NovelToon NovelToon
Rahasia Tersembunyi Mantan

Rahasia Tersembunyi Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:858
Nilai: 5
Nama Author: Penpena

Amira Anastasya, yang setia menunggu janji dari Glen Anggara yang akan segera pulang dalam dua tahun setelah menyelesaikan pendidikannya di Eropa dan menikahi nya. Namun tidak sesuai dengan ala yang Amira harapkan.

Bertahun-tahun Amira menunggu akan tetapi Glen tidak kunjung datang, bahkan tidak pernah menghubungi Amira setelah satu bulan di Eropa tiba-tiba saja dia menghilang tanpa kabar, dan Amira pun tidak dapat menghubunginya.

Hingga lima tahun kemudian, ketika Amira dibandara dan hendak pergi keluar negeri tanpa sengaja mereka bertemu. Saat itu juga Glen pulang dari luar negeri.

Melihat kepergian Amira, Glen merasa sedih ketika dia hendak menemui Amira tetapi kenapa malah amira pergi keluar negeri dan tidak mau mendengarkan Glen saat itu.

Selama di Indonesia Glen berusaha mencari tahu kehidupan Amira selama ini, apakah dia baik-baik saja selama dia tidak ada atau malah sebaliknya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penpena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Rencana menikah

"Iya, aku mau menikah dengan mu, Glen." Jawabnya.

Glen sangat terharu mendengarnya dia bahagia sekali.

"Wahh, acara didalam acara. Para hadirini semuanya mari berkumpul disini." Ucap Alvero mengajak semua tamu melihat Glen dan Amira.

Sontak Glen dan Amira merasa kaget karena banyak orang yang menyaksikan mereka dan menyoraki mereka. Antara malu dan tidak enak dengan keadaan saat ini, tetapi yang dia lihat semua orang senang melihat mereka. 

Glen memasangkan cincin itu di jari manis Suci dan semua orang bersorak bahagia. Lalu Glen memeluk Suci dengan sangat erat. 

"Glen, selamat ya." Ucap Ibu Alvero ikut merasa bangga. 

"Wah, selamat buat kalian berdua." Ucap Alvero

"Kalian ini ya sangat pintar menggunakan kesempatan ini diacaraku," Ucap Dina kakak Alvero. "Tapi tidak masalah setidaknya acara ini ada sesi romantisnya sedikit." Ucapnya tersenyum.

"Kami minta maaf sudah menganggu kalian semua." Ucap Amira kurang nyaman karena telah menyita perhatian semua tamu.

"Eh, gak masalah sama sekali cantik. Kami turut bahagia atas lamaran kalian." Ucap Dina dengan tulus. 

"Cium...cium..." Teriak Alvero. Membuat semua orang menatapnya. 

Glen dan Amira pun ikut melihatnya dan merasa malu. Seketika beberapa orang ikut menyoraki mereka untuk saling berciuman.

Deg

Amira sangat jantungan, lalu dia menatap Glen yang sudah menatapnya dari tadi. Jantungnya menjadi semakin terasa kencang detakannya sepertinya bisa didengar orang. 

"Ayo cium...cium.."

Glen pun menatap amira lebih dalam dan mendekatkan wajahnya kewajah Amira. Tangan Amira rasanya dingin sekali, sudah lama Glen tidak menciumnya dan sekarang Glen ingin menciumnya. Ingin terbang rasanya ketika dia melihat wajah Glen sudah berjarak satu centi dari wajahnya dan sontak bibir itu sudah menempel dibibirnya. 

Glen menciumnya

Amira berusaha menenagkan dirinya agar tidak kaku dan membalas ciuman Glen. 

"Yeaaayy!." Semua orang bersorak menyaksikan mereka hingga selesai. 

Wajah Amira telihat memerah sekarang dia sangat malu diperlihatkan banyak orang sekarang. Lalu Glen memeluknya kembali. 

"I Love You, Dear" Ucap Glen berbisik.

Akhirnya acara malam ini telah selesai dan beberapa tamu sudah pulang ketempatnya masing-masing termasuk keluarga Alvero juga sudah pulang. Kini tinggal Amira beserta Staf nya. Selain itu juga Glen masih disitu baru balik setelah mengantar Rio keluar barusan. 

"Amira." Panggilnya.

"Iya." Amira menoleh kearah Glen, entah kenapa rasanya sekarang dia menjadi canggung.

"Aku akan antar kamu pulang."

"E-em, aku bisa sendiri kok. Kamu pulang saja." Ucapnya khawatir membebani Glen.

"Amira, kamu anggap lelaki apa aku ini membiarkan mu pulang sendiri, Ha?. Aku akan antar kamu. Karena kamu adalah milikku." Ucapnya menatap Amira serius.

Amira terpaku. Lagi-lagi jantungnya tidak bisa diajak kerja sama. ternyata seperti ini rasanya kalau balikan sama mantan. Meskipun dia adalah wanita yang tegas dan berpendirian akan tetapi kalau sudah menyangkut masalah hati dia bisa kikuk juga. 

"Baik lah." Ucapnya tersenyum. 

Didalam mobil Amira hanya diam saja hingga menyadari dari tadi Glen sedang menatapnya sambil menyetir. 

"Glen, kenapa kamu terus menatapku seperti itu?." Tanya nya canggung.

"Aku sedang menatap dunia ku." jawabnya tersenyum membuat Amira tersipu. 

