NovelToon NovelToon
OTAK SUPER SANG DOKTER IDIOT

OTAK SUPER SANG DOKTER IDIOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di balik tatapan kosong dan cemoohan sebagai "dokter idiot" yang selalu diremehkan di rumah sakit elit, Arka Prasetya sebenarnya menyimpan kejeniusan otak super serta sertifikasi bedah internasional yang tidak diketahui siapa pun. Ketika hidupnya terus diinjak-injak oleh para dokter senior yang arogan dan terjebak dalam perjodohan tak terduga dengan Clara, seorang pewaris konglomerat yang angkuh, Arka perlahan mulai menunjukkan taringnya lewat operasi-operasi mustahil yang akan memberikan tamparan telak bagi siapa saja yang berani merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Suasana di dalam area meja VIP restoran Grand Imperial terasa jauh lebih tenang dan eksklusif.

Clara Wijaya duduk berhadapan dengan Arka sambil menatap buku menu makanan di tangannya.

Jantung wanita cantik itu masih berdegup kencang setelah menyaksikan aksi luar biasa Arka melumpuhkan dua pengawal bertubuh kekar tadi.

"Kamu benar-benar membuatku terkejut hari ini, Arka," bisik Clara pelan dengan pipi yang masih merona merah.

Arka tersenyum tipis sambil menyesap air mineral di gelas kristalnya.

"Terkejut kenapa, Nona calon istri?" tanya Arka dengan nada usil yang santai.

"Kamu bisa bela diri, kamu sangat pintar mendiagnosis penyakit, dan kamu tidak takut sama sekali menghadapi keluarga Handojo," jawab Clara jujur tanpa ditutupi-tutupi lagi.

"Biasa saja," balas Arka acuh tak acuh.

"Itu bukan hal biasa, Arka!" protes Clara dengan nada manja yang tidak pernah ia tunjukkan kepada orang lain.

"Semua orang di kota ini tahu kalau keluarga Handojo adalah kelompok yang sangat kejam dan berpengaruh."

Arka meletakkan gelasnya pelan di atas meja marmer.

"Kalau mereka kejam, kenapa kita harus takut pada pengecut yang bahkan tidak bisa menjaga kesehatan livernya sendiri?" ujar Arka tenang.

Clara tertegun mendengarkan jawaban santai tersebut.

Ia perlahan-lahan menyadari bahwa di balik pakaian sederhana dan status palsunya sebagai petugas kebersihan, Arka memiliki keberanian dan kedalaman mental yang luar biasa.

"Kamu ini... sebenarnya siapa kamu sebelum masuk ke rumah sakit itu?" tanya Clara penasaran setengah mati.

"Aku cuma seorang pemuda biasa yang suka kebersihan," jawab Arka tersenyum misterius.

"Bohong! Mana ada pemuda biasa yang bisa menjatuhkan pengawal profesional dalam sepuluh detik!" sangkal Clara kesal.

"Kalau tidak percaya, ya sudah," balas Arka santai membuka menu makanan.

"Sudahlah, lebih cepat kita memesan makanan, lebih cepat pula kita bisa kembali bekerja."

Clara mendengus pelan melihat sikap Arka yang selalu berhasil mengalihkan pembicaraan dengan santai.

Namun, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, rasa kagum dan ketertarikan Clara kepada Arka semakin tumbuh subur tanpa bisa ia cegah.

Mereka akhirnya memesan beberapa menu makanan istimewa khas restoran bintang lima tersebut.

Selama makanan disajikan, percakapan ringan mengalir di antara mereka berdua, mencairkan ketegangan yang sempat terjadi sebelumnya.

Bahkan, Clara beberapa kali tertawa lepas mendengarkan lelucon datar yang dilontarkan oleh Arka.

Di tempat yang berbeda, suasana tidak kalah panas terjadi di dalam mobil mewah yang membawa Roy Handojo meninggalkan restoran.

Roy meringkuk kesakitan di kursi belakang sambil memegangi bagian rusuknya yang masih terasa nyeri luar biasa.

Wajah pewaris Grup Handojo itu tampak pucat pasi penuh dengan amarah yang membara.

"Sialan... sialan... sialan!" maki Roy berulang kali dengan suara gemetar menahan sakit.

"Aku bersumpah akan mencincang bajingan miskin itu sampai berkeping-keping!"

Pengawal pribadinya yang menyetir mobil melirik cemas dari kaca spion tengah.

"Tuan Muda, sebaiknya kita langsung pergi ke rumah sakit utama untuk memeriksakan luka Anda," saran pengawal itu berhati-hati.

"Rumah sakit pantatmu!" bentak Roy murka.

"Sambungkan teleponku ke Ayah sekarang juga! Cepat!" perintah Roy mendesak.

Pengawal itu tidak berani membantah dan langsung menyerahkan ponsel mahal milik Roy.

Roy menekan nomor cepat dan menyambungkannya ke kantor pusat Grup Handojo.

Tut... tut...

Sambungan terhubung setelah beberapa deringan singkat.

