NovelToon NovelToon
My Bodyguard Is A Secret Agent

My Bodyguard Is A Secret Agent

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:79.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Kisah Princess Mahreen dan Collin Lange

Mahreen Al Khalifa putri bungsu Malik dan Milly Al Khalifa adalah putri Sheikh yang suka hidup bebas tanpa aturan istana hingga Malik harus memberikan Collin Lange sebagai bodyguardnya. Tanpa keluarga Al Khalifa tahu, Collin adalah agen MI6 yang menyamar masuk ke istana Al Khalifa untuk mencari buronan internasional yang bersembunyi di Bahrain. Mahreen dan Collin bagaikan air dan minyak hingga gadis itu tahu misi sebenarnya pria tersebut. Setelah Collin menyelesaikan misinya, dia kembali ke Inggris namun Mahreen bertekad untuk mendapatkan bodyguardnya yang ternyata agen rahasia itu kembali ke dalam pelukannya.

Generasi Delapan Klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Isa Town

Di suatu tempat Isa Town

"Sudah lama aku tidak mendapatkan korban lagi ... Tanganku sudah gatal!" gumam seseorang sambil melihat pemandangan pasar tradisional di Isa Town dari balkon apartemen yang disewanya. "Tidak ada yang berambut pirang ... Semuanya hitam ...."

Dia minum bir nya. "Aku ingin memegang rambut pirang lagi!"

Orang tersebut berjalan menuju kamarnya dan tiduran diatas kasur. Tangannya mengambil remote televisi dan dia memasang VPN di gadgetnya. Tak lama dia bisa membuka situs porno dan tampak di layar seorang artis dewasa berambut pirang seperti menggoda dirinya.

"Ooohhh, aku ingin membunuhnya ...."

***

Istana Al Khalifa Manama Bahrain

"Kamu pergi ke Isa Town tidak apa-apa ya Mahreen?" ucap Malik ke putrinya saat mereka semua sarapan di ruang makan.

"Tidak apa-apa Abi. Kan mas Maxi harus rapat bersama Abi sebelum kembali ke London buat sidang tesis," jawab Mahreen.

"Seharusnya memang tugas Maxi, tapi karena harus rapat penting di gedung parlemen, jadi kamu ya yang urus acara di sekolah dan pasar rakyat ya," pinta Milly. "Akan ada pengawalan lebih banyak dibandingkan cuma kamu dan Lange."

Mahreen hanya mengangguk karena urusan istana pasti pengawalan lebih ketat. Apalagi dirinya berada di area publik seperti di pasar. Meskipun selama ini aman-aman saja tapi tetap saja Malik dan Milly tidak mau terjadi apapun. Ditambah si pelaku pembunuhan wanita berambut pirang belum tertangkap.

"Jangan gegabah, Marning. Meskipun kamu ada pengawal, terkadang ada orang jahat yang memanfaatkan kelemahan di balik ketatnya penjagaan. Apalagi kamu suka seenaknya," timpal Maximilian yang hapal bagaimana adiknya sering ceroboh dan menggampangkan semuanya.

"Siap!"

Sementara keluarga Al Khalifa sibuk membicarakan tugas Mahreen, di tempat lain, Collin sedang mengatur tim pengawal.

"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di lapangan. Selama ini tidak ada yang berani gegabah ke keluarga Yang Mulia Al Khalifa tapi apapun bisa terjadi. Dan kita tidak mau itu bukan?" ucap Collin.

"Princess Mahreen memang sering melanggar protokoler dan suka mengikuti kata hatinya," ujar Khoirunnisa, mantan pengawal pribadi Mahreen.

"Itu aku juga tahu Nissa. Jadi, kita tidak bisa lengah. Oke, kita bagi menjadi tiga tim. Alpha, Beta dan Charlie. Kita lihat pasar ini cukup luas. Jadwal Princess apa saja Urla?" tanya Collin ke sekretaris Mahreen.

"Pertama ke sekolah Al Hajar untuk acara seni, lalu ke pasar Isa Town. Biasanya Princess Mahreen suka belanja di sana. Itu waktu yang harus diwaspadai," jawab Urla.

"Oke. Kita lihat peta pasar Isa." Collin meminta ke salah satu pengawal memperlihatkan peta pasar Isa.

