Novel Ketigabelas💛
Kirana adalah seorang ibu tunggal dengan satu orang anak perempuan yang masih SMP. Suatu hari, Sienna, putri dari Kirana, bersama dengan teman-temannya dan didampingi oleh sang ibu, datang ke sebuah konser boy group asal Korea Selatan, Stray Kids.
Tanpa sengaja Kirana bertemu dengan Hyunjin, center dari grup idola tersebut dan secara ajaib mereka saling jatuh cinta. Segala kerumitan terjadi setelahnya. Namun bukannya membuat hubungan mereka berakhir, hubungan Kirana dan Hyunjin malah terjalin lebih kuat.
Bagaimana kisahnya? Apakah akhir bahagia akan Kirana dan Hyunjin dapatkan?
Unofficial Soundtrack: Always Love (D4vd ft. Hyunjin)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Perjanjian
Hyunjin langsung membentengi Kirana dari managernya itu. Hyunjin terlihat marah sekarang. Kirana pun mendekat pada Hyunjin.
"Ada apa? Apa aku membuat masalah?" tanya Kirana gelisah saat ia mendapatkan kesempatan untuk bertanya.
Pria korea itu pun berkata dalam bahasa Inggris. "Ya. Kau akan membuat masalah nantinya walaupun sekarang belum!"
"Tidak, Kiran. Biar aku yang urus," ujar Hyunjin.
Lalu Kirana menggenggam tangan Hyunjin. "Biarkan aku tahu, agar aku tidak membebanimu. Aku mohon."
"Kiran, kau bukan beban." Hyunjin menegaskan.
"Kalau begitu, biarkan aku tahu masalahnya," desak Kirana. Jika alasan Hyunjin berdebat dengan sang manager adalah dirinya, ia tidak bisa tinggal diam.
"Begini, Nona," ujar manager itu tanpa menunggu persetujuan Hyunjin. "Hubunganmu dengan Hyunjin adalah masalahnya. Tidak seharusnya Hyunjin menjalin hubungan denganmu seperti ini. Karirnya bisa hancur jika kabar kalian diketahui oleh orang lain. Tidak hanya Hyunjin yang hancur, Stray Kids juga akan hancur, seluruh agensi akan kacau!"
"Aku berjanji itu tidak akan terjadi, kami hanya akan bertemu di kamar hotel seperti ini. Kami tidak akan terlihat di muka umum. Sama sekali tidak akan. Aku tidak akan ceroboh," tegas Kirana meyakinkan.
"Dia minta kamu menandatangani NDA(Non-Diclosure Agreement), semacam surat perjanjian kerahasiaan. Aku mengatakan tidak perlu, tapi dia memaksa. Aku tidak mau kau merasa tak nyaman dan merasa hubungan kita semakin tidak normal. Sekarang saja banyak hal yang membuat hubungan kita tidak bisa berjalan seperti pasangan yang lain, aku tidak mau lebih membebanimu lagi," terang Hyunjin.
Kirana tahu sejak awal hubungan mereka tak akan bisa terjalin seperti pasangan lain. Resiko itu sudah Kirana pikirkan.
"Tidak apa-apa. Aku bersedia menandatangainya jika memang perlu."
"Benarkah?" tanya Hyunjin. "Apa kau tidak keberatan? Masalahnya banyak poin di dalam perjanjian itu yang mungkin membuatmu kesulitan."
"Aku akan melihatnya dulu," ujar Kirana menenangkan.
Lalu manager itu mengatakan sesuatu dalam bahasa Korea seakan mengatakan hal semacam 'apa aku bilang? Ini bukan masalah yang besar yang akan membebaninya', atau semacamnya.
Kemudian manager itu pergi.
"Kenapa dia pergi?" tanya Kirana tidak paham. Ia kira ia harus menandatangani surat perjanjian itu segera.
"Ia akan datang lagi besok, bersama dengan pengacara agensi. Kiran, maafkan aku. Aku sangat percaya padamu, tapi managerku tetap menginginkan perjanjian itu untuk... kamu tahu, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari," terang Hyunjin merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, Hyunjin. Aku paham sekali, managermu hanya mengkhawatirkanmu. Kamu adalah tulang punggung agensi, jika terjadi sesuatu denganmu, semua sendi di dalam agensi pasti akan kacau. Aku tidak masalah harus menandatangani surat itu. Yang terpenting kau tidak dilarang menjalin hubungan denganku."
Kirana melingkarkan tangannya di sekeliling pinggang Hyunjin dan menariknya mendekat. Di istirahatkannya kepalanya pada dada Hyunjin. Hyunjin pun membalas apa yang Kirana lakukan.
"Sudah lebih dari lima tahun setelah aku debut. Jadi aku diperbolehkan untuk menjalani kehidupan percintaanku. Syukurlah jika kamu tidak mempermasalahkannya. Terima kasih karena sudah begitu pengertian dengan situasiku, Kiran."
"Sama-sama. Kau tidak perlu berterima kasih seperti itu."
Kemudian keesokan harinya Kirana bertemu dengan pengacara agensi yang membawakan surat perjanjian itu di sebuah restoran dekat hotel. Poinnya ternyata begitu banyak. Pantas saja Hyunjin merasa keberatan Kirana harus mengikuti prosedur yang merepotkan ini. Kirana bahkan berdiskusi tentang poin-poin dalam surat perjanjian itu hingga dua jam lamanya.
Ternyata seketat ini jika ingin menjalin hubungan dengan seorang idola K-Pop. Tapi semua bisa Kirana pahami, karena memang sepenting itu privasi bagi para idol Korea. Tidak seperti artis Indonesia atau Hollywood yang mengumbar kehidupan pribadi mereka untuk dikonsumsi publik, di Korea agensi sangat menjaga privasi para artisnya.
Setelah bertemu dengan pengacara dan menandatangai surat itu Kirana kembali ke kamar hotel. Hyunjin baru saja selesai melakukan live untuk menyapa para penggemarnya.
"Hai, Babe," sapa Hyunjin yang duduk di kursi, menghadap ke sebuah laptop yang masih terbuka di depannya.
"Kau sudah selesai live? Kau yakin sambungannya sudah terputus?" tanya Kirana memastikan.
"Sudah," ujar Hyunjin sambil menutup laptop. "Kemarilah."
Hyunjin mengulurkan tangannya dan diraih oleh Kirana. Ia membimbing Kirana untuk duduk di pangkuannya. "Sudah menandatangani perjanjian itu?"
"Sudah. Tidak kusangka poin yang harus disetujui sangat banyak," keluh Kirana. "Dan ternyata aku tidak bisa memberitahukan hal ini pada Sienna."
Melihat wajah sedih Kirana, Hyunjin merasa bersalah.
"Aku harus merahasiakan ini dari semua orang, bahkan putriku sendiri," lirih Kirana.
"Maafkan aku," sesal Hyunjin. "Itulah kenapa aku tidak ingin kau menandatangani NDA itu. Apa ada poin tentang denda finansial juga?"
"Iya ada. Jumlahnya sangat besar. Jadi aku harus sangat berhati-hati sekarang," ucap Kirana gugup. Padahal tanpa perjanjian itu, Kirana memang sudah bertekad tidak akan membocorkan apapun kepada siapapun, kecuali pada Sienna.