"Glen, fokus lah. Bisa-bisa nanti kita kenapa-napa." Tegur nya.

"Asalkan bersama mu, aku tidak akan keberatan jika terjadi sesuatu."

Amira menghela napas dan memutar bola matanya kesal. "Ya ampun Glen ada yang nyebrang." Ucapnya panik hingga mengalihkan pandangan Glen darinya dan berusaha mengendalikan mobilnya. 

Amira tertawa puas, akhirnya dia berhasil lagi mengerjai Glen. 

"Kamu benar-benar ya," Ketus nya.

"Salah siapa yang fokus kalau menyetir." Jawabnya.

"Emang aku tidak bisa melihat mu?."

"Ya bisa, tapi gak sekarang juga dong. Kita lagi di mobil sekarang." 

"Ya sudah nanti aku akan melihat mu sampai puas."

"Nanti juga gak bisa Glen." Ucapnya menghela napasnya. 

"Kenapa?."

"Ini sudah malam, dan setelah kamu mengantarku kerumah kamu juga akan segera pulang." Jawabnya.

Glen menghela napasnya kesal.

"Aku tidak mau berpisah." Ketusnya.

"Ha?."

"Aku mau bersamamu selamanya, aku tidak bisa jauh dari mu, Mir."

Amira menelan ludah nya. "Ya, biar bagaimana pun kita tidak bisa tinggal bersama, Glen."

"Kenapa tidak bisa?." tanya nya lagi sambil fokus menyetir, Glen seolah-olah bertingkah polos.

Amira jadi gelagatan dibuat Glen. Yang biasanya dia berbicara langsung intinya, sekarang dia malah kesusahan untuk mengeluarkan suara. "Ya, karena kita belum resmi menikah."

"Benarkah?, kenapa bisa begitu?."

"Glen, kamu bercanda ya?." Ucapnya menatap Glen kesal.

"Hahaha, kalau begitu kita menikah ajah sekarang, bagaimana?." Tuturnya lagi

Seketika Amira menatap Glen, lama-lama dia jadi geram mendengar omongan Glen yang kekanak-kanakan.

"Aku minta maaf, tetapi aku jujur Mir. Aku tidak bisa jauh dari mu lagi, aku ingin kamu selalu disisiku. Oleh karena itu aku ingin kita segera menikah."

Amira menundukkan kepalanya, dia tersenyum bahagia karena Glen begitu mencintainya. Dan dia merasa kalau Glen sangat setia kepadanya sehingga dia belum menikah hingga sekarang dan memilih untuk menemuinya kembali. Amira menjadi terharu.

"Kamu kenapa Mir, Kok sedih begitu?. Apa kamu tidak bahagia dengan perkataan ku yang ingin cepat menikah?." tanya Glen menjadi tidak enak. 

Amira menggeleng kepalanya dan air matanya tiba-tiba menetes. Glen yang melihat pun menjadi sangat khawatir. Dengan cepat Glen meminggirkan mobilnya dan berhenti. 

"Amira, kamu kenapa?." tanya nya lirih dan memegang pundak Amira.

Dengan cepat Amira langsung memeluk Glen dan menangis sesenggukan. Glen yang melihatnya pun menjadi campur aduk dan berusaha menenagkan Amira dengan menepuk-nepuk punggung Amira. 

"Makasih Glen. Terimakasih sudah kembali." Ucapnya

Glen yang mendengar menjadi luluh. Ternyata itu penyebab Amira menangis, Glen tersenyum terharu, dia sangat senang ternyata Amira masih mengharapkan dia untuk kembali. Lalu dia memeluk Amira seerat mungkin. "Aku minta maaf ya, sudah meninggalkan mu lumayan lama." Ucapnya.

"Aku sangat bersalah sudah membiarkan mu menunggu aku kembali selama ini, dan aku tidak kunjung kembali." Glen sangat menyesal, kalau dia memposisikan dirinya sebagai Amira pasti dia tidak akan sanggup menerima Glen kembali dihidupnya karena tidak pernah memberi kabar dan hanya berjanji palsu.

"Aku berjanji Amira, kamu tidak akan menunggu lagi. Kita akan selamanya bersama, kita akan bahagia. Dan kamu akan selalu dipenuhi kebahagiaan dan rasa syukur. Tidak akan kuiarkan kamu merasa kesepian lagi." Tuturnya. 

Amira yang mendengarnya pun semakin terharu. 

"Kamu janji?." Tanya Amira melepas pelukannya dan menatap Glen serius. 

Lalu Glen memegang kedua pipi Amira dan menatapnya dalam. "Aku berjanji, Amira." Jawabnya sepenuh hati. 

Lalu Amira tersenyum dengan air mata yang masih saja mengalir dipipinya. 

"Kalau begitu, aku mau menikah dengan mu." Jawabnya.

Glen sontak kaget dia refleks tersenyum dan sangat merasa bahagia atas perkataan Amira barusan. 

"Aku mencintai mu, Glen." Ucapnya lembut. Kini tatapan mereka saling terpaut satu sama lain. Mereka bertatapan dengan penuh cinta. Glen bisa melihat mata Amira yang berkaca-kaca penuh dengan ketulusan. Bagitu juga sebalinya Amira menatap Glen. 

Berlahan kepala Glen mendekat kepada Amira. "Aku juga mencintaimu, Amira." Jawabnya berbisik lalu mencium bibir Amira berlahan dengan lembut. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!