NovelToon NovelToon
Hijrah Cinta Mafia

Hijrah Cinta Mafia

Status: tamat
Genre:Romansa / Roman-Angst Mafia / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Pengantin Pengganti / Pengganti / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:154.4k
Nilai: 5
Nama Author: Andropist

Takdir telah membuat Asiyah harus menikah dengan laki-laki yang angkuh dan dingin karena calon pengantin wanita sebelumnya meninggal. Asiyah menggantikan adik dari ayahnya yang dijodohkan dengan lelaki itu. Tak disangka laki-laki itu seorang mafia.

Mampukah Asiyah mengarungi bahtera rumah tangga yang tidak diinginkan bersama mafia itu? Akankah Asiyah jatuh cinta dan bisa menerima suaminya yang seorang mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andropist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Dewangga mengangkat Askara ke mobilnya sementara Nayara sendiri disuruhnya untuk melarikan diri dan bersembunyi dari kejaran mafia.

“Gantilah identitasmu, Pergilah ke Bangkok untuk merubah wajahmu dan palsukan identitasmu. Jangan pernah sekalipun kau kembali ke kota ini atau kau akan kembali dalam bahaya.” Dewangga menasihati Nayara.

“Aku faham. Hanya satu hal yang sulit untuk kulakukan.” Jawab Nayara.

“Apa?” Tanya Dewangga.

“Jauh dari Askara.” Nayara kini menatap Askara dengan tatapan sendu.

“Kau mencintainya? Sejak berapa lama?” Tanya Dewangga.

“Sejak kami pertama bertemu di markas. Aku masih ingat wajah polosnya dan rasa takut yang terpancar di kelopak matanya.” Nayara menatap ke arah depan sembari menerawang.

“Dia bahkan tak becus untuk berada di tempat itu.” Dewangga kini mengatai Askara.

“Dia tak selemah itu. Toh kau juga sama dengannya. Kau juga pada akhirnya bersembunyi dari mafia itu kan?” Nayara tak terima Askara dihina oleh saudaranya sendiri.

“Ini keputusan yang sulit bagiku. Tetapi aku juga bisa membahayakan nyawanya jika terus berada di sampingnya. Aku titipkan dia padamu, jaga dia dan jangan sampai para mafia sialan itu berhasil menangkapnya kembali.” Bola mata Nayara kini berkaca-kaca.

“Tak usah memerintah. Pergilah sekarang atau semuanya akan terlambat.” Ujar Dewangga.

Nayara kemudian memakai helm dan jaket hitam. Ia membawa pergi motor Sport Dewangga. Ia mengendarai motornya dengan kecepatan penuh. Tak lama Nayara pun hilang dari pandangan Dewangga.

Dewangga kemudian menyalakan mobilnya. Ia membawa Askara ke suatu tempat yang tak bisa di ketahui oleh para mafia. Tempat itu juga dulu adalah tempat persembunyian Dewangga. Tempat itu berada jauh dari kota. Ratusan kilometer jauhnya. Askara, dengan kondisi yang tak sadarkan diri dan pundaknya yang baru saja dioperasi untuk mengeluarkan peluru kini terbaring di kursi belakang.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Dewangga akhrinya sampai di suatu desa terpencil dan masuk lagi ke dalam hutan belantara. Di tengah hutan itu ada sebuah villa besar milik mendiang kakeknya. Villa itu tampak kecil dari luar padahal villa yang sebenarnya dibangun di bawah tanah. Jika dilihat sekilas dari atas tanah, orang akan mengira villa itu adalah gudang yang suadah terlantar. Padahal jauh bermeter-meter di bawahnya ada ruangan yang luas dengan stok medis, teknologi dan konsumsi yang memadai.

Dewangga sebelumnya sudah menelpon tim medis pribadi milik keluarganya. Mereka di bawa ke tempat ini sengaja untuk merawat Askara hingga sembuh. Askara sekarang dibaringkan diatas ranjang pasien. Tubuhnya masih terkulai lemas. Nun jauh di sana juga, Asiyah istrinya sudah sangat cemas karena sudah berhari-hari semenjak berpamitan malam itu Askara belum juga kembali.

