NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Reynand, CEO dingin yang anti-cinta, terpaksa menikahi asisten pribadinya, Aira, demi meredam skandal kantor.

​Bagi Reynand, pernikahan ini hanyalah kontrak sementara. Namun, keteguhan hati Aira perlahan meruntuhkan pertahanan sang CEO.

​Saat intrik dan masa lalu mengancam, sanggupkah Reynand mengakui perasaannya sebelum kehilangan wanita yang telah menjerat hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25:Perangkap di Balik Tirai

Kekalahan menyakitkan di hadapan Lord Arthur Sterling membuat amarah Clarissa Vance mencapai titik didih. Di mata jajaran direksi Maritime Global Bank dan konsorsium perbankan Eropa, kredibilitas Vancorp Asia turun drastis. Penilaian objektif Lord Sterling terhadap kemampuan Aira memproses analisis risiko secara presisi telah mengunci kepercayaan investor untuk tetap berdiri di pihak Aristha Group.

​Malam semakin larut di Marina Bay. Setelah acara gala resmi selesai, para tamu VIP bergerak menuju lounge eksklusif di lantai teratas hotel untuk menikmati sesi obrolan santai.

​Reynand sedang berdiri di sudut lounge bersama dua petinggi konsorsium, mendiskusikan klausul penandatanganan kesepakatan pembebasan lahan yang dijadwalkan besok pagi. Sementara itu, Aira pamit sejenak menuju area balkon luar untuk menghirup udara segar setelah berjam-jam berada di dalam ruangan ber-AC.

​Angin malam Singapura berembus lembut, menyapu helai rambut hitam Aira yang terurai indah. Pemandangan lampu-lampu megah pelabuhan dan gedung pencakar langit membentang indah di bawah sana.

​Klek.

​Suara langkah kaki berhak tinggi mendekat dari arah belakang. Aira menoleh dan menemukan Clarissa berdiri di sana. Senyum anggun yang biasa dipajang wanita itu kini telah lenyap sama sekali, berganti dengan tatapan penuh kebencian dan kelelahan batin.

​"Kamu merasa sangat menang malam ini, bukan, Aira?" suara Clarissa terdengar dingin dan tajam, bergaung di antara deru angin malam.

​Aira membalikkan badannya secara tenang, menatap wanita di hadapannya tanpa sedikit pun raut gentar. "Saya tidak sedang bertarung untuk menang atau kalah dari Anda, Nona Vance. Saya hanya melakukan tugas saya untuk melindungi kepentingan Aristha Group."

​"Omong kosong!" pangkas Clarissa sinis, melangkah satu jengkal mendekati Aira. "Kamu pikir kamu siapa? Kamu hanya gadis biasa dari latar belakang tak berpunya yang kebetulan masuk ke dalam hidup Reynand! Dulu aku yang berdiri di sampingnya, aku yang mendampinginya membangun jaringan bisnis internasional ini!"

​"Tapi Anda juga yang memilih meninggalkannya lima tahun lalu demi ambisi pribadi Anda," sahut Aira dengan intonasi jernih dan santun, namun menohok tepat di ceruk luka lama Clarissa. "Reynand bukan barang investasi yang bisa Anda klaim kembali setelah Anda merasa bosan dengan petualangan Anda di Eropa."

​Seketika itu juga, rahang Clarissa mengetat keras. Jemari bertatahkan zamrudnya mengepal rapat.

​"Kita lihat seberapa jauh kata-kata manismu itu bisa menyelamatkanmu besok pagi," bisik Clarissa dengan nada mengancam yang amat pekat. "Kamu tidak tahu apa yang sanggup kulakukan jika namaku dan Vancorp hancur di Asia."

​Tanpa menunggu balasan Aira, Clarissa berbalik dan berjalan cepat meninggalkan area balkon.

​Aira menarik napas panjang, menenangkan gejolak di dadanya. Namun, intuisi Aira yang tajam memberitahunya bahwa ancaman Clarissa kali ini bukan sekadar gertakan di atas meja negosiasi.

​Saat Aira kembali ke dalam lounge, Reynand langsung menyambutnya. Pria itu menyadarkan tangannya di pinggang Aira, menatap cemas raut wajah calon istrinya.

​"Clarissa menemui di luar?" tanya Reynand dengan suara baritonnya yang dalam dan penuh rasa protektif.

​"Iya," jawab Aira pelan, mengulas senyum tipis untuk menenangkan Reynand. "Dia hanya meluapkan kekesalannya. Tapi aku merasa ada sesuatu yang tidak beres untuk penandatanganan besok pagi, Reynand."

​Reynand menyipitkan matanya. Pria itu merapat dekat ke telinga Aira, memisahkan mereka dari jangkauan dengar orang-orang sekitar.

​"Aku sudah meminta tim keamanan rahasia kita untuk mengawasi seluruh pergerakan tim Vancorp sejak sore tadi," bisik Reynand tajam. "Clarissa mencoba meretas server lokal hotel tempat kita menyimpan draf fisik dokumen perjanjian asli. Dia ingin menukar lampiran pasal jaminan dengan dokumen palsu sebelum penandatanganan besok."

​Aira terkejut pelan. "Dia berniat menjebak kita dengan tuduhan pemalsuan dokumen di depan Lord Sterling?"

​"Tepat sekali," sahut Reynand seraya menyunggingkan senyum miring yang dingin—sebuah senyuman khas CEO dingin yang siap menghancurkan musuhnya tanpa ampun. "Tapi dia tidak tahu bahwa draf asli yang sebenarnya tidak pernah tersimpan di server hotel, melainkan sudah ada di tangan Lord Sterling sejak tadi sore."

​Reynand memajukan wajahnya, mendaratkan ciuman lembut di kening Aira. "Besok pagi di hadapan seluruh media internasional, Clarissa Vance sendiri yang akan masuk ke dalam perangkap yang ia gali sendiri."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!