NovelToon NovelToon
DENDAM MEMBAWA PETAKA DI DESA

DENDAM MEMBAWA PETAKA DI DESA

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Iblis / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hasri Ani

Tak pernah di sangka kehidupan bahagia keluarga Azka akan berakhir mengerikan hanya karena Ayahnya di tuduh menghamili anak dari seorang kaya dan sangat berpengaruh di desanya.

Azka yang sakit hati, terpaksa mengambil jalan pintas untuk membalaskan kekejaman para warga yang sudah di butakan oleh uang.

Dia terpaksa bersekutu dengan Iblis untuk membalaskan sakit hatinya.

Bagaimanakah nasib Azka, selanjutnya? Yu ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ANCAMAN UNTUK WARDAH

Di perjalanan yang di lalui Parmi dan kawan-kawan.

Tiba-tiba saja rombongan Parmi terhenti kala melihat Pak RT, yang kelihatannya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Jalannya tertatih, bajunya compang-camping, dengan luka goresan sama-sini. Parmi pun menghentikan kendaraannya sejenak untuk menyapa.

"Pak RT! Kok Pak RT malam-malam behini ada dis sini? Ngak biasanya. Dan..., ya ampun, Pak RT kenapa, kok compang-camping begini?" Tanya Jepri heran.

Pak RT yang dengan wajah pucatnya menelan ludah kasar.

"Eh, Jepri. Dan kalian semua. Sebaiknya kalian balik saja. Jangan lewat jalan ini. Berbahaya!" Ucapnya yang terlihat tubuhnya bergetar ketakutan.

"Bahaya kenapa, Pak RT?! Ada maling? Ada begal?

Atau ada perampok yang menghadang jalanan ini?" Tanya Parmi, menengahi.

"Haduh... Parmi, bukan itu! Sini saya ceritakan yang sebenarnya." Pak RT melangkah lebih dekat.

Dengan suara di pelankan ia pin bercerita.

"Sejak kematian anakku Jaka, aku kesal dan marah. Karena aku tau, anakku itu sehat, dan tak mempunyai penyakit apa pun! Namun, saat ia bercerita, dia terkena penyakit itu setelah bertemu, Wardah. Lalu aku terus mencari tahu, penyebab akan kematian anakku itu. Sampai suatu hari, aku memaksa teman anakku, yaitu Romli. Dia bilang, kalau mereka pernah melakukan kesalahan terhadap Seruni, istrinya si Yusuf. Dan kebetulan kematian anakku itu, menurut istrinya, Jaka. di sebabkan oleh si arwah Yusuf dan Seruni. Dari situlah aku yakin, pasti itu ulah dari setannya keluarga Yusuf dan Seruni. Maka aku cari, siapa keluarga yang masih tersisa. Ternyata, Wardah adalah anak dari Yusuf dan Seruni, yang di adopsi oleh Paman, dan Bibinya, Embak Sulis. Dan barusan aku melihat Warda melintasi jalan ini. Lalu aku kepikiran untuk sekalian membuatnya celaka. Namun saat aku mencoba mencelakakan mereka, arwah Yusuf dan istrinya menghalangiku! Dengan rupa yang sangat menyeramkan. Tubuhnya mengepul, mengeluarkan asap dan kulitnya mengelupas dengan cairan merah yang keluar dari selal-sela luka itu. Wajahnya mengerikan! Dan salah satu matanya copot. YA AMPUUUNNN!!! MENGERIKAN SEKALI! Dan parahnya, aku nyaris saja mati, karena mereka menyerangku membabi-buta, hingga membuat pohon di tengah jalan itu tumbang dan hampir mengenai tubuhku. Tidak berhenti di situ saja. Bahkan dia mengejarku. Untung ada kalian aku selamat sekarang.

Huufft...!" Papar Pak RT yang terlihat sangat tegang dengan keringat dingin yang masih membasahi dahinya.

Parmi dan Jepri saling pandang. Lalu, "Haha...!" Keduanya tertawa terbahak.

"Pak RT, itu kebanyakan Norton film horror, jadinya

banyak halusinasi. Mana mungkinlah, ada arwah yang orangnya sudah mati lama sekali, tiba-tiba muncul dan menghantui, dan meneror kita. Itu cuma rumor, Pak RT. Yang pastinya, ya Wardah itu, biang keroknya. Tenang, Pak RT, kami juga sedang memburu dia. Sepertinya, dia jugalah yang telah mengirim penyakit aneh kepada, Ndoro saya. Terimakasih infonya, Pak RT. Biar saya sampaikan kepada, Embk Sulis. Ternyata, biang huru-hara itu si anak pungut itu. Biar dia sekalian beri tau Bibinya, kalau Wardah itu, si gadis jahat berilmu hitam. Biar saya urus tuh, si anak pungut. Pak RT mau ikut nggak? Saya mau kesana." Ucap Parmi yang menganggap remeh semuanya.

"Gila lu, Par. Aku selamat dari maut saja sudah untung. Masa mau mengulangi melawan setan itu, mau mengantarkan nyawa? Nggak ah! Aku nggak mau! Aku nggak mau mati sia-sia." Pak RT yang masih merahasiakan temannya yang terlempar ke dalam jurang pun tak berani mengatakan kepada mereka. Ia takut, akan di datangi lagi oleh setan-setan tersebut, bila ia balik lagi untuk mencari temannya itu. Hanya ketakutan yang teramat sangat yang ia rasakan saat ini. Ia hanya ingin pulang, dan beristirahat.

