NovelToon NovelToon
Penjelajah Waktu, Hidup Dizaman Ajaib

Penjelajah Waktu, Hidup Dizaman Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Manusia Serigala / Dunia Lain / Spiritual / Matabatin / Time Travel / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: ara putri

Saat ia terbangun pertama kali ia mendapati dirinya telah melakukan perjalanan waktu kezaman kuno. Yang lebih membuat dirinya terkejut ia tidak hanya terlempar kezaman biasa, tapi zaman Ajaib yang membuat dia sangat takjub.


"Mereka bukanlah manusia biasa, tapi manusia serigala?"


Saat ia masih belum terbiasa untuk hidup dizaman ini cobaan malah datang silih berganti. Abella tidak hanya harus membatu kakaknya yang tiba-tiba kehilangan kekuatannya, tapi dia juga harus menghadapi kegilaan pangeran dari bangsa jin. Belum lagi para siluman dan Iblis yang selalu memburunya.

Gadis yang dulu dianggap lemah entah sejak kapan menjadi keinginan semua orang.


Mampukah ia menjalani hidup barunya?

Simak terus cerita author ya, semoga membantu pembaca terhibur 🙏😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diserang siluman ular

Perjalanan mereka masih sangat panjang, meskipun melewati hutan yang lebat pendek dan terlihat mudah, tapi sebenarnya tidaklah mudah.

Hutan Savana adalah hutan yang penuh tipu daya, meskipun terlihat indah tapi bahaya bisa mengintai dimana saja. Apalagi hutan ni benar-benar seperti menyihir mata manusia, bila dipandang terlihat jaraknya dekat, tapi bila ditelusuri malah sangat jauh membuat kaki lelah melangkah.

"Uh... Ini terlalu panas, lihatlah kulitku sudah memerah karena panas." Kulit hewan yang membukus tubuhnya tak benar-benar menutupi sempurna, bagian yang tak terlindungi sudah memerah karena terbakar cahaya matahari.

Cuaca benar-benar terik, belum lagi persediaan air minum telah habis, perutnya juga mulai terasa lapar. Abella putus asa, apa yang harus ia lakukan.

Oh... ngomong-ngomong tentang Siluman Elang yang bersamanya beberapa saat lalu telah menghilang, entah terbang kemana dia. Sekarang ia hanya bisa melangkah sendiri, menyusuri hutan dengan kakinya yang penuh luka.

"Roarrrr...." suara elang terdengar nyaring. Tak berapa lama ia mulai memutar dan mendarat dengan baik. Saat menyentuh tanah wujud elang itu langsung berubah menjadi pria gagah seperti biasa.

Baru saja ia memikirkannya, Tuan Bruno telah datang. Abella merasa sedikit lega, setidaknya ia tidak sendirian ditengah hutan.

"Kau kemana saja? mengapa pergi begitu lama?"

Si tuan elang besar tak menjawab, tapi ia mengeluarkan sesuatu yang terbungkus dari balik sayapnya.

"Apa itu?" Abella penasaran sekali.

Saat ini mereka sedang berteduh di sebuah pohon yang tidak cukup besar, meskipun cukup sejuk tapi rasa panas masih terasa.

"Buah hutan,"

Abella tak menyangka, Elang besar itu pergi bukan meninggalkannya, tapi teng pergi mencari makanan untuk mereka makan. ia merasa perhatian dari elang besar itu, membuatnya merasa sedikit canggung.

"Aku hanya menemukan buah ini didekat hutan, makanlah."

Dengan sedikit ragu ia menerimanya. Buah di tangannya menyerupai apel hijau, tapi tidak sesempurna appel dimasa depan yang cantik dan bulat.

"Ini buah apa? apakah appel?" tanyanya.

Tuan Bruno angkat bahu tak tahu, "aku tidak tahu namanya. Saat mencari makanan aku menemukannya di tepi jurang, setelah memastikan buah ini tidak beracun aku membawanya kembali."

Abella mengerti, dizaman ini orang-orang mana tahu nama buah. Mereka hanya tahu jika ditemukan dan tidak beracun mereka akan memakannya saja. Tidak ada yang peduli jenis, nama atau apapun.

Ia mulai mengigit buah itu dengan suapan besar. Tapi saat ia mulai mengunyahnya rasa asam memenuhi mulutnya.

"Asam sekali,"

Siapa yang menyangka Appel liar ternyata lebih Asam dan sedikit sepat, benar-benar berbeda jauh dengan Appel dimasa depan. Tapi karena lapar ia tetap memakannya, setelah menghabiskan dua buah ia tak mampu lagi memakannya.

