NovelToon NovelToon
DUCHESS ALEXA

DUCHESS ALEXA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: $MONEY

Aku yang baru saja menginginkan kehidupan normal setelah bebas dari penjara tiba-tiba terbangun di tubuh seorang Duchess jahat yang selalu hidup berfoya-foya dan menindas yang lemah. Bahkan Duke suaminya sendiri pun ia tindas, hanya karena pernikahan mereka yang terjalin karena pernikahan politik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon $MONEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 Ada Yang Terlupakan Sepertinya...

Aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan hal ini, hanya bisa menurut saat kepala pelayan menuntunku kembali ke dalam. Karena hanya ada kami berdua saja di dalam kediaman saat ini, karena para pelayan yang masih menjalani pemeriksaan diluar, membuat lorong kediaman ini terasa dingin dan sedikit menakutkan. Saat kami berdua baru saja melewati sebuah ruangan tempat dimana tuan muda Nails di sekap, tiba-tiba seorang prajurit yang menjaga pintu mengacungkan pedangnya ke arah leherku.

"Apa yang sedang kau lakukan..." Kepala pelayan segera paham dengan apa yang sedang di lakukan prajurit ini

"Katakan dimana kau menyembunyikan benda itu?" tanya prajurit itu setelah membuatku berada dalam kendalinya

"Benda apa? Aaawww..." pembunuh bayaran yang menyamar menjadi prajurit ini nekat menggores leherku yang mulus

"Hentikan! Aku akan memberikan apapun yang kau mau... Lepaskan duchess sekarang!" bujuk kepala pelayan pada pembunuh bayaran itu

Pembunuh bayaran yang sekarang sedang menyanderaku semakin memperbesar goresan di leherku hingga membuat kepala pelayan tercekat. Tepat saat darahku mulai mengucur, tiba-tiba beberapa kesatria bayangan datang lalu mengacungkan pedang ke arah pembunuh bayaran yang sedang menjadikanku sandera.

"Ma,mari kita bernegosiasi..." Kepala pelayan berusaha menenangkan pembunuh bayaran yang semakin di ajak bicara semakin memperbesar goresan luka di leherku

"Aakgghhh..." Rasanya leherku semakin perih seiring banyaknya darah yang menetes

Tubuhku yang awalnya memang sudah tegang saat di jadikan sandera, kini semakin tegang bahkan bergetar ketakutan. Bagaimana jika akhirnya aku mati lagi di dunia ini, sedangkan aku sudah sangat menyukai kehidupan disini sebagai wanita kaya raya. Kepala pelayan juga terlihat semakin tegang, sedangkan para kesatria bayangan bingung harus bertindak bagaimana.

Pantas saja aku merasa ada yang tidak beres dengan semua suasana yang sedang terjadi beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya pembunuh bayaran ini musuh siapa sih, jika pun memang musuh Alexa, maka tidak mungkin pembunuh bayaran ini menunda waktu untuk membunuhku. Pasti masalahnya ada pada benda yang sedang dicari-cari olehnya dan sebenarnya ada benda rahasia apakah di kediaman ini?

"Sial...!" umpat ku saat menyadari sekarang jika situasi saat ini adalah salah satu adegan dari versi asli novel

"Ambil benda itu..." kata kepala pelayan pada salah satu kesatria bayangan yang segera menarik kembali pedangnya dan melesat dengan cepat pergi entah kenapa

Aku tidak ingat jelas dengan semua cerita di versi asli novelnya, tapi aku sedikit ingat tentang benda yang di cari oleh pembunuh bayaran ini. Dia sedang mencari sebuah pusaka, katan saja lah begitu, tentu saja di bawah perintah seseorang yang berkuasa. Dan atasan yang berkuasa itu adalah kaisar bodoh si tua Bangka yang tidak sadar diri dengan umurnya sendiri.

"Ini semua tidak sesuai alur novel asli..." geramku saat mengingat jika seharusnya bukan aku yang menjadi sandera, tapi salah satu pelayan di kediaman ini "Harusnya aku tidak terluka begini!" Kesalku menggenggam tangan si pembunuh bayaran yang memegangi pegangan pedang

"Nyonya..." Teriak Philips kaget saat melihatku berusaha melawan

"Bagaimana bisa ceritanya jadi berbelok begini..." Marahku yang membuat pembunuh bayaran itu kaget hingga lengah

Saat pembunuh bayaran itu lengah hingga memberikan celah untuk para kesatria bayangan bertindak. Akhirnya pembunuh bayaran ini bisa diringkus, sementara aku masih di Landa kekesalan, kepala pelayan bergegas menyumpal mulut pembunuh bayaran itu dengan saputangannya.

"Nyonya terluka, panggilkan dokter sekarang..." teriak kepala pelayan meminta salah satu kesatria untuk segera pergi memanggil dokter

"Hei! apa yang sedang terjadi di luar?" teriak tuan muda Nails dari dalam kamar yang pintunya terkunci

Aku menepis tangan kepala pelayan yang ingin membantuku menahan pendarahan dan melakukannya sendiri dengan mandiri. Mulutku masih saja mengeluarkan sumpah serapah saat Philips yang di kawal kesatria tanpa nama itu sedang berlari menghampiri ku. Tubuhnya yang gempal itu bergoyang turun-naik akibat gerakan berlebihan saat ia berlari menghampiriku dengan wajah penuh kekhwatiran.

