NovelToon NovelToon
Nisa Untuk Abi

Nisa Untuk Abi

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:15.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Erna Surliandari

Seorang pria dewasa dengan Depresi Pascatrauma. Ia selalu menolak perjodohan dengan berbagai alasan. Hingga suatu hari, sebuah berita buruk memaksanya untuk menikah.

Siapa yang akan Ia pilih?

Akan menyembuhkan, atau membuat Depresi itu semakin menjadi-jadi dan tak akan pernah sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku tak ingin di ganggu

"Hapus berita itu." pinta Alex pada si pembuat berita.

"Kau fikir, jika ku hapus berita itu maka semua hilang? Tidak, Tuan. Bahkan hampir semua orang berasumsi hal yang sama."

"Kau!" tunjuk Alex, tepat do wajah wartawan sombong itu.

"Ya, bagaimana tidak? Seorang pria, bahkan betah melajang di usianya yang sudah kepala Tiga. Tanpa kekasih sama sekali? Aneh. Bahkan dengan dalil trauma masa lalu pun, sepertinya janggal."

"Kau hanya tak pernah merasakan, ketika kau melihat calon istrimu merengang nyawa di depan matamu! Berengsek!" sergah Alex, begitu emosi ketika sahabatnya kembali di hina.

"Lebay. Sudah Lima tahun berjalan. Bahkan yang sudah menikah pun, bisa dengan mudah mencari ganti." tawanya pria itu, begitu licik.

Ingin rasanya, Alex memberi pelajaran berharga untuk pria itu. Sayangnya, Ia juga terhalan oleh undang-undang yang melindungi mereka.

" Begini saja. Aku tak bisa menarik kembali berita itu. Tapi, kalian harus menepis nya. Jika tak benar, maka buktikan. Kami akan menunggunya, dan membuat berita paling heboh, nanti." tantang wartawan itu, dengan tersenyum dan meninggalkan Alex di tempatnya.

Alex kembali merenung. Ia harus menutupi berita tersebut, karena memang semua tak benar. Tapi, rumor akan terus berhembus karena mereka hanya melihat kenyataan yang ada.

Dan benar saja. Setelah semua berita itu, mulai timbul huru hara. Para kolega mulai menelpon nya dan mempertanyakan berita itu. Bahkan, ada yang dengan lantang mengancam pembatalan kerja sama, hanya karena rumor itu.

"Astaga, Abi. Pasti dia kacau saat ini."

Alex beranjak dari tempat duduknya. Ia segera kembali ke kantor dan mengecek Abi disana. Benar, Abi tengah duduk dan tampak begitu tegang kali ini.

"Bi..." panggil Alex.

Abi hanya diam. Ia tak menoleh sama sekali, hanya Dita meminta nya duduk dengan isyarat dari matanya.

"Aku sudah berusaha, Bi. Maaf," sesal Alex.

"Mereka semua mengenalku. Tapi, kenapa lebih percaya dengan rumor itu?" lirih Abi, dengan tatapan kosongnya yang begitu dingin.

Baik Dita mau pun Alex, bahkan tak berani menjamah ketika Abi mulai seperti itu.

"Tinggalkan aku sendiri." pinta nya.

"Tapi, Pak..." ucapan Dita di potong Alex. Ia menggandeng tangan Dita, dan mengajaknya segera keluar dari tempat itu.

"Kenapa malah bawa aku keluar? Abi butuh temen. Butuh pegangan agar tak kembali jatuh. Kamu itu sahabatnya atau bukan?" sergah Dita, melepas tangan Alex dengan begitu kasar.

"Aku lebih tahu Abi. Aku yang bahkan tidur menemani nya di Rumah Sakit jiwa kala itu."

"Lantas, kau beranggapan jika kau paling mengerti dia? Please, Lex. Saat ini, dia butuh teman." sergah Dita. Ia bergerak, melangkah kembali masuk ke dalam ruangan Abi. Tapi, Abi hanya mendiamkan nya.

"Bi?"

"Keluar."

"Abi, aku hanya."

"Keluar!!" bentak Abi. Tubuh Dita langsung bergetar. Matanya nya berkaca-kaca, dan melangkah dengan perlahan kembali meninggalkan Abi.

Dita telah diluar. Menutup pintu ruangan itu dengan perasaan yang kacau. Sementara, Alex bersandar di dinding dengan tangan di saku celana, mengangkat satu kakinya.

"Sudah ku bilang." ucap nya pada Dita.

"Ku fikir, kali ini beda." jawabnya lirih.

Diamnya mereka, lalu terganggu dengan sebuah Handphone yang berdering. Panggilan yang tertuju pada meja Nisa, dan gadis itu langsung mengangkatnya.

"Apa? Astaghfirullah, Nenek!" Nisa langsung menyandang tasnya, berlari pergi bahkan tak pamit dengan Alex dan Dita yang ada disana.

"Dia kenapa?" tanya Alex.

"Entah, Dia aneh. Sangat aneh." jawab Dita.

"Dia fikir, kita hantu?"

"Mungkin."

Keduanya pun melanjutkan kegiatannya untuk merenung bersama. Seperti dua anak sekolah nakal yang tengah di hukum gurunya berdiri di lorong sekolah.

1
Borahe 🍉🧡
lanjut lagi dong thor sampai Dita dan Alex nikah dan sampai Nisa lahiran Pliss😍
Borahe 🍉🧡
Abi trauma dgn kejadian Rere yg kecelakaan. makanya dia tdk ingin hal tersebut terulang lagi ke Istirnya
Borahe 🍉🧡
Apaan bukan pencemburu. tp ambekan
Borahe 🍉🧡
Hahaha sabar Bu sek🤗
Desi linda Saputri
itu ulah feby pasti...
Desi linda Saputri
cari kesempatan nih si dita...sebel deh ama cwe modelan gini
Dnur
kau yg mau pergi sendiri Dita... kenapa minta dicegah? pergi ya pergi aja
Dnur
sakit yg kau buat sendiri Dita...
Dnur
dita
Dnur
nisa
herself_22
Luar biasa
Nursina
lanjutkan semangat
3sna
capek dibikin sendiri
3sna
emng blm ada kurir ya
💗 AR Althafunisa 💗
Daebakkkk 😂 Emang feeling seorang istri itu kuat ya 😌
3sna
itu bawa abinya masuk kekamar dita gimn yaa?
3sna
lha ktny dingin,,ini ramah,,,bgmn cb
Maliq kumbara: Dengan orang2 tertentu
total 1 replies
3sna
formal itu terlmbat bukan telat
3sna
nisa ambil langkah tegas abinya jg harus lebih tegas
3sna
setan itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!