NovelToon NovelToon
Gara-gara One Night Stand

Gara-gara One Night Stand

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: dina Auliya

Satu malam yang seharusnya terlupakan justru mengubah segalanya. Nayra, mahasiswi yang hidupnya sederhana, terbangun dengan kenyataan pahit—dia hamil dari pria asing yang bahkan tidak ia kenal namanya. Di tengah ketakutan dan tekanan, Nayra memilih mempertahankan janin itu, meski harus menanggung semuanya seorang diri.


Sementara itu, Arsen—seorang CEO dingin yang tak pernah memikirkan cinta—mulai dihantui bayangan malam yang sama. Hanya berbekal satu nama, ia mencari gadis yang tanpa sengaja telah mengubah hidupnya. Namun saat akhirnya mereka bertemu kembali, kenyataan jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan.


Ketika tanggung jawab berubah menjadi perasaan, dan jarak usia menjadi tembok yang sulit ditembus… akankah Nayra membuka hatinya, atau justru memilih menjauh dari pria yang dulu hanya ia anggap kesalahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jarak Yang Dipaksa

Langkah Nayra masih cepat saat meninggalkan koridor kampus.

Sinta hampir harus setengah berlari untuk menyamai langkahnya..“Na… pelan…” ucap Sinta sambil menarik lengannya.

Nayra akhirnya berhenti lagi. Napasnya tidak teratur. Air matanya masih jatuh tanpa bisa ditahan. “Akunggak kuat…” bisiknya.

Sinta langsung memeluknya. “kamu kuat,” ucapnya pelan.

Nayra menggeleng di bahu Sinta. “Dia tiba-tiba datang…” “Terus bilang semua itu…”

Suaranya terputus.

Sinta mengusap punggungnya perlahan. “Kamu kaget, itu wajar.”

Nayra sedikit menjauh. Matanya merah.

“Bukan cuma kaget…” “Aku takut.”

Sinta menatapnya serius. “Takut apa?”

Nayra menelan ludah. “Takut… semuanya berubah.”

Sinta terdiam.

Karena— Itu memang tidak bisa dihindari.

Di sisi lain— Arsen masih berdiri di tempat yang sama. Tatapannya kosong beberapa detik. Seolah mencerna semuanya.

Raka berdiri di sampingnya. “Pak…”

Arsen menghela napas pelan. “Dia jauh lebih keras dari yang aku kira.”

Raka tersenyum tipis. “Dia sudah berjuang sendiri dari awal.”

Arsen menatap ke arah Nayra pergi. “Iya…”

Nada suaranya pelan. Namun ada sesuatu yang berubah. Bukan ragu. Tapi… memahami.

“Sekarang gimana, Pak?” tanya Raka.

Arsen tidak langsung menjawab. “Kita mundur dulu.”

Raka sedikit terkejut. “Mundur?”

Arsen mengangguk. “Dia butuh ruang.”

Raka mengangguk pelan. “Baik.”

Namun Arsen melanjutkan— “Tapi bukan berarti aku berhenti.”

Tatapannya kembali tegas. “Aku cuma… Ingin kasih jarak.”

Sore hari— Nayra dan Sinta sudah kembali ke kos. Suasana kamar terasa sunyi. Lebih sunyi dari biasanya. Nayra duduk di lantai, bersandar di sisi ranjang.

Sinta duduk di depannya. “Na…”

Nayra menatap kosong. “Iya…”

“kamu masih mikirin dia?”

Nayra tertawa kecil. “Gimana nggak mikir…”

“Dia… orang itu.”

Sinta mengangguk. “Sekarang semuanya jelas.”

Nayra menggeleng pelan. “Justru makin rumit.”

Sinta menghela napas. “Iya… itu juga benar.”

Beberapa detik hening. Lalu Sinta bertanya pelan— “kamu beneran nggak mau dia tanggung jawab?”

Nayra langsung menjawab cepat.“Nggak.” Tanpa ragu.

Sinta menatapnya. “Kenapa?”

