NovelToon NovelToon
Istri Menggemaskan Tuan CEO Ternama

Istri Menggemaskan Tuan CEO Ternama

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: desih nurani

The Michaelson #2 (Zain dan Rea)

Rea mencintai Zain sejak kecil. Namun lelaki itu tak pernah sekali pun meliriknya. Tapi keberuntungan selalu memihak gadis itu. Kedua orang tua mereka membuat perjodohan antara dirinya dan Zain. Dan tanpa di duga Zain menerima perjodohan itu. Tentu saja Rea senang karena ia akan menjadi istri dari lelaki yang dicintainya. Meski ia masih harus berusaha mendapatkan cinta sang suami, karena lelaki itu masih dibayangi cinta masa lalu. Tetapi Rea tak pernah menyerah, ia terus berusaha merebut cinta itu dengan segala cara.

Akankah Rea berhasil merebut hati suaminya? Sedangkan lelaki itu masih dibayangi cinta masa lalunya?

~~~

"I know, cepat atau lambat kau akan mencintaiku."
~Andrea Clarissa Demyan~


"Aku pikir kau sudah berubah, ternyata kau masih sama. Berisik dan menyebalkan."
~Garalt Zain Michaelson~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desih nurani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hujan

Rea terus berguling di atas kasur karena sudah hampir satu jam lebih Zain tidak kunjung muncul. Padahal Rea sudah sangat lapar. Ditambah lagi di luar sana hujan turun begitu deras. Suara gemuruh guntur pun membuat Rea merinding ngeri. Cahaya kilat saling bersambutan di langit ibu kota. Itu terlihat sangat jelas karena jendela tidak tertutup gorden. Rea yang mulai takut pun beringsut bangun dan beranjak keluar.

Rea sedikit berlari menghampiri suaminya yang masih berkutat di dapur. Zain mengerut bingung saat melihat istrinya memasang wajah cemas.

"Jangan menatapku seperti itu. Aku takut petir." Kesal Rea beranjak duduk di kursi. Hampir saja ia lupa jika dirinya tengah berakting. Zain tersenyum geli.

"Sebentar lagi selesai. Tapi aku tidak tahu rasanya enak atau tidak." Zain menatap istrinya sekilas.

"Hm." Sahut Rea menatap ke luar jendela. Langit masih tampak gelap, sesekali terang karena cahaya kilat.

"Apa masih lama? Aku sangat lapar."

"Sebentar lagi."

"Ck, lama sekali. Aku hampir mati kelaparan."

"Belajarlah bersabar," ucap Zain tersenyum tulus.

Menit berikutnya hidangan pun sudah berada di atas meja. Rea menatap semangkuk soto yang sama sekali tak membuatnya selera. Warnanya terlihat pucat dan sama sekali tidak mengeluarkan aroma soto yang nikmat.

"Ada apa? Kau tidak suka? Maaf, aku masih belajar."

"Tidak ada baunya. Ini tidak enak." Rea mendorong mangkuk itu dengan malas. Zain menghela napas berat.

"Lalu sekarang kau mau apa huh?" Tanya Zain menatap istrinya lekat.

"Aku ingin makan mie instan dengan rasa soto. Sepertinya sangat enak disantap saat hujan seperti ini."

"Tidak, kau belum sepenuhnya sembuh. Mie instan tidak baik untuk tubuh."

Rea melotot mendengar itu. "Aku ingin makan mie instan." Tegasnya.

Zain memijat keningnya karena merasa pusing dengan sikap istrinya. "Baiklah, aku akan memesannya." Putus Zain.

"Hm." Rea pun menunggu sambil melipat kedua tangannya di dada. Zain meraih ponselnya dan langsung memesan apa yang Rea inginkan. Setelah itu ia menatap Rea penuh curiga.

"Kau sangat aneh."

"Kau yang aneh."

"Berhenti memusuhiku. Aku bukan musuhmu, Re."