Dewangga sudah mendapatkan puluhan kali telepon masuk dari Asiyah tetapi tidak ia angkat. Hanphonenya juga ia hancurkan saat memasuki tempat persembunyian itu karena ia takut jika keberadaanya akan diketahui. Dewangga pun lost contact dengan Asiyah.

Sementara di rumah, Asiyah sudah panik bukan main. Ia sudah berusaha mencari Askara ke kantornya, bahkan hampir ke semua tempat tetapi tak ada satupun hasilnya. Bahkan keluarga Askara memilih untuk bungkam saat ditanya mengenai keberadaan Askara. Mereka juga berdalih bahwa mereka juga panik dan tidak mengetahui soal kabar kehilangan Askara.

Ini sudah 2 x 24 jam sejak hilangnya Askara. Asiyah akhirnya berencana untuk lapor polisi. Setelah lapor polisi dan menunggu selama berhari-hari Asiyah tak kunjung memeproleh hasil. Asiyah sudah hampir putus asa. Tiap malam ia menangis mengadu kepada Allah soal hilangnya Askara. Akhirnya di suatu pagi, tanpa diduga Asiyah memperoleh panggilan dari nomor tidak dikenal. Nomor itu bukan nomor seluler negara ini, tampak panggilan dari luar negeri. Tnapa ragu Asiyah pun mengangkat telpon itu.

“Assalamualaikum.” Ucap Asiyah.

“Wa’alaikumsalam. Asiyah, apa benar ini dengan kau?” Terdengar suara lelaki dari dalam panggilan itu.

“Iya benar, anda dengan siapa ya? bagaimana anda bisa tahu nama saya?” Asiyah masih tak mampu mengenali suara itu.

“Ini aku, pukul satu siang yang datang ke rumahmu. Kau pasti bertanya-tanya soal keberadaan suamimu dimana, aku sekarang tengah bersamanya.” Ucap Dewangga.

“Benarkah? Alhamdulillah Ya Allah.” Asiyah langsung sujud syukur saat mengetahui bahwa suaminya bersama saudaranya.

“Lalu bagaimana kondisi Mas sekarang? Kalian di mana? Bolehkah aku berbicara dengan Mas?” Tanya Asiyah.

“Tidak bisa. aku tidak bisa mengatakan semuanya di sini. terlalu berbahaya. Jika kau ingin menemuinya maka pergilah ke pohon anggrek dekat pagar di sore saat burung berkicau setelah disiram air. Kau akan menemukannya di sana.” Ucap Dewangga, telpon langsung terputus.

“Apa? Kenapa? Halo?” Asiyah tak sempat bertanya kembali.

“Ya Allah, ada apa sebenarnya? Apa yang telah terjadi pada mereka? Semoga engkau selalu melindungi suami hamba Ya Allah. Aamiin.” Ucap Asiyah.

“Pohon anggrek dekat pagar? Burung berkicau setelah di siram? Oh! Itu pasti rumah Mamah dan Ayah. Pohon anggrek itu ada di sana. Baiklah, aku akan ke sana sekarang.” Asiyah lalu berkemas.

Setelah siap, ia kemudian berpesan pada keluarganya di telpon terutama Umminya bahwa ia akan pergi mencari Askara. Asiyah berpesan jika hingga lebih dari satu minggu ia tak kembali maka Umminya atau keluarganya boleh mencarinya.

Ia juga berpesan kepada bi Lati untuk menjaga rumah dan selalu menguncinya. Keluar hanya jika ada perlu.

“Bi, Ica berangkat dulu ya. Ica titip rumah. Assalamualaikum.” Ucap Asiyah.

“Enjeh non, Wa’alaikumsalam.” Jawab bi Lati.

