Di alam para Dewa, aturan sudah tertulis sejak zaman dahulu kala: Laki-laki adalah Dewa, Wanita adalah Malaikat. Namun, Lisa adalah pengecualian. Dalam darahnya mengalir kekuatan agung sang Raja Dewa, dan tanda suci terukir di tubuhnya membuktikan dia layak menyandang gelar "Dewa", bukan sekadar "Malaikat".
Sayangnya, dunia tak siap menerima itu. Lisa tumbuh dengan anggun, lemah lembut, namun kesepian. Ayahnya, sang Penguasa Langit, bersikap dingin dan menghilang sejak ia berusia 5 tahun. Lisa mengira dirinya dibenci dan ditolak.
Namun, kenyataannya berbeda. Sang Ayah bukan tak punya hati, ia justru menyembunyikan Lisa demi melindunginya dari kecemburuan dan bahaya maut dari Dewa-Dewa lain. Ketika Lisa dewasa dan menuntut haknya, ia harus menempuh jalan berdarah, menguasai sihir terkuat, dan memimpin perubahan sejarah. Di tengah pertarungan memperebutkan takdir, ia juga akan menemukan cinta, memecahkan kesalahpahaman besar, dan akhirnya mengerti arti pengorbanan sang Ayah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Liss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HUKUM LAGIT YANG TIDAK BISA DIHINDARI
Lisa merasakan tatapan mereka seperti ribuan jarum yang menusuk dada. Bukan tatapan ketakutan biasa, melainkan kebingungan mendalam yang bercampur kekaguman dan ketidakpercayaan.
“kekuatan terlarang” atau “dewi bintang” secara samar, tanpa detail.
"Lisa...?" suara Floyen pecah. "Kakak... apa yang baru saja terjadi? Tubuhmu... sayap itu... cahaya itu... kau bukan manusia biasa ya?".
"Aku... aku masih Lisa," katanya pelan, suaranya lembut agar tidak membuat mereka semakin ketakutan. "Aku diadopsi keluarga Duke, aku masuk akademi, aku ikut misi pembasmian ini bersama kalian... semua itu nyata.
Tapi aku memang bukan manusia asli. Aku turun ke dunia ini untuk belajar. Merasakan emosi manusia. 27 emosi dan lebih banyak lagi. Cinta, kebahagiaan, persahabatan, ketakutan, amarah... semuanya aku pelajari lewat kalian."
Wu-Yuan mengerutkan kening, suaranya hati-hati. "Kau... makhluk apa sebenarnya? Kekuatan tadi... bahkan Dewa Iblis Darah yang sudah menyiksa wilayah ini bertahun-tahun lenyap begitu saja. Kami tidak pernah diajarkan tentang kekuatan seperti ini di akademi. Guru-guru hanya bilang ada kekuatan kuno yang berbahaya, tapi tidak seperti ini."
Lisa menggeleng pelan. "Manusia memang tidak seharusnya tahu. Bahkan di dunia atas, banyak yang tidak sepenuhnya mengerti. Aku... disebut sebagai sesuatu yang seharusnya tidak ada di sini. Tapi kalian tidak perlu memikirkan nama-nama atau gelar itu. Yang penting, aku tidak pernah berniat menyakiti kalian. Kalian adalah keluargaku di dunia ini—Floyen adikku, Wu-Yuan senior yang selalu menjaga tim, Carl, Fredrin, Ji-Na, Xio-Yan... bawahan dan teman temanku dalam setiap misi."
Sebelum pembicaraan bisa berlanjut lebih dalam,
Tiba-tiba...
BUMMM!!!
Seluruh dunia bergetar.
Bukan tanah.
Bukan gunung.
Bukan lautan.
Melainkan langit itu sendiri.Lisa langsung mengangkat kepalanya.Matanya yang berisi galaksi menyipit.
Ia merasakan sesuatu.
Sesuatu yang sangat tua.Sangat besar.Dan sangat marah.
Retakan tipis mulai muncul di udara.Awalnya hanya sebesar benang.Lalu membesar.Melebar.
Menyebar ke seluruh cakrawala seperti kaca yang pecah.
Para Peri langsung pucat.
"Tidak..."
"Mustahil..."
Salah satu Peri jatuh berlutut di udara.
"Mekanisme Dunia sudah bangun."
Wu-Yuan mengernyit.
"Mekanisme Dunia?"
Peri itu menelan ludah.
"Setiap dunia memiliki kesadaran."
