NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.18 -Memutuskan Hubungan

Sinar matahari pagi menembus jendela kaca ruko dua lantai yang baru saja disewa Damian dan Lilian. Aroma cat segar dan lantai yang bersih menyambut langkah seorang pemuda berkacamata tebal yang membawa tas ransel besar. Wajahnya tampak lelah, namun matanya memancarkan kecerdasan yang luar biasa.

"Felix?" panggil Damian seraya berdiri dari kursi kerjanya.

Pemuda itu mengangguk cepat. "Benar, Tuan Damian. Saya Felix... mantan head programmer tim data center Laurent Group."

Lilian yang sedang duduk di sofa sambil menikmati segelas es teh manis tersenyum ramah. "Sini duduk, Felix! Santai aja, di sini enggak ada bos gila yang suka maksa bikin data palsu kayak Gavin."

Felix mendesah lega, bahunya yang tadinya tegang seketika melemas. "Terima kasih, Nona Lilian. Sejujurnya saya sempat frustrasi pas disuruh hengkang sama Gavin cuma karena menolak memanipulasi data efisiensi server. Tapi begitu Tuan Damian menghubungi saya... saya tahu ini kesempatan baru."

Damian menyodorkan selembar dokumen konsep di atas meja. "Aku tidak akan banyak basa-basi, Felix. Aku mendirikan Aetheria untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah dipikirkan Laurent Group—sebuah sistem Green AI berbasis efisiensi energi tinggi dengan biaya produksi yang minim."

Mata Felix seketika berbinar saat membaca poin-poin algoritma yang tertera di dokumen tersebut. "Ini... ini gila! Algoritma pemrosesan datanya sangat rapi! Kalau ini berhasil dikembangkan, kita tidak hanya menghemat energi server hingga enam puluh persen, tapi kecepatannya bisa sepuluh kali lipat dari AI konvensional milik Gavin!"

"Dan untuk mewujudkannya, aku butuh kemampuanmu sebagai kepala teknis Aetheria," pungkas Damian tegas. "Bagaimana?"

"Saya gabung! Tanpa ragu sedikit pun!" jawab Felix mantap, menjabat tangan Damian dengan penuh semangat.

Lilian menepuk tangannya gembira. "Mantap! Anggota pertama Aetheria resmi bergabung!"

Setelah menyepakati kontrak kerja Felix, Damian mengambil sekoper berkas dari dalam tasnya. Raut wajahnya berubah menjadi sangat serius.

"Felix, Lilian... aku harus pergi sebentar ke kantor pengacara," ujar Damian tenang namun dingin.

Lilian menaikkan alisnya. "Soal pemutusan hubungan dengan keluarga Laurent?"

Damian mengangguk. "Benar. Aku akan menandatangani pelepasan hak waris dan pemisahan aset secara mutlak di hadapan notaris. Mulai hari ini, aku tidak akan menyisakan satu celah pun bagi Arthur Laurent untuk mengklaim atau menekan Aetheria di masa depan."

Lilian tersenyum bangga menatap Damian. Cowok di depannya ini benar-benar sudah lepas dari bayang-bayang masa lalunya.

"Pergilah, Damian. Selesaikan urusanmu," kata Lilian mantap. "Biar aku dan Felix yang mulai menyiapkan fondasi sistem Aetheria di sini!"

"Semangat!" pekik Lilian, membuat Damian tersenyum tipis. Hari-harinya terasa lebih hidup setelah bersama Lilian. Dulu, dia bahkan tak berani mengangkat kepala dan hanya bisa menunduk.

Satu jam kemudian, Damian sudah sampai di firma hukum. Dia melihat mobil keluarga Laurent terparkir di depan. Tanpa ragu, dia membuka pintu ruangan dan menatap keluarganya yang sudah berkumpul.

Damian sempat menatap Eleanor sebelum akhirnya memalingkan wajah—ibu yang dulu, saat dia masih kecil, sangat dia rindukan.

"Tuan Damian, silakan duduk," kata Richard, pengacara keluarga Laurent.

Damian pun duduk di seberang Arthur. Mereka saling tatap penuh permusuhan, sementara Gavin yang duduk di samping Eleanor tersenyum penuh kemenangan.

