kamu tidak melihatku, tapi aku melihatmu, dari banyaknya manusia kamu yang aku lihat, tetap lah bersinar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kuciang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
mobil ethan sampai di perkarangan masionnya, membuka pintu samping kemudi langsung menarik tangan zayn pelan, karna dirinya tau pemuda yang sedang dia tarik sedang hamil
"apasih tarik-tarik, gua bisa jalan sendiri" tidak menjawab atau di lepas, ethan tetap menggenggam tangan zayn sampai di ruang tamu keluarga yang terdapat ervan, elvano, olivia dan ezakiel kepala keluarga
kenapa ervan dan elvano bisa sampai duluan, jawabannya hanya satu, ethan membawa mobil cukup pelan, karna dia tau, orang hamil tidak boleh menerima guncangan pada saat berkendara
"than jangan di tarik, kasihan zayn nya" ujar olivia yang sudah mendengar cerita dari ervan
"lepas than SAKIT" zayn menekankan kata sakit, langsung menarik tangannya secara paksa
"ZAYN" zayn kaget, selama dia bersama ethan baru kali ini dia mendengar bentakan dari mulut pria yang sebentar lagi menggelar menjadi seorang ayah.
"maaf aku ngga ber" belum selesai ethan mengucapkan kalimatnya, terdengar isakan tangis dari pria yang bahkan ethan sendiri tidak berani melukainnya
Ethan mendekatkan lankahnya, zayn yang melihat reflek memundurkan langkahnya kebelakang "sayang aku minta maaf, aku khawatir, kamu sedang hamil, tapi apa yang kamu lakuin tadi itu salah, kamu bisa membahayakan dirimu dan juga mereka"
"luh bilang luh kaga bakal larang gua, apa!. dia belum lahir aja luh udah larang gua, luh udah ngatur gua, gua seumur-umur mau gua ngelakuin kesalahan apapun kaga pernah orang tua gua bentak gua, gua benci luh"
Ethan yang mendengar langsung memeluk zayn dengan kuat, zayn terus memberontak dalam pelukan ethan
"aku minta maaf aku salah, aku ngga bermaksud"
"bohong luh bohong, luh cuman sayang anak luh doang kan, luh ngga sayang sama gua" zayn terus memberontak dalam pelukan
"mana ada aku ngga sayang kamu, aku sangat-sangat sayang kamu, lebih dari apapun, aku salah aku terlalu khawatir sama kamu, pikiran aku gelap, aku minta maaf"
"hikss...ga hiks...gua mau balik" zayn terus mengis dalam pelukan ethan, bahkan berontak an yang zayn berikan sudah menghilang, hanya terdengar suara isakan tangis
"bawa zayn ke kamar, kasihan dia" ujar ezakiel, bukannya dia membiarkan drama yang di buat anaknya, tapi dia ingin anaknya bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, karna suatu saat dia akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga dan perkerjaan
Ethan mengakat tubuh zayn, membawanya ke kamarnya, merebahkan tubuh zayn dengan pelan, zayn yang tidak langsung melepaskan pelukannya, karna malu denga mata nya yang habis nangis
'seumur-umur gua baru nangis, biasanya jatuh juga kaga bakal nangis, sumpah malu bangat gua' batin zayn
"kenapa" bingung ethan karna zayn tidak melepaskan pelukannya yang melingkar aktif di leher ethan
Ethan yang mengerti langsung mendudukin dirinya di samping kasur, membiarkan zayn memeluknya, ethan terus mengelus puncak kepala zayn lembut
"aku minta maaf ya sayang, aku salah, salah bangat" ujar ethan yang masih mengelus puncak kepala zayn, zayn yang mendengar menatap wajah ethan, mencari kebohongan yang tidak di temukan, sampai anggukan kecil dari kepala zayn membuat helaan nafas yang cukup berat dari ethan
