NovelToon NovelToon
Sekadar Istri Siri

Sekadar Istri Siri

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Duda / Patahhati / Tamat
Popularitas:358.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aisy Arbia

Sashi Arandita, gadis 28 tahun yang selalu mendambakan pernikahan sekali seumur hidup harus rela mengubur dalam-dalam prinsip hidupnya. Pasalnya, sebelum ibunya meninggal, wanita paruh baya itu meminta putrinya untuk menikah dengan Puguh Amarta, 34 tahun. Pria yang sudah dijodohkan dengannya karena menjadi wasiat almarhum ayahnya, Abdul Mahesa.

Di sisi lain, Puguh Amarta telah memiliki istri sah yaitu Nadya Ningrum, 30 tahun. Puguh ingin menolak, tetapi karena balas budinya kepada keluarga Abdul Mahesa sehingga pria beristri itu menerima pernikahan tersebut.

Akankah Sashi mampu menerima pernikahan ini? Ataukah memilih bercerai karena tahu kenyataan kalau dia hanyalah istri siri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dugaan Hamil

Puguh keluar dari perkantoran itu menuju ke tempat parkir. Dia masih memikirkan sesuatu yang mungkin tidak masuk akal. Pasalnya dia tahu dari beberapa karyawan kantor itu rupanya Sashi dibawa langsung oleh bosnya. Pikiran negatif terus saja mengganggu pikirannya.

"Padahal aku ke sini mau membicarakan sesuatu. Mengapa malah seperti ini? Apa sebenarnya tujuan Sashi meminta cerai agar bisa menikah dengan bosnya? Argggh...."

Stres, suntuk, dan galau ketika pernikahannya dengan istri sah terancam harus bercerai jika tidak memiliki anak, sekarang malah mendapatkan kabar seperti ini. Bisa-bisa Puguh kehilangan segalanya.

"Aku harus mempertahankan Sashi. Bagaimanapun keadaannya, dia harus tetap menjadi istriku!"

Berita miring mengenai kisah Sashi yang mendadak dibawa bosnya ke rumah sakit masih terngiang-ngiang di benaknya. Bagaimana kalau ternyata Sashi tidak sakit melainkan hamil? Sebagai seorang suami yang belum menyentuhnya sama sekali tentu saja membuatnya kepikiran.

Jangan-jangan Sashi sedang hamil?

Deg!

Rasanya seperti tidak percaya. Namun, menelisik kenyataan selentingan yang didengar dari beberapa karyawan ada kemungkinan mengarah ke sana.

Bergegas Puguh pergi ke rumah sakit. Dia ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya terjadi. Namun, sepanjang jalan pikirannya tidak jauh-jauh dari Fathan dan Sashi. Beberapa kali Puguh harus menekan klakson karena kesal seolah perjalanan menuju rumah sakit itu sangat jauh.

Sesampainya di sana, buru-buru Puguh memarkirkan mobilnya. Lekas dia mencari keberadaan Fathan dan Sashi. Kemungkinan besar dia masih berada di IGD Rumah Sakit.

"Aku harus segera menemukan mereka," ucapnya sembari keluar dari area parkir. Dia berjalan melewati beberapa koridor sehingga sampai di depan IGD.

Kebetulan di depan IGD sedang kosong. Sudah bisa dipastikan kalau tidak ke ruang rawat, bisa jadi keduanya masih berada di dalam IGD.

Dari dalam IGD kebetulan ada seorang suster yang baru saja keluar. Puguh tidak tahan untuk segera menemukan keberadaan Sashi.

"Sus, apakah di dalam ada pasien yang baru datang bernama Sashi?" tanya Puguh.

"Oh, yang baru masuk diantarkan suaminya itu, kan?" tanya suster.

Deg!

Kurang ajar! Kenapa tiba-tiba Fathan mengaku suaminya. Brengsek!

"Oh, eh, iya. Apakah masih ada di dalam?" tanyanya lagi.

"Iya, Pak. Bersama suaminya. Jika Bapak hendak menjenguk, sebaiknya bergantian saja," jawab suster. Kemudian suster itu meninggalkannya seorang diri.

