Sebelum membaca novel ini di harapkan membaca novel pertama yang berjudul
Tawanan Sang Penculik Kejam
Agar mengerti jalan ceritanya yah....ini season keduanya...
❤️❤️❤️❤️
Putri Mikhaylarisa kembali ke masa lalu karna cinta sejati..namun yang terjadi adalah sang pengeran melupakan ingatan kebersamaan mereka..
Sementara di sisi lain ada pria yang mengejarnya dengan kekuatan penuh yaitu Alex...sang prajurit dengan latar belakang penuh misteri...
Bagaimana usaha Putri Mikha untuk mengembalikan ingatan pangeran kepadanya...dan bagaimana cara Putri Mikhayla menghindari Alex yang cenderung memaksanya..
Akankah dia menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Murka Sang Ratu
Selama ini Ratu selalu berusaha menjaga reputasinya setelah drama penculikan yang terjadi bertahun-tahun lalu, tentu saja dia tak akan membiarkan dirinya di pemainkan, dan tak akan pernah membiarkan keturunan dari Kerajaan Cristal Biru mendekat apalagi mengincar Putri mahkota...selama dia hidup maka Ratu tak akan pernah membiarkan itu terjadi..
Wanita itu menatap lekat sang putri tunggal dengan lekat...hingga Mikha hanya mampu melonggarkan tenggorokannya..ia sungguh di landa ketakutan saat ini...
''Ibunda....''
''Apa kau tau apa yang telah kau lakukan, apa kau tau kesalahanmu Putri..''suara sang Ratu terdengar begitu tegas..hingg Mikha sedikit gemetar..
''Ibunda...maafkan aku..''
Ratu bangkit dari singgasananya lalu melangkah mendekati Putrinya dan lalu menatap Mikha dari tempatnya berdiri...
''Kau tau apa yang kau lakukan ini akan mencoreng nama yang mulia Raja..''
Mata Mikha menjadi panas..sungguh dia tak pernah membayangkan akan seperti ini..dia juga tak pernah membayangkan kalau kerinduannya akan berakibat fatal, tapi dia hanya ingin menemui cintanya itu saja....tak ada yang lebih penting untuknya selain menemui Zack...bahkan dia telah mengorbankan segalanya..
''Ibunda aku mohon maafkan aku, tapi bagaimana aku menjelaskan semua padamu kalau aku...sangat mencintai pangeran Zack...aku sangat mencintainya..''
''Apa......''suara sang Ratu bergetar sampai ia tak mampu menguatkan dirinya, tubuhnya goyah dan akhirnya hatuh tersungkur, tak kuat mendengar kenyataan dari sang putri yang teramat menyakiti hatinya..
Mikha begitu terkejut lalu mendekati sang Ratu dan mulai menangis...ia sungguh tak ingin menyakiti hati sang ibunda...
''Ibunda maafkan aku...ibunda..aku mohon..''
''Sejak kapan kau mencintainya...apakah ketika kau masih menjadi budak...Putri....kau tau benar kalau kedua kerajaan tak akan pernah bisa bersatu..itu tidak mungkin...''
Mikha menundukan kepalanya, dan saat itu juga tangisannya tumpah seketika..dia sungguh tak menyangka kalau cintanya malah menyakiti hati orang tuanya..
''Ibu...aku bahkan mengenalnya jauh sebelum itu, tapi...''
Ratu Hera tampak mengoyakan jubahnya hingga Mikha harus memeluknya..
''Hatiku hancur ketika kau masih mengabaikan peringatanku Putri...kau mau tau apa yang Ibunda alami...kau mau mendengarnya Putri....baiklah..ibu akan jujur padamu....tapi berjanjilah setelah kau mendengar semuanya maka kau tak akan pernah menemuinya lagi,....''
''Ibunda....'' isak Mikha masih tak rela..tentu saja bagaimana mungkin dia hidup tanpa Zack...bagaimana mungkin, itu artinya semua pengorbanannya sia-sia...hal itu membuat Mikha tak bisa..namun, ia juga terjebak dalam dilema...antara kerajaan dan orang tua..
Mikha terkejut ketika Ratu menggenggam tangannya dengan gemetaar....
''Hanya kaulah satu-satunya harapan kami...kau adalah putri mahkota dan sampai kapanpun,...kau tak akan pernah bisa mengubah apapun yang terjadi saat ini..aku adalah calon Ratu Kerajaan Cristal Putih dan aku tak akan pernah membiarkan kau menghancurkan semuanya Putri..''
''Yang mulia...''
Ratu Hera memejamkan matanya...ketika airmatanya menetes...ketika mengingat kejadian yang lalu...
''Raja Edward telah melakukan sesuatu yang tak akan pernah ibu maafkan seumur hidup....ibu sangat membencinya.....isak Ratu Hera sesegukan...''