Collin melihat situasinya dan segera melakukan briefing singkat ke para pengawal terlatih Bahrain. Setelah semuanya paham, mereka pun bersiap pergi ke Isa Town setelah Mahreen selesai sarapan.

Diantar oleh Malik dan Milly serta Maximilian, Mahreen masuk ke dalam mobil Range Rover istana bersama dengan Collin di depan da sopir istana. Mahreen duduk di tengah bersama dengan Urla. Di belakang ada dua mobil lagi yang mengawal Mahreen.

"Tumben hari ini Lange bawa pengawal banyak," gumam Maximilian.

"Kamu tahu sendiri kan adikmu gimana?" balas Malik.

"Aku tidak komentar lagi," cengir Maximilian.

***

Isa Town

"Oh ternyata Princess Mahreen datang," gumam seorang pria yang baru saja memarkirkan mobil Van nya di area pasar. "Apakah dia hendak ke pasar ini?"

Dia melihat wajah cantik Mahreen dan tersenyum smirk. "And she's blonde. Natural blonde. Sepertinya seru jika aku berhasil menculik princess Mahreen."

Pria itu pun masuk ke dalam pasar sambil bersiul-siul. Dia senang, karena akhirnya dia ada mangsa lagi.

***

Mahreen tampak senang saat tiba di sebuah sekolah dasar di Isa Town. Para guru wanita sedikit kecewa karena bukan Prince Maximilian yang ganteng. Namun mereka berusaha menahan diri agar Princess Mahreen tidak marah.

Mahreen melihat bagaimana para siswa kelas dua dan kelas tiga berlomba-lomba memperlihatkan hasil karyanya. Mahreen tidak menduga jika bakat mereka sangat tinggi. Mahreen bersedia menjadi sponsor acara seni di sekolah-sekolah Isa Town dan Urla tahu, princessnya memang seperti itu.

"Setelah ini kita kemana?" tanya Mahreen ke Urla usai mereka berpamitan dengan kepala sekolah, guru dan murid-muridnya.

"Pasar Isa," jawab Urla.

"Asyik! Aku sudah tidak sabar membeli baju di sana. Kamu tahu, Lange, di sana ada toko bernama Azizah dan dia menjual kaftan yang bahannya sangat nyaman. Dia dan putrinya menjahit sendiri lalu dijual di tokonya. Pesan pun bisa," ucap Mahreen penuh semangat.

"Noted, Princess," jawab Collin.

"Oke, sampai di sana, kita sekalian cari makanan ya. Aku agak lapar."

***

Collin benar-benar harus ekstra sabar menghadapi Mahreen yang memang sering merubah jadwal dan aturan. Dirinya disambut pemilik toko di pasar dengan memberikan banyak makanan. Khoirunnisa dan dua pengawal wanita lainnya tetap mengawasi makanan-makanan itu karena bukan tanpa alasan. Bisa jadi ada racun atau apapun yang bisa mencelakakan Mahreen.

"Kita makan di mobil saja Princess," bisik Khoirunnisa.

"Baiklah. Padahal aku lapar!" balas Mahreen sambil menuju toko Azizah. Wanita itu menyambut hangat kedatangan Mahreen dan gadis itu pun segera mengambil sebuah gaun untuk dicobanya.

Khoirunnisa berjaga di depan pintu masuk bersama dengan Collin, sementara dua pengawal wanita lainnya, berjaga di depan ruang kamar ganti.

Semuanya terkendali hingga terdengar keributan.

Suasana pasar yang semula ramai berubah kacau dalam hitungan detik.

Collin yang berdiri beberapa meter dari ruang ganti langsung menoleh ketika mendengar suara benda jatuh disusul teriakan pendek dari salah satu pengawal wanita.

Seorang wanita berkerudung keluar tergesa-gesa dari ruang ganti sebelah. Namun ada sesuatu yang janggal. Gerakannya terlalu kaku dan tubuhnya terlalu besar.

Dua pengawal wanita yang berjaga baru sempat mendekat ketika pria itu mengeluarkan stun gun dari balik pakaiannya.

"Hei!"

Cek! DRRRTTTT!