"Saya ingin memutus hubungan secara sah di mata hukum dengan Arthur Laurent dan Eleanor Laurent. Mereka bukan ibu dan ayah saya," ucap Damian dengan wajah dingin.

Dada Eleanor tiba-tiba terasa sesak. Walau benci, ada rasa tak rela yang menyusup di hatinya saat melihat Damian benar-benar memutus hubungan dengannya.

"Baik, saya sudah menyiapkan semuanya. Tuan Arthur, silakan tanda tangan di sebelah sini. Untuk hak warisan, Tuan Damian mendapatkan tiga persen saham Laurent Group yang akan diuangkan, serta beberapa aset yang sudah atas nama Tuan Damian," jelas Richard.

Arthur Laurent menatap Damian dengan pandangan tajam penuh amarah. "Hanya tiga persen dan kamu rela membuang nama besar Laurent, Damian? Kamu pikir kamu bisa bertahan hidup di luar sana tanpa nama keluarga ini?!"

Damian tidak berkedip sedikit pun. Tatapannya lurus, dingin, dan penuh keyakinan.

"Nama Laurent tidak pernah memberiku kehidupan, Tuan Arthur. Nama itu hanya memberiku penderitaan," jawab Damian tenang tanpa keraguan sedikit pun. "Uangkan seluruh saham dan aset itu. Aku tidak butuh selembar kertas pun yang menghubungkanku dengan keluarga ini."

"Dan, jangan lupa anda yang mengusir saya. Tuan Arthur," ujar Damian, membuat Arthur mengepalkan tangannya dengan erat.

Gavin di samping Eleanor terkekeh pelan, menyembunyikan rasa irinya di balik senyum ejekan. "Baguslah kalau tahu diri. Lagipula, tanpa koneksi Laurent Group, modal kecil dari saham tiga persen itu bakal habis dalam sekejap buat proyek murahanmu itu, Damian."

"Gavin, diam!" tegur Eleanor tiba-tiba dengan suara bergetar. Matanya yang mulai berkaca-kaca menatap Damian. "Damian... kamu beneran mau melakukan ini? Mommy—"

"Tolong tandatangani dokumennya, Nyonya Eleanor. Jangan membuang waktuku," pangkas Damian dingin, bahkan tanpa mau menatap mata Eleanor lagi.

Kata-kata dingin itu bagai sembilu yang menusuk dada Eleanor. Ada rasa sesak yang luar biasa saat menyadari anak laki-laki yang dulu selalu mengharapkan pelukannya kini menatapnya seperti orang asing.

Dengan tangan gemetar Arthur dan Eleanor akhirnya menandatangani berkas pemutusan hubungan hukum dan hak waris tersebut. Richard, sang pengacara, stempel dokumen itu dan menyerahkan salinannya kepada Damian.

"Secara resmi dan sah di mata hukum negara, Anda sudah tidak memiliki hubungan kekeluargaan maupun hak waris dengan keluarga Laurent, Tuan Damian," ujar Richard profesional.

Damian mengambil dokumen itu, lalu berdiri dari kursinya. Ia menatap ketiga orang di hadapannya untuk terakhir kali.

"Terima kasih atas 'warisan' penderitaan selama ini. Mulai detik ini, jangan pernah sebut namaku lagi," ucap Damian datar sebelum berbalik dan melangkah keluar dari ruangan tanpa menoleh sedikit pun.

Di luar gedung firma hukum, udara terasa begitu lega. Damian menghirup napas dalam-dalam. Beban berat yang bertahun-tahun mengikat lehernya kini resmi terlepas.

Ia merogoh ponselnya. Sebuah pesan masuk dari Lilian terlihat di layar:

"Gimana? Udah kelar belum bebasnya? Felix udah siap nih, kita tinggal tunggu bos Aetheria balik!"

Senyum tipis yang hangat terukir di bibir Damian. Hari-harinya benar-benar sudah berubah. Ia tidak lagi menunduk.

Bersambung ...

1
Jannah R
yaaa thor minimal buar 2 prat lh ini mah author ny yg ragu bwt nambah🤭...neeext thor semangat
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kang bakso'y yang ganteng ya Kak., buat vitamin mata

🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
jumirah slavina
walaupun perempuan tinggal Kamu satu²y d'dunia., Dami. lebih memilih jomblo abadi
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
dasar parasit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!