"Kesadaran yang menjaga keseimbangan."
"Dan keberadaan Lady Lisa... melampaui batas yang dapat ditanggung dunia ini."
Langit kembali bergemuruh.
KRAAAAKKK!!!
Retakan besar muncul tepat di atas kepala Lisa.
Lalu sesuatu perlahan terlihat dari balik celah dimensi itu.
Sebuah mata.
Sangat besar.
Begitu besar hingga bulan tampak seperti kerikil di depannya.
Mata itu terbuat dari petir putih dan hukum alam semesta.
Tidak memiliki emosi.
Tidak memiliki belas kasihan.
Hanya penghakiman mutlak.
Saat mata itu terbuka sepenuhnya, seluruh makhluk hidup di dunia merasakan tekanan luar biasa.
Burung-burung jatuh dari langit.
Monster-monster yang awalnya bermunculan dipukul mundur dan bersembunyi di sarang mereka.
Bahkan para Raja dan Kaisar yang berada ribuan kilometer jauhnya tiba-tiba merasa jantung mereka berdebar tanpa alasan.
Langit sedang melihat.Dan langit tidak menyukai apa yang dilihatnya.
Suara tanpa bentuk bergema dari segala arah.
"KEBERADAAN TERLALU KUAT."
"ANOMALI TERDETEKSI."
"KESEIMBANGAN TERANCAM."
"EKSEKUSI DIMULAI."
Seketika ribuan lingkaran sihir raksasa muncul memenuhi langit.Setiap lingkaran berdiameter puluhan kilometer.
Masing-masing berisi hukum alam yang berbeda.
Api.
Es.
Petir.
Gravitasi.
Waktu.
Ruang.
Kematian.
Kehancuran.
Seluruh kekuatan dunia mulai dikumpulkan menjadi satu.
Wu-Yuan membelalakkan mata.
"Itu gila..."
Para Peri gemetar.Mereka mengenali fenomena itu.Penghakiman Langit.Senjata terakhir sebuah dunia.
Digunakan untuk menghapus keberadaan yang dianggap melampaui batas.Namun...
| Lisa hanya diam. Dan memberikan perisai pelindung pada sekitar teman-temanya senior dan floyen |
"Sudah lama tidak bertemu." Rambut peraknya berkibar diterpa angin.Tatapannya tetap tenang.Seolah ia sedang memandangi hujan biasa.
| Suara Lisa terdengar pelan. |
"Kesadaran Dunia."
Mata raksasa di langit langsung berputar.Fokusnya sepenuhnya tertuju kepada Lisa.
"TARGET MENGAKUI IDENTITAS."
"TINGKAT ANCAMAN MENINGKAT."
"PEMUSNAHAN TOTAL DIIZINKAN."
BUMMM!!!
Sebuah tombak raksasa terbentuk.Panjangnya menembus awan.Ujungnya terbuat dari petir murni.Itu bukan sekadar energi.
Itu adalah hukum kehancuran yang diwujudkan.
Jika mengenai sasaran, bahkan jiwa seorang Dewa dapat hancur.
Dalam sekejap tombak itu meluncur.Tidak ada suara.Karena kecepatannya melampaui suara itu sendiri.
Namun tepat sebelum mengenai Lisa...Ia mengangkat satu jari.
Ting.
Suara kecil terdengar.Tombak raksasa itu berhenti.Seluruh dunia terdiam.
Kemudian...
Retakan muncul di permukaannya.
Krek...
Krek...
KREKKKK!!!
Tombak penghancur dunia itu pecah menjadi serpihan cahaya.Lenyap tanpa bekas.
Mata raksasa di langit berkedip.
Untuk pertama kalinya...
Mekanisme Dunia mengalami kegagalan.Namun serangan tidak berhenti.Langit justru semakin murka.
Awan hitam berputar membentuk pusaran raksasa.Lautan berguncang.Gunung-gunung bergetar.
Jutaan petir mulai berkumpul menjadi satu bola cahaya putih.Bola itu terus membesar.
Seratus meter.
Seribu meter.
Sepuluh ribu meter.
Hingga akhirnya menyerupai matahari kedua.Para Peri hampir pingsan melihatnya.
"Itu..."
"Inti Penghapusan Dunia..."
"Sihir yang bahkan mampu menghancurkan benua..."
Namun Lisa perlahan menghela napas.Ekspresinya sedikit lelah.
Seolah sedang menghadapi anak kecil yang mengamuk.
