NovelToon NovelToon
PANGERAN SUBUH (Ustadzku, Guruku, Suamiku)

PANGERAN SUBUH (Ustadzku, Guruku, Suamiku)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Obsesi / Beda Usia / Tamat
Popularitas:135.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kim99

Karena kenakalan remaja yang sudah di ambang batas wajar, sepasang suami istri memutusakan untuk mengirim anak bungsunya ke sebuah pesantren di pedesaan.
Namun, hal ini menjadi awal konflik batin terbesar untuk seorang gadis bernama Azizah. Gadis berusia 18 tahun yang masih duduk di kelas 12 itu menolak untuk dipindahkan apalagi saat kakeknya (pemilik pesantren) menyarankan Azizah untuk dinikahkan dengan seorang ustadz kebanggaan kakek Azizah dengan alasan untuk kebaikan Azizah.
Pemberontakan terjadi, awal pernikahan yang rumit membuat Azizah bersikeras untuk mendapatkan talak dari suaminya. Sejak awal, Azizah menerima perjodohan itu hanya untuk mengamankan posisinya saja. Karena, ia berpikir, pernikahan itu tidak penting, setelah dia menikah, dia bertekad untuk membuat suaminya jengkel dan akhirnya berujung perceraian. Begitulah rencana Azizah.
Satu hal yang Azizah tidak tahu, laki-laki yang menikahinya ternyata adalah ustadz dengan julukan kesabaran seluas samudra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Salah Paham

"Enggak papa! Lanjutkan aja!" kata Azizah seraya berlalu dari hadapan kedua orang itu. Dia memilih untuk kembali ke kamarnya meskipun dengan langkah terseok-seok.

"Cih ... katanya ustadz! Tapi kok malah main cewek." Azizah kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Perempuan itu menarik selimutnya sampai ke atas, tapi ... kenapa tingkah ustadz Farhan dan perempuan itu terus terlintas di pikirannya. "Astaga!"

Azizah kembali duduk. "Kalau mau pacaran ya pacaran aja! Kenapa harus menggangguku! Pergi!"

Gadis itu memukul bayangan-bayangan suaminya yang sedang bermesraan. Bukan menggunakan tangan, melainkan dengan bantal. Dia sampai berdiri, hampir jatuh tapi tidak berhenti.

Azizah sama sekali tidak memperdulikan keringat yang membanjiri wajahnya, gadis itu benar-benar ingin memusnahkan sosok suami dan perempuan itu.

"Eishhhhhhh! Jangan berciuman di depan ku! Pergilah!" Ia memekik dan sedikit berjinjit karena kedua makhluk di depannya malah dengan sengaja bermesraan. "Singkirkan tanganmu dari kepalanya ustadz!" pekiknya lagi. "Heiiii! Kenapa kau harus menciumnya setelah membuatku seperti ini! Dasar berengsek!"

"Azizah!"

Ustadz Farhan yang beberapa detik sebelumnya sudah ada di ambang pintu langsung berlari menghampiri istrinya. Pria itu menangkap Azizah karena jika tidak, perempuan itu akan jatuh ke lantai.

Dengan napas yang tidak karuan, dada naik turun tak beraturan, Azizah terengah-engah dalam dekapan suaminya. Perempuan itu lega, dia sangat lega karena dua musuh bebuyutannya sudah hilang.

"Ya Allah, Dek! Kenapa?" Pria tampan yang mendekap Azizah menyeka bulir keringat di pelipis perempuan itu. Wajahnya menunjukkan ekspresi khawatir, takut kalau terjadi sesuatu pada istri kecilnya.

Perempuan itu bungkam, diam seribu bahasa dan hanya memperhatikan wajah suaminya dari jarak yang sangat dekat. Bibir sang suami di depannya itu benar-benar membuatnya hilang akal. Bayangan tadi malam kembali terlintas, dan itu membuat jantungnya semakin berdegup kencang.

"Adek! Jawab mas Sayang, kamu lagi apa? Kenapa lompat-lompat kayak tadi?"

Seolah kembali mendapatkan kesadaran yang sebelumnya digondol serigala, perempuan itu langsung tersentak, ia mendorong dada suaminya, mundur satu langkah memberikan jarak untuk dia dan sang suami.

"Itu ... anu!" Azizah gugup, dia tidak mungkin mengatakan kalau dia melihat ustadz Farhan sedang bercumbu dengan perempuan lain kan?

