NovelToon NovelToon
Suamiku Majikan Ku

Suamiku Majikan Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lady B

Rangga melemparkan bantal keatas lantai dan menyuruh Naya untuk tidur disana. Ia tak ingin satu ranjang bersama Naya.

Dengan pasrah Naya mengikuti keinginannya tanpa perlawanan sedikitpun. Ia tak mengira jika laki-laki itu akan memperlakukannya sampai seperti ini hanya karena ia adalah anak dari kedua orangtuanya yang tadinya menjadi pembantu dirumah ini.

Naya menatapnya nanar dan berjongkok lalu duduk diatas lantai. Hatinya terasa sakit dan perih, "Demi Allah aku juga tak sudi satu ranjang denganmu!" bisiknya dengan tangis tertahan.

Bagaimana kelanjutannya?

Cerita ini mengandung konten dewasa hanya untuk usia 21+.

Penasaran dengan jalan ceritanya? Baca selengkapnya.

COVER BY PEXELS

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekal dari Tias

Naya memeriksa isi kulkas namun ia tak menemukan satupun makanan yang sudah jadi. Tiba-tiba Tias mendorongnya dengan kasar, "Minggir!"

Naya melotot. Tias tak menghiraukannya dan mengambil susunya.

"Kamu ini kenapa?" tanya Naya heran.

Tias menoleh sambil menenggak susunya, "Memangnya aku kenapa, Babu?" ejek nya tersenyum sinis.

"Jaga bicara mu, Tias! Aku tak pernah memiliki urusan apapun denganmu!" tukasnya.

Tias mendekat padanya, "Tapi aku punya!" geram nya. "Aku tak sudi berbagi suami denganmu! Apalagi dengan seorang babu!"

Sorot mata Naya menatapnya tajam. Ia pun tersenyum, "Apa kamu tak tahu diri hay wanita penggoda! Kamu yang telah menghancurkan pernikahan ku! Bukan aku yang sudah mencari perkara denganmu!"

Tias melotot dengan amarah memuncak. Naya lantas menyambar sepotong roti dan susu kotak di atas meja lalu bergegas pergi.

Tias tak mengira jika Naya punya keberanian yang besar melawannya.

Naya kesal bukan main sambil menikmati sepotong roti itu di atas ranjang. Harusnya dia yang marah karena suaminya telah direbut, tetapi malah sebaliknya. Ia pun berniat untuk mengadukan hal ini kepada Rangga.

Usai menghabiskan susunya Tias kembali kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di samping Rangga. Ia menatap Rangga dan memeluknya. Rangga tersenyum dan mengigau, "Sayang.... Naya," bisiknya.

Tias terkejut, ia pun lantas melepaskan pelukan nya. "Kenapa kamu malah menyebut nama babu itu, Ngga?" batinnya dengan mata berkaca-kaca. Ia pun membalikkan tubuhnya membelakangi Rangga karena merasa sangat kesal.

07.00 wita:

Pagi ini Naya membuat beberapa potong jajan tradisional yang ia hidangkan tepat di tengah meja makan. Rangga tahu itu pasti buatan istrinya, Naya. Ia sengaja tak mencicipinya karena berharap jika Naya mempersilahkannya untuk memakan kue itu.

Ilham mencomot kue itu beberapa potong disusul Rendra. Keduanya tersenyum karena tak mengira jika kue berbentuk aneh dan tak familiar dengan mereka ternyata memiliki rasa yang sungguh kezat. Hingga sarapan berakhir, Rangga sedikit kesal kepada Naya, namun buru-buru ia tepis, "Sayang," panggil nya.

Naya dan Tias menoleh.

"Ya, Mas?" jawab Naya lembut.

"Buatkan aku bekal untuk makan siang. Nanti pukul sepuluh aku akan pulang mengambilnya," pintanya.

"Iya, Mas," angguk Naya dengan senyum membias.

Hati Rangga serasa berbunga-bunga dengan sikap manis sang istri.

Ketiganya bangkit, Tias segera merangkul lengan Rangga dengan mesra menuju halaman depan, "Hati-hati, Pa," pinta Tias mesra sembari mencium pipinya.

Rangga kikuk tak tahu harus bagaimana, "Pa?" tanyanya dalam hati.

Hati Naya terasa tercabik hingga wajah cantiknya berubah mendung. "Aku pergi dulu," ucapnya kepada Naya.

Naya mengulurkan tangannya dan mencium telapak tangan Rangga, "Hati-hati, Mas."

Sepanjang hari Tias mengobrol santai bersama Susan. Selera keduanya hampir sama hingga perlahan Susan mulai menyukainya. Susan tak mengira jika selera fashion Tias begitu tinggi melebihi dirinya. Naya pun menghampirinya dengan membawa beberapa cemilan dan kopi kesukaannya, "Silahkan, Ma," pintanya.

Sikap Naya dalam pandangannya tiba-tiba berubah. Ia lebih cocok menjadi seorang pelayan dibandingkan menjadi seorang istri dari keluarganya. Fikiran buruk itu menghampiri Susan dan mulai membuatnya terasa risih. "Mama sudah meminta mu untuk tak bekerja lagi, tetapi mengapa kamu tak menuruti ku?"

"Maaf, Ma. Aku tak bisa berdiam diri. Aku sudah terbiasa bekerja. Tubuhku rasanya sakit jika tak mengerjakan pekerjaan rumah tangga," jawabnya Santun.

Tias tersenyum. Susan merasa Naya begitu aneh.

"Aku permisi," pinta Naya.