"Halo, Roy? Ada apa kamu menelepon di jam kerja begini?" suara berat dan berwibawa terdengar dari ujung telepon sebelah sana.

Suara itu milik Tuan Besar Handojo, pemimpin tertinggi Grup Handojo yang terkenal kejam dan ambisius.

"Ayah... hiks... Ayah harus membantuku membalas dendam!" jerit Roy histeris dengan nada suara menangis penuh amarah.

Di ujung seberang, Tuan Handojo mengerutkan keningnya tajam mendengar putranya merengek seperti anak kecil.

"Balas dendam apa maksudmu? Siapa yang berani melukai anakku di kota ini?" tanya Tuan Handojo dengan nada suara dingin membekukan.

"Pria sialan dari keluarga Wijaya, Ayah!" lapor Roy menggebu-gebu.

"Dia merebut meja makanku di restoran Grand Imperial, menghinaku di depan umum, dan memukul pengawal kita sampai pingsan!"

Tuan Handojo terdiam sejenak di ujung telepon, memproses informasi mengejutkan tersebut.

"Keluarga Wijaya? Bukannya cucu tua bangka itu sedang dijodohkan dengan seorang pria miskin yang tidak jelas?" tanya Tuan Handojo curiga.

"Iya, Ayah! Pria miskin itu lah yang sudah mempermalukanku hari ini!" teriak Roy penuh kebencian.

"Aku mau Ayah mengerahkan seluruh orang kita untuk menghancurkan keluarga Wijaya dan melenyapkan pria sialan itu malam ini juga!"

Tuan Handojo mendengus pelan di ujung sambungan telepon.

Senyuman licik terukir di wajah pemimpin keluarga konglomerat saingan tersebut.

"Jangan khawatir, Roy," ucap Tuan Handojo dengan nada suara penuh percaya diri yang mengerikan.

"Kebetulan proyek tender besar keluarga Wijaya sedang berada di tangan kita."

"Mulai detik ini, aku akan memutus seluruh pasokan dana mereka dan membuat keluarga itu bangkrut dalam waktu kurang dari seminggu."

Roy tersenyum puas mendengar janji dari ayahnya di ujung telepon.

"Bagus, Ayah! Buat mereka memohon-mohon di kaki kita!" ancam Roy penuh kepuasan palsu.

"Dan pastikan pria miskin itu berakhir di dasar jurang."

Sambungan telepon tertutup rapat.

Roy tertawa kecil di dalam mobil meskipun tubuhnya masih merasakan sakit yang teramat sangat.

Ia sudah membayangkan bagaimana hancurnya keluarga Wijaya dan tersiksanya Arka di tangan ayahnya.

Kembali ke restoran Grand Imperial, Arka dan Clara baru saja selesai menikmati makan siang mereka dengan sangat nikmat.

Clara menyeka bibirnya dengan serbet kain putih lalu menatap Arka yang duduk tenang di depannya.

"Makanannya enak sekali, terima kasih sudah menemaniku, Arka," ucap Clara tulus.

Arka tersenyum tipis sambil mengangguk pelan.

"Sama-sama, Nona. Kapan lagi bisa makan gratis di tempat mahal," jawab Arka bercanda.

Clara memutar bola matanya malas mendengar candaan tersebut, namun senyum manis tetap terukir di bibirnya.

Mereka berdua kemudian bangkit dari kursi dan berjalan keluar restoran menuju mobil mewah yang sudah menunggu di depan lobi.

Tanpa mereka sadari, badai besar sedang bersiap menerjang kehidupan keluarga Wijaya akibat ulah dendam kesumat dari keluarga Handojo.

Namun, di dalam kepala Arka, seluruh rencana busuk itu sudah terbaca dengan sangat jelas berkat sistem canggih yang dimilikinya.

1
Shinta geol
karya yang bagus dan masuk ke dalam alur
Shinta geol
salut sama sikap thor yang tenang menguasai keadaan,saya kasih vote lah biar rame😍
Shinta geol
kasihan si arka selalu dekerjain para dokter lain nya😭
setiawan
motivasi hidup,saya kasih bintang 5
Jangkar pion
🥰😍🤩
Anton barly
saya suka karakter Thor🤗
gofur
karya yg menarik
yani
😶‍🌫️
fitri
motivasi untuk org normal biar tambah wawasan
fitri
hebat nya orang idiot tpi otak melebihi orang normal👍
Angel
sangat berkesan untuk orang nornal biar tambah semangat dalam bekerja💪
Angel
walaupun banyak yang hina tpi dia tidak runtuh sama sekali👍👍👍
Anton barly
orang idiot aja masih punya musuh,apalagi dia normal
Anton barly
orang pintar walaupun udiot masih aja punya musuh
fitri
sikap thor yang tenang menghadapi masalah👍
pricilia
jangan meremehkan orang yang memiliki kekurangan,belum tentu orang kekurangan itu di bawah batas kita,saya sadar orang normal belum tentu baik😒
clara
sangat bagus
clara
saya suka alur crita nya saya kasih vote 1 deh biar bisa lanjut baca nya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!