Hallo guys ini novel pertama aku, maaf kalo banyak typo
Novel ini menceritakan
Seorang anak perempuan berusia 13tahun yang menyaksikan pertengakaran kedua orang tuanya, karena sang ayah mempunyai istri dan anak selain momy dan dirinya.
anak itu bernama RANIA PUTRI HERMAWAN, anak dari pengusaha sukses nomor1 se Asia HERMAWAN COMPANY.
7tahun kemudian
Rania berganti nama menjadi RANIA PUTRI REGANINDRA dan menjadi ceo di REGANINDRA GROUP perusahaan nomor 2 di dunia menggantikan sang kakek, selain itu ia juga ceo di RPR COMPANY yang di dirikannya sendiri tanpa sepengetahuan momy, nenek, dan kakeknya dan menjadi leader misterius mafia terkejam nomor 1 didunia GOLD DRAGON.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ayu candra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua puluh
Skip mall xxx
Hari ini Rania menyetir sendiri mobil mewahnya membawa grandpa dan grandma nya karena tidak mau diganggu oleh siapapun hanya mereka bertiga.
Sesampainya di parkiran mall, Rania memarkirkan mobil mewahnya dan turun menggandeng tangan grandpa dan grandmanya dengan senyum mengembang
" Silahkan Raja dan Ratu” bergaya seolah olah sebagai pelayan
" Terimakasih sayangku, kau ada-ada saja" ucap grandma tersenyum bahagia begitu juga dengan grandpa menanggapinya dengan senyuman terindahnya
" Ayo grandpa grandma hari ini aku akan memanjakan kesayanganku ini" merangkul grandpa dan grandmanya dan mengajak mereka memasuki mall
Setelah itu mereka memasuki pusat perbelanjaan disana. Melihat grandpa dan grandmanya senang membuat Rania tersenyum bahagia.
TRING
TRING
TRING
" Sebentar ya grandpa grandma Rania mau ngangkat telpon dulu, dari kantor takutnya penting" pamit Rania dan diangguki mereka
" Iya sayang jangan lama-lama" ucap grandma
Setelah Rania meninggalkan tempat perbelanjaan itu, terdapat rombongan laki laki berbadan tinggi besar yang mencurigakan memasuki mall, dan ternyata mereka adalah sekelompok perampok yang sudah menyusahkan masyarakat beberapa hari ini, dengan banyak merampok bank, mall dan tempat-tempat yang banyak pengunjung lainnya.
DOR DOR DOR
Suara tembakan yang dilepaskan oleh perampok agar semua yang ada di mall merasa takut dan tunduk terhadap perintah sang perampok.
Rania setelah mengangkat telpon dari kantor, ia menuju ke kamar mandi karena ingin membuang air kecil, dan tiba tiba ia mendengar suara tembakan yang terlepas di dalam mall segera pergi kesumber suara tembakan dengan hati-hati dan juga khawatir akan kondisi grandma dan grandpanya.
" Hey merunduk kalian semua, dan jatuhkan hp kalian. Jangan ada yang coba-coba menghubungi polisi" perintah ketua perampok menggunakan toa agar kedengaran
Melihat orang yang memerintah sepertinya si ketua perampok pengunjung mall dan semua karyawan mall menjadi takut
Ada salah satu pengunjung mall yang berusaha menghubungi pihak berwajib dan di pergoki oleh salah satu perampok, saat itu juga perampok itu merampas telponnya langsung menjambak wanita yang berusaha menelpon tadi
“ Auhhh tolong lepaskan saya tuan" rintihan wanita itu
PLAK
Suara tamparan dari salah satu perampok ke wanita tadi, membuat pipinya memerah dan sudut bibirnya pecah mengeluarkan darah
" Sudah kubilang jangan coba-coba menelpon polisi tapi kau tak mendengarkan ucapanku b**doh" ucap perampok 1
" Ampun tuan maafkan aku" ucap wanita itu dengan derai air mata ketakutan dan juga kesakitan
Rania yang melihat kejadian itupun merasa geram, tapi ia tidak boleh gegabah karena di dalam mall terdapat banyak sekali pengunjung. Mengingat ia sangat takut jika ada korban akibat perampokan itu.
" Cepat serahkan barang-barang berharga kalian kesini !" perintah ketua perampok untuk menyerahkan barang mereka
Semua pengunjung mall menyerahkan barang-barang berharga mereka pada perampok termasuk grandpa dan grandma Rania
Sebelumnya Rania sudah memberi kode terhadap grandpa dan grandmanya agar menuruti apa yang diperintahkan para perampok itu
DUG
Rania yang mendengar suara sesuatu jatuh membelalakkan matanya karena melihat grandpanya di tendang dengan kasar oleh perampok karena tidak berlutut. Kalo ada yang tanya kenapa grandpa tidak berlutut karena dia merasakan kakinya sakit kalau di suruh berlutut lama-lama, makannya dia berusaha untuk berdiri.
