NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Uni Ramadhani

Semua orang menyebut ku wanita pembawa sial!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penganut Ilmu Hitam

Ibra sudah sampai di kantornya, saat ia memasuki lobby kantor, Ibra mendengar samar-samar pegawainya seperti membicarakan Indah

" Iya,, sekertaris pak Boss yang baru itu katanya pembawa sial. Dia itu janda, dan ditinggal mati suami-suami!!"

"Memangnya sudah berapa kali dia nikah?"

"Katanya sih dua kali, dan tragis, suaminya mati setelah nikahin dia. iihh serem bangetttt"

"Kamu tau dari mana?"

"Aku gak sengaja denger ada yang lagi ceritain dia. Kayaknya dia itu tau banget sama masa lalu dia"

"Jangan-jangan dia itu wanita bahu laweyan!"

"Apa tuh?"

"Itu yang wanita penganut ilmu hitam! jadi dia itu memang cantik dan pasti memikat semua lelaki, tapi makan korban sampai pernikahannya yang ke 7, semua suaminya bakal jadi korbannya. Baru pernikahannya yang ke 8 dia akan hidup. Ini baru 2 jadi akan ada 5 pria lagi yang bisa jadi akan jadi korban selanjutnya!"

"iiihh itu mitos gak sih?! mungkin lagi sial aja!! tapi kasihan yah,,, cantik-cantik ditinggal mati setelah menikah!"

"Mustahil deh, dia itu kan pake hijab, terlihat teduh banget lihatnya!"

"Yee!! siapa tahu itu untuk menutupi kedoknya mencari korban!"

Obrolan mereka terus berlanjut, diam-diam Ibra mendengar saat ia berdiri didepan lift VIP. Ibra menyerap semua ucapan mereka dan memikirkan apa itu benar?

"Dijamin modern seperti ini, apa masih ada yang percaya dengan takhayul?!" batin Ibra

Lalu Ibra masuk kedalam lift VIP dan menuju ke lantai atas

"Apa benar Indah sudah 2x menikah? dan dia ditinggal mati suami-suami nya?!" batin Ibra memikirkan ucapan para pegawai wanita tadi

Kemudian Ibra keluar dari lift dan menuju ke ruang kerjanya. Sementara Indah baru saja keluar dari toilet dan berjalan menuju ke meja kerjanya. Indah melihat keruangan Ibra sekilas dan dilihatnya Ibra seperti tengah termenung sendiri.

Belum sampai Indah mendudukan dirinya di kursi, Indah di kagetkan dengan kehadiran seorang wanita. Jelas Indah masih ingat wanita itu adalah wanita yang pernah di lihat Indah saat pertama kali bekerja di perusahaan itu. Indah ingat tugasnya untuk menghalau wanita-wanita yang ingin bertemu dengan Ibra

"Maaf mba!" ucap Indah saat menahan lengan wanita itu

Wanita itu menoleh dan melihat Indah dengan tatapan tidak suka

"Ada apa?! lepaskan tanganku!" sarkas wanita itu

"Anda tidak boleh masuk keruangan pak Ibra! dia tidak ingin diganggu siapapun!" ucap Indah

"Apa urusanmu?! kau hanya pegawai disini!! aku punya urusan yang lebih penting!!" sarkasnya lagi

"Maaf mba! tidak bisa! silahkan anda keluar dari kantor ini!!" ucap Indah

"Ada apa ini?!" ucap Ibra keluar dari ruangannya ketika ribut-ribut. Bukan hanya Ibra, David pun keluar dari ruangannya saat mendengar keributan juga

"Ini pak, dia ingin menemui bapak! tapi bapak tidak ada janji bertemu dengan wanita ini!" jawab Indah

Ibra menatap tajam kearah wanita itu,

"Ada apa kau kemari?" ucap Ibra

"Aku merindukanmu tuannn,,,,," ucap wanita itu merayu saat menghampiri Ibra

Indah membulat saat wanita itu menabraknya dan bergelayut manja di lengan Ibra

"Lepaskan tanganmu!!" Sarkas Ibra

"Tuan,,, apa anda tidak ingin aku manjakan?" ucap Wanita itu

"David, bawa dia turun!!" Perintah Ibra

"Baik tuan! Nona silahkan anda pergi dari sini atau aku akan berbuat kasar!" ucap David

Wanita itu cemberut dan menghentakkan kakinya karena kesal atas penolakan Ibra. Kemudian Wanita itu pun mau tidak mau pergi meninggalkan tempat itu, digiring oleh David dan memastikan dia benar-benar pergi.