Entah perasaan lega atau apa, yang pasti melihat anggukan dari zayn, ethan masih bisa bernafas lega, sampai dirinya berdua tertidur dalam pelukan satu sama lain
Sudah dua hari, zayn di awasin penuh sama ethan, mau ke mana tinggal bilang, dia akan siap antar walaupun itu jam 2 subuh, bahkan ethan menginap di rumah zayn, hanya memastikan pemuda hamil itu tidak kemana-mana sendiri
Sekarang sekolah sedang di acarakan pemilihan osis, seperti pemilihan presiden, karna bukan hanya ada pemilihan, ada acara band dan acara lainnya
Bahkan ada jualan antar kelas, tentu sebelum ke acara lainnya, mereka melihat dulu perdebatan antar ketua osis baru, dan untuk pembukaan kertas pemilihannya nanti, akan di lakukan oleh anggota osis saja
Zayn, ethan dan kawannya tengan bersantai di kantin katanya zayn sangat capek dan lelah berdiri, terlalu malas untuk melihat sampai habis acara band nya
"luh pilih siapa" tanya liam
"kaga perduli mau pilih siapa ge, dikit lagi kita lulus sekolah" jawab alex "luh pada lulus mau ke mana"
"kalo gua kuliah dulu" jawab daniel
"gua ikut daniel" timpa liam
"ikut mulu" kesal daniel "kalo luh pada"
"gua mau fokus di usaha gua dulu" jawab ervan yang di balas anggukan oleh zayn dan alex yang tau ervan punya usaha
"luh punya usaha" tanya daniel kaget "wiss ajak gua kerja dong" semangat daniel mendekatin tempat duduk ervan
"van" ujar seseorang dengan menggendong bayi di tangannya yang tertawa hangat ke arah yang di panggil
"ma..ma ma ma" ujar bayi tersebut dengan merentangkan tangannya, sambil memainkan jarinya membuka tutup, pertanda dirinya ingin di gendong
"ezar" gemas zayn melihat bayi itu
"siapa" seruh mereka bersama
"ma ma ma"ervan yang paham langsung menggendong bayi tersebut kedalam pelukannya
"apa sayang" ezar yang di ajak bicara tertawa bahagia melihat wajah yang di kenal "kenapa di bawa"
"kenapa bukannya bebas, kalo ngga suka biar sini aku yang gendong" ketika bayi itu ingin di ambil lagi, ervan lebih dulu menghindar
"siapa van" tanya alex yang bingung
"itu anaknya sih ervan" jawab zayn dengan santai
"anaknya" kaget alex "van luh hamilin anak siapa" ervan yang malas hanya memutar matanya saja
"dia yang hamil, itu bapaknya sih elvano" kesal zayn
"HAH" kaget mereka bersama
"jadi selama ini temen gua pada uke semua"dramatis alex yang di balas anggukan kepala dari yang lain "bisa hamil semua, itu bukan semacam virus kan"
"bukan pea, kalo sih ervan emang spesial, kalo gua karna ada tanaman dari saudara kembar gua yang ngga tumbuh berkembang di dalam rahim emak gua, jadi organ yang harusnya kaga ada malah ada"
"kenapa luh mau jadi uke juga" tanya daniel membuat alex menatap dengan tatapan maut
"luh yang gua jadiin uke, sama sih liam juga"
"kek punya luh gede aja" ledek liam yang terseret namanya
"lagi ngomongin apa" tanya el mendudukan dirinya di samping ervan membuat bayi yang baru di gendong ervan langsung ingin pindah kegendong el
"baru sama mama, udah mau pindah aja, awas kalo haus ke mama juga" kesal ervan langsung menyusuin ezar di depan temannya, el yang melihat melepaskan jaketnya untuk menutupin ervan yang sedang menyusui
"keluar itu van" ervan hanya menganggukan kepala sebagai jawaban
"gua pengen deh tinggal di perdesaan yang ngga banyak polusi udara, gua pengen anak gua kaga kaya gua, yang nakal dan susah di atur, kalo tinggal di desa pasti dia jadi anak yang sopan"