Nadine Hanifah atmaja gadis cantik,populer dan pintar dan terlahir dari keluarga kaya raya ,tapi takdir tak seindah yang di impikan Nadine semuanya hancur ketika seorang pria mengambil paksa kesuciannya hingga membuatnya hamil,
kesedihan Nadine bertambah ketika ray Aditama kekasih bersedia menerima keadaan Nadine dan rela bertanggung jawab
tapi semua itu kandas ketika dengan terpaksa Nadine harus menikah dengan Al yang tidak lain om dari ray
akankah pernikahan Nadine dan Al yang awalnya hanya sebuah keterpaksaan akan berakhir dengan kebahagiaan
apakah akan tumbuh rasa cinta diantara mereka?
atau Nadine akan kembali kepada cinta pertamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mis r, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana al
Al yang dibantu Rana segera berdiri dan duduk Rana pun berusaha menenangkan Al yang begitu kacau,sedangkan Al trus mengacak- acar rambutnya karna frustasi dengan apa yang dikatakan Zaky kepadanya
"ran gue harus gimana?" tanya Al yang tanpa Al sadari air matanya menetes
Rana terlihat kaget melihat Al meneteskan air mata karna selama menjadi sahabat sekaligus asisten Al Rana hanya melihat sikap dingin arogan dan kejam yang Al perlihatkan tapi kali ini dia melihat sisi lain Al,Rana pun segera mendekati dan menyentuh pundak Al
" gue tau Lo lagi kacau,tapi dengan Lo kaya gini gak akan menyelesaikan masalah" jawab Rana yang merasa tidak tega
Al yang menoleh menatap Al dengan nanar" apa yang harus gue lakuin ran?Lo denger Zaky tadi ngomong kan?"
" tapi Lo yang berhak atas bayi dikandungan Nadine dan Lo itu ayahnya,apa Lo akan diem aja melihat dia menikah dengan orang lain apa Lo akan rela anak Lo manggil orang lain papah? ucap Rana panjang lebar
"apa gue harus jujur SMA keluarga gue " tanya Al masih dengan tatapan yang sulit di artikan
"semua keputusan ada ditangan Lo Al,gue sebagai sahabat Lo hanya bisa mendoakan yang terbaik" jawab Rana menyemangati Al
" gue gak tega liat Lo kaya gini Al...tapi disisi lain gue berharap Lo bisa sadar atas kesalahan yang Lo perbuat kali ini telah menyakiti banyak orang"batin Rana karna dia tau pasti akan terjadi masalah besar untuk Al
" makasih Lo udah bantuin gue" ucap lirih Al dan dibalas senyuman oleh Rana
mereka berdua pun meninggalkan kafe,,diperjalanan menuju apartemen Al hanya kehening yang terjadi tanpa terasa mereka pun telah sampai di basemane apartemen,Al segera membuka pintu mobil disusul oleh Rana mereka menuju lantai 27 lif pun sampai dan terbuka Al dan Rana pun segera menuju pintu apart dan membukanya mereka pun segera masuk
Al yang masih dengan pikiran kacau segera duduk dan merebahkan tubuhnya disopa,disusul Rana yang duduk di samping sahabatnya itu
" apa Lo akan jujur kepada kakak Lo Al" tanya Rana memecahkan keheningan antara mereka
" gue gak tau ran,,gue pasti bikin kakak gue kecewa.tapi gue juga gak mau kehilangan anak gue ran" Al yang menjawab pertanyaan Rana dengan tatapan datar
" lebih baik Lo coba bicarain smaa kakak Lo,gue yakin dia bisa mengerti" sahut Rana
" Lo pikir kakak gue gila?gak mungkin dia ngerti..mana ada orang yang akan terima jika calon menantunya direbut adiknya sendiri" jawab Al dengan penuh emosi
" buset keluar lagi macamnya ,,,gue kan cuma kasih nasehat Lo ..klu aja Lo bukan sahabat sekaligus bos gue udah gue kirim ke hutan" gerutu Rana yang kesal dengan sikap Al
"bukan itu maksud gue Al" Rana mencoba memberi pengertian kepada bosnya yang bodoh ini
" udah Lo balik sekarang,,,apa mau Lo gue kirim ke Afrika" teriak Al yang sudah emosi melihat wajah Rana
"gila Al gue malahan diusir,,cape gue ngomong sama orang yang egois kaya Lo" batin ran
" iya gue balik..Lo pikirin nasehat gue"ucap Rana sambil menepuk pundak Al,sebelum melangkah keluar pintu Rana kembali mengerjai Al" Al Lo inget 2 hari lagi dia jadi istri ponakan Lo,siap-siap anak Lo panggil kakek" seraya rana
membuka. pintu sambil tertawa
Al yang mendengar itu seketika tersulut amarah dan membanting semua barang yang ada disampingnya"gue pastiin dihari pernikahan itu gue yang akan menjadi mempelai prianya bukan orang lain" gerutu Al dengan senyum menyeringai
masih suka typo
semangat