Glek!

Amarah Puguh semakin memuncak. Jika tidak ingat ini rumah sakit, tentunya Puguh akan berduel lagi dengan Fathan. Entah, semenjak menikah dengan Sashi, Puguh terlihat lebih emosional. Mengingat Sashi sangat sulit digapai.

Aturan tetaplah aturan. Puguh tidak sabaran kalau harus menunggu Fathan keluar dari ruangannya. Dia terpaksa menerobos masuk.

Tak disangka, dia mendapatkan pemandangan mengejutkan seperti itu. Fathan membantu Sashi untuk meminum minumannya.

"Sashi!" seru Puguh dengan nada suara yang tidak terlalu kencang. Dia cukup sadar diri karena berada di ruang IGD.

"Mas," jawab Sashi lirih.

"Kenapa kamu tidak mengabari suamimu?" tanya Puguh.

Fathan tetap bersikap biasa saja. Padahal kalau boleh jujur, seharusnya Fathan itu lebih baik mundur dan membiarkan sepasang suami istri ini untuk berbicara.

"Maaf, Pak. Bukannya kami tidak mau mengabari, memang kondisi Sashi yang lemas," jawab Fathan. Dia kemudian memilih untuk keluar dan membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya.

Setelah Fathan keluar, barulah Puguh duduk tepat di samping brankar tempat Sashi berbaring.

Diam sejenak sebelum Puguh memutuskan untuk buka suara terlebih dahulu.

"Kenapa tidak mengabariku?"

"Maaf, Mas. Sepertinya ucapan Pak Fathan benar. Aku lemas sehingga tidak mungkin bisa mengabarimu." Sashi menjawab sekenanya. Dia enggan untuk berhubungan lagi dengan suami sirinya itu. Sikapnya kapan hari sudah cukup membuktikan bahwa perceraian adalah yang terbaik.

"Aku heran, kenapa kamu selalu membenarkan ucapan pria itu? Apa sebenarnya hubunganmu dengannya?" selidik Puguh. Amarahnya terhadap pria yang bernama Fathan maupun kepada istrinya tetap tidak berubah.

"Sudahlah, Mas. Lupakan saja! Pak Fathan itu hanyalah bosku. Oh ya, kenapa kamu bisa tahu aku ada di sini?" tanya Sashi dengan suaranya yang cukup lirih, tetapi masih bisa didengar Puguh.

"Aku ke kantormu, tetapi kata karyawan di sana, kamu diantar bosmu ke sini. Memangnya kamu kenapa?"

Aku tidak mungkin menceritakan insomnia ku ini. Kurasa cukup aku saja yang menyimpan masalahnya. Aku berharap setelah ini ada keajaiban dia akan menceraikan aku.

"Kenapa kamu diam? Apa kamu menyembunyikan rahasia dariku? Oh ya, drama apa yang sedang kalian berdua mainkan?" tanya Puguh.

Sashi menatap suami sirinya itu dengan tatapan yang mengintimidasi. Sashi terlihat kesal pasalnya suaminya mendadak datang kemudian mengatakan sesuatu yang membuatnya tidak mengerti.

"Aku tidak menyembunyikan rahasia apapun. Lalu, drama apa yang kamu maksud, Mas?"

Puguh teringat ucapan suster yang bertemu dengannya di depan IGD.

"Mengapa bosmu itu mengaku sebagai suamimu?"

Deg!

Sashi tidak mengerti. Tuduhan apa yang dilayangkan suaminya itu sungguh tidak benar adanya. Mungkin ini hanya akal-akalan Puguh saja untuk menyudutkan dirinya.

"Kamu mungkin bercanda, Mas. Pak Fathan tidak mengatakan apapun di sini. Dia murni mengantarkan aku saja. Kamu jangan berlebihan seperti itu!" Walaupun belum pernah berada di dalam rumah yang sama, Puguh masih suaminya.