"Darimana saja anda? Bukankah Anda sendiri yang mengatakan jika akan menangkap seluruh pengkhianat di dalam kediaman... Tapi apa yang anda lakukan? Bukannya bekerja dengan baik dan melindungi saya, anda hanya bermain-main dengan mengumpulkan para pelayan di lapangan... Seharusnya saya tidak mempercayai semua omong kosong yang anda katakan." marahku kesal karena darah yang terus mengalir membasahi saputangan dengan merah darah

"Nyo, nyonya..." Semua orang terhenyak mendengar teriakan ku yang penuh kekesalan, hanya kepala pelayan yang berani angkat suara

"Ma,maaf..."

"Apa anda bilang? Maaf! memangnya dengan permintaan maaf anda bisa membuat luka di leher saya ini sembuh seketika?" Aku masih berteriak marah-marah

"Apa! Alexa apa kamu baik-baik saja? Hei, cepat buka pintu ini... Cepat buka! Alexa! Alexa! katakan jika kamu tidak benar-benar sedang terluka... Alexa!" teriak Nails di dalam kamar

Philips semakin menundukkan kepalanya, mungkin karena malu akibat dirinya yang tidak bisa melindungiku dari bahaya. Dokter yang bergegas datang segera mengobati luka gores di leherku dengan tangan yang gemetaran. Emosi ku memang sedang tidak stabil akibat tamu bulanan, tapi lebih tidak stabil lagi setelah menyadari jika seharusnya saat ini aku masih baik-baik saja di kamar sambil menikmati secangkir teh dengan tenang.

"Alexa! Ada apa dengan lehermu?" Tanya tuan muda Nails yang berhasil keluar setelah merusak pintu dengan pedang yang dipajang sebagai aksesoris di setiap ruangan

Nails melangkah dengan terburu-buru ke arahku dan mendorong kasar para prajurit yang berusaha menghalang-halangi nya. Bahkan dokter yang sedang melilitkan perban di leherku saja di dorongnya menjauh dariku. Dengan telaten Nails menggantikan peran dokter melilitkan perban di leherku. Dan anehnya kenapa tidak ada yang menghalangi sikap lancangnya ini di depan tuan Duke yang jelas-jelas adalah suamiku.

"Apa yang anda lakukan!" kesalku menepis tangannya

"Aku akan membantu mu..."

"Tidak perlu! Dan hentikanlah obsesi anda itu kepada saya... Semuanya membuatku muak!" marahku melangkah pergi dan melilitkan sendiri sisa perban yang masih belum kelilit

Mungkin para laki-laki tidak akan paham kenapa setiap tamu bulanan para wanita datang suka marah-marah tanpa sebab. Jawabannya hanya satu, karena saat haid para wanita itu menjadi lebih sensitif dan kembali terpikirkan hal-hal yang dulu membuatnya kesal. Dan kebetulan kekesalan itu tidak sempat mereka ekspresi kan, maka timing saat haid lah solusinya mengeluarkan unek-unek itu.

Tapi berbeda lagi dengan kasus yang ku alami kali ini, karena kasus ini menyangkut nyawaku yang berharga. mau itu saat aku haid ataupun tidak, aku pasti akan marah-marah jika ternyata sandera di versi asli novelnya menjadi diriku yang seharusnya bukan aku.

"Dasar kaisar sialan..." Aku kembali mengumpat tapi kali ini dengan suara lirih karena Betna dan beberapa pelayan sedang berjalan di belakang mengikuti ku

1
netizen nyinyir
udah 2025 thorrrr
Greynyx: hai kak, mampir yuk ke karya baru aku yang judulnya, "Kematian Pertamaku Melahirkan Seorang Monster ", klik aja profil ku kak, pasti muncul karya nya 🙏🤗
total 1 replies
Yuli
/Toasted/
Yuni Anto
segera up donk thooor lama up nich... q menanti terus kelanjutanny
Greynyx: halo kakak, mumpung karya ini ga up lagi, coba yuk mampir di karya baru aku, yang judulnya "Kematian Pertamaku Melahirkan Seorang Monster ", klik aja profil ku kak, pasti ada🙏🤗
total 1 replies
miu-miu
update juga senangnya
eva
sugoooiii
Missy Karinawati
akhirnya mati juga... Kaya nya author sistem kebut deh ceritanya di tulis
Missy Karinawati
jir... jadi gak srek bacany...
padahal di tunggu2 update nya🙏🙏🙏
Missy Karinawati
akhirnya update juga🤭🤭
m°w~°p✿ ⁰
setelah sekian lama akhirnya up juga 🥰
Sulati Cus
jd inget cut pat kai
Aizzah
Plss lanjut Thor 💞🥺🥺
Aizzah: tajuk masih sama? thor aplikasi apa thor?
total 2 replies
Anonim
Plis Lanjut 🥺Thor semangat 😇🥺
kopi*hitam: pindah aplikasi ka untuk kelanjutannya, di aplikasi "F***O" ya, makasih banyak dukungannya KA🤗🙏💐
total 2 replies
est
lanjottt tor
Hye
pasti si philip kurus pas pulang perang nanti .....heheheh
Emeralda Narindra Garindri
👍
Emeralda Narindra Garindri
Seru.... Next Tor❤️
*********
thoooooooooooooooooooooooooooooooorrrrrrrrrrrŕrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrŕrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
kapan up ?
*********: eh udah ketemu ding kak..
makasih..
total 3 replies
Irmha febyollah
kok lama kk ya update nya..
Author Asvara
next thor..
ceritanya seru.
ku beri sekuntum mawar untkmu thor.
*********
up lg thoor... selalu mnunggu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!