Adrian Walker, seorang pemilik sebuah Restoran terbesar di kotanya, terpaksa menikah lagi dengan seorang gadis bernama Ariana atas permintaan istri pertamanya, Elizabeth.
Elizabeth terpaksa melakukannya karena kedua orangtua Adrian sangat menginginkan kehadiran seorang cucu. Sedangkan Elizabeth tidak mungkin hamil karena rahimnya sudah diangkat akibat kecelakaan yang pernah terjadi padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepupu Ariana
Pak Tono dengan gemetar mengemudikan mobilnya, sebenarnya ia sangat takut kena marah sama Nyonya Elizabeth tapi lebih takut lagi dengan lelaki yang sedang berada disampingnya itu.
Pak Tono menghentikan mobil itu tepat di halaman parkir sebuah club malam terbesar dikota itu.
"Kau serius, Pak Tono? Elly sering pergi ketempat seperti ini?" tanya Adrian keheranan,
Pak Tono mengangguk pelan, "Iya, Tuan." sahutnya.
Adrian memperhatikan tempat itu, ini pertama kalinya ia menginjakkan kakinya ditempat hiburan malam seperti itu.
Adrian tidak pernah pergi ketempat-tempat seperti itu. Adrian lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja di restoran miliknya daripada bersenang-senang.
Adrian memasuki tempat itu, terdengar suara musik memenuhi ruangan yang sangat luas itu. Cahaya lampu remang-remang membuat suasana semakin panas.
Teriakan para pengunjung tempat itu semakin meramaikan suasana. Belum lagi para wanita malam yang berpakaian minim begitu cantik menggoyahkan iman.
Disaat Adrian memasuki tempat itu, para wanita itu sudah ramai mendekatinya untuk menawarkan jasa mereka.
Adrian hanya tersenyum sambil menghindari tangan jahil wanita-wanita itu yang mencoba menggerayangi tubuh kekarnya.
Hingga akhirnya mata Adrian tertuju pada sosok wanita yang sedang menari mengikuti aliran musik yang sedang diputar ditempat itu.
Wanita itu tengah menari bersama seorang lelaki sambil sesekali melabuhkan ciuman panas mereka sepanas suasana ditempat itu.
Namun tidak dengan hati Adrian, hatinya masih sama seperti sebelum ia melihat adegan mesra pasangan itu. Tetap dingin dan seperti tak ada kecemburuan sama sekali.
Adrian terus memperhatikan mereka yang semakin hanyut dalam kemesraan, hingga akhirnya pasangan itu memilih untuk bercumbu disalah satu sudut ruangan.
Adrian mengikuti mereka hingga ia harus menutup kedua matanya ketika melihat adegan yang seharusnya tidak mereka lakukan ditempat umum.
Adrian memilih keluar dari tempat itu dan menuju mobilnya.
"Pak Tono, antar aku pulang." kata Adrian ketika memasuki mobilnya.
Pak Tono sempat terkejut dan menoleh kearah Tuan Adrian. Kemudian iapun segera menghidupkan mobil itu dan melajukannya ke kediaman milik Adrian..
Disepanjang perjalanan, mata Adrian hanya mengarah kearah samping. Tatapan nya kosong, ia hanya menggigit jarinya namun hatinya terus bicara.
Membicarakan tentang semua yang ia lihat barusan dengan mata kepalanya sendiri. Kelakuan istri pertamanya yang sama sekali tidak pernah ia ketahui.
Pak Tono yang sedari tadi memperlihatkan Tuan nya itu memberanikan diri untuk bertanya,
"Tuan Adrian, apakah Nyonya Elly tidak ada ditempat itu?" tanya Pak Tono
"Pak Tono, apakah kamu tau bagaimana ciri-ciri fisik Eddy?" tanya Adrian balik.
"Eddy? maksud Tuan, Eddy temannya Nyonya Elly?" Pak Tono kebingungan,
"Ya, Eddy... kekasih Nyonya Elizabeth, istri ku..." sahut Adrian dengan ekspresi wajah yang tetap seperti sebelumnya.
Pak Tono sempat melirik kearah Tuan nya itu, ia ragu untuk menjawab namun akhirnya ia beranikan untuk menjawab pertanyaannya,
"Dia memiliki tubuh kurang lebih seperti anda dan usianya sekitar 25 tahun." sahut Pak Tono
"Berarti benar." ucap Adrian sambil menghela nafas.
"Apakah anda sudah bertemu dengan Eddy, Tuan?" tanya Pak Tono ragu-ragu.
"Tidak, tapi aku sudah tau dengan orang yang bernama Eddy itu." sahutnya
Rupanya pada saat itu Adrian lupa kalau Eddy adalah lelaki yang telah tidur bersama Ariana disaat kejadian itu. Hingga ia merasa biasa-biasa saja.
