NovelToon NovelToon
RISA Si Manis Penjual Seblak

RISA Si Manis Penjual Seblak

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:367k
Nilai: 5
Nama Author: Nurrul P.

Risa Saraswati, gadis manis yang duduk di bangku kuliah semester 6 selalu dicari oleh siapapun penghuni kampus, tidak lain karena ingin membeli seblak buatan Risa dan harus pesan lebih dulu 2-3 hari sebelum pesanan diterima oleh mereka. Seblak Risa memang terkenal rasanya enak dengan berbagai pilihan toping, sehingga tidak sulit baginya untuk memasarkan di lingkungan kampus.

Hingga pada suatu saat kehidupan Risa berubah menjadi seorang pengusaha kuliner dan dinikahi oleh seorang CEO dari perusahaan ternama di ibukota.

Adit, pria tampan yang memiliki karir cemerlang sebagai CEO perusahaan besar. Dia memiliki seorang kekasih berprofesi sebagai model cantik yang hanya memikirkan karirnya saja dan mengutamakan dirinya sendiri. Walaupun demikian pada akhirnya Adit berjumpa dengan gadis manis penjual seblak yang akhirnya mampu mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Apakah kehidupan rumah tangga Risa akan bahagia serta karirnya semakin cemerlang setelah berumah tangga ? Readers kesayangan silahkan simak kisah Risa selanjutnya ya. Jangan lupa beri like, komentar serta vote untuk author … Supaya author selalu semangat dalam menulis kelanjutan kisahnya.

Happy reading … :-)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurrul P., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24. Terpaksa (2)

Pagi ini Risa pergi ke kafe agak siang karena ibunya sedang kurang sehat, jadi Risa harus memasak dulu untuk sarapan kedua orangtuanya dan mengantarkan ibunya ke klinik untuk berobat.

"Bu, ibu mau dibuatkan makanan apa?" tanya Risa sambil memijit punggung ibunya.

"Tidak neng, ibu tidak ingin dibuatkan apa-apa. Tadi pagi kamu kan sudah masak, itu sudah cukup kok. Kamu sarapan dulu sana, tadi kan belum sarapan," kata Bu Yana pada anak gadisnya itu.

"Nanti saja Risa masih kenyang tadi makan roti yang di meja. Ya sudah sekarang ibu minum obatnya dulu dari dokter Ajeng ya," kata Risa sambil memberikan beberapa obat dan vitamin pada Bu Yana.

"Nanti siang obatnya diminum lagi ya Bu setelah makan. Sehari minum tiga kali semuanya ini," ucap Risa lagi sambil menunjukkan obat yang diberi oleh dokter Ajeng di klinik tadi.

"Iya neng, nanti ibu minum obatnya. Sekarang sudah jam 11 siang tuh, kamu mau berangkat ke kafe jam berapa?" tanya Bu Yana sambil duduk di tepi kasur.

"Iya Bu, ini Risa masih menyiapkan yang akan Risa bawa ke kafe. Alhamdulillah tadi bahan makanan mentah sudah dibawa oleh Sally lebih dahulu," jawab Risa sambil memasukkan beberapa bahan makanan yang belum terbawa oleh Sally ke dalam kantong plastik.

"Neng ..." panggil Bu Yana pada Risa.

"Ya Bu, ada apa?" tanya Risa yang sudah siap akan berangkat ke kafe.

"Bagaimana kabar Nak Rohman, kok ibu belum dengar kabarnya?" tanya Bu Yana.

"A' Rohman kan masih ikut pelatihan, mungkin masih sibuk Bu," jawab Risa sambil tersenyum.

"Ibu hanya ingin kamu sama nak Rohman bahagia nantinya," ucap Bu Yana sambil memegang tangan Risa dengan lembut.

Risa hanya terdiam tak mampu berkata apapun, dia tidak melihat ke arah ibunya juga tidak mengomentari kata-kata ibunya.

"Bu, Risa berangkat dulu ya. Itu ojeknya sudah datang, jangan lupa obatnya diminum ya Bu," kata Risa tiba-tiba sambil mencium punggung tangan Bu Yana dan berjalan keluar rumah menuju ojek yang sudah datang menjemput.

"Assalamualaikum Bu," kata Risa sambil melambaikan tangan ke arah ibunya.

"Waalaikumsalam, hati-hati neng," jawab Bu Yana memandang punggung anaknya meninggalkan rumah.

20 menit kemudian Risa telah sampai di kafe, di jalan raya tidak terlalu macet jadi Risa bisa cepat sampai. Risa langsung masuk ke pantry dan menyimpan bahan-bahan makanan dan minuman di etalase makanan. Kemudian membantu teman-temannya menyambut para pengunjung kafe yang memesan menu.