Naya rehat sejenak di ruang keluarga. Ia membelai perutnya dan mulai berbicara kepada calon bayinya, "Baik-baik ya, Sayang. Ibu akan selalu menjaga mu. Ibu akan menjadi malaikat mu hingga nafas terakhir ibu."

Naya memejamkan mata perlahan hingga tanpa sadar ia tertidur lelap.

Tepat pukul sepuluh Rangga pulang kerumah dan mencari sosoknya, "Dimana istri ku?" tanyanya kepada Mona.

"Nona Tias ada di dapur."

"Maksudku istri ku Naya!" bentaknya.

"Oh, Nona Naya sedang tertidur di ruang keluarga."

Rangga segera menghampirinya. Ia tertegun menatap istrinya yang nampak sedikit pucat dan berantakan. Ia yakni jika Naya kelelahan karena bekerja sepanjang hari. "Sayang," bisiknya.

"Mm," jawab Naya. Perlahan ia membuka mata, "Mas! Ya Allah.... Aku ketiduran!"

Rangga tersenyum, "Tak apa."

"Aku lupa membuatkan Mas bekal!" Naya merasa berdosa dan ia pun meminta maaf berkali-kali. "Maaf, Mas. Aku benar-benar tak sadar.

Rangga menyeka rambutnya, "Tak apa. Jujur aku hanya ingin melihat wajahmu sejenak," hibur nya agar Naya kembali tersenyum.

Tanpa diduga Tias mendekat kepada keduanya dengan membawa bekal buatannya "Pa," sapa nya.

Rangga menoleh.

"Aku sudah buatkan bekal pengganti bekal, Naya. Hari ini Naya terlihat kelelahan dan aku berinisiatif membantunya dengan menyiapkan bekal untukmu," gumam nya terlihat begitu tulus di mata Rangga. "Nih." Ia menyodorkan bekal itu.

Rangga pun mengulurkan tangannya, "Terimakasih."

Naya tahu jika ini hanyalah akal bulus nya agar ia jatuh di mata Rangga.

"Kalau begitu aku pergi dulu," ucap Rangga mencium kening Naya. "Istirahatlah, aku tak mau kamu dan anak kita jatuh sakit," pintanya sembari membelai kepala Naya.

Naya berusaha bangkit. "Tak usah antarkan aku," cegah Rangga.

"Ayo, Pa. Kamu bilang akan segera meeting. Nanti kamu telat," sergah Tias halus.

Rangga mengikuti ucapannya dan bangkit.

.......................

Hotel Fatahillah:

Rapat dengan staf pegawai hotelnya berlangsung hingga jam makan siang tiba. Ia memilih makan siang di resto hotel. Max dari kejauhan mengulum senyum setelah menemukan sosoknya, "Bro!" serunya melambaikan tangan.

Rangga terkejut dan segera menelan pasta di mulutnya.

"Astaga.... Apa aku ganggu?" canda Max mendekat dan duduk di hadapannya. Beberapa karyawan berbisik menatap keduanya.

"Sudah makan siang?" tanya Rangga sembari mengelap mulutnya.

"Harusnya makan masakan istri.... Bukannya makan masakan orang lain seperti ini!" sergahnya bercanda.

Rangga teringat dengan makanan yang diberikan Tias. Rangga sungguh tak menyukainya karena rasanya terlalu manis.

Sesungguhnya Tias memesannya dari sebuah restoran dan sedikit mengganti rasanya atas saran Mona yang berkata jika Rangga menyukai makanan manis. Tias salah memesan menu itu dan memasaknya ulang karena menurutnya terlalu pedas dengan menambahkan banyak gula pada mie goreng seafood itu, bodohnya ia merasa jika rasanya sudah cukup pas karena tak tahan dengan kondisi dapur yang cukup ramai.

Rangga dengan terpaksa memakannya untuk menghargai usaha sang istri. Untungnya porsi bekal itu terbilang sedikit dan ia dengan mudah menghabiskan nya.

"Tahu apa kamu? Kamu sendiri tak jua menikah dengan kekasih mu, keburu tuh rambut beruban," celetuk nya tengil.

Max mendekatkan wajahnya padanya, "Gimana ceritanya soal kamu dan Tias? Aku dengar kabar itu dari adikku melalui adik mu Rina?"

Bersambung....

1
maya ayu
si ilham duda yaa?? kok sulaiman sama mamahnya?? mreka udh hidup sendiri2 gitu?
febby fadila
kamu bakalan menyesal rangga
febby fadila
buat naya kuat thor... kasihan
febby fadila
kuat naya sabar... dan pergilah yg jauh
febby fadila
😭😭😭😭😭😭
febby fadila
astga sakit banget siii.... apa yg kamu lakukan akan menjadi bumerang buatmu rangga
febby fadila
astoge si ilham kok cemburu siii... hade jangan sampai ilham jd pembinor
febby fadila
ya bgtlah klw kita yg miskin menikah dgn horang kaya
febby fadila
nggak sopan banget si rangga nggak ada etikax sèdikit
Iluhwid Ajha
aku ikut mewekkk😭😭
Afternoon Honey
rangga kamu bodoh 👎
maju ilham lindungi naya
Afternoon Honey
nyeselkan kamu rangga....
Afternoon Honey
Hmmmm berasa sinetron di TV ikan terbang 😅😅😅
Afternoon Honey
nah baru sadar kamu rangga, 😡
Afternoon Honey
duh kecewa nih jadinya saya 😣😣😣
Afternoon Honey
Tias si pelakor...
Afternoon Honey
hhhmmmm ada yg ngak kuat iman dan imim...
Afternoon Honey
naya kamu polos banget...
Afternoon Honey
wah dapat 🚗🚐🚘
Afternoon Honey
eh siapa nih sabila 🤔🤔🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!