Setibanya dirumah, Adrian segera menuju kamarnya dan membersihkan dirinya dengan berendam di bath up.
Begitu banyak kejadian yang tidak pernah ia bayangkan, terjadi hari ini. Kehadiran Ariana yang ia kira sudah pergi untuk selama-lamanya dan perselingkuhan Elizabeth dibelakangnya.
Tiba-tiba ia teringat akan kejadian yang menimpa Ariana, perselingkuhan yang dilakukan oleh wanita itu dengan seorang lelaki dan lelaki itu adalah "Eddy!!!" seru Adrian
Adrian segera keluar dari Bath up nya dan meraih handuk kimono miliknya. Setelah mengenakannya, ia segera kembali ke tempat tidurnya.
Adrian meraih ponselnya yang ia letakkan diatas meja disamping tempat tidurnya. Ia mencoba menghubungi istrinya, Elizabeth. Namun wanita itu tidak juga mengangkatnya.
Adrian menghembuskan nafas panjangnya, kemudian ia letakkan kembali ponsel itu dan berbaring diatas tempat tidurnya.
"Elizabeth, aku tidak menyangka kau begitu kejam. Kau tega memfitnah Ariana demi kesenangan mu! Kau juga tega melakukan perbuatan yang melanggar hukum demi kepuasan dirimu sendiri. Bodohnya aku karena tidak mempercayai perkataan Ariana selama ini!!!" ucap Adrian meradang.
Sementara itu,
Ariana sedang mengajak Nancy jalan-jalan sore, tak jauh dari rumah Dokter Rico. Tiba-tiba sebuah mobil mewah berwarna hitam, menghampiri mereka.
Ariana kebingungan, kenapa tiba-tiba mobil mewah itu menghampiri mereka. Padahal Ariana sama sekali tidak mengenali siapa pemilik mobil itu.
Tak berselang lama, pemilik mobil itupun keluar. Sepasang suami istri yang sangat mesra dan sepertinya mereka adalah pengantin baru. Terlihat jelas dari ukiran hena yang masih menempel ditangan sang wanita.
"Hai! Ariana, apa kabar mu? sudah lama ya, kita tidak bertemu?!" sapa wanita itu,
Wanita itu adalah sepupu Ariana, Siska. Dan lelaki kaya yang dia gandeng adalah Thomas. Ariana bahkan sempat membulatkan matanya. Sungguh pemandangan yang luar biasa, Siska dan Thomas. Lalu bagaimana nasib Celline?
"Senang bisa bertemu lagi denganmu, Siska. Bagaimana kabar Ayah dan Ibumu? Semoga sehat-sehat saja, ya..." sahut Ariana
"Mereka sehat, apalagi sekarang mereka sudah hidup enak. Tentu saja mereka semakin sehat! Tidak seperti dirimu, lihat dirimu sudah menikah dengan orang kaya tetap saja penampilan mu seperti gembel!" ucap Siska ketus,
Seperti itulah mulut sepupunya itu, Ariana sudah terbiasa dengan mulutnya yang asal ceplas ceplos tanpa bisa ia saring sebelum mengeluarkan nya.
"Tunggu sebentar, Sayang... dia ini kan Anna! Calon istrinya Dokter Rico?!" kata Thomas yang baru saja mengenali wajah Ariana yang polos tanpa make up itu.
"Siapa, Anna?! calon istri Dokter Rico?" Siska tergelak, menertawakan nasib Ariana.
"Berarti kau sudah dibuang ya, oleh Tuan Adrian yang kaya raya itu?!" ucap Siska lagi.
Ariana memijit-mijit kepalanya, ia bingung dengan mulut sepupunya itu. Tidak bisa dikontrol sama sekali kalau lagi bicara, maunya nyerocos tanpa henti.
"Sebentar-sebentar, Adrian? Kenapa nama Adrian dibawa-bawa?" tanya Thomas kebingungan,
"Tuh kan, makin panjang ceritanya!" gumam Ariana
"Begini, Sayang..." belum lagi Siska bercerita kepada lelaki hidung belang itu, Ariana sudah memotongnya.
Sebaiknya ceritakan saja ditempat lain, ya! Aku ingin pergi dulu. Kasihan anakku, jalan-jalan nya terganggu karena kedatangan kalian!" kata Ariana sembari membawa Nancy ke rumahnya.
"Apa! Dasar Sombong!!!" teriak Siska sambil terus menghardik Ariana. Namun Ariana tidak peduli, ia terus melangkah pergi.
"Ayo, Sayang! Sudahlah... Orang-orang pada memperhatikan dirimu!" ujar Thomas mencoba menenangkan Siska, Istri barunya itu.
***
👍👍👍
smoga saja ariana berjodoh dgn dokter yang sdh menolongnya