Rea memutar bola matanya jengah. Lalu bangkit dari posisinya. "Panggil aku jika pesanannya sudah datang."

"Kau mau kemana?" Tanya Zain heran.

"Kamar." Baru selangkah Rea pergi. Tiba-tiba suara petir menggelegar. Sontak ia pun berlari menghampiri suaminya. Tanpa sadar Rea sudah duduk di pangkuan Zain dan memeluknya erat. Lagi-lagi Zain tertawa geli.

Rea pun tersadar. Ia beringsut bangun, merapikan pakaiannya yang sedikit kusut. Lalu berjalan cepat menuju kamar. Rea menggigit ujung bibirnya karena merasa takut sendirian di kamar. Suara petir pun terus bersahutan seolah sengaja mengerjainya. Rea menjatuhkan diri di atas kasur dan membalut tubuhnya dengan selimut.

"Aku harap dia cepat datang." Gumamnya sambil sesekali melihat ke arah pintu. "Sial! Kenapa aku yang tersiksa. Apa ini karma?"

Perlahan, tanpa sadar Rea pun mulai tertidur. Tidak lama dari itu Zain pun masuk membawa sebuah nampan. Ia tersenyum saat melihat Rea tertidur dalam bungkusan selimut. Zain meletakkan nampan di atas nakas. Lalu duduk di bibir ranjang.

"Sayang." Zain mengusap kepalanistrinya yang terbalut selimut. Sontak Rea pun terbangun. Cacing di perutnya seketika berdemo saat mencium aroma sedap. Mata indah itu pun bergerak ke nakas. Dengan gerak cepat pula ia mengambil mangkuk berisi mie instan itu ke dalam pangkuan.

"Ya ampun, mie instan. Sudah lama sekali aku tidak menyantap makanan lezat ini." Rea tak sadar jika dirinya tengah tersenyum lebar. Zain yang melihat itu pun ikut tersenyum.

Tanpa banyak berpikir lagi, Rea langsung melahap makanan lezat itu.

"Pelan-pelan."

"Kau tahu? Sudah lama aku tidak makan ini. Di sana harganya sangat mahal, itu pun sangat jarang. Jika Mami tahu aku makan ini pasti sangat marah." Oceh Rea lupa jika dirinya tengah merajuk.

"Aku juga tidak mengizinkanmu memakan makanan itu sering-sering. Cukup sekali ini saja."

Rea yang mendengar itu langsung melotot. "Kau tidak ada hak melarangku. Aku masih marah padamu, aku tidak akan bicara lagi."

"Kau istriku, tentu saja aku berhak melarangmu. Aku tidak ingin kau sakit. Efeknya bukan sekarang, tapi beberapa tahun ke depan."

"Cih, bukanya kau senang aku sakit? Lalu aku mati dan kau bisa bersatu kembali dengan kekasih tersayangmu itu."

"Apa yang kau bicarakan? Aku sudah memutuskan semua yang berhubungan dengannya. Kau satu-satunya wanitaku, Re."

"Kau bicara seperti itu karena merasa bersalah padaku. Kau tidak tulus." Sinis Rea sambil terus menikmati semangkuk mie instan yang hampir habis.

"Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya, Re?"

"Tidak ada yang bisa membuatku percaya lagi padamu." Kecuali kau sungguh-sungguh mencintaiku, Kak. Sambung Rea dalam hati.

"Aku tahu. Kau berhak menghukumku. Tapi aku akan berusaha meyakinkanmu, jika aku benar-benar ingin hidup bersamamu."

"Gombal."

"Aku bersungguh-sungguh, Re."

"Aku tidak akan percaya. Sudahlah, aku ingin menghubungi Regan. Dia pasti menunggu kabarku."

Zain mengeratkan rahangnya. "Apa huhungan kalian sebenarnya huh? Kenapa kau begitu peduli padanya."

"Dia lelaki yang bertanggung jawab. Tentu saja hubungan kami lebih dari sekadar teman. Ah, aku jadi merindukan pelukannya." Pancing Rea yang sengaja ingin memanasi suaminya. Ia ingin tahu seperti apa rekasi Zain.