"Itu apa?"

"Anu ... itu ... tadi ada lebah! Iya, lebah!" cicit Azizah, ia terpaksa berbohong karena takut ketahuan.

"Lebah?" gumam Ustadz Farhan. Ia melihat sekeliling dengan seksama, sepertinya tidak ada lebah, sejak kapan di vila ini bisa kemasukan lebah, tapi ... itu juga bukan hal yang tidak mungkin mengingat vila ini dikepung pepohonan dan bunga-bunga liar.

"Tapi Adek enggak papa kan? Mas sama Dek Salma udah bikin nasi goreng buat sarapan. Turun dulu yuk!"

Perempuan itu tersenyum kecut, ingin menolak, tapi dia sangat penasaran akan sosok perempuan yang membuat suaminya tidak bisa berkutik.

"Mas nanti cari lebahnya! Aman kok. InsyaAllah! Ayok!"

Belum sempat menjawab, Azizah sudah dikejutkan karena sang suami menarik tangannya, pergelangan tangan mungilnya digenggam dengan jemari tangan besar sang suami.

"Aku pasti sudah gila," gumam Azizah karena tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari tangan-tangan itu.

"Duduklah!" pinta Ustadz Farhan setelah menarikan kursi untuk Azizah. "Does it still hurt?" bisiknya tapi masih bisa didengar oleh Salma.

Perempuan yang tak kalah cantik dari Azizah itu tersenyum. "Pasti sudah melakukan malam pertama!"

"Dek!" ujar ustadz Farhan karena dia masih mendengar ucapan adiknya.

"Apa'an sih, Salma cuma asal bicara kok. Ia enggak Ai?"

Azizah hanya tersenyum. "Kalian memang terlihat sangat cocok!"

"What? Kami?" tanya Salma menatap Azizah tidak percaya. Ia menarik tangan ustadz Farhan agar mereka bisa berdiri sejajar di depan Azizah. "Apa kau tidak bisa melihat wajah kami yang sangat mirip?"

Ustadz Farhan tersenyum, sementara Azizah malah kebingungan.

"Astagfirullah ... come on, Ai! Kita itu saudara! Kak Farhan kakak kandung aku!"

"Kalau begitu, sopan sedikit," gumam ustad Farhan. Salma hanya menyengir kuda.

"Aku lebih dewasa darinya Kak! Aku yakin, bukan satu dua tahun, tapi beda 7 tahun. Salma 25, Azizah 18. Iya kan?" tanya Salma menatap Azizah lekat. Adik iparnya itu hanya tersenyum karena masih bingung.

"Tapi tetap saja! Dia kakak ipar kamu!"

"Kakak ipar?" gumam Azizah membuat ustadz Farhan dan Salma menatapnya tidak percaya.

"Iya Dek! Salma itu adeknya mas. Adek ipar kamu!"

"Ahhh ... kakak ipar!" Bodoh, dia benar-benar bodoh, bisa-bisanya Azizah berpikir kalau suaminya sudah memiliki istri sebelum menikah dengannya.

"Jangan-jangan Adek mikir yang macem-macem!"

"Apa? Enggak! Mana ada Ai mikir macem-macemnya. Enggak lah!"

Salma terkikik geli, padahal sudah sangat jelas kalau Azizah cemburu dan tidak suka saat pertama kali melihatnya. "Mikir yang macem-macem juga enggak papa! Tapi jangan panggil adek juga ya! Panggil Mbak aja! Malu aku, udah tua!"

Lagi-lagi Azizah hanya tersenyum, ia menerima nasi yang disodorkan oleh suaminya, juga menerima susu hangat dari adik iparnya yang tidak ingin dipanggil adek itu.

"Istri Kakak cantik ya! Pipinya gembul, tapi ada lesungnya. Lucu, pasti gemes deh. Jangan diciumin terus, Kak! Kasihan tahu, slow aja! Iya enggak?"

Salma menaik-turunkan alisnya sementara Azizah memilih untuk menunduk malu. Entah kenapa, dia menjadi sangat gugup, setelah menikah, Azizah memang tidak pernah bertemu keluarga suaminya. Dan ini baru pertama kali dia bertemu Salma.

"Makan jangan sambil ngoceh, Dek!" Ustadz Farhan mengatakan itu seraya menaruh telur mata sapi miliknya karena milik Azizah sudah habis.

