Rahim Bayaran Sang CEO
Clarisa, seorang gadis desa yang berhasil merubah hidupnya dengan menjadi sekertaris di perusahaan besar.
Interaksinya dengan sang pemilik perusahaan membuat butiran cinta mulai tumbuh dihatinya.
Rasa cintanya mengantarkannya ke sebuah kegilaan dengan menerima tawaran sang CEO untuk menjadi istri kontrak sekaligus rahim bayaran.
Mampukah Clarisa meluluhkan hati sang CEO?
Apakah rencana tersembunyi Clarisa akan berhasil?
yuk simak novel ini!
Nb: dilarang plagiat!! apabila ada kesamaan nama tokoh, mungkin hanya kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Candu
Risa menuntun tangan kekar itu untuk membuka kemejanya.
"Kakak yakin tidak akan tergoda?" Tanyanya sekali lagi.
****
Risa sudah yakin pria itu sudah terjebak dalam permainannya.
Terlihat wajah pria itu memerah bahkan jakunnya naik turun.
"Tidak usah gengsi kak, aku istrimu" bisiknya lagi mencium leher harum pria itu hingga meninggalkan jejak kemerahan.
"Arghh sialan!" Umpatnya tak bisa menahan gejolak dalam dirinya.
Pria itu menatap lapar pada dada yang sudah terbuka itu.
"Kau yang memintanya, jangan menyesal"
"Aku tidak akan pernah menyesal" jawab Risa segera menarik kepala pria itu hingga terbenam di dadanya.
Setelah satu jam berlalu, Risa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono.
Wanita itu tersenyum puas karna Dev tidak menolaknya.
"Kak, bajuku rusak. Aku harus pake apa?" Gerutunya karna tadi Dev sempat merobek baju itu karna tak sabaran.
Dev hanya melirik sekilas
"Oh, jadi kak Dev nggak masalah kalau aku telanjangg didepan orang lain?" Ocehnya membuat Dev melotot sebal.
"Ambil bajuku" ucapnya singkat.
Risa mendengus,
Ia segera mengambil salah satu kemeja suaminya dan memakainya begitu saja.
Kemeja itu nampak kedodoran ditubuh mungilnya.
"Udah ah, gini aja" gumamnya sambil berkaca di kamar pribadi pria itu.
"Mau kemana kau?!" Suara barinton membuat Risa yang baru saja akan membuka pintu menghentikan gerakannya.
"Kenapa kak?" Tanya Risa bingung.
"Oh, jadi kau benar benar ingin telanjang didepan orang lain?!" Bentaknya.
Risa menggeleng
"Siapa yang telanjang? Aku pake baju kok" memang benar wanita itu memakai baju. Hanya saja kemeja itu hanya menutup sebagian pahanya.
Mungkin jika ia duduk bisa dipastikan akan terlihat bagian yang tidak seharusnya terlihat.
"Kau mau keluar dengan pakaian seperti itu?"
"Ck, gimana sih kak. Kan tadi kak Dev yang robek baju sama rokku" cebiknya kesal.
"Masuk!"
"Tapi.."
"Masuk!!" Bentaknya lagi membuat Risa mengerucutkan bibirnya sebal.
Dev menelpon anak buahnya agar membawakan rok wanita.
Beberapa saat kemudian pesanan Dev sudah datang.
"Taruh situ" tunjuknya pada meja didepan sofa.
Dev melirik sekilas pada kamar nya yang masih tertutup.
"Kemana wanita bodoh itu?" Gumamnya tak mendengar ocehan istrinya.
Sudah lewat setengah jam namun Risa tak kunjung keluar kamar membuat Dev penasaran.
Pria itu membuka perlahan pintu kamar itu dan menampakan istrinya yang sedang terlelap di atas ranjang.
"Astaga, dia malah enak enakan tidur" gerutu Dev.
"Awas saja kau" batinnya menyeringai.
Risa mengerjapkan matanya bangun.
Ia menatap sekelilingnya mencoba mengingat ingat dimana ia berada.
"Astaga" ia langsung terduduk kala mengingat ia masih diruangan suaminya.
Ia menatap jam di pergelangan tangannya.
"Astaga, udah jam 5. Pasti udah sepi" gumamnya.
Ia keluar perlahan dari kamar itu.
"Sudah puas tidurnya tuan putri?" Sindir Dev membuat Risa tersenyum canggung.
"Hehe, kak Dev masih disini?"
"Katakan apa kesalahanmu!"
"Maaf aku ketiduran"
"Lalu?"
"Aku siap mendapat hukuman darimu"
"Hukuman apa yang pantas untukmu?" Tanya Dev membuat Risa menatap dalam sorot mata suaminya.
"Emm apa ya? Terserah kak" jawab Risa tersenyum senang.
"pasti kak Dev sudah mulai kecanduan denganku" batinnya penuh percaya diri.
Dev menaikan sebelah alisnya kala melihat senyum menggoda dari istrinya.
"Kenapa senyum senyum?"
"Pasti kak Dev mau ngasih aku hukuman 'itu kan?"
Ctakk
Dev menjitak kening istrinya
"Pikiranmu terlalu kotor" Semburnya.
"Lalu kalau bukan itu apa?"
"Malam ini tidur disini"
"Tapi kak ..."
"Tidak ada penolakan!" Tegasnya.
Risa menghela napasnya
Dev memasuki kamar itu dan mulai membuka kemejanya.
"Pijat aku, sampai aku tertidur" titahnya.
"Tapi kak..."
"Cepat!!"
"Astaga, tega sekali" gerutunya.
Tak dirasa jam sudah menunjukan pukul 10 malam.
2 manusia itu sama sama sudah tertidur pulas setelah kembali mengulang pencintaan mereka.
semangat KA..