Karena rasa lapar dan hausnya sedikit berkurang, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini tuan Bruno tidak lagi terbang dan meningkatkan Abella, ia memilih berjalan bersama.

Saat Matahari mulai turun, rasa panas mulai berkurang. Mereka hampir meningalkan hutan Savana.

Tapi tiba-tiba tuan Bruno berhenti mendadak, "Berhenti!"

"Ada apa?"

"Ada yang telah menanti kita di depan."

Baru saja kata-kata tuan Bruno selesai angin kencang membuat mereka terkejut. Itu bukan angin biasa, tapi angin yang dihembuskan oleh sesuatu yang melintas cepat didekat mereka.

Abella mengangkat alisnya dan berdiri diujung jalan. Ketakutan akan melupakan semua kekuatan, itulah yang ia rasakan saat melihat segerombolan manusia berekor ular telah menghalangi jalan mereka.

Ia pikir hutan yang sedikit tandus ini ia tidak akan menemukan siluman, tapi siapa sangka di manapun ia melangkah selalu saja ada iblis yang mengintai.

Angin dingin mengacak dedaunan, saat angin itu menyapu wajah siluman itu rambutnya tersipak memperlihatkan sisik hitam yang menutupi leher siluman itu. Dia sangat mengerikan, taringnya yang tajam, lidah panjang yang bercabang terus terulur seakan ingin memakan mereka.

"Tuan Elang, apa yang harus kita lakukan?" ia bertanya dengan gugup. Tak masalah bila siluman itu hanya satu ekor, tapi masalahnya mereka lebih dari selusin berdiri dengan tubuh meliuk-liuk.

Tuan Bruno wajahnya terlihat mengelap dengan mata elang penuh ketidak senangan. Bangsa Ular adalah bangsa yang paling dibenci oleh bangsa Elang. Mereka selalu bertarung, tidak peduli siapa yang lebih kuat hanya yang menang yang bisa kembali.

"Aku akan memakannya!"

"Tapi mereka sangat besar. Kau yakin bisa mengalahkannya?"

"Kau meragukan ku?"

Tidak. Abella tidak ragu, ia tahu elang adalah makanan untuk elang, tapi masalahnya sekarang berbeda. Ini dunia ajaib, dimana ilmu spiritual yang lebih tinggi yang menjadi pemenang, tidak peduli itu elang atau ular, selama level mereka lebih besar mereka bisa mengalahkan yang lemah.

"Tapi...."

Saat mereka masih sibuk, Iblis siluman ular telah mendekat. Jaraknya hanya beberapa meter, memperlihatkan taring tajamnya yang dijilati lidah bercabang.

Melihat mereka semakin dekat Abella memilih mundur selangkah, "apa mau kalian?"

"Hisss.... anak kecil... berikan ramuan itu padaku," suara serak dan penuh desis seperti seekor ular bergema ditelinga.

Abella tidak tahu. Tujuan Iblis itu datang jelas karena mencium bau harum dari ramuan keabadian yang gadis itu bawa.

Sebenarnya tidak hanya siluman ular. sepanjang jalan banyak siluman yang tergoda untuk mencuri ramuan itu dari Abella, hanya saja Gadi itu tidak pernah jauh dari Elang besar yang memiliki kekuatan luar biasa, itu membuat mereka segan.

Berbeda dengan Iblis Siluman Ular. Mereka memiliki kekuatan yang setara, selain kuat mereka juga sangat licik. Menghadapi satu elang dan satu anak manusia ia merasa tidak sesulit.

Abella menjadi marah setelah mendengar permintaan siluman itu. Ia menggenggam erat tas kulit ditangannya.

"Jangan Mimpi! Aku tidak akan memberikannya padamu!"

"Kau hanya gadis lemah tanpa kekuatan apapun. Ingin melawanku heh.... Hisssss...."

Merasa keberadaannya diabaikan tuan Bruno menjadi kesal. Sudah jelas dia berdiri disamping gadis ini, para ular jelek ini malah berani mengatakan akan mencuri didepannya.

"Apa kau buta?" Si Elang besar mendengus dingin, "dia memang lemah, tapi apa kau tidak melihat aku disini Iblis jelek?"

"Apa peduliku? Seekor Elang lemah, aku tidak peduli."

Tadi mengabaikannya, dan sekarang terang-terangan mengatakan dirinya lemah. Bruno merasa harga dirinya dilecehkan langsung bertranformasi kebentuk Iblisnya.

"Roarrrr.....(lihat bagaimana aku akan memotong-motong tubuh jelekmu, ular bau!)"