"Lalu masih keras kepala juga."
Ia mengangkat tangan kanannya.Sayap galaksi di punggungnya perlahan terbuka kembali.
Kali ini jauh lebih besar.Langit malam muncul di belakang tubuhnya.
Bintang-bintang bermunculan.
Nebula berputar.
Rasi bintang lahir dan mati dalam hitungan detik.
Sebuah lingkaran kosmik raksasa terbentuk di belakangnya.
Kekuatan yang bahkan tidak berasal dari dunia ini.
"Kekuasaan Pencipta."
| Suara Lisa bergema.|
"Langit Bintang Tak Berujung."
Dalam sekejap...Seluruh cakrawala berubah.
Matahari kedua yang dibuat oleh dunia langsung terserap ke dalam lautan bintang di belakang Lisa.
Petir.
Api.
Es.
Gravitasi.
Waktu.
Semuanya ditelan.
Semua hukum dunia yang menyerangnya lenyap seperti tetesan air jatuh ke lautan.
Mata raksasa di langit mulai bergetar.Untuk pertama kalinya.
Ia merasakan ketakutan.Karena ia akhirnya menyadari sesuatu.
Lisa berada pada tingkatan yang jauh lebih tinggi daripada dunia itu sendiri.dia buka hanya ancaman bagi dunia tapi tata Surya dan galaxy , semuanya ada di genggaman Lisa
Perlahan Lisa mengangkat pandangannya.Tatapannya bertemu dengan mata raksasa di langit.
"Aku tidak datang untuk menghancurkanmu."
"Sekarang tenanglah."
Lalu ia mengulurkan satu tangan.Cahaya putih lembut keluar dari telapak tangannya.
Tidak ada kekuatan penghancur.Tidak ada energi mengerikan.Hanya cahaya yang hangat.
Cahaya itu menyentuh retakan-retakan langit.Dan keajaiban terjadi.Retakan mulai menutup.Awan kembali tenang.Petir menghilang.Gunung berhenti bergetar.Lautan kembali damai.
Bahkan mata raksasa itu perlahan memejamkan dirinya.
Sebelum lenyap sepenuhnya.Keheningan kembali turun.
Langit kembali cerah.
"Kak..." | Teriaknya menghawatirkan kakak nya itu |
| Mata Lisa sedikit melembut.|
"Ya."
Floyen menggigit bibirnya.Lalu tanpa peringatan langsung memeluk Lisa erat.
"Kakak bodoh!"
| Air mata mulai mengalir di pipinya.|
"Aku hampir mati karena khawatir!"
"Aku tidak peduli kau Dewa atau apa!"
"Kau tetap kakakku!"
Lisa terdiam.Tubuhnya membeku sesaat.Kemudian perlahan ia membalas pelukan itu.Senyum kecil muncul di wajahnya.
Senyum yang jauh lebih hangat daripada seluruh cahaya di
langit.
" Nona Lisa tentu saja seorang Dewi karna nona lisa yang memberikan ku kesempatan hidup" ucap fredrin
" Walaupun ini masih sangat membingungkan jika keberadaan lisa adalah anugerah tentu saja itu hal yang baik tidak ada yang melarang seorang dewa hidup di dunia manusia" ucap Wu-yuan
Xio-yan, ji-na, dan carl hanya diam dan menundukkan melihat itu semua orang tahu isi pikiran mereka KEKAISARAN , DAN PARA TETUA
" Tidak perlu takut dan khawatir "
| Tersenyum lembut |
" Maaf kan aku floyen " mengusap pipi adiknya sayang
Floyen terdiam dan melihat kakaknya "kak?"
"Kedepannya.." |terdiam dan menunduk| "kau..akan menjalani kehidupan ini tanpaku.. hiks " | air mata itu jatuh dari kelopak mata indahnya |
" Tidak apa maksudnya kak..?" | Mengangkat wajah kakaknya untuk melihat apakah kakak nya sedang becanda...numun wajah itu tidak ada raut wajah bercanda raut wajah itu raut wajah serius dan kesedihan yang mendalam |
" Apa maksudmu Lisa ? Kemana kau akan pergi? " Tanya Wu-yuan khawatir
"Benar kata senior kenapa kakak pergi?" Kini wajah floyen ikut merasakan kesedihan yang di rasakan Lisa
Lisa tidak menjawabnya dia hanya memeluk adiknya erat
Batin : maaf kan aku...
Bersambung...