NovelToon NovelToon
Cinta Beda Umur Juga Asik

Cinta Beda Umur Juga Asik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.


Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.

apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3.

TIN TIN TIN

Bunyi klakson itu mengalihkan pandangan Bela pada handphone nya, dia melihat 2 motor sport mendekati nya. Setelah sampai 2 motor itu di halte bus  akhirnya Bela tau siapa pengendara 2 motor tersebut.

Motor sport hijau berhenti tepat di depan Bela lalu dia membuka helmnya dan langsung turun dari motor untuk mendekati motor sport merah.

"HEH ES BALOK. LO NGAPAIN DI SINI, NGIKUTIN GUE YA LO." tuduh Galang, Ya motor sport hijau itu milik Galang dan motor sport merah itu milik Bastian.

Bastian hanya diam saja, lalu dia melepaskan helmnya dan mengabaikan makhluk yang di depan motor nya itu. Lalu dia mendekati Bela yang masih Terbengong bengong atas kedatangan 2 makhluk yang tak di undang ini.

" Bel pulang bareng gue aja dari pada lo nunggu jemputan" kata Bastian tanpa basa basi.

Galang yang melihat itu langsung naik tangga eh bukan naik darah, alis udah mengkerut. Langsung dia bergegas nyempil di tengah-tengah Bela dan bastian.

"Ck" bastian berdecak

" Bel gausah dengerin es balok, mending lo sama gue aja..kan searah kita. " sambil menepuk pundak bela

Bela yang sedang di rebutkan 2 cowok pun masih mengedip- ngedipkan matanya dengan wajah yang cengo, lalu dia tersadar pas Galang tepuk pundaknya.

" ehh i-iya gue bareng sama Galang aja bas, kalo sama lo kan pasti lo nya puter baliknya kejauhan." Bela nyengir sambil tangannya di tarik sama Galang

Galang sudah berada di atas motor nya dan helm pun sudah standby di kepala.

Buka kaca helm " denger kan es balok, Bela maunya pulang sama gue. Jadi lo pulang aja gih sana." Senyum miring Galang walaupun ga keliatan karna ketutupan helm tapi Di mata bastian tau kalo Galang mengejek dengan gaya tengilnya itu.

" ck.. Buruan gala-gala gausah banyak cincong, gue udah laper nih." Bela sudah nangkring di atas motor Galang sambil nabok helm yang di pakai Galang.

" aduhh... Sabar napa Anabel." Galang pun melajukan motor sportnya dengan kecepatan biasa.

Bastian? Bastian masih terpaku melihat Bela pergi dengan Galang. Dengan hati yang retak dia pun meninggalkan halte bus itu.

Di perjalanan pulang pasti ada aja tingkah laku mereka berdua.

" GAAALAANNGGGG AAANNJIIRRRR PELAN-PELAN BAWA MOTORNYA, GUE BELOM MAU MATI MUDAAA, GUE BELOM MENIKMATI SURGA-NYA DUNIA... AAAAA AWAS LO GALANG GUE PITES NANTI KALO NYAMPE" teriak Bela sambil memeluk pinggang Galang. Ehe itumah emang kedemenan dia.

Galang yang di peluk oleh Bela hanya senyum-senyum di balik helmnya.

----

Akhirnya Bastian sampai di rumah yang besar dan mewah. Rumah ini lah yang menampung dia dan merawat dia dari semasa SMP sampai sekarang.

Bastian turun dari motornya dan dia melihat mobil Rolls-Royce milik sepupu Bastian.

" tumben bang Arga balik" gumam bastian

" Bik.. Bang Arga balik ya? "

" iya den , semalam tuan muda baru sampai."

Setelah itu bastian langsung menuju lantai atas di mana letak kamarnya itu.

Di dalam kamar yang megah dan masculine ada seorang pria yang sedang tertidur. Semalam dia baru saja sampai di kediaman orangtua nya.

TRIINGG.. TRIINGG.. TRIINGG suara dering handphone Arga.

" Halo" suara serak-serak basah Arga yang bikin cewek-cewek menjerit. " hmm.. Iya beb aku sudah sampai. Maaf ya aku belom ngabarin kamu"

"(....) "

" iya nanti malem aku jemput kamu"

"(....) "

" oke see you beb " Arga pun melanjutkan tidur nya setelah telpon terputus.

Di belahan bumi lain. Di rumah sederhana , asri, dan rapih. Ada seonggok gadis yang sedang menonton TV sambil ngemilin kuaci.

"Belaa sayang tolong beliin cabai merah..bunda mau masak sambel masa ngga ada cabai nya" sambil menyodorkan uang di depan Bela.

" oke bundaku tercinta" Bela pun bergegas pergi. Setelah membeli dia ke dapur untuk membantu bunda masak.

"Astagfirullah beell, bunda lupa beli tomat" bunda hanya menyengir sambil menyodorkan uang lagi di depan Bela.

Bela menghela nafas " ada lagi ngga bun? Nanti aku di suruh balik lagi"

" hehehe sama terasi ya, udah itu aja ko. Di jamin ga ada yang lupa lagi" senyum bunda sambil memberi jari jempol

Setelah drama perpikunan bunda akhirnya masakan untuk makan malam jadi.

Di meja makan makanan sudah tersaji  ada sayur asem, sambel terasi, ikan asin, ayam goreng, kerupuk, lalapan do not forget. Beeuhh mantep poll.

Di malam hari di rumah mewah dan megah ada keluarga yang sedang menikmati makan malam.

Arga menuruni tangga dengan tergesa-gesa.

" Arga mau kemana kamu" suara bariton sang ayah.

" aku mau ketemu seseorang pih, maaf ya Arga ngga makan malam di rumah. " sambil salim kepada orang tuanya.

