"Mutiara Ayunda. Maukah kamu menikah denganku, Menjadi istriku pendamping hidupku sampai kita menua bersama, Menjadi ibu untuk anak-anak ku, " Begitu manis setiap kata yang keluar dari mulut pria itu, Sehingga Aku terbuai akan pesonanya, Melupakan sejenak perbedaan kami yang bagaikan langit dan bumi, Pesona yang sangat luar biasa membuatku lupa siapa diriku,
"Mutiara Ayunda. Aku Regan Darmawan Mengatakan jika MULAI SAAT INI KAMU BUKAN LAGI ISTRIKU!!, " Kata-kata itu menyadarkan aku akan perbedaan kami, Kata-kata itu menyeretku dengan paksa untuk kembali ke alam nyata, Dimana perbedaan kasta sangat terlihat jelas,
Hallo bestie kuy kepoin karya baru akohh, semoga tidak mengecewakan ya bestie🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 24
"Sial! Jika bukan untuk membuat Resty menderita, nggak akan sudi nyerahin ke perawa nan gue ke bandot tua itu. " Ucap Sera sembari memandang jijik ke arah pria paru baya bertubuh tambun dengan perut maju kedepan seperti orang hamil.
"Sudahlah. Jangan banyak protes loe. Berkat dia, keinginan loe untuk melenyapkan Papa nya Resty sudah terlaksana kan. Sekarang waktunya loe memberikan servis terbaik buat om gue, " Tegas Sarah dengan mendorong punggung Sera agar segera mendatangi sang om yang memang sedang menunggu nya.
" Ish! iya, iya! Gue samperin sekarang, "
Sarah pun berlalu dari sana, setelah memastikan Sera menepatinya janjinya.
Hari-hari penuh duka yang di alami Resty. Kini sudah mulai bisa ia lalui. Berkat kesabaran Bagas dan juga kata-kata penyemangat yang selalu Bagas ucapkan untuk membuat Resty kembali bangkit dari rasa sedih nya.
Hari ini tepat dua bulan sudah sang Ayah pergi meninggalkan nya. Hari-hari yang ia lewati selama dua bulan terakhir ini, begitu berat untuk nya. Beruntung ada suami yang begitu sabar menemani nya.
"Bang, maafkan aku ya. Aku udah bikin abang repot, " Resty menatap suaminya yang baru saja masuk kedalam kamar dengan nampan yang berisi makan malam untuk nya.
Bagas tersenyum, mendengar suara serak sang istri. Setelah dua bulan ini larut dalam kesedihan. Kini wajah cantik istri nya itu sudah kembali berhias senyum. Walaupun masih terkesan di paksa.
"Nggak apa-apa sayang, aku nggak merasa di repotkan kok. Ayo makan dulu, baru setelah itu istirahat. Besok kan kita akan mengunjungi Ibu, Ibu udah nggak sabar menanti kedatangan menantu cantiknya ini. " Ucap Bagas sembari mengelus puncak kepala Resty.
Resty pun menganggukkan Kepalan nya dengan semangat. Dan segera menyantap makan malam nya dengan lahab.
*
*
Bagas dan Resty berkolaborasi memajukan perusahaan yang di tinggalkan sang Ayah. Dengan kecerdasan dan ke ahlian Bagas Perusahaan Furniture itu semakin berkembang dan melebarkan sayap nya.
Hingga dalam waktu satu tahun kedua pasangan suami istri itu sudab meraih ke suksesan dengan merambat bisnis Perhotelan dan juga Resort di tempat-tempat Wisata.
Berbagai macam krikil yang menghadang mereka. Bisa keduanya lewati. Dengan saling percaya satu sama lain.
Hari demi hari mereka lalui pasangan suami istri itu menjalani hari-hari mereka dengan baik dan harmonis
Setelah dua tahun usia pernikahan mereka. Resty di nyatakan positif hamil oleh dokter.
