NovelToon NovelToon
Antagonis Hamil Duluan

Antagonis Hamil Duluan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / CEO
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: supyani

transmigrasi jadi tokoh yang harusnya mati mengenaskan? tidak, Terima kasih.
saat suami CEO-ku meminta cerai, aku pastikan 2 garis biru muncul terlebih dahulu. permainan baru saja dimulai, sayang.

#jadi antagonis#ceo#hamil anak ceo#transmigrasi#ubah nasib#komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

aku tau endingnya

"Aku Tahu Kamu, Alea"

Templat ini udah ditulis di novel. Dokter itu pasti Alea. Dia datang di waktu yang emang seharusnya. Di novel, Vivian sama Eric cerai setelah tahu Vivian hamil. Eric nuduh dia hamil sama Doni, terus ngusir Vivian. Titik. Tragedi.

Tapi sekarang? Semua orang tahu kalau Vivian hamil anak Eric. Hasil lab udah keluar. Rekaman Doni udah muter. Bu Ratna udah belain. Badai pertama lewat.

Dulu waktu baca novel, Vivian dukung Alea mati-matian. Tim Alea x Eric garis keras. Soalnya Alea cantik, pinter, dokter, lembut, sabar. Lawannya Vivian bego, tukang selingkuh, tukang teriak. Ya jelas dukung Alea.

Tapi sekarang?

Vivian di novel itu... dirinya sendiri. Dan gak mungkin dia mau kalah sama pemeran wanita utama. Gak mungkin dia relain suaminya diambil NPC. Bahkan misi dari Silvi adalah ubah akhir hidup Vivian. Bukan ubah akhir hidup Alea.

"Aku tahu alur novel ini," batin Vivian sambil tersenyum. Senyumnya manis. Tapi matanya... matanya tajam kayak silet. "Dan akan kubuat alurnya acak-acakan. Alea sama Eric? Lewat. Ending-nya ganti. Hak siar udah pindah ke aku."

Gadis itu tak melongo terlalu lama. Otaknya muter 200km/jam. Kaki langsung jalan. Cepet. Mendekat ke arah suami dan si dokter yang masih... pelukan.

"Aduh, Dokter baik-baik saja?" tanya Vivian. Suaranya khawatir. Level sinetron. Dia nyelip di antara mereka, pura-pura ngebantuin si dokter berdiri. Sekalian... melepaskan pegangan Eric di pinggang dokter itu. Halus. Tapi tegas. Wilayah ditandai.

Tangan Vivian "gak sengaja" nyenggol tangan Eric. Kode: _Minggir, ini lakiku._

Mata Vivian menyelidik. Naik turun. Dari ujung rambut sampe ujung sepatu si dokter. Terus berhenti di name tag.

_Dr. Alea Maharani,Sp.OG_

Benar. Ini pemeran wanita utama. _Main Lead Female_. Jantung cerita. Yang di novel nanti bakal nikah sama Eric, punya anak kembar, hidup bahagia, sementara Vivian mati bunuh diri di apartemen butut.

Vivian batin, sambil tersenyum licik. _Ketemu juga akhirnya, Alea. Versi 3D-nya lebih glowing dari deskripsi Silvi. Pantes Eric kesengsem di novel._

Alea gugup. Jelas banget. Pipinya merah. Matanya nyari alasan buat kabur. Dia langsung jongkok, memunguti kertas yang berhamburan di lantai. Tangannya gemeter.

Eric juga ikut jongkok. Tanpa komando. Tanpa diminta. Membantu mengumpulkan beberapa lembar kertas yang berserakan. Gerakannya cepet. Refleks. Kayak... kayak udah kebiasaan nolongin cewek ini.

Vivian tak kalah heboh. Dia juga ikut jongkok. Padahal dokter Hendra bilang jangan capek. Bodo amat. "Sini Dok, aku bantuin," katanya. Senyum. Tapi dalam hati: _Gak boleh. Gak boleh biarin 2 karakter novel ini dalam situasi romantis. Gak boleh ada adegan pungut-kertas-sambil-mata-ketemu-mata-terus-backgrond-jadi-bunga._

Mau bagaimanapun, di novel, mereka adalah karakter yang di-setting untuk jatuh cinta. _Soulmate_. _Canon_. Cuma saling pandang saja hati mereka bisa bersatu. Cuma keujanan bareng bisa langsung nikah. Plot armor-nya tebel. Kalau dibiarin, Vivian bisa kalah sebelum perang.

"Wah Dokter, ternyata Dokter Alea ini dokter kandungan?" ucap Vivian tiba-tiba. Nadanya kaget. Dibuat-buat. Dia ngangkat kertas terakhir dari lantai. Sengaja. Kertas berisikan biodata pasien: _Nama: Vivian Wijaya. Usia Kandungan: 6 Minggu. Kondisi: Lemah, Butuh Observasi._ "Ini hasil tes lab ku. Kok bisa ada di Dokter?"

Alea nerima kertas itu. Tangannya dingin pas bersentuhan sama jari Vivian. Dia nunduk, nyamain identitas perempuan yang ada di selembaran dengan yang ada di depannya. Mata Alea melebar sepersekian detik pas baca "Usia Kandungan: 6 Minggu". Terus netral lagi. Cepet. Tapi Vivian liat.

"Iya..." ucap Alea. Suaranya bergetar dikit. "Setelah dari Dokter Hendra... saya yang akan menangani Nyonya Vivian. Untuk 9 bulan ke depan. Saya dokter penanggung jawab baru Nyonya."