Sengatan listrik membuat pengawal pertama roboh. Pengawal kedua mencoba meraih lengannya, tetapi nasibnya sama.

Di dalam ruang ganti, Mahreen yang mendengar keributan membuka tirai dengan wajah bingung.

"Apa yang ...."

Pria penyamar itu langsung berbalik dan mengarahkan stun gun ke arahnya.

Mahreen terkejut dan berusaha mundur, tetapi sengatan listrik mengenai lengannya. Tubuhnya melemah dan ia jatuh terduduk sebelum sempat berteriak meminta bantuan.

"Princess!" teriak Collin.

Refleks, ia mencabut pistol dari balik jasnya dan berlari menerobos kerumunan pengunjung yang panik.

Penculik itu segera mengangkat tubuh Mahreen dan menyeretnya keluar melalui pintu samping toko yang mengarah ke gang sempit.

"Berhenti!" bentak Collin.

Pria itu tidak menoleh.

Collin mengejar dengan pistol terangkat, tetapi tetap berhati-hati. Mahreen berada tepat di samping penculik. Tembakan yang salah bisa membahayakan putri kerajaan itu.

Orang-orang berhamburan menjauh dari gang ketika melihat seorang pria membawa wanita yang tampak lemas sementara seorang pengawal bersenjata mengejarnya.

"Tim Alpha, merapat ke pintu timur pasar!" teriak Lange melalui alat komunikasinya. "Upaya penculikan terhadap Princess Mahreen! Semua unit bergerak sekarang!"

"Dimengerti!" jawab suara dari radio.

Penculik itu berlari semakin cepat menuju sebuah van putih yang sudah menunggu di ujung gang.

Collin mengatupkan rahangnya. Jaraknya tinggal beberapa meter.

Jika pria itu berhasil mencapai kendaraan tersebut, situasinya akan menjadi jauh lebih sulit. Dengan pistol di tangan dan fokus penuh pada target, Collin mempercepat langkahnya, bertekad menghentikan penculikan itu sebelum Mahreen dibawa pergi.

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Ninik Rochaini
nah...rasain tuh Collin 🤣🤣🤣
Ninik Rochaini
🤣🤣🤣🤣...kasihan Collin 🤣🤣
Ninik Rochaini
woooww...kena banting nih🤭
Ninik Rochaini
Eman ATM e ilang...kawal trs Lange
Ninik Rochaini
weeehhh...di kuntit nih...
Ninik Rochaini
hmmm ..nasi Padang emang joss😍
Ninik Rochaini
kurang dingin Collin ny
Ira Resdiana
bukannya udh pernah ketemu lgs ya 4tahun lalu..
Hana Reeves: sudah nggak ketemu lagi selama itu jadi berubah dikit
total 1 replies
Ira Resdiana
naaah ini... Collin Lange .. samaan lah tu namanya udh nyerempet² gt wkwkwkwkwkw
Atiek Endang Mintarti
lisensi to kill??
kayak jam3s bond dong😄
Hana Reeves: 🤣🤣🤣. mamaciiihhh 🙏🙏🙏
total 1 replies
Citra Julinar
❤❤❤🌹🌹🌹🌹
Hana Reeves: mamaciiihhh 🙏🙏🙏
total 1 replies
Sita Diah Aviantie
typo 'Mahreen'
amilia amel
selamat ya marning dan Collin
duh bahagianya papanya Kenz dan Elina jadi role model suami idaman para gadis Pratomo
D_wiwied
akhirnya sah juga ya kalian berdua, happy wedding semoga samawa..
dok Lucky makin songong tu dijadiin role model pria ter green flag se klan Pratomo 😆🤭
Yuli Budi
samawa marning collin ..
Elsa Fanie
saking girang dan kembang kempis sampe tersandung y daysi 🤣🤣🤣🤣🤣,cuma JD Role model j kok, selamat marning jagung dan Collin cool samawa y
Ebhot Dinni
selalu 👍
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ebhot Dinni
happy wedding marning SM collin 🥰
Fitriana Muflihatul Afidah
yaah tamat dech.... next story
Marsiyah Minardi
Yeeeee Dok Lucky tersanjung sampai langit ke 7 ga tuh jadi idola ,jadi role model para ciwi ciwi high class klan Pratomo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!