"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. |SANGKAR ANGIN DI UJUNG FUSI
"Namaku Aleeza, bukan Mi Amor!" pekik Aleeza pada ponsel di genggamannya dengan napas berburu. Namun terlambat, sambungan telepon dari pria Spanyol itu sudah terputus begitu saja.
Dasar billionaire iblis!
Aleeza meremas ponselnya kuat-kuat dengan rasa frustrasi yang membakar dada. Setelah mengantarkannya pulang dengan Ferrari dari pesta, Austin kembali menunjukkan watak arogannya. Pria itu berpura-pura bersikap perhatian di depan publik, namun saat hanya ada mereka berdua, ia langsung berubah menjadi sosok penjelajah yang dingin dan manipulatif.
Gerakan Aleeza yang tergesa-gesa di tepi ranjang rupanya membangunkan Julian yang terbaring kaku.
"Kau mau ke mana, Aleeza?" tanya Julian lirih, matanya yang buta menatap kosong ke langit-langit kamar.
"A-aku harus pergi sebentar, Julian," bohong Aleeza cepat, mencium dahi Julian dengan perasaan bersalah yang luar biasa. "Ada berita mendesak di kantor redaksi yang harus kuselesaikan fajar ini."
"Tapi ini baru jam tiga Pagi..." tahan Julian, jemarinya yang kurus meraba udara berusaha mencari jemari Aleeza. "Jika kau pergi sekarang, kau tidak akan pernah kembali padaku, kan?"
"Jangan bicara seperti itu, Julian!" potong Aleeza cepat, hatinya teriris mendengar keraguan dari suara pria yang pernah mengorbankan hidup untuknya itu. "Aku pasti kembali. Aku berjanji."
Aleeza mengecup bibir Julian singkat untuk menenangkan pria itu, lalu berbalik berlari keluar dari vila sebelum pertahanannya runtuh total.
Begitu melangkah keluar dari gerbang besi vila keluarga Jenner, sebuah mobil Limousine hitam dengan kaca gelap sudah terparkir tenang di bawah remang lampu jalan. Seorang pria berbadan tegap berjas hitam membukakan pintu untuk Aleeza.
"Nona Aleeza Wira?" sapa pria itu sopan. "Saya utusan Tuan Austin Vanderbilt untuk menjemput Anda."
Aleeza menyunggingkan senyuman sinis. Pria iblis itu benar-benar tidak main-main dengan ancamannya. Tanpa pilihan lain, Aleeza masuk ke dalam mobil mewah tersebut.
Perjalanan menembus pekatnya fajar membawa mobil itu keluar dari perbukitan Madrid menuju kawasan bisnis Vanderbilt Tower. Namun, bukannya berhenti di lobby utama gedung pencakar langit itu, mobil justru meluncur menuju helipad pribadi di area perbukitan lain.
Di sana, sebuah helikopter komersial berwarna hitam legam dengan lambang emas keluarga Vanderbilt sudah menyalakan baling-balingnya yang meraung kencang!
"Tuan Muda menanti Anda di dalam helikopter, Nona," ujar pengawal seraya menuntun Aleeza menaiki tangga helikopter.
Aleeza membelalak tak percaya. Menemuinya jam tiga pagi dengan helikopter?! Pria ini benar-benar tidak waras!
Dengan gaun santainya yang bergetar tertiup angin baling-baling, Aleeza melangkah masuk ke dalam kabin helikopter yang super mewah. Pintu helikopter tertutup rapat, dan dalam hitungan detik, besi raksasa itu mengudara menembus awan kelam kota Madrid.
Aleeza duduk di kursi kulit di dalam kabin, menatap keluar jendela kaca pada gemerlap lampu kota Madrid yang kian mengecil di bawah sana.
Di depannya, Austin Vanderbilt duduk anggun memegang segelas wine merah. Pria Spanyol bermata biru itu menatap Aleeza dengan senyuman paling memikat sekaligus paling berbahaya yang pernah ada.
"Selamat datang di sangkar barumu, Mi Amor," bisik Austin mengalun lancar di antara gemuruh mesin helikopter.
Aleeza menyilangkan tangan di dada, mendongak menatap Austin dengan keberanian murni. "Kau membawaku terbang ke angkasa di jam tiga pagi hanya untuk menunjukkan kekayaanmu, Austin Vanderbilt?"
"Bukan kekayaan, Aleeza," balas Austin seraya memajukan tubuhnya, menatap lurus ke dalam mata Aleeza dengan sorot obsesi yang tajam. "Aku membawamu ke sini untuk memastikan satu hal bahwa ke mana pun kau berlari, langit dan bumi kota ini ada di bawah cengkeramanku."
Aleeza terkekeh dingin. "Kau pikir aku takut?"
"Kau tidak takut padaku, Aleeza," Austin menyunggingkan senyum miring yang mematikan. "Tapi kau sangat takut jika aku menjatuhkan Julian dari ketinggian ini."
DEG!
Wajah Aleeza seketika pias. Di dalam helikopter yang melayang di atas awan, permainan takdir di antara sang Billionaire dan sang Mawar Berduri kini memasuki babak yang jauh lebih panas dan mematikan!
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!