''Apakah yang mulia, tidak menolong ibu tepat waktu,..apakah ibu mengalami penyiksaan dari Raja Edward....apakah dia menyakitimu ibunda..''tanya Mikha dengan wajah yang begitu pucat..
Rasanya ia tak punya apapun lagi untuk bertahan disini, hingga hati Mikha serasa hancur..dia benar-benar telah menerima semua hal buruk karna mencoba melawan takdir...
Sungguh....semua ini seperti mimpi baginya, bukankah ia harus bahagia..jika tidak bersama Zack pria yang dia cintai...lalu dia harus bersama siapa...? mengapa semua ini begitu sulit untuk dirinya...
Ratu Hera menutup wajahnya dengan kedua tangannya seolah kejadian itu amat sangat menyakitkan untuknya, hal itu membuat sang Putri begitu terpukul....
''Yang mulia....''
''Ibu tak bisa menyimpan rahasia ini seumur hidup Putri....rasanya setiap detik hidup Ibu selalu di penuhi penyesalan..ibu benar-benar tak mampu lagi menahan rasa sakit ini Putri...''
Mikha semakin di buat penasaran...
''Ibunda katakan apa yang sebenarnya terjadi...mengapa malah menangis...''ucap Mikha sungguh sedih...apa yang di lakukan Raja Edward,...apa yang di lakukannya Ibunda...''isak Mikha semakin bingung...
''Kau mau tau apa yang di lakukannya...dia merampas kehormatan ibu...dia telah melukai harga diri ibu...dan sampai kapanpun tak akan pernah ada maaf untuk keturunannya termasuk pangeran Zack....apa kau mengerti...''
Mikha menghela nafas...tidak....ini tidak mungkin....semua tidak mungkin, mengapa malah jadi begini..kenyataan kalau ayah Pangeran Zack telah menorehkan luka dalam pada sang Ratu membuat Mikha membeku di tempatnya...
Tubuhnya melemah...namun Ratu Hera kembali menguatkan pegangannya pada bahu Mikha...
''Kau telah mendengar segalanya putri...jadi ibu pikir kau akan menyimpan rahasia besar ini...dan ibu tak ingin kau menghianati ibu yang melahirkanmu Putri Mikha..''
''Ibunda...mengapa harus seperti ini ibu aku harus bagaimana...''isak Mikha dengan mata yang basah....
''Berjanjilah Putri...''
''Apa....''
''Berjanjilah agar Putri bisa memegang janji ini...jangan pernah menemui pangeran Zack dan lupakan dia...dia bukan pangeran yang baik..dia kejam seperti ayahnya..bahkan...dia telah melukai pangeran Alex hingga parah...''airmata Ratu membasahi wajahnya hingga sang putri semakin di hinggapi rasa bersalah...
Mikha membeku....mengapa karna cintanya semua orang menjadi korban...padahal yang dia inginkan adalah hidup bersama pangeran Zack itu saja..bahkan dia tak pernah bermimpi untuk mendapatkan segalanya..ia tak butuh tahta dan juga kekuasaan...satu-satunya alasan ia berada disini adalah karna cinta sejatinya..namun mengapa malah tak bisa bersatu juga..
Mengapa...
Seolah mengerti kesedihan sang putri, Ratu Hera meraih tubuh Mikha untuk di peluknya dengan erat..sambil mengusap punggung Mikha ia berusaha menenangkan...
''Ibu juga terlah mengalaminya nak....kau harus mempunya kaki yang kuat agar bisa menaklukan badai....Putri...kau akan menjadi kuat sepertiku..kau adalah putriku...ibunda dan yang mulia akan selalu mendampingimu....rasa sakit ini akan segera menghilang....''
''Yah..ibunda..maafkan aku, aku terlalu egoios dan mementingkan diriku sendiri....aku bahkan melupakan tugas seorang putri...''
''Yah..kau masih muda sayang, cinta bukan segalanya....kau akan menemukan kedamaian lain asal kau benar-benar melepaskan semuanya..''
Mikha mengangguk dengan lemah...ia memejamkan matanya dan seketika airmatanya menggenang di matanya yang sayu....
Apakah dia sanggup melupakan Zack..apakah dia sanggup...?
''Aku berjanji padamu Ibunda kalau aku..akan menyerahkan hidupku kepadamu.....''ucap Mikha mencoba menelan rasa sakitnya...
''Bagus....ibunda akan mengingat semua janjimu nak...ibunda akan selalu mengingat semua ucapannmu..''
''Yah....''balas Mikha dengan lemah..
Untuk beberapa saat....Ratu Hera menghabiskan waktu bersama sang putri dan menghiburnya.
Dalam hatinya Hera tampak senang, karna sang Putri akhirnya menurut kepadanya..tentu saja...dia harus memenangkan putrinya saat ini dan menyembuhkan patah hatinya, dan untuk itu dia telah menyiapkan pengganti....