"Bohong!" seru Puguh, tetapi masih dengan suara yang tidak terlalu kencang. Bisa-bisa dia diusir dari ruangan itu.

"Mas, mau kamu itu apa, sih? Bukankah aku sudah mengatakan sejujurnya, tetapi kamu masih tidak percaya."

"Oke, kita lupakan mengenai drama yang memang tidak kamu buat. Kamu sebenarnya sakit apa?"

Sebenarnya Sashi merasa tidak nyaman dengan kedatangan suaminya. Namun, bagaimanapun kondisinya, Puguh tetaplah suaminya. Sashi masih berharap ada keajaiban agar dia segera bercerai darinya.

"Aku hanya pusing, Mas. Setelah sadar dari pingsan, rasanya aku mual sekali."

Glek!

Bahkan semua tanda-tanda itu merujuk pada ciri seseorang yang sedang hamil. Puguh tahunya dari sinteron yang dilihat di televisi.

"Kamu selingkuh di belakangku, ya?" tuduh Puguh.

Deg!

"Apa maksudmu, Mas?"

"Jangan bodoh, Sashi. Kurasa kamu cukup dewasa untuk mengerti masalah ini."

Sashi menggeleng. "Jujur, Mas. Aku masih tidak paham dengan ucapanmu!"

"Kamu ada main dengan bosmu itu, kan? Kamu selingkuh dengannya. Akui saja!"

Sashi terkejut. Jangankan main gila dengan bosnya, lamarannya saja ditolak. Seandainya Sashi istri sahnya Puguh, rasanya seperti ditusuk sembilu ketika dituduh melakukan hal yang tidak pernah dilakukannya sama sekali. Mungkin ini saatnya keajaiban itu bekerja. Sashi tidak bisa memaksanya.

"Mengapa kamu mengatakan seperti itu, Mas?"

"Kurasa kamu sedang hamil anaknya."

Glek!

Rupanya Puguh salah paham mengira dirinya hamil. Sebenarnya ini kesempatan bagus untuk Sashi supaya mendapatkan kata talak dari suaminya. Namun, Sashi masih ragu. Apakah ini cara yang baik untuk menyelesaikan masalahnya?

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Sri Puryani
mksh thor🙏
Sri Puryani
mau ah jd karyawan fathan.....sering dpt bonus😀😀
Sri Puryani
buat nadya hamil thor ...utk kesabarannya
Sri Puryani
kyknya fathan msh jaka deh....bkn duda mknya statusnya ditutupi
Sri Puryani
ksh tau laila dong sashi....kasihan dia, kan bs laila utk jg rahasia
Sri Puryani
nah gt sashi .....pinter, meskipun kamu mandiri ksmu jg butuh sandaran ht ...cie"" ...
Sri Puryani
ulah mamanya puguh
Sri Puryani
kok msh mikir ibunya puguh tujuanya apa? kan sdh jls pgn cucu dr kamu sashi.....dodol bgt sih...
Sri Puryani
perbaiki hub.dgn istrimu & proses bayi tabung
Sri Puryani
bayi tabung sdh dicoba blm?
Sri Puryani
keras kepala jg sashi.....urus ke pengadilan sashi......
Sri Puryani
nah sdh tau alasannya kan? urus perceraianmu & pergi dr kota itu
Sri Puryani
klo bs diurus di pengadilan kenapa gk cpt" diutus shi? gk usah nunggu 40 hr gpp
Sri Puryani
gara" mulut puguh yg emosi & cemburu ....
Sri Puryani
kenapa td gk lgsg plg ajak laila & nginap di rmh lsila dr pads jd tontonan
Sri Puryani
puguh pengecut.....stlh membuka aib sdr & orang lain mlh diem
Sri Puryani
kamu mempermalukan kelg.mu puguh ....sashi pasti tdk suka dgn tindakanmu
Sri Puryani
skrg kamu tau ternyata kamu hanya utk mencetak anak sashi, mintalah talak
Sri Puryani
cerita sama shbt bk ada slhnya sashi, siapa tau shbtnya bs membantu biar tdk ada slh paham
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!