_JDEER._

Vivian rasanya ditabok. _9 bulan? Sama Alea? Dokter penanggung jawab? Gak ada di novel! Di novel gue ditangani Dokter Hendra sampe keguguran! Ini plot baru!_

Otak Eric juga nge-lag. Dia berdiri. Natap Alea. "Kamu... dokter di sini?"

Alea ngangguk. Gak berani natap mata Eric lama-lama. "Iya. Baru... baru pindah. Minggu lalu."

_Bohong,_ batin Vivian. _Kamu udah di sini dari 3 hari lalu. Kamu yang acc rawat inapku. Kamu udah ngincer dari awal._

"Tenang saja, Dokter," ucap Vivian cepet. Dia berdiri, terus... mengalungkan tangannya di lengan Eric. Dipeluk. Erat. Klaim kepemilikan. _Public display of ownership_. "Suamiku siap siaga. Pasti selama kehamilan nanti tidak akan terlalu menyusahkan Dokter. Kalau ada apa-apa, aku langsung hubungi dia. Gak bakal ngerepotin Dokter malem-malem. Suamiku standby 24 jam."

Dia neken kata "suamiku" dua kali. Sengaja. Eric diem. Badannya kaku pas dipeluk. Tapi gak ngelepas. Gak juga.

Alea menunduk. Lebih dalem. Bahunya turun. "Pasti, Bu... kalau begitu saya permisi. Masih ada operasi." Ucapnya lirih. Dia ngambil kertas-kertasnya, terus melengos pergi. Langkahnya cepet. Kayak lari. Kayak kabur dari medan perang.

Vivian gak ngejar. Dia diem. Natap punggung yang semakin menjauh itu. Punggung si pemeran utama. Punggung yang di novel bakal dipeluk Eric di pelaminan.

Terus... Vivian tersenyum. Licik. Di ujung bibirnya. Senyum kemenangan ronde pertama.

"Vivian sekarang tidak bodoh," batinnya. Bangga. Dada-nya busung. "Akhir ceritanya gak bakal sama kayak di novel. Penulisnya aja udah masuk ke sini. Apalagi aku, pembaca. Kita acak-acak bareng."

Eric nglepasin tangan Vivian pelan dari lengannya. "Udah puas?" tanyanya. Datar. Tapi ada apa gitu di nadanya. Kesel? Atau... malu ketahuan?

"Puas dong," jawab Vivian enteng. "Kenalin, itu calon dokter kandunganku. Baik ya, Dokternya. Cantik."

Eric gak jawab. Jalan duluan ke parkiran. Punggungnya kaku lagi.

Bu Ratna yang dari tadi diem akhirnya buka suara. "Vi... kamu kenal Dokter Alea?"

Vivian nengok. Senyum. "Enggak, Bu. Baru kenal. Kok?"

"Gak... cara kamu ngomong kayak udah kenal lama. Kayak... musuhan."

Vivian ketawa. "Masa sih, Bu? Perasaan Ibu aja. Yuk pulang. Laper."

Di mobil, Vivian ngelus perutnya. _Badainya lebih gede dari yang aku kira. Di novel cuma Chindy sama Cika musuhnya. Sekarang nambah Dr. Alea.Sp.OG. Pinter. Cantik. Baik. Plus punya masa lalu sama Eric._

_Tapi sekarang aku punya payung. "Aku Tahu Ending-nya". dan jas hujan yang bakal dia pake buat lewatin badai ini adalah hamil anak Eric._

_Maaf ya, Alea. Di novel kamu menang. Di sini... kita lihat 9 bulan ke depan siapa yang lebih betah._

_Eric Wijaya tetap suamiku. Sampai aku yang ngelepas. Bukan kamu. Bukan novel._

like, komen ya besti

1
Uthie
Semoga sihhh pngaruh lain di otaknya lebih dominan 😁👍
lebih baik milih yg bernapas, sefrekuensi, dan bisa langsung di ajak ngobrol and melukis bareng-bareng 😁👍
daripada terus memandangi lukisan wanita benda mati aja, yg juga udah punya laki and lagi hamil anak orang pula 😜
Uthie
mantappp dehhh menghalau pengaruh buruk nya Vivian 👍😁
Uthie
Pokoknya bikin Vivian tetep jadi strong Women 💪💪🤨
buat bisa menghempas kan para hama wereng yg menggatal 😡😡💪
Uthie
Intinya sihh mereka sudah saling bisa menerima satu sama lain👍🤗
semoga gak goyah jika ada godaan yg bakal ganggu hubungan mereka lagi 👍👍
Uthie
Saya mahhh sukkkka selalu ceritanya 👍😘🤗
Anne
hanya sedang meraba hati.. n smg hati kecilny bs menuntun dia kelangkah yg baik. yg g merugikan diriny ataupun org lain.
Dinda Putri
mudah2 han baik
Dinda Putri
lagi
Nurfi Susiana
lanjut thor
Hikmal Cici
nah gitu dong 👍👍👍🙂
Hikmal Cici
vivian ini cewek barbar kan ya thor, bukan yg kalau dijahatin cm bisa nangis. pasti ada perlawanan yg seru ya kan 😊
Dinda Putri
makin seru up lagi thor
anonim
bikin greget
Hikmal Cici
lagi...lagi...lagi
Uthie
ratingku perpect.. 10 🌟🌟🌟
Uthie
Wadduuhhhh.. si Alea makin kurang ajar itu 😡😡😡
Uthie
Puasssss banget itu Vivian nunjukin bekas cinta nya ma dokter rasa Pelakor 😆👍
Uthie
kurrraangggg
Irsyad layla
tapi lengan kemeja nya digulung thor kek mana ni😄😄
Hikmal Cici
ya pasti kurang lah kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!