aryan adiwilaga adalah anak semata wayang penerus perusahaan keluarganya,aryan mempunyai istri yang cantik tapi tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga tersebut
kakek meminta arya untuk berpoligami,
dan menikahi seorang gadis cantik bernama anya,tapi saat melahirkan anya meninggal dunia karena pendarahan
setelah beberapa tahun naura istri pertama aryan pergi meninggalkan rumah,mereka kembali bersama karena kegigihan aryan mengejar cintanya kembali
tapi naura tidak mau tinggal bersama keluarga aryan,naura lebih memilih hidup sederhana di sebuah kontrakan yang jauh dari rumah keluarga aryan
maura memberikan syarat,jika aeyan kembali padanya mereka tidak akan kembali ke rumah keluarga aryan,naura mau membuktikan uang bukan lah segalanya
apakah mereka bisa melalui kehidupan yang serba kekurangan?
apakah aryan akan setia kepada naura setelah sebelumnya melakukan poligami?
apakah kisah cinta naura dan aryan akan kembali di usik orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sapu ijuak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penolakan naura
naura membuka sedikit amplop surat anya dan melirik ku dengan sudut matanya,dia menghela nafas dengan kasar dan melemparkan surat itu ke wajah ku
"kamu bawa saja surat ini kembali kepada istri muda mu mas,aku tidak akan membaca surat itu walaupun hanya sedikit saja,kemana istri mu itu hah? kenapa bukan dia saja yang datang pada ku? dan apa maksud dia mengirimkan surat pada ku?
aku diam tak tahu mulai dari mana akan berbicara pada naura
"anya sudah meninggal saat melahirkan,dan dia meniitipkan surat ini untuk mu"
"maaf mas bukan aku mengusir mu dari rumah ku,lebih baik sekarang kami pergi dari rumah ku"
naura pergi ke pintu dan merentangkan tangan nya memberi isyarat supaya aku keluar dari rumah ini
"naura maafkan aku,aku mohon jangan usir aku dari sini dulu,berikan aku waktu untuk berbicara dengan mu naura"
"ok baik lah,tapi bukan sekarang mas aku akan berbicara pada mu saat aku menginginkannya,dan jangan bertanya kapan? aku pun belum tahu kapan hari itu akan datang,aku mohon sama kamu dengan sangat untuk keluar dari rumah ku"
aku menatap naura dengan tatapan mengiba berharap dia mau berbicara dengan ku,tapi naura membuang pandangan ke dapur,aku tahu saat ini dia belum bisa menerima kehadiranku dalam hidup nya,
"baik lah anya aku akan pergi hari ini,tapi besok aku akan kembali aku akan berjuang untuk mu lagi"
aku di dorong keluar dari rumah nya dan pintu di banting dengan begitu keras,aku masih meninggalkan surat dari anya di dalam rumah itu dan berharap naura akan membacanya
aku kembali ke mobil dan mencari penginapan di dekat daerah sini,sudah satu jam aku berkeliling tapi masih belum ku temui hotel yang cocok di hati
sampai saat aku melewati persimpangan aku menemukan sebuah hotel tapi mungkin lebih tepat di bilang wisma,karena hotel nya yang kecil dan fasilitas kurang memadai
hanya ini hotel terdekat ke tempat tinggalnya naura,aku harus semangat mengejar cinta naura lagi,aku tidak akan pernah menyerah
aku memasuki hotel tersebut halamannya tidak begitu luas,di samping kiri dan kanan di tanam bunga bunga, aku masuk dan memesan kamar ke resepsionis nya
"pagi mbak masih ada kamar yang kosong mbak"
"untuk berapa malam mas?
"kalau tiga malam berapa mbak?