"Risa, bagaimana kondisi bi Yana ?" tanya Sally pada Risa yang sedang menyiapkan menu seblak untuk pengunjung di meja no. 5.

"Alhamdulillah sudah mendingan. Ibuku hanya kelelahan karena berjualan di kantin," jawab Risa.

"Alhamdulillah kalau begitu," kata Sally tersenyum ke arah Risa.

"Risa, bagaimana kabar Si Aa', kalian masih komunikasi?" tanya Sally lag.

"Idih, dikasih tau ngga ya?" jawab Risa menggoda Sally.

"Kasih tau dong Sa, " jawab Sally merajuk.

"Mau tau saja apa mau tau banget nih?" tanya Risa lagi sambil tertawa.

"Hadeuuuhh... " kata Sally sambil melempar kain lap ke arah Risa tapi bisa langsung ditangkap oleh Risa sambil terus tertawa.

"Ya mana aku tahu Sal, aku tidak pernah kirim kabar ke dia begitu juga sebaliknya," jawab Risa sambil menjulurkan lidahnya.

"Oh, begitu," ucap Sally singkat.

"Atau kamu saja Sal dijodohkan sama A' Rohman," kata Risa sambil menaik turunkan alisnya menghadap ke arah Sally.

"Ah, sedang mengigau ya dirimu Sa? Dia kan sudah punya kekasih," jawab Sally sambil matanya menatap ke layar komputer kasir.

"Selama janur kuning belum melengkung, masih bisa kok Sal dirimu daftar," ujar Risa dengan mimik wajah serius.

"Ih, nih anak malah jodohin orang lain sih !" kata Sally sambil tangannya siap-siap melempar Risa dengan tutup bolpoin, namun Risa bisa menghindar dan berjalan masuk ke dalam pantry lagi sambil tertawa cekikikan.

Aisyah dan Icha yang tidak tahu apa yang terjadi hanya bengong saling pandang setelah melihat Risa dan Sally berbincang . Kemudian mereka kembali melayani pengunjung yang datang.

"Teh Risa ... !" panggil Aisyah pada Risa yang sedang mengaduk adonan seblak di atas kompor.

"Ada apa Ais?" tanya Risa penasaran.

" Sudah lama Ais tidak melihat kakak yang cakep-cakep itu ya Teh," jawab Aisyah sambil mengelap piring dan gelas.

"Kakak yang mana Ais?" tanya Risa lagi.

"Itu teh, yang kerja di kantor sebelah ..." ucap Aisyah.

"Oh, mungkin sedang sibuk dengan pekerjaan mereka," jawab Risa yang dia sendiri sebenarnya juga menunggu kabar dari Adit.

"Sudah lama juga ya mereka tidak datang kesini. Jadi kangen bertemu mereka lagi," kata Aisyah dan membuat Risa jadi batuk tersedak minumannya.

"Uhuk, uhuk..."

"Teteh, hati-hati minumnya teh," kata Aisyah sambil menggosok punggung Risa.

Risa akhirnya tersenyum sendiri melihat tingkahnya ini, mengapa dia jadi terkejut saat Aisyah bilang kangen pada mereka. Apakah karena dia sendiri juga kangen pada Adit? ah, entahlah, Risa juga masih bingung dengan perasaannya sendiri.

Tiba-tiba Risa jadi melamun, berandai-andai jika Adit mengutarakan perasaan pada dirinya. Betapa senang hatinya jika Adit menyukainya, jadi dia tidak menerima lamaran keluarga Rohman karena terpaksa.

"Hai, anak gadis jangan sering melamun!" gertak Sally membuat Risa jadi terkejut dan tersadar dari lamunannya.

"Ih, siapa sih yang melamun?" kata Risa mengelak.

"Nah, itu tadi sedang apa coba kalau bukan melamun?" tanya Sally menggoda.

"Aku sedang melihat keluar kafe, sepertinya lahan parkir kurang luas," ucap Risa mengalihkan pandangan ke arah parkir.

Sally tahu jika Risa berusaha mengelak, dia hanya tersenyum sendiri. "Ada yang sedang memikirkan seseorang sepertinya," kata Sally.

"Memikirkan siapa, tidak ada kok," jawab Risa salah tingkah.

"Eh, memangnya aku bicara tentang kamu Sa? belum tentu kan?" seloroh Sally sambil melirik kearah Risa, membuat Risa semakin merah wajahnya menahan rasa malu.

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, pengunjung sudah nampak sepi. Akhirnya Risa memerintahkan untuk menutup kafe, karena dia juga harus segera pulang untuk melihat kondisi ibunya yang sedang kurang sehat.

