NovelToon NovelToon
Aura Clarissa

Aura Clarissa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:675
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Aura Clarissa adalah seorang penulis yang hidup dalam ketenangan. Namun, tanpa sadar dia juga menyukai kemewahan dan dunia malam yang gelap. Bahkan lebih parahnya menjadi wanita simpanan Daffa Gorge yang sudah beristri.

Konflik makin memanas ketika Darrel Gorge, adik kandung Daffa, hadir menuntut pertanggungjawaban atas malam yang tak pernah Aura ingat.

Di tengah intrik perselingkuhan, ancaman sang istri sah, dan daya tarik Darrel yang kian sulit ditolak, sanggupkah Aura bertahan saat kebenaran tentang dirinya membakar seluruh kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Pintu Gerbang Mansion Gorge

Kemewahan mansion milik keluarga Gorge memang tak perlu diragukan lagi. Malam itu, acara ulang tahun Robert Gorge diselimuti suasana eksklusif yang memikat.

Di luar gerbang utama, deretan wartawan berbaris rapi dengan kilatan lampu kamera yang tak henti-hentinya menyambar setiap tamu penting yang melangkah turun dari mobil-mobil super mewah.

Di dalam aula utama, Robert Gorge melangkah penuh wibawa menuntun tongkat berbalut ukiran emas murni. Dengan senyum berwibawa yang tak kunjung pudar, ia menyapa para kolega bisnis dan sahabat lamanya.

"Sehat selalu ya, Pak Robert," sapa salah satu manajer pemasaran dari perusahaan mitra.

Robert menyunggingkan senyum tipisnya, mengangguk penuh rasa hormat, lalu kembali berjalan menemui tamu lain.

"Di mana cucu-cucumu, Daffa dan Darrel?" tanya seorang rekan sebaya Robert.

"Biasa, mereka selalu sok sibuk kalau acara inti belum dimulai," jawab Robert berseloroh, menyembunyikan kekesalannya.

Sementara itu, di sebuah kamar luas di lantai lima mansion, gaun mahal berwarna merah maroon yang dikenakan Sofie sudah terpasang sempurna. Rambutnya tertata elegan dan riasannya tampak tanpa cela. Namun, ada hal yang menahan wanita itu untuk segera turun ke aula, Daffa.

Pria itu masih saja asyik menyesap rokoknya di balkon, menatap tajam ke arah deretan mobil di bawah. Jemari tangannya menggenggam ponsel erat-erat, seolah menanti balasan pesan dari seseorang yang amat penting.

Sofie mengangkat ujung gaunnya, melangkah cepat mendekati suaminya. Ini sudah ketiga kalinya ia menyuruh Daffa turun, namun pria itu bersikap seolah memiliki masalah pendengaran.

"Ayo turun!" kali ini suara Sofie naik satu oktaf. Nada lembut yang biasa ia gunakan hilang berganti kekesalan murni.

Daffa tak langsung berbalik. Ia menghembuskan asap rokoknya ke udara malam. Rahangnya mengeras mendengar nada bicara Sofie. Sebelum memutar tubuhnya, ia melonggarkan satu kancing jasnya yang terasa mencekik.

"Turunlah duluan. Aku menunggu Darrel," ucap Daffa dingin.

Sofie berdecih sinis, memalingkan wajahnya. "Menunggu Darrel? Memang apa lagi yang perlu ditunggu? Kakek kewalahan menghadapi tamu sen—"

"Sofie! Jangan pernah menentang ucapanku!" bentak Daffa tajam, memotong kata-kata istrinya seketika.

Sofie membeku. Dengan kilat amarah yang tertahan di matanya, wanita itu menyambar tas kecilnya, mengangkat gaunnya, lalu melangkah keluar kamar meninggalkan Daffa sendirian.

Daffa mengusap kasar wajahnya. Ia menghempaskan puntung rokok ke dalam asbak porselen, lalu terduduk di sofa. Matanya kembali menatap layar ponsel, membaca ulang pesan singkat yang ia kirimkan kepada Clara satu jam lalu.

"Jangan terima pesan atau panggilan apa pun dari Darrel! Jangan mau datang ke Mansion hari ini, atau kamu tahu akibatnya nanti malam!"

Pesan itu tak kunjung dibaca. Panggilan teleponnya pun tak pernah diangkat, membuat emosi Daffa berada di ambang ledakan.

.....

Di dalam mobil sport milik Darrel yang sedang melaju tenang...

Darrel melirik ponsel di atas pangkuan Aura yang terus bergetar tanpa henti. Layar ponsel yang berada dalam posisi terbalik itu sama sekali tak dihiraukan oleh Aura. Hingga pada panggilan ketiga, Aura justru menggeser tombol daya dan mematikan ponselnya sepenuhnya.

"Kenapa tidak diangkat?" tanya Darrel tenang tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan.

Aura tak menjawab. Jemarinya saling bertautan kaku di atas paha. Hari ini tingkat kecemasannya berada di titik tertinggi. Bukan sekadar ragu menghadapi Darrel, melainkan karena ia harus menginjakkan kaki di kediaman keluarga Gorge—keluarga berpengaruh yang membuat dirinya merasa amat tak berharga karena skandal malam itu.

Aura menghela napas panjang yang amat sesak. Pikirannya kalut membayangkan bagaimana ia bisa terjebak di antara dua pria bermarga Gorge—dua saudara kaya raya yang tak pernah sekalipun terlintas dalam jalan hidupnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!