!!!