"Huh! Dasar Pak RT mental kerupuk! Ya sudah, saya mau habisi itu, si pembuat onar." Parmi pun mengajak teman-teman nya melanjutkan perjalanan.

Pak RT, hanya bisa menatap mereka. Lalu dia bergidik ngeri dan langsung tancap gas menuju rumahnya.

"Ya ampun. Baru kali ini melihat setan yang jahat dan

kejam. Parjo, maafkan aku. Semoga kau masih selamat." Gumamnya di sepanjang perjalanan.

***

Laju motor Wardah dan Sobirin, di hentikan oleh rombongan, Parmi.

"Wei! Turun kalian." Teriak Parmi lantang.

Sobirin saling pandang tidak paham dengan kedatangan Parmi, yang tiba-tiba.

Keduanya pun turun karena melihat wajah Parmi, yang tidak bersahabat, bersama tiga lelaki yang mereka kenal sebagai preman kampung.

"Embak Parmi?! Ada apa?" Ucap Wardah yang masih berpikir positif. Dia takut ada kabar buruk dari kediaman keponakannya.

Sobirin hanya diam, menatap curiga, karena keadaan sekeliling. Kayaknya, mereka nggak berniat baik nih. Pas banget, saat kami sampe di perbatasan desa. Yang benar-benar jalanan sangat sepi, dan jarang di lalui oleh warga sekitar, saat malam hari.

"Dasar perempuan munafik! Kamu kan? Yang telah membuat onar di desa kami, dengan segala macam ilmu-ilmu hitammu itu? Kamu juga yang menyebar penyakit aneh, hingga banyak warga yang meninggal kan? Dasar! Nggak orang tuanya, nggak anaknya, sama saja! Sama-sama iblis!" Ketus Parmi dengan bersilang tangan di pinggang.

"Astagfirullahhalazim. Maaf, Embak. Saya benar-benar tidak mengerti. Ilmu hitam? Dan nyebar penyakit? Naudzubillah...! Saya benar-benar nggak tau dengan semua tragedi itu, Embak." Elak Wardah tak menyangka akan di tuduh sekeji itu.

"Dasar perempuan iblis! Pandai sekali kamu mengelak. Seolah kamu perempuan polos, dan perempuan baik-baik. Ternyata, kamu hanyalah seorang manusia yang berhati setan! Semuanya, habisi perempuan ini. Serah kalian, mau di apain aja. Yang penting dia mampus!" Ucap Parmi lantang.

"Hei, Embak! Jangan gitu dong. Main keroyok aja. Belum tentu apa yang Embak bicarakan itu benar. Jangan main tuduh saja. Lagian saya yakin, Embak Wardah adalah wanita baik-baik." Sobirin menyela.

"Heh, anak bau kencur. Diam kamu! Kalau nggak mau nasibmu sama dengan warga lain. Lebih baik kamu pulang. Dan tutup mulut! Wanita ini sangat berbahaya." Ketus Parmi lagi.

Wardah mulai ketakutan, saat Jepri mendekatinya. "Wah, cantik sekali. Hehe... kau tau saja apa yang kami suka, Parmi." Jepri mengusap janggutnya yang polos dengan senyum semribik menakutkan.

Wardah yang ketakutan, berusaha bersembunyi di balik punggung, Sobirin.

"Rin, tolong aku." Desisnya pelan.

"Jangan khwatir, Embak. Aku akan melidungi, Embak

Wardah, sesuai janji saya kepada, Paman Ardi." Sobirin sudah bersiap dengan kuda-kuda nya.

"Heh! Minggir kamu. Jangan ikut campur!"

"Tidak! Lawan dulu saya, bila kalian ingin melukai, Embak Wardah."

"Dasar, sok jogoan kamu. Cikrak! Seret dia."

Perkelahian pun tak bisa di hindari lagi. Walau tubuhnya kecil, namun Sobirin terlihat lebih unggul. Hingga teman satunya ikut membantu. Sobirin terlihat kewalahan melawan mereka.

"AKKHH!!!" P*kulan di perut pun sukses membuatnya sempoyongan. Lalu bogem mentah kembali di layangkan, sekwtika Sobirin ambruk.

"Sobirin!!!" Wardah terlihat khawatir akan keadaan Sobirin. Wardah meneteskan air mata kala melihat cairan merah, keluar dari sudut bibir, Sobirin.

"Embak Parmi! Saya mohon, bawa saya saja, Embak. Ku mohon, jangan melukai, Sobirin. Silahkan Embak melakuakn apa saja kepada saya. Tapi tolong lepaskan Sobirin." Mohon Wardah memelas. Walau tak merasa bersalah. Asal Sobirin selamat, bagi Wardah itu sudah cukup.

"Siapa kamu? Ngatur-ngatur. Ayo, bawa dia ke tempat aman dulu. Biar kita bisa leluasa menghabisinya. Haha... !!!" Mereka pun mengikat keduanya. Lalu di arahkan ke suatu tempat terpencil di dalam hutan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!