Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Setelah memastikan keadaan Aini baik-baik saja, Andra segera menuju kantor polisi dimana Aldo ditahan
Andra duduk dikursi dengan dibatasi meja, ia menatap seorang pria yang babak belur dibawa oleh seorang petugas kepolisian
"Brengsek" Andra bangun dan hendak melayangkan tinjunya namun dihalangi oleh seorang petugas
"Tolong jangan membuat keributan, pak!"
"Maaf pak" Andra kembali ke tempatnya, tatapannya penuh amarah kearah pria yang semalam telah mencoba untuk melecehkan istrinya
Aldo duduk dihadapan sahabatnya, kemarahan terpancar jelas dari wajahnya membuat Aldo berdecih
"Lo marah?"
"Maksud lo? Berani banget Lo nyentuh istri gue" Andra geram namun masih berusaha untuk mengendalikan dirinya
"Harusnya Lo gak marah, bukannya Lo udah punya selingan"
Pertanyaan itu membuat Andra terkejut, apa Aldo mengetahui perselingkuhan dirinya dan Sarah? Tapi bagaimana bisa?
"Maksud lo?"
"Ck, gue tau Lo selingkuh sama Sarah"
Andra mengepal, sepertinya Aldo belum memberitahukan kebenaran ini pada Aini, karena istrinya tidak membahasnya
"Itu urusan gue"
"Kalau lo gak bisa setia, lebih baik Lo lepasin aja Aini! Masih banyak orang yang bisa bahagiain dia" Ujar Aldo yang geram
Harusnya perempuan seperti Aini tidak bersama laki-laki baji___ tukang selingkuh seperti Andra ini
Ia sendiri menyesal, harusnya ia dekati Aini secara baik-baik bukannya malah membuat wanita itu trauma
Ck, penyesalan selalu datang belakangan. Sebenarnya ia hanya ingin mendekati Aini tapi malah terbawa nafsu karena melihat tubuh menggodanya
"Terus siapa yang pantas buat Aini? Elo?" Tanya Andra dengan nada mencibir
"Kalau bukan gue, seenggaknya dia gak sama laki-laki bre___ kayak Lo" Ucap Aldo seolah menantang
"Gue bakal buat Lo membusuk disini Aldo!" Andra pergi setelah mengatakan itu, ia harus memastikan jika Aldo tetap disini karena dia adalah ancaman
Andra kembali kerumah, tak lupa ia membeli beberapa buah untuk istrinya mengingat wanita itu tengah sakit
Seharian ini juga Andra mengabaikan kekasih gelapnya. Sarah uring-uringan karena Andra juga tidak masuk kantor
Ia tahu karena pria itu meminta izin karena kondisi istrinya yang tengah sakit. Sarah sendiri heran, jika tidak cinta untuk apa Andra begitu perhatian pada istrinya
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Aini yang tengah menemani putrinya bermain menoleh saat melihat suaminya ia tersenyum
"Ini, mas ada beli buah. Kamu makan yaa!" Andra berucap lembut
"Makasih yaa mas" Aini meraih kantong plastik berisi buah itu lalu membawanya ke dapur untuk dibersihkan
"Mas udah dari kantor polisi?" Tanya Aini pada suaminya saat ia kembali keruang tengah
"Iya, mas udah kasih si Aldo peringatan. Berani banget dia" Andra masih geram jika mengingatnya
"Semalam aku takut banget"
"Mas ngerti, sekarang jangan diinget lagi! Dia bakal lama dipenjara" Ujar Andra menenangkan istrinya
Aini mengangguk, ia berharap Aldo mendekam lama karena rasa trauma itu masih ada
***
Keesokan harinya barulah Andra kembali bekerja, kondisi Aini juga sudah jauh lebih baik
Barulah Sarah bisa bertemu kekasihnya ini, rasa kesal sudah pasti ada namun ia berusaha menahan agar Andra tidak mengakhiri hubungan ini
"Kamu dari mana aja sih mas? Apa kamu sesibuk itu sampai pesan aku gak pernah dibaca?"