Nayra menunduk. “Karena aku nggak mau hidup ku dikontrol orang yang aku nggak kenal.” Jawaban itu jujur. “Dia datang sekarang, Sin… bukan dari awal.”

Sinta terdiam.

“Dan aku udah terbiasa sendiri,” lanjut Nayra. Tangannya perlahan menyentuh perutnya. “Aku sama anak ini… udah cukup.”

Sinta menatapnya lama. “Kamu yakin?”

Nayra mengangguk. “Iya.”

Namun— Di dalam hatinya… Tidak sepenuhnya tenang.

Malam hari— Hujan turun lagi. Rintiknya pelan. Seperti mengiringi suasana hati Nayra.

Ia berdiri di dekat jendela. Menatap keluar.

Pikirannya kembali ke Arsen. Wajahnya. Tatapannya. Dan kalimatnya— “Itu anak kita.”

Nayra memejamkan mata. “Kenapa harus dia…” bisiknya. Ia menggeleng pelan. “Aku nggak butuh dia…”

Namun kalimat itu.. Tidak terasa sekuat sebelumnya.

Di tempat lain— Arsen duduk di ruang kerjanya. Lampu hanya menyala sebagian.

Suasana tenang. Namun pikirannya tidak.

“Pak…” Raka masuk dengan beberapa berkas.

“Ini jadwal Nayra beberapa hari ke depan.”

Arsen menerimanya. Melihat sekilas. “Aku nggak mau ganggu dia dulu.”

Raka mengangguk. “Tapi kita tetap pantau?”

Arsen mengangguk. “Iya.”

Raka ragu sejenak. “Pak… kalau dia tetap nolak?”

Arsen terdiam. Beberapa detik. Lalu menjawab— “Aku cari cara lain.”

Raka menatapnya. “Cara apa?”

Arsen menatap ke depan. “Yang penting… aku tetap ada.”

Keesokan harinya— Nayra kembali ke kampus. Langkahnya lebih pelan.

Namun kali ini— Ia lebih waspada. Matanya sesekali melihat sekitar. Seolah mencari. Sekaligus… menghindari.

“Kamu nyari dia?” tanya Sinta.

Nayra langsung menggeleng. “Nggak.”

“Terus kenapa liat-liat?”

Nayra terdiam sejenak. “Cuma… jaga-jaga.”

Sinta mengangguk. “Dia nggak bakal muncul tiba-tiba lagi, kok.”

Nayra tidak menjawab. Karena— Ia tidak yakin.

Hari itu berlalu tanpa kehadiran Arsen. Tidak ada sosoknya. Tidak ada tatapannya. Tidak ada tekanan seperti kemarin.

Namun— Aneh. Nayra justru merasa kosong.

Sore hari— Mereka duduk di taman kampus. Angin berhembus pelan.

“Dia nggak datang,” kata Sinta.

Nayra mengangguk. “Iya…”

“Harusnya kamu lega.”

Nayra menatap ke depan. “Iya…”

Tapi— Ia tidak tersenyum.

Di tempat lain—

Arsen berdiri dari kejauhan. Mobilnya terparkir tidak jauh dari kampus. Ia tidak turun. Hanya melihat. Dari jauh.

Tatapannya tertuju pada satu sosok di taman.

Nayra.

“Pak… nggak mau turun?” tanya Raka.

Arsen menggeleng. “Belum.”

Raka mengangguk. “Bapak benar-benar kasih jarak.”

Arsen tersenyum tipis. “Iya.”

Namun matanya tetap pada Nayra. “Biar dia tahu…” “Aku nggak akan hilang.”

Di taman— Nayra tiba-tiba menoleh. Entah kenapa. Perasaan itu datang lagi. Ia melihat ke arah jalan. Mobil-mobil parkir. Orang-orang lewat.

Tapi— Tidak ada yang mencurigakan.

“Kenapa?” tanya Sinta.

Nayra menggeleng pelan. “Nggak…” Ia kembali menatap ke depan.

Namun perasaan itu… Masih ada. Seperti seseorang—Masih memperhatikannya.

To be continued 🙂 🙂 🙂

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!