NovelToon NovelToon
PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

Status: tamat
Genre:Romantis / Janda / Tamat
Popularitas:712.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Neng Syantik

WARNING!
NO BOOM LIKE & LOMPAT BAB. HARGAI PENULIS!


“Aku sudah putuskan. Aku ingin mengakhiri hubungan kita,” Tegas Danu, tunangan Zivanya sang janda yang beranak dua.

“Apa maksudmu, Bang?” tanya Zivanya, berharap semua yang ia dengar salah.

“Ku rasa, aku tidak perlu mengulang kata-kataku. Semua yang aku katakan sudah cukup jelas, aku ingin kita mengakhiri semuanya,” Lagi, Danu mengulang perkataannya.

“Tapi kenapa, Bang?” Air mata Zivanya luruh. Ia tidak dapat menahan tangisnya.


Zivanya, Janda muda yang memiliki dua anak, di putuskan begitu saja oleh tunangannya. Ternyata, alasan yang ada dibalik putusnya hubungan meraka sungguh menyakitkan. Membuat Zivanya berubah menjadi pribadi yang lain.


~Pesona Janda Anak Dua~
"Zivanya Anatasya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

“Ar, ayo!” ajak Zivanya yang sudah siap. Kini, janda itu sudah rapi dan terlihat sangat cantik dengan dres brukat selutut yang ia kenakan. Rambut panjangnya tergerai indah.

“Ar lagi, kebiasaan amat sih!” guman Arya.

“Terus maunya apa? Abeng?” goda Zivanya.

“Tersera deh, panggil sayang juga aku gak nolak,” ucap Arya sambil bangkit dari sofa tempatnya duduk.

Mereka berdua pun, segera berangkat untuk mencari keberadaan tempat tinggal Kang Udin si penjual sayur keliling.

Hari baru, hubungan baru, dan semoga menjadi jalan kehidupan yang baru dan lebih baik lagi. Tiada sujud tanpa doa yang terucap dari bibir Arya, selama ini ia berdoa pada sang pemilik kehidupan, agar dapat di satukan bersama Zivanya. Ia meminta, agar sang pemilik kehidupan membukakan pintu hati Zivanya agar mau menerimanya. Dan sepertinya, hari ini sang pemilik kehidupan telah mengabulkan doa-doanya.

Mereka berdua menyusuri jalanan dengan mengendarai mobil Arya. Mereka banyak bertanya pada warga komplek. Para ibu-ibu tidak menjawab jika Zivanya yang bertanya, lain hal nya dengan Arya. Jadi, Zivanya lebih memilih berdiam diri di dalam mobil dan meminta Arya yang turun dari mobil itu dan bertanya pada ibu-ibu komplek.

“Ar, kamu aja ya yang tanya. Aku gak mau nanya lagi, mereka gak suka dan selalu memandang rendah aku,” ucap Zivanya dengan mengerucutkan bibirnya.

“Anggap aja, mereka itu fans julid. Yang iri sama kamu,” Arya mengacak rambut Zivanya.

Lama mereka berkeliling mencari kediaman Kang Udin. Hingga akhirnya, mereka bertanya kepada seorang bapak-bapak yang pulang dari Mushola.

“Pak, maaf. Saya mau tanya,” ucap Arya yang turun dari mobilnya dan menghampiri Bapak itu.

“Iya, Kang. Mau tanya apa?” tanya bapak itu dengan sopan.

“Saya mau tanya, di mana rumah Akang penjual sayur keliling yang namanya-“ Arya menghentikan ucapannya. Lalu memandang Zivanya yang berada di dalam mobil.

“Namanya Kang Udin!” sahut Zivanya.

“Oh, iya. Namanya Kang Udin, langganan calon istri saya beli sayur,” ucap Arya pada bapak itu. Pasalnya, bapak itu menatap heran pada Zivanya yang berada di dalam mobil.

“Si Udin? Itu Akang lurus aja lewat jalan ini, terus nanti di depan sana, ada belokan. Nah, di ujung jalan itu, rumah yang paling ujung itu rumah Kang Udin.”

“Makasih, ya. Pak,” ucap Arya. Lalu, ia segera kembali ke mobilnya dan segera bergegas menuju tempat yang di maksud bapak itu tadi.

Sekitar lima belas menit kemudian, mobil yang di kendarai Arya berhenti di depan gang kecil.

Zivanya dan Arya segera turun. Tapi, Arya terlihat ragu. Ia menatap Zivanya, lalu menatap jalanan yang ada di bawah kakinya.

“Van, jalannya becek,” ucap Arya dengan pelan.

“Ayo, gak papa. Nanti sepatunya aku cuci,” kata Zivanya.

Jalanan yang ada di gang itu, memang sedikit becek. Tapi, tidak mengurungkan niat di hati Zivanya untuk membantu Kang Udin.

“Tapi beneran, rumahnya di dalam sana!” ujar Arya.

“Iya, kan mungkin aja!”

Sudah cukup lama mereka menelusuri gang sempit itu, yang hanya bisa di lalui motor dan juga pejalan kaki. Tapi, mereka belum juga sampai di rumah yang paling ujung.

“Janda!” panggil Arya pada Zivanya yang tak kenal lelah.

“Apa gebetan janda?” sahut Zivanya, membuat Arya yang sudah lelah terkekeh kecil.

“Tega ya, sebut aku gebetan janda,” kata Arya. “Cari minum dulu, aku haus banget.”

“Gitu aja haus, apa kabar sama Kang Udin yang harus keliling tiap pagi sambil dorong gerobak!”

“Malah bandingin aku sama Kang Udin.”