"Assalamualaikum..." ucap Risa setelah tiba di rumah.

"Waalaikumsalam ... " jawab ayah dan ibunya dari dalam rumah. Pak Budi, ayah Risa membukakan pintu depan dan menyuruh Risa segera masuk ke dalam rumah.

Setelah meletakkan tasnya di kamar, Risa segera mandi dan menuju ke kamar orang tuanya. Bu Yana nampak tertidur pulas, rupanya setelah minum obat dari dokter beliau langsung mengantuk dan tidur nyenyak.

"Ibu tadi sudah makan yah?" tanya Risa pada ayahnya.

"Sudah, terus minum obat. Ibumu terlalu lelah, biarkan ibumu istirahat jangan diganggu," ucap pak Budi.

"Iya yah, sebaiknya ibu tidak berjualan lagi di kantin. Biar ibu bisa istirahat lebih banyak, dan bisa lebih fokus mengurus rumah," kata Risa mengungkapkan pendapatnya. Dia merasa kasihan pada ibunya jika kelelahan seperti itu.

Risa memikirkan kesehatan ibunya yang mulai menurun, tidak sekuat dulu. Dia ingin supaya ibunya di rumah saja tidak perlu berjualan lagi di kantin sekolah. Biar dirinya saja yang membantu ayahnya bekerja, ayahnya masih aktif sebagai pengajar dan belum pensiun.

"Mengapa melamun, apa yang kamu pikirkan neng?" tanya pak Budi membuat Risa terkejut.

"Risa kasihan melihat ibu kalau sedang sakit begini yah. Kalau ayah ijinkan, biarkan ibu di rumah saja tidak perlu berjualan lagi ya. Risa saja yang bantu ayah mencari uang untuk keperluan rumah sehari-hari," ucap Risa memohon pada ayahnya.

Pak Budi hanya mengangguk dan tersenyum pada Risa. Bagaimanapun juga beliau bangga dengan anak gadisnya itu yang cerdas dan sudah mandiri sejak masih kuliah.

########

Maaf kalau menunggu lama, author sedang sibuk dengan urusan pekerjaan dulu.

Insya Allah akan up selalu untuk kalian 🙏🙏🤗😍

Mohon dukungannya ya gaeess...

Yang menyukai Seblak Risa, yuk berikan like, vote, rate, komentar dan jadikan Risa sebagai favorit kalian 🤗🙏🙏

Happy reading ... 🎉🎉🎉

Jangan lupa lakukan 5M:

- Mencuci tangan

- Menjaga jarak

- Memakai Masker

- Menjauhi kerumunan

- Mengurangi mobilitas

Sehat selalu ya gaeess 👍👍

1
rahmawaty
emangnya buka jualan jam brp thor ? jam 2 udh abis . klo pagi2 mh ga mungkin kn mkn seblak yg ada moncor😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: dagangan Risa masih belum terlalu banyak yang dijual, jadi cepat habis meskipun masih jam 2 siang. Maklum, baru awal jualan di rumah 😄
Makasih ya kak apresiasinya 😍👍
total 1 replies
Yoen Sing
lanjut kak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
aku baru nemu cerita mu kak... alurnya bagus kak
Alif
emaknya lucu masak sekelas pengusaha mikir dwit hbis hahahaha mungkin authornya bingung mikir nulis alur ceritanya jd terkesan dipaksakan SARU klo orang Jawa bilang,salah pada penempatan situasi dan kondisi saat itu dalam cerita ini,tp tetep smangat thor smg cpt berkembang tulisanya dn jgn mau kalah senior2nya
Alif
visualnya bagus sih.. cm agak ke dewasaan ya.. tp soo far soo good😊
Alif
siapapun mereka knpa hrs kepo, namanya jg orang berjualan yg orang beraneka ragam lah yg dtang dan membeli
Rina Nurvitasari
ceritanya bagus seru👍👍👍👍
budak jambi
pasti Maya jalng t.dak malu
nissa
enak cerita nya, seru
nissa
akhir nya selamat ya risa akhir nya baby nya lahir juga laki2 lagi
nissa
kalau mertua nya kayak risa para menantu pasti bahagia, as pa lagi tidak melihat dari bibit bebet nya
nissa
bagus deh kalau sudah di tangkap si maya nya
nissa
dasar si maya kurang ajar dia
nissa
pasti mantan pi acar nya si adit tuh
nissa
saingan bisnis biasa lah
nissa
aduh kasian sekali si adit, sakit bener tu pasti kaki nya
nissa
lanjut
nissa
semoga berhasil ya risa
nissa
lanjut
nissa
si bara ini mulut nya asal dajha ngomong depan orang tua adit lagi hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!