' Kurang ajar mereka berusaha melukai grandpaku, awas saja kubuat kalian tidak bisa melihat dunia lagi’ batin Rania dengan amarahnya, amarahnya sudah tidak terkendali lagi, ia segera memakai maskernya dan menuju para perampok itu
" Hey perampok b*doh kalian sudah bosan hidup ya merampok disiang bolong begini" ucap Rania dengan nada dinginnya
" Siapa kau? Kenapa kau tidak merunduk ha? Apa kau mau ku habisi sekarang" ucap perampok menodongkan pistolnya kearah Rania
" Heh, memangnya kau siapa mau menghabisiku" tanya Rania tersenyum miring dan menangkis pistol perampok itu dan memelintir tangannya ke belakang
" Awhh beraninya kau Ja**ng sok jagoan disini, akan kub*nuh kau” ucap perampok berusaha melepaskan pelintiran tangan Rania
" Huh coba saja kau bun*h aku kalau bisa... krekk...krakk...bug" ucap Rania mematahkan kedua tangan perampok dan menendangnya sampai tersungkur
" Hey kau perempuan j*lang beraninya kau ikut campur urusan kami, semua serang j*lang itu jangan sampai dia masih hidup" teriak ketua perampok dan mereka semua segera menyerang Rania
Semua pengunjung mall hanya bisa berdoa dan ketar ketir melihat pertempuran yang tidak seimbang antara 1 perempuan dan sekumpulan perampok sekitar 20 orang
Grandpa dan grandma merasa takut karena mereka hafal sekali itu Rania terlihat dari pakaian yang dia pakai begitu juga perawakannya yang sangat mirip cucu mereka
Hanya 2 menit semua perampok sudah terkapar tidak berdaya diatas lantai yang dingin itu dengan luka luka yang sangat parah, tulang patah, cidera dan tidak lama polisi pun datang ke dalam mall membereskan semua perampok itu.
Rania tidak memanggil geng mafianya Gold Dragon karena tidak ingin menjadi tambah runyam, kalian tau sendiri siapa yang tidak tau organisasi mafia dunia bawah yang berkuasa di dunia, mafia terbesar, mafia yang berkuasa diatas mafia-mafia lainnya. Jika mereka membantunya akan membuat dunia gempar dalam sekejap.
Oh ya kalau ada yang nanyain orang yang nendang grandpa tadi, Rania tidak jadi mem**nuhnya karena di tempat umum dan tidak mau membuat semua gempar atas pembunuhan yang akan ia lakukan. Jadi Rania memutuskan untuk mematahkan kedua tangan dan kakinya karena berani-beraninnya menyakiti grandpanya
Setelah itu Rania segera menghilang dari pandangan semua orang yang disandera perampok tadi dan menuju ke arah grandpa grandmanya, ia tau bahwa grandpa grandmanya sudah mengetahui bahwa yang menolong mereaka adalah dia, jadi Rania masih menggunakan maskernya dan mengajak grandpa dan grandmanya segera pergi dari area mall.
Di dalam mobil
" Sayang apakah kau tidak terluka karena perampok tadi? Grandma sangat mencemaskanmu... bagaimana kau bisa mengalahkan mereka semua sayang? Lain kali jangan melakukan itu lagi sayang kami sangat mencemaskanmu” ucap grandma khawatir dan membolak balikkan tubuh Rania memeriksa apakah ada yang luka di tubuh cucunya
" Rania gapapa kok grandma...grandpa jangan khawatir. Oh iya bagaimana keadaan opa ? apakah kaki opa sakit karena ditendang perampok sia*lan tadi?? Maaf ya grandpa...grandma Rania nolongnya terlambat" ucap Rania dengan nada penyesalan dan meneteskan sedikit air mata kesedihan, karena dia tidak mau dan tidak kuat melihat keluarga satu-satunya yang ia sayangi kesusahan ataupun kesakitan.
" Gapapa kok sayang, maafkan grandpa karena membuat kamu khawatir... kamu jangan nangis lagi kami gapapa kok” ucap Granpa memeluk Rania dan mengelus punggungnya menenangkan
" Uhh grandma sayang kalian berdua, sudah jangan sedih-sedihan lagi ! gimana kalau kita ke Star Resto sekarang makan siang dulu, tadikan belum sempat makan siang kita ” usul grandma
" Okedeh ayo sayang kita cuss ke resto sekarang, cacing grandpa sudah pada protes nih"
Ujar grandpa dengan bahasa gaulnya
" Oke letsgo" ucap Rania dengan nada nyaringnya
Granpa dan grandma yang melihat itu hanya tersenyum karena kelakuan cucunya yang sangat membuat gemas
.
.
.
.
.
jangan lupa like komen dan rate ya👍
1 like ataupun lebih dari kalian membuat thor semangat buat up🥰
dan komen positif para readers membuat thor bahagia
terimakasih🙏
salam sayang dari author🥰❤️
Sukses thor
Emang bener ya, kalo makin tua tu makin kek anak kecil