Zivanya berjalan lebih dulu, lalu ia singgah pada sebuah warung kecil yang berada di pinggir jalan itu. Ia membeli minuman dingin untuk Arya, juga berbagai macam makanan sebagai buah tangan untuk anak Kang Udin. Tak lupa, ia kembali bertanya kepada pemilik warung.

“Bu, rumahnya Kang Udin yang sering jual sayur keliling, masih jauh gak ya?” tanya Zivanya.

“Itu, Neng. Itu rumah yang ada paling pojok!” tunjuk ibu pemilik warung.

Tentu, ibu pemilik warung itu merespon pertanyaan Zivanya dengan baik. Karena, ia tidak tahu bahwa Zivanya seorang janda. Jika ia tahu, mungkin ia akan bersikap jutek pula pada Zivanya seperti ibu-ibu kebanyakan.

“Oke, makasih ya, bu,” kata Zivanya.

Ia pun menarik Arya yang duduk bersandar di kursi kayu yang ada di depan rumah pemilik warung itu.

Kini, Zivanya dan Arya telah tiba di hadapan rumah Kang Udin.

Mereka menatap iba, pasalnya, rumah yang di tinggali Kang Udin, Istri dan juga kedua anaknya, adalah rumah papan yang sudah reot dan juga kecil.

“Permisi! Permisi! Apa ada orang?” panggil Zivanya.

Beberapa saat kemudian, muncullah seorang wanita muda yang berpenampilan lusuh, umurnya mungkin di bawah Zivanya. Namun, terlihat agak tua karena himpitan ekonomi yang mungkin terbilang sulit.

“Iya, cari siapa?” tanya wanita itu.

“Betul, ini rumah Kang Udin?” tanya Zivanya sembari tersenyum manis.

“Betul, kalau boleh tau, kalian siapa dan ada perlu apa?” tanya wanita itu, ia menatap heran pada dua orang yang ada di hadapannya.

“Ah, sampe lupa. Kenalin, saya Zivanya langganan sayurnya Kang Udin!” Zivanya mengulurkan tangannya pada wanita itu.

Wanita itu tampak terkejut mendengar nama Zivanya, nama yang sering di sebut suaminya saat pulang berkeliling.

Zivanya salah mengartikan keterkejutan wanita yang ternyata istri dari Kang Udin itu. Buru-buru Zivanya menarik tangannya dari hadapan istri Kang Udin.

“Saya, Nina. Istri Kang Udin, maaf saya terkejut, saya tidak menyangka bisa bertemu neng Zivanya yang sering di ceritakan Kang Udin, ternyata Neng bukan hanya baik, tapu juga sangat cantik,” ucap Wanita itu sembari tersenyum ramah.

Zivanya bernapas lega, karena yang ia pikirkan salah.

“Kenalkan, saya Arya calon suami Zivanya!” Arya ikut mengulurkan tangannya pada wanita itu.

Arya dan Zivanya di persilahkan masuk, Zivanya meminta Arya untuk mengutarakan niat mereka datang ke rumah itu.

Kang Udin dan Istrinya sangat syok mendengar niat yang di ucapkan Arya dan Zivanya.

“Saya gak salah dengar, Kang, Neng?” tanya Kang Udin.

“Enggak, Kang Udin gak salah dengar. Kami memang berbiat untuk membiayai operasi tumor Oni,” kata Zivanya.

Kang Udin dan Istrinya tiada henti mengucap syukur kepada tuhan dan berterimakasih pada Arya dan Zivanya.

BERSAMBUNG!

MAKIN GAK JELAS ALURNYA!

1
Dulkarim Muda
katanya makannya pilihan, ternyata seblak oke juga yah🙂
Safa Almira
bagus semua cerita nya
Ersa
Luar biasa
Mr.VANO
masih dlm menyima
Ibuk Kumaiyah
salam sehat sukses selalu semangat buat penulis untuk cerita aku sih yang penting heppy ending gak gantung dan menarik aku cuman bisa menikmati gak bisa buat jadi apa pun yang terjadi jangan putus harapan
Haloooww: Halo Kak! Mampir juga yuk ke novel My cool Duda 😍 mohon dukungannya 💗💗
total 1 replies
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Juragan Jengqol
banyak janda yang baik dan mampu menjaga marwah-nya. namun penggambaran tokoh zevanya kok menurut saya kurang baik ya...
Juragan Jengqol
kalo keluar pake baju yang lebih tertutup. kan jadi bikin heboh....
Juragan Jengqol
terharu sama mei, thor
Alya Yuni
Anknya msih kecil dah gtal mau nikah lki dsar prmpuan bodoh pantas orng blng jnda pegoda
Alya Yuni
Dah tau ngapain tangisi lki mcm si Danu
Mia
bego emg dengan sikaplu begitu lu bisa sembuh
As Cempreng tikttok @adeas50
semangat thor😍
As Cempreng tikttok @adeas50
semangat kaakaaaaa...kopi untuk mu thor
najwa arsha
cucok Ka visualnya..semangat
Erik Herawati
laporin aja ke pihak berwajib, lagian punya kekuatan apa Danu, othor gimana sih, lagian baru tunangan tapi gayanya kaya yang udah nguasain zivanya
Erik Herawati
zivanya kaya buat apa mikirin cowok begitu gak kepel dong
Endang Werdiningsih
arya mulut'a jd lambe lemes lebih" dr emak" berdaster,,,😀
Endang Werdiningsih
biarlah danu menyesali semua perbuatan'a,,, bikin dia sadar,,, karena ga semua orang jahat akan berakhir jahat,,, kalo kinanti msh ga mau sadar berarti mau dimandiin pake air cabe biar otak'a jd fresh
Siti Sri Wahyuni
Mampir 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!