NovelToon NovelToon
Pawang Para Villainess: Kadar Kewarasan Mereka Sisa 1%!

Pawang Para Villainess: Kadar Kewarasan Mereka Sisa 1%!

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Menjadi satu-satunya manusia tanpa kemampuan sihir di Akademi Hunter membuat Axel sempat merasa pasrah dengan nasibnya. Namun, sebuah sistem misterius tiba-tiba menyingkap kenyataan tak terduga bahwa ia adalah satu-satunya penjinak yang mampu meredam amarah para wanita terkuat di dunia saat kadar kewarasan atau sanity mereka mencapai titik kritis dan memicu mode berserk.

Sialnya, kemampuan istimewa ini justru menjadi sumber petaka baru. Para wanita berbahaya tersebut, mulai dari Paladin Suci hingga Ratu Penyihir, kini menjadi sangat obsesif dan posesif karena ingin memonopoli dirinya seorang diri. Tanpa modal kekuatan fisik yang berarti, Axel terpaksa harus memutar otak dan lihai memanipulasi emosi. Ia harus pintar membagi perhatian dengan adil agar dunia tidak hancur berantakan, sekaligus berjuang keras demi mempertahankan kebebasannya dari kepungan wanita-wanita mematikan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: ISTANA BUKAN TEMPAT ISTIRAHAT

Kehidupan di Istana Kekaisaran ternyata jauh dari kata membosankan. Tiga hari setelah insiden di Sanctum of Silence, Axel dan "Unit Khusus" miliknya resmi menempati paviliun sayap utara yang biasanya digunakan untuk tamu kenegaraan.

Namun, alih-alih menikmati fasilitas mewah, Axel justru merasa sedang berada di dalam kandang harimau.

Di meja kerja yang dipenuhi dokumen intelijen, Axel sedang memilah laporan pergerakan sisa-sisa pengikut Gereja. Di sekelilingnya, suasana tidak pernah benar-benar tenang.

Reynarda, yang kini secara resmi bertugas sebagai kepala keamanan pribadi Axel, berdiri tegak di depan pintu dengan zirah peraknya yang kembali berkilau. Setiap ada pelayan istana yang lewat, tatapannya langsung berubah tajam, seolah menginterogasi siapa pun yang berani mendekati Axel lebih dari dua langkah.

Elysia, di sisi lain, telah mengubah seluruh taman paviliun menjadi "zona kontrol sihir". Setiap bunga yang mekar di sana sebenarnya adalah sensor sihir yang bisa mendeteksi niat buruk dalam radius seratus meter.

Dan Valeria? Ratu Dunia Bawah itu memutuskan bahwa kursi di samping Axel adalah miliknya. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya dengan malas bersandar di dekat Axel, memainkan jemari pemuda itu sambil sesekali berbisik ancaman pembunuhan pada siapa pun yang mencoba masuk tanpa izin.

"Kalian terlalu berlebihan," Axel memijat pelipisnya. "Aku hanya sedang membaca laporan anggaran, bukan sedang dikepung musuh."

"Kewaspadaan adalah kunci keamananmu," jawab Reynarda tanpa menoleh.

"Ada rumor bahwa beberapa bangsawan yang dulu bersekutu dengan Gereja sedang merencanakan sesuatu," tambah Elysia sambil memutar bola kristal komunikasi. "Mereka tidak suka dengan kehadiranmu di sisi Kaisar."

"Host, deteksi radar saya menunjukkan adanya peningkatan frekuensi gelombang sihir di aula pertemuan utama. Sepertinya para bangsawan sedang mengadakan rapat rahasia untuk menjatuhkan kredibilitas Anda di depan Kaisar. Mereka berencana menggunakan isu 'Penyihir Gelap' untuk memojokkan Anda."

Axel mendesah. "Lagi? Mereka tidak pernah belajar."

Tiba-tiba, pintu paviliun terbuka lebar. Seorang pria paruh baya dengan pakaian mewah dan lambang keluarga bangsawan besar masuk tanpa mengetuk. Di belakangnya, dua pengawal pribadi berdiri dengan angkuh.

"Jadi, kau staf kebersihan yang tiba-tiba diangkat menjadi penasihat?" suara pria itu bernada menghina. "Aku Duke Vallen. Aku datang untuk memberikan peringatan. Tempat ini bukan untuk orang rendahan sepertimu."

Valeria berhenti memainkan jari Axel. Matanya yang merah menyala dengan niat membunuh. Dia bahkan tidak berdiri; dia hanya menatap Duke itu dari kursinya, dan seketika bayangan di ruangan itu merayap naik, mencengkeram leher kedua pengawal Duke Vallen.

"Kau berani masuk tanpa izin, lalu menghina orang yang menyelamatkan nyawa Kaisar?" suara Valeria dingin, nyaris berupa bisikan.

"Lepaskan mereka!" Duke Vallen panik, wajahnya memucat melihat pengawalnya yang mulai terangkat dari lantai oleh bayangan.

Axel mengangkat tangan, memberi isyarat agar Valeria berhenti. Bayangan itu pun meluruh kembali.

"Duke Vallen," Axel berdiri, menatap pria itu dengan tatapan datar. "Jika kau datang untuk berdebat soal status sosial, kau membuang waktumu. Tapi jika kau datang untuk mengancam posisiku, sebaiknya kau periksa kembali siapa yang sebenarnya memegang kendali di istana ini."

"Apa maksudmu?"

"Kaisar tahu semua catatan transaksi keluargamu dengan Gereja selama dua tahun terakhir," Axel berbohong dengan sangat percaya diri, meski dia sendiri belum melihat catatannya—AI-nya hanya perlu waktu lima menit untuk mengarang bukti yang terlihat nyata. "Jika kau ingin hidup tenang, saranku sederhana: tarik dukunganmu dari faksi Gereja yang tersisa, atau aku sendiri yang akan memberikan dokumen itu ke meja Kaisar besok pagi."

Duke Vallen gemetar hebat. Dia tahu, jika Axel benar-benar memegang bukti itu, keluarganya akan tamat. Tanpa sepatah kata pun, dia berbalik dan melangkah pergi dengan terburu-buru, melupakan kesombongannya.

"Berhasil," gumam Elysia kagum.

"Host, tipu muslihat yang cukup berani. Persentase ketakutan Duke Vallen berada di angka 95%. Dia tidak akan berani mengganggu Anda untuk sementara waktu."

Axel kembali duduk, menghela napas panjang. "Ini melelahkan. Aku merindukan saat-saat hanya perlu menimbang cat kucing."

Reynarda mendekat, meletakkan tangannya di bahu Axel dengan lembut. "Tapi sekarang, kau punya kami. Dan kami tidak akan membiarkan siapa pun mengganggumu."

"Ya," Valeria tersenyum miring, menarik Axel kembali ke kursinya. "Dan kalau kau merasa bosan, kami punya banyak cara untuk 'menghiburmu' di paviliun ini."

Axel menatap ketiga wanita itu. Kehidupan istana memang berbahaya, tapi setidaknya, dia tidak lagi merasa sendirian. Dia adalah pusat dari dunia yang sedang berubah ini.

"Host, bersiaplah. Kaisar memanggil Anda ke aula utama. Sepertinya akan ada pengumuman resmi mengenai 'Unit Khusus' kita. Dan percayalah, ini akan memicu lebih banyak musuh di balik layar."

Axel berdiri, merapikan jubahnya. "Ayo. Mari kita lihat apa lagi yang ingin mereka rencanakan."

1
Pria Misterius
Harem😋 aku suka ini
Orimura Ichika
up yg banyak thor👍
Orimura Ichika: di tungguin 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!