Rahang Zain pun samakin mengeras saat mendengar jawaban istrinya. Lalu ia pun bangkit dari posisinya dan beranjak pergi. Rea pun mendadak bingung dengan sikap aneh Zain.

"Apa dia cemburu?" Pikir Rea dengan senyuman liciknya. Tidak ingin memikirkannya terlalu jauh, Rea pun kembali melahap makanan kesukaanya itu dengan penuh semangat.

****

Di kamar tamu, sudah hampir dua puluh menit lamanya Zain terus merenung. Menatap langit-langit kamar, namun sedetik kemudian ia bangkit dari sana. Menyambar kunci mobil dan bergegas pergi. Meski hujan terlihat deras, itu sama sekali tak menggoyahkannya.

Kini mobil milik Zain sudah terparkir di sebuah basement apartemen. Jantung lelaki itu berpacu hebat, ia tahu apa yang dilakukannya saat ini tidaklah benar. Namun ia menepis semua itu. Persetanan dengan semuanya. Zain turun dari mobil. Dengan langkah cepat ia berjalan memasuki lift. Lalu berhenti di depan sebuah pintu. Tanpa ragu ia pun mengetuknya.

Tok tok tok.

Tidak lama pintu pun terbuka. Menampakkan seorang wanita cantik yang hanya mengenakan tanktop dan hotspant yang memperlihakan pahanya yang mulus. Tanpa aba-aba Zain langsung memeluk wanita itu. "Biarkan aku masuk, aku kedingingan."

Zee tersenyum miring, lalu mengangguk pelan. "Kau membaca pesanku? Aku pikir kau tidak akan datang, honey."

"Hm. Aku merindukanmu, Zee." Zain membenamkan wajahnya di dada wanita itu.

"Masuklah." Zee pun memberikan ruang agar Zain bisa masuk.

"Aku pikir kau masih marah padaku, aku takut kehilanganmu, Zain. Aku mencintaimu." Zee langsung menyambar bibir Zain dengan penuh kerinduan. Zain pun membalas ciuman itu, menekan tengkuk Zee untuk memperdalam sesapannya.

Tubuh Zain mendadak panas, kini ia sudah dirasuki gairah yang menggelora. Sial! Tubuh indah milik Zee benar-benar membuatnya mabuk kepayang. Biarkan dia mencicipinya kali ini. Lagi pula wanita itu yang memanggilnya ke tempat ini. "Kenapa kau datang, Zain? Aku pikir kau akan terus mengabaikanku."

"Sudah aku katakan, aku merindukanmu."

Zee tertawa enteng. "Sudah aku duga kau masih mencintaiku, Baby. Apa istrimu tahu kau datang kemari?"

"Tidak, aku tidak segila itu untuk bermain terang-terangan dengannya. Lagipula dia sedang marah padaku." Zain kembali menyambar bibir manis Zee dengan rakus. Zee berseorak dalam hati.

Zee mendorong dada bidang Zain. Mengunci netra coklat keemasan lelaki itu. "Jadi kau akan menjadikanku simpanan huh?"

"Aku rasa tidak buruk, bagaimana pun aku lelaki yang sudah menikah."

"Siapa suruh kau menikah begitu cepat. Padahal aku masih mengharapkanmu."

"Kau yang memutuskanku, Zee. Kau yang salah."

Zee menatap Zain dengan mata berkaca-kaca. "Zain, maafkan aku. Aku sangat menyesal, aku terlalu kekanak-kanakan. Maafkan aku... aku... aku tidak ingin putus darimu. Aku...."

"Ssst... kau tidak perlu meminta maaf padaku." Zain meletakkan jari telunjuknya di bibir ranum Zee.

"Aku merindukanmu, Zain. Aku rindu semua perhatian dan kasih sayangmu."

"Aku juga merindukanmu, Zee sayang." Zain menarik tanktop Zee dengan gerak cepat. Lalu mendorong wanita itu sampai terlentang di atas kasur.