" sayang bisa ngga kamu ngga usah berhubungan lagi sama perempuan itu." Terdengar ketus suara sang ibunda Arga.

"Mih jangan mulai deh" Arga menghela nafas.

" kamu bakal menyesal Arga, wanita itu hanya ingin harta kamu saja." Dengus sang mamih

" mih kan kita udah buat perjanjian, Arga bakal ngajar di sekolah di mana Ratna itu mengajar. Aku bakal buktikan kalo Ratna bukan wanita yang mamih maksud. "

" Baiklah... Tapi ingat selagi kamu ada di sana jangan ada barang-barang mewah yang menempel di badan kamu. Kamu harus pura-pura miskin di depan wanita ular itu. "

" iya mamih, Ywdah Arga pergi dulu ya" pamit Arga

" iyaa tapi kamu ga boleh bawa mobil kamu"

" loh terus Arga pakai apa mih? " frustasi Arga

" kan ada motor mang aji, pake aja itu. Lagian kan kamu lagi pura-pura bangkrut."

Arga menghela nafas kasar, lalu pergi.

Setelah kepergian anaknya mereka pun melanjutkan makan malam.

Arga menuju pos satpam yang memang di sediakan untuk para satpam yang menjaga rumah besarnya.

" mang aji." Seru Arga

" iya tuan muda" mang aji keluar tergopoh-gopoh melihat tuanya ada di depan.

" mang saya pinjam motor nya ya.. Ohh kalau ngga kita tukeran motor dulu sementara."

" haduh tuan, motor yang mana ya? Yang sprot itu bukan ya ? Kalo motor sprot amang gabisa bawanya tuan.. Maaf. Tapi tuan pakai aja motor saya, saya mah gampang. Lagian saya jarang pergi-pergi naik motor."

Arga tertawa pelan " sport mang bukan sprot, Ywdah kalo begitu saya sewa saja motor amang soalnya saya pakai bukan buat malam ini aja. Jadi ini buat uang sewa nya. " Arga langsung ngasih duit gepokan ketangan mang aji.

Mang aji yang kaget karna melihat uang gepokan di tangannya. " haduh tuan ini mah kebanyakan."

" udah ambil aja, dah ya saya bawa motor nya" Arga pun meninggalkan mang aji yang masih kaget dengan uang yang di tangan nya.

Di hotel ternama bintang 5 , seorang wanita cantik menggunakan gaun berwarna merah gonjreng yang memperlihatkan lekukan tubuhnya. Dia sedang menunggu seseorang atau bisa di sebut ATM berjalannya.

TRIINGG... TRIINGG suara sering telpon.

"Halo"

Arga: beb kamu keluar dulu beb, aku tunggu di parkiran motor ya.

Tutt.. Panggilan terputus

" hah apa parkiran motor? Isshh udah cantik-cantik begini masa di suruh ke parkiran motor sih." Gerutu Ratna. " eh tunggu, jangan-jangan dia mau kasih hadiah motor ke gue. Aaaa sosweet banget bebeb gue." Ratna pun langsung bergegas pergi meninggalkan lestoran itu.

Dengan jalan yang terseok-seok karna menggunakan gaun yang ketat yaa alhasil ribet buat jalan dengan jarak yang agak jauh. " gapapa deh gue jalan nya kayak bebek yang penting gue bisa dapetin hadiahnya" Gumam Ratna sambil berandai-andai.

Setelah Ratna tiba di parkiran motor , Arga pun langsung menghampiri Ratna.

" Hai beb"

" Hai sayanggg." Ratna memeluk Arga. " dimana hadiah ku." Celetuk Ratna dengan wajah sumringah.

"Hadiah? Hadiah apa beb? Siapa yang mau kasih hadiah?" Arga pun kebingungan mendengar ucapan sang kekasih hati. Ceeilah kekasih hati konon.

" ck jadi kamu nyuruh aku kesini bukan buat kasih suprise buat aku?" Kesal Ratna

" eeee.. Maaf beb aku minta kamu ke sini ya karena mau aku ajak jalan keluar."

" jalan? Kenapa ke parkiran motor? Kan harusnya keparkiran mobil dong."

" ekhm" Arga berdeham " gini beb. Aku kesini cuma bawa motor, tuh motornya di belakang kamu." Tunjuk Arga ke motor mio model lama.

" WHAATT YANG BENER AJA BEB, AKU PAKE GAUN LOH UDAH CANTIK BEGINI MASA HARUS NAIK MOTOR SIH NANTI RAMBUT AKU YANG UDAH DI SALON JADI BAU ASAP DONG." keluh Ratna yang tidak menyadari perubahan raut wajah Arga

Pikiran Arga pun kemana mana "Apa emang bener kalo Ratna itu... Ahh engga-engga. mungkin dia syok aja karna dia pakai gaun" Arga menggeleng untuk mengusir pikiran buruknya.

" Ywdah beb yu pergi nanti kita kemaleman kalo kelamaan debat." Ajak Arga sambil menggandeng Ratna.

----

Di pagi hari yang cerah Bela bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.

" BUNDAAA  KAOS KAKI BELA DI MANA"

" DI LACI PALING BAWAH NAK" ucap sang bunda sambil tangannya mengoseng oseng nasi goreng untuk sarapan keluarga tercinta.

TOK.. TOK.. TOK terdengar ketukan pintu depan, Ayah yang sedang membaca berkas kantoran  di meja makan langsung bergegas berdiri saat mendengar ketukan pintu.

1
Rafi Hafizh
👍
Ananda Anggit
😍💪💪
Rafi Hafizh
semangat author👍
Rafi Hafizh
semangat author.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!