Kebahagiaan pasangan muda itu kian bertambah dengan kabar akan adanya janin momongan yang akan hadir melengkapi kebahagiaan mereka.
Ibu Bagas juga tak kalah bahagia saat mendengar kabar kehamilan menantunya itu. Wanita paru baya itu sudah membayangkan betapa bahagianya menggendong Cucu.
"Sial...! Brengsek!!! " Sera melempar benda apa saja yang ada di dekati nya. Saat mengetahui jika kini Resty tengah hamil.
"Gue gak terima sialan!!!, Harus nya gue yang mengandung anak nya Bagas. Bukan elo Brengsek!! "
"Sudahlah Sera, gak ada gunanya juga elo ngamuk kek gini. Elo teriak-teriak kek orgil juga gak akan ngaruh, kalau tanpa tindakan. "
" Gue kesel Sar. Harus nya gue yang ngandung anak nya Bagas, bukan si Resty itu! " Sera memejamkan matanya berusaha meredam amarah nya yang sudah naik ke ubun-ubun.
"Gue punya ide. Gimana kalau elo dekatin si Bagas, elo kan bisa ngelamar sebagai sekretaris nya, " Usul Sera sembari menatap wajah sohib nya itu. Yang tengah galau itu.
"Eh, kenapa gue nggak kepikiran sampai ke sana ya, gue bakal nemuin Resty. "
"Untuk apa loe nemuin si Resty? Bukan nya elo benci banget sama dia? "
"Gue mau nemuin Resty, buat minta pekerjaan sama dia. Nggak apalah gue ngerendah dikit, demi tujuan gue ngedapatin Bagas. " Sera tersenyum smirk membayangkan Bagas menjadi miliknya.
Hari itu Sera benar-benar menemui Resty. Keduanya janjian di salah satu Cafe terkenal di kota J itu. Resty tidak menaruh curiga apapun kepada sahabat nya itu. Resty malah bahagia setelah sekian lama akhirnya bisa bertemu Sera lagi.
Setelah beberapa tahun ini kedua nya lost kontak. Tepatnya sejak meninggal nya sang Ayah. Sera sama sekali tidak terlihat batang hidungnya.
Dengan bujuk dan kota-kota yang begitu meyakin kan jika Sera benar-benar sedang membutuhkan pekerjaan. Akhirnya Resty yang mudah kasihan dengan sesama itu akhirnya, Sera berhasil bekerja menjadi Sekretaris Bagas, Lewat rekomendasi Resty.
Bagas yang awal nya sempat keberatan akan keputusan dari sang istri itupun, akhirnya tidak bisa menolak. Dan menuruti saran dari Resty.
Hari-hari Sera menjadi sekretaris Bagas. Semua berjalan dengan baik. Kinerja Sera sangat memuaskan. Dan sesuai dengan jabatan nya.
Walaupun begitu. Bagas tidak serta merta mempercayai Sera, Menurut nya, Sera harus ia hindari. Dan tidak terlalu akrab dengan nya, Entahlah Bagas merasa kurang Sreg dengan Sera yang menjadi sekretaris nya,
Sebisa mungkin Bagas menghindari bepergian hanya dengan berdua dengan Sera, Bagas lebih nyaman di temani oleh Buana Asisten pribadinya,
Hingga suatu ketika, saat kandungan Resty telah memasuki bulan ke tujuh, Bagas Terpaksa harus meninggalkan nya keluar kota untuk meninjau lokasi proyek pembangunan Hotel yang bermasalah dan pada saat itu, Asisten Buana tidak bisa menemani nya. sebab Buana tengah menemani istrinya melahirkan anak kedua mereka,
Bagas tidak tega meminta Buana membersamai nya keluar kota, Maka dengan berat hati Bagas meminta Sera lah yang menemani nya, dan menyiapkan segala sesuatunya untuk mengatasi masalah di lokasi proyek.
Next.... 🏃♀️🏃♀️
rindu tiara