Sarah begitu kesal, saat ini tengah berada diruang kerja kekasih gelapnya itu
"Kamu tau kan, kalau Aini masih sakit? Dia baru aja dilecehin sama si breng___ Aldo itu" Andra masih sangat geram jika mengingatnya
"Kamu kok keliatan marah banget? Kamu sebenarnya masih cinta kan sama istri kamu itu?"
"Maksud kamu apa sih Sarah? Wajar kan kalau aku perhatian sama Aini! Dia itu masih istri aku" Kesal juga Andra karena sikap Sarah seperti ini
"Ya tapikan kamu udah gak cinta sama dia"
"Cinta atau enggak aku sama Aini, itu bukan urusan kamu!" Andra mulai mengeraskan suaranya "Kalau kamu masih seperti ini, lebih baik kita akhiri hubungan ini"
Sarah tersentak, ia menyadari kesalahannya karena telah bicara yang macam-macam. Harusnya sebagai selingkuhan ia tidak merengek
"Mas, maafin aku mas" Wanita seksi itu mendekat, mencoba menyentuh kekasihnya namun pria itu menepisnya "Aku minta maaf, aku janji gak akan gitu lagi, aku cuma cemburu aja"
Andra menghela napasnya, ia tidak suka jika Sarah seperti ini. Bagaimanapun Aini itu istrinya dan ia tidak akan menceraikannya lalu mengganti dengan wanita manapun
"Ya udah, tapi jangan gitu lagi! Kamu harus tau kalau Aini itu masih istri aku"
Sarah mengangguk "Iya, maafin aku mas"
Melihat wajah sedih Sarah, Andra menariknya membawanya kedalam pelukan. Ia sudah marah-marah pada kekasihnya ini
"Maafin aku juga, harusnya aku gak bicara kasar sama kamu" Andar mengusap rambut panjang kekasihnya itu dengan lembut
"Malam ini kamu nginep di apartemen kan?" Sarah bertanya
"Malam ini gak bisa, mungkin sampai beberapa hari kedepan" Andra melepas pelukannya lalu duduk dikursinya
"Kenapa mas?"
"Aini masih trauma, aku harus pulang sebelum malam" Ujar Andra membuat Sarah kesal setengah mati, namun ia berusaha untuk menekan amarahnya agar Andra tetap berada digenggaman nya
"Tapi kita udah gak ngelakuin itu dari kemarin, emangnya kamu gak kangen sama aku?" Sarah duduk diatas meja kerja kekasihnya, menampilkan keindahan tubuhnya yang begitu menggoda
"Maaf Sarah, setelah masalah ini selesai dan Aini udah gak trauma lagi, kita pasti akan melakukannya berkali-kali karena aku juga sangat merindukan kamu" Kata Andra
Ditolak seperti ini rasanya sangat menyakitkan, Sarah turun dari atas meja dengan perasaan kesal yang hanya bisa ditahan
Wanita cantik itu memilih untuk meninggalkan ruangan kekasihnya karena ia tidak ingin membuat Andra semakin marah nanti
"Ck, ini semua gara-gara Aini"
***
Aini merasa heran karena tumben sekali suaminya itu pulang lebih awal. Beberapa bulan ini memang Andra selalu lembur bahkan pernah sampai tidak pulang
"Mas" Aini menyambut dengan senyumannya, hari ini Kasih sangat anteng hingga dirinya bisa membersihkan diri
"Assalamualaikum" Andra mengecup kening istrinya lalu beralih pada buah hatinya
"Waalaikumsalam, mas pulang cepet?" Tanya Aini
"Iya, mas gak mau kalau kejadian kemarin terulang lagi" Keduanya melangkah masuk
"Tapikan mas Aldo udah dipenjara"
"Tetep aja mas khawatir sama kamu" Aini tersenyum, merasa suaminya begitu mencintai dirinya
"Makasih yaa mas"
"Kamu gak perlu bilang makasih, karena ini tanggung jawab mas sebagai suami. Malah harusnya mas yang minta maaf sama kamu" Andra benar-benar merasa bersalah
"Sudahlah! Mas mau mandi? Mau aku siapin air hangat?" Aini menawarkan
"Gak usah dek, kamu urus Kasih aja! Setelah itu kita makan bareng" Aini mengangguk
Saat suaminya berada dikamar mandi, Aini membantu dengan menyiapkan pakaian gantinya
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.