"Berikan tubuhmu untukku, sayang." Bisik Zain dengan tatapan menggoda. Zee tersenyum lalu mengangguk antusias.

"Sentuh aku dengan cintamu, Babe. Aku merindukanmu."

Tidak bisa menahan gairah, kini keduanya terlibat ciuman panas. Tanpa sadar keduanya pun sudah tak mengenakan sehelai benang pun.

Zain segera membenamkan batangnya ke dalam milik Zee. "Akh... kau sangat enak, Baby."

"Zain, aku tidah tahan. Bergeraklah."

"Tentu, sayang." Suara erangan dan d*s*h*n mulai memenuhi seisi kamar.

"Ugh... faster please...."

"Zee, kau sangat nikmat."

"Tentu saja, lebih nikmat dari istrimu bukan?"

"Kau tidak ada tandingan...."

"Aku keluar, Zain."

"Tunggu aku, sayang."

Rea tersentak dari tidurnya, napasnya memburu dengan bibir yang pucat dan keringat dingin bercucuran di keningnya. Jantungnya terus berpacu hebat, sampai membuat dadanya terasa sesak.

Itu hanya mimpi bukan? Bagaimana mungkin aku mimpi buruk di mana suamiku bercinta dengan Zee? Apa aku mulai gila?

Rea menyibak selimutnya dan bergegas bangun dari tempat tidur. Ia takut Zain benar-benar pergi ke tempat Zee karena penolakan yang ia lakukan.

Tidak!

Rea langsung berlari keluar kamar dengan perasaan cemas yang tak menentu. Hujan semakin deras, seakan mewakili perasaan wanita itu.

1
D_Mayanti
Luar biasa
Heryta Herman
ceritanya tdk jauh" dari mafia..sama sprti cerita orang tua nya...
sdh bisa di tebak dari awal thor...
apapun...semangat thor..
lanjut/Chuckle/
Alifah Azzahra💙💙
Kalau aku jadi kamu Rea aku mendingan pergi aja yang jauh dari hidup Zian agar dia itu menyesal
Alifah Azzahra💙💙
Aku harap Rea tidak akan memaafkanmu zian
Komang Diani
Luar biasa
Chandrawirayanthi
thor kenaapa gak di lanjutin lagi?...
Isti Ana
ditunggu ya....
Isti Ana
thor....kenapa lanjutanny luamaaa bgt?
Yiyi Fuyu
bisakah saya jadi ibu untuk anakmu... di rumah besar ehem tapi dijakarta. Singapore hongkong... tunjungan plaza. balik juga ke Semarang...
sayalah istri mudamu...
tapi belom pernah terjadi 🥵🥵
Chandrawirayanthi
thor.. kenapa gak pernah up lagi
Nadzihah Shamiqi
lanjutannya sis
nur
CIA cinta 2 cowok paman dan keponakan
nur
kok lupa ada cctv?
nur
lupa kunci pintu
wahyu
kasihan Jef 🥺😢
Nayra Syafira Ahzahra
😥😥😥😥
Pujiastuti
kasihan Alana ternyata kisah hidupnya tragis banget gara² bapaknya yang suka judi jadi dia dan ibunya yang jadi korban sampai diperkosa 5 orang mana ibunya disiksa dan meninggal didepan matanya
Saberia Idrus
ya... kenapa harus diperkosasih thor... lima orang lagi... nggak cocok dong sma jef... padahal aku pengenx dia cocok sma jef dan alana lebih cantik dri mercia
Nayra Syafira Ahzahra
semoga kalian berdua emang jodoh🤲🤲🤲 dan kau harus segera move on ya babang Jef😊😊😊 terus semangat thor 💪💪💪
Pujiastuti
kayaknya Alana adalah jodoh buat kamu Jef, dady Sean aja setuju tuh malah bilang menantu ku 😁😁😁
penasaran juga sih sama si Alana ini kenapa samapai amnesia gitu 🤔🤔🤔🤔

lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!