NovelToon NovelToon
JERAT CINTA ALKA

JERAT CINTA ALKA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Selingkuh / Tamat
Popularitas:764.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: Apri Ana

Hanya demi sebuah ponsel keluaran terbaru, Amina rela menjual dirinya pada Alka, anak dari majikan ibunya.
Amina pikir cukup sekali tapi tidak untuk Alka.

Alka tidak melepaskan Amina, tidak akan pernah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Sore menjelang petang, Alka masih berada diruangannya, masih fokus menatap layar laptopnya.

Pintu terbuka, terlihat Raka memasuki ruangannya, "Pak saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya jadi saya akan pulang sekarang. Ini berkas terakhir yang Bapak minta." Raka menyodorkan sebuah berkas dimeja Alka.

"Ya pulanglah, terima kasih sudah bekerja keras hari ini."

Raka mengangguk dan segera berbalik namun suara Alka menghentikan langkahnya, "Apa cleaning service yang masuk siang sudah pulang?"

"Belum pak, mereka pulang pukul 7 nanti."

"Ah ya sudah, aku ingin dibuatkan kopi."

Raka mengangguk paham, "Saya akan meminta bagian pantry untuk-"

"Tidak perlu, pulanglah. Biar aku yang meminta sendiri." potong Alka yang langsung diangguki oleh Raka.

Setelah Raka keluar, Alka menelepon bagian pantry dan meminta Amina membuatkan kopi untuknya namun jawaban penerima telepon membuat Alka heran,

"Amina sedang membantu Kaka membersihkan toilet pak, apa boleh jika saya yang membuatkan?" tawar penerima telepon yang Alka yakini jika itu salah satu cleaning service yang sedang berada di pantry.

"Tidak perlu!" balas Alka lalu menutup panggilan.

"Membersihkan toilet bersama pria? Apa dia sudah gila!"

Alka beranjak dari duduknya, Ia keluar dan mencari keberadaan Amina.

Beruntung kantor sudah sepi, banyak yang sudah pulang jadi Alka bisa bebas mencari keberadaan Amina.

Satu toilet, dua toilet hingga toilet terakhir yang berada di lantai bawah paling pojok. Alka ragu namun Ia tetap kesana hingga Ia mendengar suara dari luar.

"Sialan, cewek murahan aja sok jual mahal."

Suara seorang pria yang mengumpat bersamaan dengan suara yang Alka yakini milik Amina. Suara Amina minta dilepaskan.

"Apa yang mereka lakukan!" geram Alka langsung mendobrak pintu yang dikunci dengan satu kali tendangan.

Alka bisa melihat Seorang cleaning service pria sedang mengukung Amina yang terkejut menatap ke arahnya.

Kaka segera melepaskan Amina membuat Amina berlari ke arah Alka.

"Pak tolong, Kaka mau melecehkan saya." adu Amina dengan suara serak hampir menangis bahkan mata Amina saja sudah memerah dan terlihat ketakutan.

Alka menatap tajam ke arah Kaka yang terlihat sangat takut, "Tidak pak, saya tidak melecehkan. dia yang menggoda saya!" Kaka membela diri.

Amina melotot tak percaya apalagi Alka langsung menatap ke arahnya dengan tatapan menuduh.

"Bohong, dasar brengsek! Kau hampir melecehkanku!" teriak Amina tak terima.

"Kau gila, banyak gadis cantik yang mau bersamaku disini untuk apa aku melecehkanmu!" balas Kaka sengit.

"Saya benar benar tidak bohong pak." ucap Amina lagi membela diri dan berharap Alka percaya.

"Buatkan aku kopi." pinta Alka.

Amina menatap Alka tak percaya, situasi dan kondisi sedang seperti ini dan Ia malah diminta membuat kopi?

"Buatkan aku kopi dan segera bawa ke ruanganku. Sementara kau," Alka menunjuk ke arah Kaka.

"Lanjutkan pekerjaanmu!" ucap Alka lalu segera pergi dari sana.

Amina menatap punggung Alka tak percaya, Sama sekali Ia tidak mendapatkan perlindungan dan malah membiarkan Kaka begitu saja.