Sayapnya yang besar mulai menukik terbang. Lalu berputar tajam menuju siluman ular. Jelas serangan ini tidak main-main, jika saja Paruhnya yang besar mengigit tubuh ular itu pasti akan tercabik-cabik.

"Hisssss....(Dasar eleng jelek ini, kenapa suka sekali ikut campur. cepat tanggap dia, lilit sayapnya sampai mati!)" Ketua dari ular itu memberi perintah pada kawanan lain dengan suara ularnya yang hanya dimengerti oleh para siluman.

Belasan siluman ular dan melawan satu Elang besar, benar-benar lawan yang tak seimbang.

Tuan Bruno sibuk menghadapi siluman yang lain. Sedangkan Pemimpin siluman ular mengejar Abella yang ingin melarikan diri.

"Berikan Ramuan itu, dan aku akan membiarkan mu hidup."

Abella menggeleng keras. "Tidak akan. Aku tidak mau memberikannya."

"Dasar manusia lemah, kau mau melawanku? Hisss..."

Dirinya semakin terpojok. Abella sangat ketakutan, saat ia ingin meminta tolong pada Tuan Bruno ia menyadari siluman elang itu juga kewalahan melawan puluhan siluman ular yang tidak lemah.

"Sial!"

Kali ini ia benar-benar menyesal terlahir menjadi gadis lemah yang tidak bisa apa-apa. Andai saja ia memiliki sedikit kekuatan, setidaknya ia bisa memukul beberapa kali siluman jelek ini.

Dirinya semakin terpojok. Dibelakangnya ada jurang yang dalam, jika ia melangkah mundur lagi ia akan jauh, tapi bila ia maju siluman itu akan membunuhnya.

"Pergi!!"

"Berikan ramuan Ajaib itu..."

"Tidak! Ini untuk kakakku. Kau tidak boleh mengambilnya," ujarnya dengan suara ketakutan.

"Kalau begitu bersiaplah untuk mati...hisssss..."

Lidah siluman itu semakin dekat hampir menyentuh wajahnya. Abella benar-benar gemetar ketakutan, saat ia ingin mundur kembali ia merasakan pijakannya telah habis.

"Ya Tuhan, apa kali ini aku akan mati?" ia mulai berpikir untuk melompati saja, tapi jurang itu tidak terlihat dasarnya. ia sangat takut.

"Seharusnya aku mendengarnya... Andai saja aku tidak pergi dari jin baik itu, aku pasti tidak akan melewati ini." Abella mulai berpikir, jika dia selamat kali ini sepertinya ia harus meminta maaf pada jin yang dulu menyelamatkannya.

****

1
Wiji Lestari
waduh
Fahreziy
nexk
Ara putri: siap kak fahreziy
total 1 replies
Maria Lina
wkwj ngakak
Maria Lina
kok 1 thor lgi donk thor ya ya
Maria Lina
sbr bruno hehe
Maria Lina
moga tiap hari up n double ya thor ni hadia untuk mu💪💪🙏🙏😍😍
Ara putri: terimakasih kakak. insyaallah ya
total 1 replies
Fahreziy
nexk
Maria Lina
outhor klo bisa tiap hari up nya ya jgn gk up ud buat cerita gk pernah up kayak du sebelah ya thor💪💪🙏🙏
Ara putri: insyaallah kak sayang. author malas up juga karena pf gak beri imbalan yang sesuai. jadi mohon maaf ya kalau kalian kecewa dengan mood authornya🙏
total 1 replies
Maria Lina
outhor jgn lh buat cerita ud tu ilang ya
Nurul Aisyah
lanjut KK
Fahreziy
nexk
Nurul Aisyah
lanjut KK 😍😍
Nurul Aisyah
lanjut kkk jgan lama2
Maria Lina: gk akan kk klo bgus ceritanya
total 2 replies
Siska Sutartini
si bruno yg terbakar api cemburu lah kok malah nyuruh kakaknya abella buat misahin mereka. ciee cemburu 😄
Ara putri: bener kayaknya🤭
total 1 replies
Fahreziy
nexk
Fahreziy
👣👣👣👣👣
Nurul Aisyah
lanjut kkk
Musdalifa Ifa
selamat author dan yakin lah semuanya sudah rencana ALLAH mungkin belum tapi akan
Ara putri: terimakasih kakak, tetap semangat kok💪
total 2 replies
nanuna26
sudah ku kasih setangkai bunga
Ara putri: terimakasih kakak baik😍
total 1 replies
Narimah Ahmad
ku baca🤭
Ara putri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!