Indah berbalik dan akan kembali ke meja kerjanya

"Indah,,," ucap Ibra dan menghentikan langkah Indah

Kemudian Indah berbalik dan menatap Ibra yang berdiri tak jauh dari dirinya

"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Indah

"Aku,,, aku ingin bicara denganmu" ucap Ibra

Indah mengangguk, kemudian ia mengikuti langkah Ibra yang masuk kedalam ruangannya. Ibra duduk di sofa, begitu juga dengan Indah. Terlihat suasana masih terasa canggung meski keduanya mencoba bersikap biasa saja

"Ada apa pak?" tanya Indah

"Apa kamu masih marah padaku?!" tanya Ibra

"Jelas aku marah pak! bapak dengan seenaknya menyentuh aku! meski bapak dalam pengaruh obat, tetap saja bapak hampir saja menodaiku!" batin Indah

"Saya tidak mau lagi membahas soal itu pak, dan soal perjanjian kita,,, bapak tidak perlu juga memikirkan lagi. Perjanjian kita dianggap batal karena rencana itu sudah berantakan,,," ucap Indah

"Tapi,, bukannya kamu membutuhkan uang itu?!" tanya Ibra

"Iya, meski saya membutuhkan uang itu, tapi perjanjian kita sudah batal pak. Saya akan pikirkan cara lain untuk melunasi hutang saya" jawab Indah

"Bagaimana jika aku pinjamkan yang kepadamu untuk membayar hutang-hutang mu?!" ucap Ibra dan Indah menatap lekad kepada Ibra

Indah terdiam, dia tidak menyangka jika. Ibra akan meminjamkannya uang dalam jumlah besar. Tapi Indah ragu karena dia takut terjerat oleh bossnya itu.

"Tidak pak, saya tidak ingin terjerat hutang dengan bapak. Terimakasih atas tawarannya" ucap Indah

" Kalau tidak ada lagi yang ingin bapak bicarakan, saya permisi dulu pak" ucap Indah

Belum indah melangkah, masuklah seorang pria dengan badan tegap dan begitu sangar melebihi Ibra,

"Permisi tuan,,,! saya sudah mendapatkan Informasi terkait masalah kemarin,,, ini bukti-bukti yang sudah saya dapatkan" ucap Pria itu yang bisa di yakini pasti anak buah Ibra

"Jadi mereka bekerja sama untuk memanipulasi laporan keuangan?!" ucap Ibra saat melihat iPad yang di berikan oleh Orangnya

"Benar tuan! Ini daftar orang-orang yang sudah tergabung didalamnya

"Ibu Julia, Dava, Lidya, dan Juna! krng ajr!! mereka sudah berani bermain di belakangku!!" ucap Ibra

"Lidya?! apa benar dia juga ikut memanipulasi laporan keuangan?! ah rasanya tidak mungkin! " ucap Indah

"Cepat kau persiapkan semuanya, kita tangkap mereka sekarang juga!" ucap Ibra

"Baik tuan!" jawab Pria itu

Kemudian Pria itu pergi tanpa menghiraukan Indah, sementara indah masih mematung di dekat pintu

"Kenapa kamu masih disini ndah?" tanya Ibra

"Em,,, gak papa pak,,, cuma kaget saja tadi bapak bilang ada namanya Lidya, itu Lidya yang Staff keuangan ya pak?" tanya Indah

"Iya, kenapa? kamu kenal?" tanya Ibra

"Dia tetangga saya pak,,," ucap Indah

"Ohh,,," sahut Ibra

"Apa dia juga yang menyebarkan gosip soal indah di kantor ini?!" Batin Ibra

Sementara ditempat lain,,,

Tanpa di ketahui Ibra maupun Indah, Mami Ibra tengah berada di perjalanan menuju ke kedai roti milik keluarga Indah. Tentunya mami Ibra mengetahui tempat itu setelah memaksa David untuk memberi tahunya semalam.

.

.

.

Bersambung,,,,,,,,,,

1
Dimas Watik
Buruk
Surya Hermawan
ibra kok ya sempet² nya ngobrol dah gaas ken mas
Surya Hermawan
Luar biasa
Surya Hermawan
lucu jg ya mereka ber 2 /Grin//Grin/
Surya Hermawan
perudahaan kecil po gajinya dikit
Kamilia Azman
Luar biasa
Atoen Bumz Bums
kirain ibra gak inget sm istighfar
Atoen Bumz Bums
sikit banget gaji sekretaris cm 5jt
Atoen Bumz Bums
gak masuk akal
1.apa dokter bedah cm 1diRS itu
cuti kerja pn ditelpon
2.kebakaran yauda suruh polisi usut gak perlu pergi. besok pagi kn bisa ninjau
emang mlm2 dtg kbkarannya bisa gak jd
guntur 1609
lah keluarga david knp gak dikabari
guntur 1609
dasar mami sm anaknya omes terus
guntur 1609
hahaah dapat zonk
guntur 1609
syukur akhirnya ibra berubah. ibra pandai mencari simpati dan dukungan mertusnya
guntur 1609
gk tahu ja ibra klu indah masih perawan
guntur 1609
hahaha padahal ni akal2an mami
guntur 1609
hahaha kena mental kalian berdua
guntur 1609
hahaha ibra cemburu gak jelas
guntur 1609
emangnya kau lagi meraskan apem indah. enak dan gurih
guntur 1609
secara gak langsu g ibra sdh menaruh hati sm indah tanpa di sadarinya
Nana Niez
ini.....sudah mulai bikin emosi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!