Amina kembali menatap ke arah Kaka yang menyerigai, "Udah gue bilang nggak bakal ada yang percaya sama Lo, dasar pelacur!"

Amina mengepalkan tangannya dan segera pergi dari sana.

"Lo lama banget, pak Bos minta kopi tuh." kata salah satu cleaning service yang berjaga dipantry.

"Ini juga mau dibuatin." suara Amina terdengar serak menahan tangis.

"Lo nangis? Abis dimarahin kan pasti?"

Amina menggelengkan kepalanya, "Aku nggak apa apa." ucap Amina segera keluar membawa kopi buatannya.

Amina memasuki ruangan Alka, terlihat Alka masih duduk di kursinya sambil menatap layar laptopnya.

Amina meletakan kopi dimeja dan tidak berniat mengucapkan apapun.

"Kau akan membersihkan ruangan ini?" tanya Alka saat Amina berbalik hendak keluar.

"Tidak pak, saya sudah membersihkan sore tadi lagipula ini hampir jam pulang."

Alka menghela nafas panjang, Ia menyeruput kopi hangatnya lalu tersenyum, "Pahit, apa kau sengaja?"

Amina menundukan kepalanya, Ia memang sengaja tidak memberikan gula pada kopi buatannya agar Alka tahu jika Amina sedang kecewa dengannya saat ini.

Alka berjalan mendekati Amina yang masih menundukan kepalanya, Alka mengangkat dagu Amina agar menatap ke arahnya.

"Kenapa harus ditahan? Seharusnya kau menangis agar membuatmu merasa lega."

Amina tersenyum kecut, "Tidak perlu menangisi apapun, dunia kadang memang tak adil untuk orang kecil dan miskin seperti saya."

Alka menghela nafas panjang, "Dimana pria itu menyentuhmu?"

Amina terkejut, ternyata Alka tahu? Tapi kenapa Alka tidak membelanya dan menghukum Kaka?

"Apa bibir kotornya sudah menyentuh ini?" tanya Alka yang saat ini menyentuh bibir Amina.

Amina menggelengkan kepalanya, "Bagian mana yang sudah dia sentuh, Aku yang membersihkan!"

Amina lagi lagi menggelengkan kepalanya, Ia akhirnya tak tahan lagi untuk tidak menangis,

"Katakan dimana pria itu menyentuhmu, biarkan aku yang membersihkannya." ucap Alka yang membuat Amina semakin terisak.

Alka mendorong tubuh Amina hingga menempel pintu, Ia segera mencium bibir Amina, mengusap usap setiap bagian tubuh Amina yang mungkin disentuh oleh Kaka.

Terlihat seperti mencari kesempatan namun Amina malah menikmatinya, Amina menghentikan tangisannya dan mengikuti permainan Alka hingga Ia merasa sesak sudah tidak bisa bernafas barulah Alka melepaskan ciumannya.

"Sekarang sudah bersih dan kau tidak perlu takut lagi."

Amina mengangguk, Ia membuka pintu dan segera keluar dari ruangan Alka.

Deg ... Deg... Deg... Suara jantung Amina yang berdegup sangat kencang.

"Kenapa aku diam saja saat Pak Alka menciumku? Bukankah seharusnya aku melawan?" batin Amina lalu menggelengkan kepalanya, Ia merasa tak sadar hingga mengikuti permainan Alka.

Amina kembali ke pantry, melihat semua temannya sudah pulang Amina pun bersiap untuk pulang.

Amina buru buru keluar karena Ia tak mau lagi bertemu dengan Kaka.

Amina berjalan sendirian hingga sebuah mobil berhenti tepat disebelahnya, "Masuklah." suara pemilik mobil saat membuka kaca dan Amina bisa melihat siapa dia.

Amina menggelengkan kepalanya, "Tidak pak, kontrakan saya dekat."

"Masuk saja atau kau mau bertemu dengan Kaka lagi."

Mendengar nama Kaka membuat Amina takut, segera Amina memasuki mobil Alka.

Alka tersenyum puas, "Kau masih mengontrak?"