Salma tersenyum, perempuan itu merasa jadi obat nyamuk karena sejak tadi kakaknya hanya memperhatikan Azizah.

"Pulang agak sorean ya! Nunggu Adek baikan dulu!"

"Ustadz---!" Azizah menatap suaminya tajam.

"Ekhemmmm! Aku enggak denger kok," elak Salma, padahal dia bisa melihat semuanya.

** **

"Ini mobil siapa?" tanya Azizah pada suaminya. Dia kembali menoleh ke belakang, tersenyum ke arah Salma yang sebenarnya hanya ingin melihat kembali vila tersebut.

"Dipinjemin orang. Mas tadi mau pake motor, tapi kasian istrinya mas, masuk dulu! Biar nanti bisa istirahat lagi di rumah."

Azizah mendelik, perempuan itu duduk gelisah, matanya kembali berkaca-kaca. Kenapa seperti ada telur bebek yang dia duduki.

"Maaf ya Dek! Mas udah coba pelan-pelan! Tapi kamunya minta cepet-cepet terummm!"

"Jangan dibahas lagi!" kesal Azizah menutup mulut sang suami dengan telapak tangannya.

Ustadz Farhan pun mengangguk. "Ya sudah, kalau gitu agak baring aja y! Biar enggak terlalu sakit."

"Terserah Ustadz aja!"

Pria itu tersenyum, ia mengeluarkan kepalanya dari jendela kaca mobil itu, melambaikan tangan juga memberikan jempol pada adiknya.

"Salam buat Kiyai!" pekik Salma.

"Siap! Assalamu'alaikum!"

"Wa'alaikumsalam!"

** **

Sampai di depan rumah tinggal di pesantren. Ustadz Farhan kembali dibuat tersenyum karena istri kecilnya itu ternyata tidur sangat lelap. Tidak ingin membangunkan Azizah, ia pun turun dan mengitari mobil.

"Bobonya pindah ya Dek! Maaf kalau enggak nyaman." Ustadz Farhan bergumam padahal jelas-jelas Azizah tidak mendengarnya.

Ustadz Farhan tidak tahu kalau di dekat rumah mereka, sejak tadi seseorang perempuan berdiri seraya mengepalkan tangannya. Dia hanya ingin menanyakan keadaan ustadz Farhan karena kemarin tiba-tiba menghilang, tapi malah disuguhkan dengan pemandangan menyebalkan.

"Saya akan merebutnya darimu, Azizah! Ustadz Farhan tidak pantas menikah dengan bocah ingusan sepertimu!"

1
🌟 Dauzz🇲🇨
akhirnya happy ending 😍
🌟 Dauzz🇲🇨
rasani ngeselin emang
🌟 Dauzz🇲🇨
astagfirullah Azizah geram dengan sifat nya
🌟 Dauzz🇲🇨
bagus ceritanya
🌟 Dauzz🇲🇨
duh makin penasaran
🌟 Dauzz🇲🇨
waduh rupanya ada pelakor 🤭
Danny Muliawati
nah km pinter boy
Danny Muliawati
waduh gawat ktm boy
Danny Muliawati
knp hrs teriak2 kan ada hp
Danny Muliawati
smga yg terbaik yah Thor aq mah sk deg deg an
Danny Muliawati
ada aza yah masalah semangat thor
Danny Muliawati
penasaran banget info dr salma apakah itu
Danny Muliawati
manusia menjelma d'zal bilqis nama nya sgl cara di lakukan klo sdh cinta ga tau diri sdh di tampung di sekolahkan
Danny Muliawati
astagfirullahalazim bilqis bilqis smga Thor ada jln terbaik kasian azizah
Danny Muliawati
ga jaminan yah usia lebih dewasa dr azizah sgl cara ga baik di lakukan demi cinta sm ustad jadian deh lo bilqis cinta tak sampai 😂😂
Danny Muliawati
ternyata ustad itu banyak fans nya yah
Danny Muliawati
fikiran anak remaja yg frustasi bkn nya bersukur di angkat derajat menuju baik
Bagus Rahmad
terimakasih banyak atas hiburannya
Bagus Rahmad
ini baru menerima kenyataan paling bentar,kecewanya dan patah hati laki2 gak selama wanita
Bagus Rahmad
gilaa..anakbjaman now
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!