"kalau kelas satu satu juta semalam mas,fasilitasnya ada tv dispenser dan makan gratis mas" resepsionis menjelaskan secara detail
"baiklah aku kan ambil kelas satu"
aku memberikan uang kepada resepsionis,setelah itu aku diantar ke kamar
aku memasuki kamar dan duduk di atas tempat tidur, ku rebahkan tubuh ini begitu nyaman dalam keadaan ngantuk berat seperti ini,walaupun kamar hotelnya tak sebagus hotel hotel yang pernah aku singgahi
aku terbangun mendengar suara nada dering dari hp ku,kulihat itu panggilan dari mama
"halo ma"
"kamu sudah sampai nak,kenapa tidak memberi kabar ke mama sih,rindu dari tadi minta nelpon sama papa nya,tapi kamu tidak menjawab telpon mama"
"maaf ma aku ketiduran,semalam aku tidak tidur sedikit pun"
"oh ya sudah bicaralah dengan rindu sebentar"
"ayah dimana? rindu kangen ayah"
"ayah lagi kerja nak,besok lusa ayah akan kembali,kamu jangan nakal ya baik baik sama oma"
"iya ayah tadi kakek bawa ikan cantik lho yah,rindu tarok di aquarium yah,kalau ayah pulang jangan lupa beli makannya ya yah"
"iya nanti ayah telpon lagi ya,ayah mau kerja dulu"
"dadah ayah i love you"
"love you to sayang"
aku mematikan telepon dari rindu,aku tersenyum mengingat lucu tingkah anak itu
ku lihat jam di gawai ku sudah menunjukan jam enam sore,aku bergegas mandi sebelum magrib dan akan mencari makan malam di luar,aku sudah sangat lapar,dari tadi malam aku belum makan nasi,hanya sepotong roti di rumah naura itu pun tidak sampai habis karena aku keburu melihat naura di teras rumah
aku pergi ke luar untuk makan,tidak jauh dari sani ada penjual nasi padang,pengunjung nya lumayan ramai
aku masuk ke rumah makan padang dan memesan makanan,aku melihat lihat lauk yang akan ku pesan
"makan disini atau di bungkus uda?
pemilik warung bertanya padaku
"makan di sini aja, sama rendang ya uda"
"baik lah duduk dulu uda"kata pemilik warung dengan ramah,
tidak lama datang lah pesanan ku nasi padang sambal rendang,aku memakan dengan lahap entah aku lapar atau memang masakannya yang enak
aku sudah sering makan di restoran tapi untuk uang satu ini benar benar berbeda,dangingnya yang empuk dan rasa rempahnya begitu terasa,entah apa resep nya aku tidak tahu,yang aku tahu makan sampai kenyang
setelah selesai makan aku membayar di meja kasir
"berapa uda?
"makan pakai apa tadi uda ?
"nasi rendang dan teh masis"
"dua puluh ribu saja uda"
aku memberikan selembar uang lima puluh ribu,tidak begitu mahal untuk makan enak seperti ini
"bisa di bungkus satu uda tapi rendang nya di pisah ya" kata ku pada pemilik warung
"baik lah tunggu sebentar uda"
aku suduk di luar,setelah ini aku akan kembali ke rumah naura dan memberikan nasi rendang yang enak di lidah untuk nya,semoga saja kedatangan ku di sambut dengan baik oleh naura
"ini pesanan nya uda kami menunggu kedatang uda di lain waktu semoga uda puas"kata nya tersenyum manis padaku
aku tersenyum dan pergi dari rumah makan itu
aku mengemudikan mobil menuju kediaman naura,tidak lupa aku belikan seikat bunga untuk mengambil hati nya lagi
suasana begitu damai di rumah naura,dari halaman kita bisa melihat kerlap kerlip lampu di kota,begitu indah aku terpana melihat suasana saat malam di sini
ku alihkan pikiran ku dan kembali menatap rumah naura,aku melangkah menuju pintu rumah nya,ku tekan bel beberapa kali sampai pintu di buka sama tuan rumah
"ada apa lagi sih mas,aku kan sudah bilang tadi siang aku belum mau menemuimu!
"aku hanya mengantarkan ini untuk mu naura"
ku berikan bungkusan nasi padang dan seikat bunga untuk nya,naura tersenyum dan mengambil nasi dan bunga tadi
aku lega dia menerima pemberian ku,aku tersenyum manis padanya
dia mencium bunga pemberian ku dan setelah itu di lempar kembali padaku,sehingga nasi padang berserakan di wajah ku
aku kaget semua tidak seperti yang ku harapkan
"bawa semua itu mas aku tak butuh oh iya kamu bawa juga surat dari istri mu,dan aku turut berduka untuk meninggal nya anya,tapi untuk saat ini aku belum bisa melaksanakan isi dalam surat anya,maafkan aku ku mohon tinggalkan aku sendiri mas"
naura kembali menutup pintu rumah,aku berteriak pada nya untuk membuka pintu dan berbicara dengan ku walaupun sebentar tapi naura hanya diam
aku kembali ke mobil ,saat ini mungkin menjauh akan lebih baik,besok aku akan datang lagi kesini
mohon maaf thor kalau memang gak di lanjut saya agak menyesal bacanya karena saya masih terngiang ngiang dengan kisahnya naura.setiap hari saya cek sudah beberapa bulan tapi up terbarunya gak pernah muncul
Dimohon thor untuk kelanjutan novelnya pliss🙏