Amina mengangguk karena Ia tak memiliki uang yang banyak untuk membeli rumah.

"Kau ingin ku belikan rumah?" tanya Alka membuat Amina menatap ke arahnya penuh tanya.

Alka tersenyum yang akhirnya Amina tahu apa maksud Alka mengatakan itu.

"Tidak pak, jika Bapak menginginkannya lagi, saya tidak mau."

"Kenapa?" Alka terlihat kecewa.

"Dulu saya melakukan itu karena terpaksa dan sekarang saya tidak mau melakukannya lagi, jika Bapak menginginkannya cari saja wanita lain."

Alka menghela nafas panjang, segera melajukan mobilnya tak mengatakan apapun lagi.

"Disini saja pak, kontrakan saya masuk gang sempit." pinta Amina yang langsung diangguki Alka.

Alka menghentikan mobilnya, melihat Amina bersiap untuk turun.

"Buka dasboard itu dan ambil barang yang ada disana, itu milikmu." pinta Alka menujuk ke arah dasboard yang ada didepan Amina.

Amina menurut saja dan terkejut melihat isinya,

"Itu milikmu,"

Bersambung....

1
You Bitch
Di Paris, bukan Diparis
Selfi Polin
juan org baik jdi apapun yg dia mau terkabul🤣🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
pancingannya bagus banget wkwk cewek suhu ditanya main udah paham arah nya kemana, coba cewek polos beneran dipikir ngajak main timezone yg ada 🤣
Bunda Dzi'3
amina cita2nya kok jdi berubah... kan cita2 amina jdi dokter
Win Arti
caper si alka ameena😄
JR Rhna
diulang lagi.kan sudah diberitahu baru menikah beberapa hari lepas
JR Rhna
bukannya suda ketemu tempat kuliah?
Muna Junaidi
Hadirrr thorrr
JR Rhna
🤣🤣
Duwie Sartika
lah,, di kasih sama sarah bilang ga mau kl blm ada ikatan... lah ini sekalinya kang teh celup juga 🤣
Yeni Fitriani
lagi lagi sdh kubilng novelnya bagus cm autor nya tdk mencatat point penting dlm bab2 yg tlah lalu.....di bab wkt surti dan amina msh ker6di rmh alka bik Surti bilang klo cita2 amina mau jd dokter....lah skrg pas ngibrol sm alka bik surti bilang cita2 amina mu jd guru.🤣 sepele tp bikin pr reader kurang nyaman.🙏maaf ya autor
Yeni Fitriani
novelnya bagus tp sayang sprti ya autor nya kurang mengingat isi bab2 yg tlah lalu jdnya agak kurng konsisten isinya.....di bab awal wkt alka br mau pindah perusahaan di bilang jarak luar kotanya cm 1 jam.....lah giliran pas pulang gegara di telpon mamanya malah jarak luar kotanya jd 3 jam perjalan darat🤦🏻‍♀️ dikit sih tp cukup membuat berdecak sebal para reader
RatuElla11: halo ka, mampir juga yuk ke karyaku "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
Yeni Fitriani
ceritanya bagus tp agk gak masuk akal di suasana rmhnya sj......biasanya orjay pemilik perusahaan akan puny byk pembantu di rmh ortu nya lah ini cm satu suarti doang udh gt surti berhenti rmh ibunya jd gak punya ARTsatupun🤣beres2 rmh masak cuci baju siapa yg kerjain sdngkan mamanya alka sibuk sosialita 🤣
Yeni Fitriani
orkay yg sederhana makan mlmnya sayurasem😁
Halimatusaidah
bagus, rekomen buat di bacaaa
RatuElla11: halo ka, mampir juga yuk ke karyaku "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
alin soebank
modus
alin soebank
😆😆😆😆😆😆😆😆
Lilis K. Lumban Gaol
🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
BODOH bin OON..
Qaisaa Nazarudin
Karier ada pasang surutnya Tapi berbakti kepada suami dan rumah tangga akan bahagia selamanya,asal bukan salah pilih pasangan..Alka hidup bahagia dengan Amina,Sedangkan kamu...ckk kasihan banget..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!