Asiyah pun berangkat ke rumah mertuanya. Sesampainya di sana, Asiyah tak menemukan Askara atau Dewangga. Asiyah malah bertemu dengan Mamah dan Ayah dan langsung dibawanya ke ruang basement rumah itu. Asiyah merasa sangat janggal, tetapi ia masih menuruti apa yang diperintahkan oleh mertuanya itu. Di basement itulah mertuanya baru buka suara.

“Menantu, kami akan mengajakmu untuk menemui putera kami tapi dengan syarat.” Ucap Ayah.

“Apa itu Yah?” tanya Aisyah.

“Kau harus mengikuti semua perintah kami selama kau bersama kami. Tinggalkan semua alat komunikasimu di sini. dan jangan berbicara dengan siapapun atau keluar dari mobil saat di perjalanan. Kau mengerti?” Jelas Ayah.

“Tapi kenapa Yah?” Tanya Asiyah.

“Itu peraturan pertamanya Asiyah. Kau harus menuruti perintah kami jika kau ingin bertemu dengan suamimu. Kau mengerti?” Kini giliran Mamah yang berbicara.

“Biklah, Ica paham.” Jawab Asiyah.

“Ya sudah, ayo kita berangkat sekarang.” Ucap Ayah.

Mereka pun akhirnya berangkat. Saat baru masuk mobil saja Asiyah sudah merasa janggal. Mobil yang mereka naiki kaca nya ditutupi oleh kain hitam. Untungnya mobil itu memiliki kendali sendiri untuk menyetir atau aouto pilot. Ayah juga memantau pergerakan mobil itu dari cctv yang terpasang di seluruh sisi mobil sehingga kecil kemungkinan untuk menabrak.

Yang lebih aneh adalah saat Asiyah sudah duduk di mobil kepalanya ditutup oleh cadar hitam, begitupun dengan Mamah. Semuanya serba tertutup dan misterius. Asiyah kemudian bertany-tanya dalam hatinya, sebenarnya apa yang telah terjadi pada suaminya hingga untuk bertemu dengannya saja sulit.

“Kamu dimana Mas?” Batin Asiyah dalam hatiya.

1
Amin.oy
askia
Amin.oy
p
si cantik
kalu S2 oke lah ya ini s3 wlpn di dunia novel rasanya GK masuk akal ajah gitu
fransisca brahara
terhura
fransisca brahara
jngn bilng ortu nya Sadewa ituh mafia jugak
fransisca brahara
dih
fransisca brahara
sopo
fransisca brahara
owlh
fransisca brahara
hdeh
fransisca brahara
critny bgus sih
ꪶꫝMeitha.V.Aꪶꫝ
Sadewa&Dewangga karna nama depannya sama jd cuma belakangnya yg beda! Ternyata Sadewa masuk dunia mafia karna kembarannya yg kabur jd dia yg kena imbas ya! Coba kalo Asiyah itu selain cantik, sholehah&pintar dibikin agak2 bar-bar&jago beladiri supaya bisa saling melindungi sm Sadewa apalagi untuk menghadapi para mafia juga sodara kembarnya sulit untuk di hadapi sendiri berat bgt thor...
🌷💚SITI.R💚🌷
sdh baca thoor
🌷💚SITI.R💚🌷
alhamdulillah happy ending..rasay rindu bngt ke baitullah..smg di mudahkn...aisyah askara s.g trs bahagia smp kake nenek..sukses trs thoor
🌷💚SITI.R💚🌷
alhamdulillah sekarang aakara bs hidup tenang imi semua jg ata semangaty dr aisyah..lanjuut
dewi susanti
bnran tu udh tamat kak ko bentar amat y msh mau lanjut pdhl aplg skrg udh ad generasi ny
Patimah Atim
lanjut thoor semangat up Nya.
Azizah Ummu Hafsoh
apakah akan tamat🥺
Ilfa Yarni
semoga mrk semua udah bebas dan antek2nya wirga jgc ga ada
dewi susanti
semoga stlh badai berlalu kebahagiaan trus menyelimuti kalian sekeluarga
Titin Itin
lnjuuuut thoooor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!